Posts: 138
Threads: 0
Joined: Sep 2012
Reputation:
0
K3 seluruhnya dihapus jadi K3 AC si ane ga setuju, secara K3 AC jatuhnya KA komersial, yg ga dapet PSO.. nanti orang2 yg biasa naik K3 cuma modal 30-50rb sampe kampung harus bayar 100-200rb buat pulang kampung gimana nasibnya tuh?
ane lebih setuju K2 non AC diganti K3 AC (apa K3 AC ga masuk K2 aja ya? kan max. pnp sama2 64 org)
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(20-09-2012, 09:21 PM)rubenz56 Wrote: K3 seluruhnya dihapus jadi K3 AC si ane ga setuju, secara K3 AC jatuhnya KA komersial, yg ga dapet PSO.. nanti orang2 yg biasa naik K3 cuma modal 30-50rb sampe kampung harus bayar 100-200rb buat pulang kampung gimana nasibnya tuh?
ane lebih setuju K2 non AC diganti K3 AC (apa K3 AC ga masuk K2 aja ya? kan max. pnp sama2 64 org)
K3AC kapasitasnya ada yg 80 ada yg 106, kecuali kereta khusus untuk manula dan orang cacat, yang memang kappasitasnya hanya 64 orang.
(20-09-2012, 08:28 PM)pecintabordes Wrote: Kalau saya tidak setuju sama sekali kalau K3 non AC yang sudah berjalan di jadikan K3 AC semuanya. Sebab yang menggunakan K3 non AC lebih banyak orang-orang yang kurang mampu; yang jika K3 non AC Dijadikan K3 AC semua dan harganya naik, maka mereka benar-benar terbuang dari pelayanan PT. KAI karena tidak tersedianya kelas yang sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Jika demikian, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah telah dengan sengaja tidak berusaha untuk memenuhi HAK-HAK sipil Seluruh rakyak Indonesia!!!!!
Yang saya setujui adalah jika semua K3 non AC tetap berjalan dan ditambahkan dengan beberapa rangkaian K3 AC. Fungsinya adalah untuk menampung penumpang yang tertendang dari K3 non AC tetapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membeli K3 AC dan juga untuk menampung para penumpang yang juga tidak kebagian K2 karena habis....
Sehingga Pelayanan terhadap seluruh rakyat Indonesia akan tercapai dan akan memajukan perkereta apian Indonesia....
setuju. K3AC cukup diijadikan tambahan pada K3 dan K2 yg sudah ada, sebagai variasi supaya penumpang bisa memilih kelas yg paling sesuai.
(atau sebagai cadangan andaikata K3/K2nya habis)
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 84
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
4
Menurut saya secara personal sih kayaknya emang ga perlu. Selama K3 non AC masih ada peminatnya, dan (ini jelas fakta) masih laris, kenapa harus diubah ke K3 AC? Atau nanti kalau diubah ke K3 AC, keuntungan untuk operator menjadi lebih besar, mungkin? Kalau memang tujuannya untuk profit KAI, dan bukan untuk kebutuhan masyarakat kecil, ya mending ga usah.
Kalau alasannya untuk kenyamanan penumpang, menurut saya juga penumpang juga cukup kok dengan K3 biasa. Penumpang pasti bakal lebih maklum dengan harga segitu, dapat yang biasa aja. Bayangkan kalau nanti jadi K3 AC, dengan tiket diatas 100 ribu, sedangkan uang mereka tidak mencukupi. Keberadaan K3 non AC bahkan sudah mencukupi untuk mereka yang dananya terbatas.
Facebook/Path: Nina Nursita Ramadhan
Twitter: @nnrst
Instagram: @ninanursita
Go Follow and Add!Â

Posts: 31
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
0
kalau dihapus seluruhnya sih saya sangat tidak setuju. k3 non ac itu kereta kelas rakyat, paling murah ketimbang moda transportasi darat. kasihan bagi mereka yang bener bener sangat membutuhkan. begitu juga kehadiran k3 ac, ada baiknya k3 ac itu menjembatani antara k2 (non ac) dengan k3 non ac. soalnya posisi k3 ac sendiri juga "nanggung". mungkin k3 ac bisa sedikit mensubsidi silang untuk operasional k3 non ac.
*/alat berat dan kereta hanya sekedar hobi/*
*/masih suka dan cinta wanita/*
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
19-05-2013, 07:27 AM
(This post was last modified: 19-05-2013, 07:29 AM by zmidth.)
Sundul ah nie thread, tapi judulnya harus diganti deh, soalnya ini bukan rencana lagi...
Quote:Senin, 13 Mei 2013
Kemenhub Minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Tak
Gunakan AC Split
Desmunyoto P. Gunadi / Jurnal
Nasional
[spoiler]Jurnas.com | DIREKTORAT Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Api Indonesia tidak menggunakan AC split pada kereta api ekonomi. Penggunaan AC split dianggap tidak cocok karena dirancang untuk bangunan yang bersifat statis bukan dinamis seperti kereta. "Silakan mereka mengubah, tapi yang dinamis. Untuk kereta, bukan AC split,"ujar Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Muhartono, di Jakarta, Jumat (10/5).
Hal itu menanggapi kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator perkeretaapian yang telah mengubah spesifikasi kereta api (KA) Ekonomi menjadi KA Ekonomi AC Split. Perubahan spesifikasi otomatis mengakibatkan tarif tiket ikut naik. Misalnya untuk tiket KA Progo jurusan Jakarta- Yogyakarta naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu. Akibat merubah spesifikasi dan menaikan tarif tiket secara sepihak tersebut, Ditjen Perkeretaapian telah menegur PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Surat teguran dilayangkan pada tanggal 7 Mei 2013 lalu. Sesuai dengan PP No.72 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan KA pasal 27 ayat (3) bahwa bila terjadi pelanggaran pelaksanaan.
Seharusnya, jelas Muhartono, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak berhak secara sepihak mengubah spesifikasi KA dan menaikan tarif tiket karena mereka sudah ditugaskan pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 78 Tahun 2013 untuk menyelenggarakan kewajiban pelayanan publik (public service obligation) angkutan orang dengan KA kelas ekonomi tahun anggaran 2013.
Berdasarkan surat keputusan itu, tindakan yang diambil oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mesti dilaporkan kepada pemerintah selaku regulator dan tidak semena-mena kemudian menaikkan tarif tiket.
Perubahan spesifikasi, kata Muhartono, terkait dengan keselamatan sehingga perlu dilakukan uji kelaikan sebelum dioperasikan. "Perubahan spec harus melapor ke kita untuk kemudian dilakukan uji kelaikan. Mereka belum diuji sudah mengoperasikannya. Kalau ada apa-apa bagaimana,"tegas Muhartono menambahkan bahwa pemerintah belum menyetujui perubahan spesifikasi yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu. Lebih jauh dia mengatakan, AC yang dipakai di KA khusus dirancang untuk pemasangan pada bagian atap kereta. Bila terjadi kebocoran refrigeran pada komponen AC, maka refrigeran tidak masuk ke ruang penumpang. AC juga mendistribusikan udara dingin dengan kecepatan dan arah merata. Dia juga berpendapat, bahwa kenaikan tarif juga sangat tinggi dan tidak sesuai dengan penambahan AC split tersebut.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menegur PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator tunggal KA di Indonesia terkait penghentian operasi KRL Ekonomi Jabodetabek. Teguran dilayangkan dua kali, yaitu pada tanggal 18 Februari 2013 dan kedua tanggal 7 Mei 2013. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melanggar keputusan rapat pembahasan penundaan penghapusan KRL ekonomi non AC pada Rabu, 27 Maret 2013 silam. Rapat pembahasan yang melibatkan banyak pihak itu memutuskan bahwa pelaksanaan penggantian KRL non AC menjadi KRL AC ditunda sampai terlaksananya sistem e-ticketing pada bulan Juni atau Juli 2013.
Humas Daop I KAI, Sukendar Muya, mengatakan, pemasangan AC dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Direncanakan, sampai tiga bulan kedepan, seluruh kereta ekonomi akan diganti dengan KA ekonomi AC. "Pemasangan AC itu untuk meningkatkan pelayanan. Nanti seluruhnya kereta ekonomi akan dipasangkan AC,"ujarnya dihubungi terpisah.[/spoiler]
Nah pada puas noh yg kemaren pd koar2 di Twitter katanya surat teguran mau turun, kalau bagi saya sich tak anggep "Pahlawan Kesiangan". Ya iyalah, surat Teguran keluar tanggal 7 Mei 2013, KA Eko AC Split jalan pertama kali tanggal 14 Juli 2012(...cmiiw, KA Brantas bawa AC pertama kali, kalau yg Muttim saya ga tau tanggalnya). Jadi si "pengawas" butuh waktu 297 hari(9 bulan 27hari *kalo ibu2 langsung pake acara operasi sesar*) hanya untuk mengeluarkan surat teguran. Lama amat yak
Oh ya, ada rencana ngga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengubah K3 Ac split menjadi K3 Ac sentral? Demi keamanan lho
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(19-05-2013, 07:27 AM)zmidth Wrote: Sundul ah nie thread, tapi judulnya harus diganti deh, soalnya ini bukan rencana lagi...
Quote:Senin, 13 Mei 2013
Kemenhub Minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Tak
Gunakan AC Split
Desmunyoto P. Gunadi / Jurnal
Nasional
[spoiler]Jurnas.com | DIREKTORAT Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Api Indonesia tidak menggunakan AC split pada kereta api ekonomi. Penggunaan AC split dianggap tidak cocok karena dirancang untuk bangunan yang bersifat statis bukan dinamis seperti kereta. "Silakan mereka mengubah, tapi yang dinamis. Untuk kereta, bukan AC split,"ujar Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Muhartono, di Jakarta, Jumat (10/5).
Hal itu menanggapi kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator perkeretaapian yang telah mengubah spesifikasi kereta api (KA) Ekonomi menjadi KA Ekonomi AC Split. Perubahan spesifikasi otomatis mengakibatkan tarif tiket ikut naik. Misalnya untuk tiket KA Progo jurusan Jakarta- Yogyakarta naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu. Akibat merubah spesifikasi dan menaikan tarif tiket secara sepihak tersebut, Ditjen Perkeretaapian telah menegur PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Surat teguran dilayangkan pada tanggal 7 Mei 2013 lalu. Sesuai dengan PP No.72 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan KA pasal 27 ayat (3) bahwa bila terjadi pelanggaran pelaksanaan.
Seharusnya, jelas Muhartono, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak berhak secara sepihak mengubah spesifikasi KA dan menaikan tarif tiket karena mereka sudah ditugaskan pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 78 Tahun 2013 untuk menyelenggarakan kewajiban pelayanan publik (public service obligation) angkutan orang dengan KA kelas ekonomi tahun anggaran 2013.
Berdasarkan surat keputusan itu, tindakan yang diambil oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mesti dilaporkan kepada pemerintah selaku regulator dan tidak semena-mena kemudian menaikkan tarif tiket.
Perubahan spesifikasi, kata Muhartono, terkait dengan keselamatan sehingga perlu dilakukan uji kelaikan sebelum dioperasikan. "Perubahan spec harus melapor ke kita untuk kemudian dilakukan uji kelaikan. Mereka belum diuji sudah mengoperasikannya. Kalau ada apa-apa bagaimana,"tegas Muhartono menambahkan bahwa pemerintah belum menyetujui perubahan spesifikasi yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu. Lebih jauh dia mengatakan, AC yang dipakai di KA khusus dirancang untuk pemasangan pada bagian atap kereta. Bila terjadi kebocoran refrigeran pada komponen AC, maka refrigeran tidak masuk ke ruang penumpang. AC juga mendistribusikan udara dingin dengan kecepatan dan arah merata. Dia juga berpendapat, bahwa kenaikan tarif juga sangat tinggi dan tidak sesuai dengan penambahan AC split tersebut.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menegur PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator tunggal KA di Indonesia terkait penghentian operasi KRL Ekonomi Jabodetabek. Teguran dilayangkan dua kali, yaitu pada tanggal 18 Februari 2013 dan kedua tanggal 7 Mei 2013. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melanggar keputusan rapat pembahasan penundaan penghapusan KRL ekonomi non AC pada Rabu, 27 Maret 2013 silam. Rapat pembahasan yang melibatkan banyak pihak itu memutuskan bahwa pelaksanaan penggantian KRL non AC menjadi KRL AC ditunda sampai terlaksananya sistem e-ticketing pada bulan Juni atau Juli 2013.
Humas Daop I KAI, Sukendar Muya, mengatakan, pemasangan AC dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Direncanakan, sampai tiga bulan kedepan, seluruh kereta ekonomi akan diganti dengan KA ekonomi AC. "Pemasangan AC itu untuk meningkatkan pelayanan. Nanti seluruhnya kereta ekonomi akan dipasangkan AC,"ujarnya dihubungi terpisah.[/spoiler]
Nah pada puas noh yg kemaren pd koar2 di Twitter katanya surat teguran mau turun, kalau bagi saya sich tak anggep "Pahlawan Kesiangan". Ya iyalah, surat Teguran keluar tanggal 7 Mei 2013, KA Eko AC Split jalan pertama kali tanggal 14 Juli 2012(...cmiiw, KA Brantas bawa AC pertama kali, kalau yg Muttim saya ga tau tanggalnya). Jadi si "pengawas" butuh waktu 297 hari(9 bulan 27hari *kalo ibu2 langsung pake acara operasi sesar*) hanya untuk mengeluarkan surat teguran. Lama amat yak 
Kayaknya makin rame kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mutung trus akhirnya nggak mau menjalankan K3...
Posts: 13
Threads: 0
Joined: Feb 2013
Reputation:
0
segitu menurut saya ya kang, masuk akal lah harganya. pas klo pake semua jarak tempuhnya.. tpi untuk pengguna dgn jarak tempuh dekat, harga segitu jd mahal.
Posts: 497
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
monggo-monggo aja mas, tapi kalau AC split gt yang ngambil anginnya dari bawah apa nggak kurang bersih??? memang sih ada kemungkinan terhindar dari asap lok, tapi takutnya ada polusi bawah rangkaian yang tidak di inginkan...
![[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg)
M1 nya Pangrango, buset dah..
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
28-05-2013, 10:04 PM
(This post was last modified: 28-05-2013, 10:19 PM by bonbon.)
(27-05-2013, 09:04 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote: monggo-monggo aja mas, tapi kalau AC split gt yang ngambil anginnya dari bawah apa nggak kurang bersih??? memang sih ada kemungkinan terhindar dari asap lok, tapi takutnya ada polusi bawah rangkaian yang tidak di inginkan...
AC mah nggak ngisep udara dr luar kali om...
cuman mendinginkan suhu ruangan didalam saja, udara atau angin nya ya itu2 ajah, apalagi kalo ada mbah-mbah pake remason atau minyak angin, makin mak nyos...(pengalaman naik Bogowonto)
(23-05-2013, 08:59 PM)randi20 Wrote: segitu menurut saya ya kang, masuk akal lah harganya. pas klo pake semua jarak tempuhnya.. tpi untuk pengguna dgn jarak tempuh dekat, harga segitu jd mahal.
Maksudnya kyk tarif Progresif gitu kang ? sayah mah sangat setujuh, soal'e sering tiap bulan pulang Purwokerto-Jakarta PP, K3AC dengan tarif flat dirasa "merugikan" bagi (mungkin) sebagian penumpang jarak pendek, misal naik Kutojaya Utara tarif 70 rebu, mungkin kalo cmn PWT atau PWT-PSE bisa cuman 50 rebu kali yaaa...
Misal dengan sistem "Cluster" PSE-CNP 40 RB, PSE-PWT 50 rb, PSE-KBM 60 rb, PSE-KTA 70 rb, CNP-PWT 40 rb, CNP-KBM 50, CNP-KTA 60 rb, PWT-KTA 35 rb (bersaing sm bus Efesiensi PWT-YKT  )
maap menghayal berlebihan...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 68
Threads: 0
Joined: Mar 2013
Reputation:
0
"Out of topic"
Daripada K3AC split,mending K2AC Kemenhub (masih desain) aja sekalian biar greget.
"MY TRAIN MY ADVENTURE"
|