Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(24-10-2012, 06:51 AM)PJL_Hunter Wrote:
(23-10-2012, 11:42 PM)slamtrack Wrote: PT KA Keluarkan Tarif Khusus KA Ekonomi AC
Kasian dong Arek2 cilik kalau gini Bethe

Petingginya nanti tinggal bilang "Ada Tarif Ada Rupa", NgeledekBethe
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Sedih
http://regional.kompas.com/read/2012/10/...ti.Operasi
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
(24-10-2012, 05:21 PM)slamtrack Wrote: Sedih
http://regional.kompas.com/read/2012/10/...ti.Operasi

Kaget jg baca berita di atas pas bagian ini :
Quote:Lalu, pada 20 Mei 1994, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan lagi kereta Prameks dengan menggunakan empat gerbong KA Senja Utama Solo dan hanya melayani dua kali pemberangkatan pulang-pergi dalam sehari. Saat itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memasang harga tiket Rp 2.000.

Tahun 1994 operator KA di Indonesia sdh berbentuk PT....? Heran
Reply
(24-10-2012, 11:05 PM)Logawa_ATB Wrote:
(24-10-2012, 05:21 PM)slamtrack Wrote: Sedih
http://regional.kompas.com/read/2012/10/...ti.Operasi

Kaget jg baca berita di atas pas bagian ini :
Quote:Lalu, pada 20 Mei 1994, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan lagi kereta Prameks dengan menggunakan empat gerbong KA Senja Utama Solo dan hanya melayani dua kali pemberangkatan pulang-pergi dalam sehari. Saat itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memasang harga tiket Rp 2.000.

Tahun 1994 operator KA di Indonesia sdh berbentuk PT....? Heran

bukan e perumka yak?
Reply
"Sumber Berita"
Nylonong, mobil ancur disambar Kereta Api
Kereta Api Sri Tanjung jurusan Surabaya - Banyuwangi, Jumat (26/10) siang menabrak sebuah mobil di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Mobil yang ditabrak sempat terseret sejauh 100 meter sebelum akhirnya berhenti di Stasiun Mangli.

Seluruh bodi mobil ringsek, terjepit di depan besi penahan Kereta Api

[sumber + video]

UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Segera Bentuk BP Prasarana Perkeretaapian
H Ali Akbar Batubara — HARIAN TERBIT
JAKARTA — Pembentukan badan penyelenggara
prasarana perkeretaapian sebagai upaya
terwujudnya asas multioperator perlu terus
didorong agar perkeretaapian di Indonesia lebih
cepat tumbuh, berkembang, dan kompetitif.
Demikian antara lain kesimpulan roundtable
discussion “Pembentukan Badan Penyelenggara
Prasarana Perkeretaapian Sebagai Upaya
Terwujudnya Azas Multi Operator” yang
diselenggarakan Badan Litbang Kementerian
Perhubungan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Kemenhub
Ir Denny Siahaan MsTr dalam siaran persnya,
kemarin mengemukakan, untuk terwujudnya
asas multioperator perlu disusun langkah-langkah
yang sistematis dan fokus ke arah pembentukan
badan penyelenggaraan prasarana
perkeretaapian.
“Selain itu perlu dilakukan inventarisasi aset
pemerintah dan aset PT. KAI, serta membuat
neraca awal PT. Kereta Api Indonesia (Persero),” kata Denny dalam
sambutannya pada acara diskusi tersebut.
Direktur Keselamatan Perkekeretaapian Hermanto
Dwiatmoko, Ms.Tr, yang tampil sebagai
pembicara mengemukakan, pembentukan badan
penyelenggara prasarana perkeretaapian, di
samping untuk memenuhi amanat UU No. 23
Tahun 2007 juga untuk mempermudah
masuknya operator kereta api dari sektor swasta.
“Mungkin akan terjadi keengganan bagi operator
lain untuk ikut berkompetisi dalam
penyelenggaraan sarana perkeretaapian jika
sampai saat ini badan penyelenggara prasarana
perkeretaapian masih belum jelas eksistensinya,”
kata Hermanto.
Peserta diskusi mengusulkan, Badan usaha
penyelenggara prasarana perkeretaapian dapat
berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan
skema Badan Layanan Umum (BLU), Perusahaan
Jawatan (Perjan), dan Perusahaan Umum
(Perum).
Selain itu, Badan usaha penyelenggara sarana
perkeretaapian dapat dibuat beberapa alternatif
yaitu, angkutan antar kota (komesial), angkutan
antar kota (penugasan), angkutan perkotaan
(penugasan), dan angkutan barang (komesial).
Djoko Setijowarno, pakar transportasi MTI pada
forum itu mengusulkan, jika badan usaha itu jadi
dibentuk seperti BLU atau UPT bisa mengadaptasi
BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) yang anggotanya
dimungkinkan juga berasal dari gabungan seperti
LSM ataupun perguruan tinggi.
Reply
Quote:KRDE Surabaya-Blitar dan Surabaya-Madiun di Evaluasi.

Okupansi terlalu rendah, dua unit Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) AC jurusan Surabaya ke Blitar dan Surabaya ke Madiun segera di evaluasi. Rendahnya okupansi diduga akibat tingginya harga tiket yang dipatok PT Kereta Api (KA) Daops 8.

Manager Humas Daops 8, Sri Winarto menjelaskan, okupansi dua KRDE jauh dari harapan direksi karena tiap hari hanya 30 persen penumpang yang menggunakan KRDE dari 368 total kursi yang tersedia.

"Okupansi untuk KRDE jurusan Surabaya-Blitar maupun Surabaya-Madiun jauh dari harapan. Dari daya tampung penumpang yang mencapai 368 penumpang per satu unit kereta api maka setiap harinya hanya mengangkut tidak lebih dari 100-175 penumpang," katanya saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/10/2012).

Selain minimnya penumpang, Winarto juga menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan okupansi dua KRDE rendah, diantaranya harga tiket yang terlalu mahal.

Padahal, kata mantan Kepala Stasiun Malang Kota ini, pihaknya sudah menyediakan tiga tarif bagi kedua KRDE yakni, yakni tarif pendek Rp 20 ribu, menengah Rp 30 ribu dan jauh Rp 50 ribu.

"Dari perhitungan jelas mengalami kerugian dan kami memang kerap mendapat keluhan tentang persoalan harga," ungkap Winarto.

Evaluasi yang akan dilakukan pihaknya akan meninjau pengurangan harga tarif atau salah satu dari KRDE AC ini dikembalikan ke PT KA Pusat untuk diberikan ke daerah operasional yang lain.

Perlu diketahui, KRDE ini dilengkapi AC dan merupakan kereta api yang digunakan untuk mudik gratis yang digelar oleh Pemprov Jatim yang digunakan untuk mengangkut pemudik pada musim Lebaran 2012 lalu.
Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2012/10/3...i-evaluasi
Reply
Buat yang komuter jabodetabek, kartu commet bakal dijual lagi tanggal 1-5 Nov 2012, harganya seharga tiket abonemen + 20rb buat kartunya...

BOO-JAKK/lingkar jakarta - 357rb (plus kartu 377)
BKS-JAKK/lingkar jakata - 337rb (plus kartu 357)
DP-JAKK/lingkar jakata - 317rb (plus kartu 337)
SRP-JAKK/lingkar jakata - 317rb (plus kartu 337)
lingkar jakarta: MRI-THB-DU-KPB-JNG-MRI/MRI-JAKK/KPB-JAKK

*bukan iklan, cuma bantu menyampaikan
**sumber: poster di stasiun bogor, di capture malam ini =))
BOO-THB-PLM

my "lovely" route hahaha...

Tokyo Metro
Reply
(30-10-2012, 08:25 PM)pardjono Wrote: [spoiler=KRDE Surabaya-Blitar dan Surabaya-Madiun di Evaluasi.]

Okupansi terlalu rendah, dua unit Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) AC jurusan Surabaya ke Blitar dan Surabaya ke Madiun segera di evaluasi. Rendahnya okupansi diduga akibat tingginya harga tiket yang dipatok PT Kereta Api (KA) Daops 8.

Manager Humas Daops 8, Sri Winarto menjelaskan, okupansi dua KRDE jauh dari harapan direksi karena tiap hari hanya 30 persen penumpang yang menggunakan KRDE dari 368 total kursi yang tersedia.

"Okupansi untuk KRDE jurusan Surabaya-Blitar maupun Surabaya-Madiun jauh dari harapan. Dari daya tampung penumpang yang mencapai 368 penumpang per satu unit kereta api maka setiap harinya hanya mengangkut tidak lebih dari 100-175 penumpang," katanya saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/10/2012).

Selain minimnya penumpang, Winarto juga menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan okupansi dua KRDE rendah, diantaranya harga tiket yang terlalu mahal.

Padahal, kata mantan Kepala Stasiun Malang Kota ini, pihaknya sudah menyediakan tiga tarif bagi kedua KRDE yakni, yakni tarif pendek Rp 20 ribu, menengah Rp 30 ribu dan jauh Rp 50 ribu.

"Dari perhitungan jelas mengalami kerugian dan kami memang kerap mendapat keluhan tentang persoalan harga," ungkap Winarto.

Evaluasi yang akan dilakukan pihaknya akan meninjau pengurangan harga tarif atau salah satu dari KRDE AC ini dikembalikan ke PT KA Pusat untuk diberikan ke daerah operasional yang lain.

Perlu diketahui, KRDE ini dilengkapi AC dan merupakan kereta api yang digunakan untuk mudik gratis yang digelar oleh Pemprov Jatim yang digunakan untuk mengangkut pemudik pada musim Lebaran 2012 lalu.
Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2012/10/3...i-evaluasi[/spoiler]

(30-10-2012, 07:24 PM)megaloblast Wrote: [spoiler=Segera Bentuk BP Prasarana Perkeretaapian]
H Ali Akbar Batubara — HARIAN TERBIT
JAKARTA — Pembentukan badan penyelenggara
prasarana perkeretaapian sebagai upaya
terwujudnya asas multioperator perlu terus
didorong agar perkeretaapian di Indonesia lebih
cepat tumbuh, berkembang, dan kompetitif.
Demikian antara lain kesimpulan roundtable
discussion “Pembentukan Badan Penyelenggara
Prasarana Perkeretaapian Sebagai Upaya
Terwujudnya Azas Multi Operator” yang
diselenggarakan Badan Litbang Kementerian
Perhubungan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Kemenhub
Ir Denny Siahaan MsTr dalam siaran persnya,
kemarin mengemukakan, untuk terwujudnya
asas multioperator perlu disusun langkah-langkah
yang sistematis dan fokus ke arah pembentukan
badan penyelenggaraan prasarana
perkeretaapian.
“Selain itu perlu dilakukan inventarisasi aset
pemerintah dan aset PT. KAI, serta membuat
neraca awal PT. Kereta Api Indonesia (Persero),” kata Denny dalam
sambutannya pada acara diskusi tersebut.
Direktur Keselamatan Perkekeretaapian Hermanto
Dwiatmoko, Ms.Tr, yang tampil sebagai
pembicara mengemukakan, pembentukan badan
penyelenggara prasarana perkeretaapian, di
samping untuk memenuhi amanat UU No. 23
Tahun 2007 juga untuk mempermudah
masuknya operator kereta api dari sektor swasta.
“Mungkin akan terjadi keengganan bagi operator
lain untuk ikut berkompetisi dalam
penyelenggaraan sarana perkeretaapian jika
sampai saat ini badan penyelenggara prasarana
perkeretaapian masih belum jelas eksistensinya,”
kata Hermanto.
Peserta diskusi mengusulkan, Badan usaha
penyelenggara prasarana perkeretaapian dapat
berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan
skema Badan Layanan Umum (BLU), Perusahaan
Jawatan (Perjan), dan Perusahaan Umum
(Perum).
Selain itu, Badan usaha penyelenggara sarana
perkeretaapian dapat dibuat beberapa alternatif
yaitu, angkutan antar kota (komesial), angkutan
antar kota (penugasan), angkutan perkotaan
(penugasan), dan angkutan barang (komesial).
Djoko Setijowarno, pakar transportasi MTI pada
forum itu mengusulkan, jika badan usaha itu jadi
dibentuk seperti BLU atau UPT bisa mengadaptasi
BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) yang anggotanya
dimungkinkan juga berasal dari gabungan seperti
LSM ataupun perguruan tinggi.[/spoiler]

Terima kasih untuk beritanya, kawan... Xie Xie
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
Sedih
http://www.solopos.com/2012/10/31/jadwal...kas-343503
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)