16-10-2012, 02:40 PM
Purwokerto
(ANTARA News) -
Direktorat Jenderal
Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan
(Kemenhub) akan memulai
proyek pembangunan jalur
ganda (double track) antara
Kroya hingga Kutoarjo, Jawa
Tengah, pada tahun 2013.
"Pembangunan jalur ganda
sepanjang 76 kilometer ini
merupakan bagian dari proyek
peningkatan jalan kereta api
lintas selatan Jawa Ditjen
Perkeretaapian Kemenhub fase
II," kata Manajer Humas PT Kereta
Api Indonesia Daerah Operasi 5
Purwokerto Surono di
Purwokerto, Selasa.
Menurut dia, fase I peningkatan
jalan KA lintas selatan telah
selesai dibangun antara Kutoarjo
hingga Yogyakarta sepanjang 64
kilometer dan saat ini telah
dioperasikan.
Sementara mengenai proyek
pembangunan jalur ganda Kroya-
Kutoarjo, ia mengatakan,
pekerjaan tersebut akan
dilaksanakan oleh Satuan Kerja
Peningkatan Jalan KA Lintas
Selatan Jawa (Satker PLS) Ditjen
Perkeretaapian dengan
menggandeng Japan
Transportation Consultants
Incorporated-Pacific Consultants
International dari Jepang sebagai
konsultan utama.
"Proyek ini dijadwalkan akan
dapat dirampungkan dalam
waktu empat tahun. Sebagai
tahap awal pelaksanaan proyek
jalur ganda ini, akan segera
dilakukan pembebasan tanah
dan bangunan milik warga yang
menurut rencana terkena jalur
ganda," katanya.
Ia mengatakan, sedikitnya ada
15.453 meter persegi tanah dan
dua bangunan rumah milik
warga di dua kabupaten, yakni
Kebumen dan Banyumas, yang
harus dibebaskan untuk
keperluan proyek ini.
Di Kabupaten Banyumas terdapat
lahan seluas 453 meter dan satu
bangunan rumah yang akan
dibebaskan. "Lahan serta
bangunan tersebut terletak di
Desa Sibalung dan Karangpetir,
Kecamatan Kemranjen," katanya.
Sementara di wilayah Kabupaten
Kebumen, kata dia, terdapat
15.000 meter persegi lahan dan
satu bangunan rumah milik
warga yang akan dibebaskan.
Menurut dia, lahan-lahan tersebut
tersebar di lima lokasi yakni Desa
Bumiagung (Kecamatan
Rowokele), Desa Wonokriyo
(Gombong), Desa Panjatan
(Karanganyar), Desa Panjer
(Kebumen), dan Desa Prembun
(Kecamatan Prembun) serta satu
rumah warga di Desa Panjatan
(Karanganyar).
"Pembebasan lahan dan
bangunan ini dijadwalkan selesai
pada pertengahan Desember
2012," kata Surono.
Selain pembebasan lahan dan
bangunan milik warga dalam
pembangunan jalur ganda ini
juga akan dilakukan penertiban
sekitar 30 bangunan yang
berada di atas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
yang tersebar di beberapa lokasi
antara Kroya hingga Kutoarjo.
Ia mengatakan, bangunan
berupa rumah dan kios di atas
lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang terkena proyek
jalur ganda ini tidak akan
diperpanjang masa kontrak sewa
lahannya sehingga harus
dibongkar.
"Ini sesuai dengan salah satu
klausul dalam kontrak sewa
menyewa lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang
mengharuskan penyewa
menyerahkan lahan yang
disewanya sewaktu-waktu jika
akan dipergunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero),"
katanya.
Menurut dia, bangunan berupa
rumah dan kios di atas lahan PT
KAI ini, antara lain dua rumah di
Desa Bajing, Kecamatan Kroya,
Cilacap, dua rumah di Desa
Sibalung, Kecamatan Kemranjen,
Banyumas, dua rumah di Desa
Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh,
Banyumas, dua rumah di antara
Tambak hingga Ijo, dua rumah
dan satu warung di antara
Gombong hingga Karanganyar,
serta 16 kios di Desa Panjer,
Kebumen, atau di sebelah utara
Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Kebumen.
Terkait keberadaan Terowongan
Ijo sepanjang 600 meter di Desa
Bumi Agung, Kecamatan
Rowokele, Kebumen, pada jalur
KA yang beroperasi saat ini,
Surono mengatakan, Satker PLS
nantinya akan membuat
terowongan baru sekitar 40
meter sebelah utara terowongan
yang saat ini masih digunakan.
"Nantinya terowongan baru
tersebut akan dibuat lebih besar
dengan lebar 22 meter, tinggi 6
meter, dan panjang 600 meter
sehingga dapat digunakan untuk
dua jalur rel," katanya.
(KR-SMT)
link > http://m.antaranews.com/berita/338927/ja...angun-2013
(ANTARA News) -
Direktorat Jenderal
Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan
(Kemenhub) akan memulai
proyek pembangunan jalur
ganda (double track) antara
Kroya hingga Kutoarjo, Jawa
Tengah, pada tahun 2013.
"Pembangunan jalur ganda
sepanjang 76 kilometer ini
merupakan bagian dari proyek
peningkatan jalan kereta api
lintas selatan Jawa Ditjen
Perkeretaapian Kemenhub fase
II," kata Manajer Humas PT Kereta
Api Indonesia Daerah Operasi 5
Purwokerto Surono di
Purwokerto, Selasa.
Menurut dia, fase I peningkatan
jalan KA lintas selatan telah
selesai dibangun antara Kutoarjo
hingga Yogyakarta sepanjang 64
kilometer dan saat ini telah
dioperasikan.
Sementara mengenai proyek
pembangunan jalur ganda Kroya-
Kutoarjo, ia mengatakan,
pekerjaan tersebut akan
dilaksanakan oleh Satuan Kerja
Peningkatan Jalan KA Lintas
Selatan Jawa (Satker PLS) Ditjen
Perkeretaapian dengan
menggandeng Japan
Transportation Consultants
Incorporated-Pacific Consultants
International dari Jepang sebagai
konsultan utama.
"Proyek ini dijadwalkan akan
dapat dirampungkan dalam
waktu empat tahun. Sebagai
tahap awal pelaksanaan proyek
jalur ganda ini, akan segera
dilakukan pembebasan tanah
dan bangunan milik warga yang
menurut rencana terkena jalur
ganda," katanya.
Ia mengatakan, sedikitnya ada
15.453 meter persegi tanah dan
dua bangunan rumah milik
warga di dua kabupaten, yakni
Kebumen dan Banyumas, yang
harus dibebaskan untuk
keperluan proyek ini.
Di Kabupaten Banyumas terdapat
lahan seluas 453 meter dan satu
bangunan rumah yang akan
dibebaskan. "Lahan serta
bangunan tersebut terletak di
Desa Sibalung dan Karangpetir,
Kecamatan Kemranjen," katanya.
Sementara di wilayah Kabupaten
Kebumen, kata dia, terdapat
15.000 meter persegi lahan dan
satu bangunan rumah milik
warga yang akan dibebaskan.
Menurut dia, lahan-lahan tersebut
tersebar di lima lokasi yakni Desa
Bumiagung (Kecamatan
Rowokele), Desa Wonokriyo
(Gombong), Desa Panjatan
(Karanganyar), Desa Panjer
(Kebumen), dan Desa Prembun
(Kecamatan Prembun) serta satu
rumah warga di Desa Panjatan
(Karanganyar).
"Pembebasan lahan dan
bangunan ini dijadwalkan selesai
pada pertengahan Desember
2012," kata Surono.
Selain pembebasan lahan dan
bangunan milik warga dalam
pembangunan jalur ganda ini
juga akan dilakukan penertiban
sekitar 30 bangunan yang
berada di atas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
yang tersebar di beberapa lokasi
antara Kroya hingga Kutoarjo.
Ia mengatakan, bangunan
berupa rumah dan kios di atas
lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang terkena proyek
jalur ganda ini tidak akan
diperpanjang masa kontrak sewa
lahannya sehingga harus
dibongkar.
"Ini sesuai dengan salah satu
klausul dalam kontrak sewa
menyewa lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang
mengharuskan penyewa
menyerahkan lahan yang
disewanya sewaktu-waktu jika
akan dipergunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero),"
katanya.
Menurut dia, bangunan berupa
rumah dan kios di atas lahan PT
KAI ini, antara lain dua rumah di
Desa Bajing, Kecamatan Kroya,
Cilacap, dua rumah di Desa
Sibalung, Kecamatan Kemranjen,
Banyumas, dua rumah di Desa
Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh,
Banyumas, dua rumah di antara
Tambak hingga Ijo, dua rumah
dan satu warung di antara
Gombong hingga Karanganyar,
serta 16 kios di Desa Panjer,
Kebumen, atau di sebelah utara
Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Kebumen.
Terkait keberadaan Terowongan
Ijo sepanjang 600 meter di Desa
Bumi Agung, Kecamatan
Rowokele, Kebumen, pada jalur
KA yang beroperasi saat ini,
Surono mengatakan, Satker PLS
nantinya akan membuat
terowongan baru sekitar 40
meter sebelah utara terowongan
yang saat ini masih digunakan.
"Nantinya terowongan baru
tersebut akan dibuat lebih besar
dengan lebar 22 meter, tinggi 6
meter, dan panjang 600 meter
sehingga dapat digunakan untuk
dua jalur rel," katanya.
(KR-SMT)
link > http://m.antaranews.com/berita/338927/ja...angun-2013


-![[Image: ojek.jpg]](http://images.detik.com/content/2012/10/10/1221/ojek.jpg)


![[Image: warteg.png]](http://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)




