Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita OOT Menyangkut Kereta Api
(28-03-2012, 12:36 AM)warta_kereta Wrote:
Quote:Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan.


[Image: 2703jembatan_serayu.jpg]

Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.

"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5, melalui Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).

Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.

Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.

Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.

"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182130

saya pernah beberapa kali melewati jembatan ini jika berkendara dengan mobil dari Purwokerto ke Cilacap. Lokasinya dekat jalan raya, view-nya bagus kok buat hunting. Sayangnya tak banyak kereta yg lewat sini karena jalur Maos-Cilacap adalah jalur sekarat dan tiri.

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
(28-03-2012, 05:12 PM)POERWOKERTO +75M Wrote:
(28-03-2012, 12:36 AM)warta_kereta Wrote:
Quote:Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan.

[spoiler]
[Image: 2703jembatan_serayu.jpg][/spoiler]

Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.

"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5, melalui Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).

Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.

Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.

Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.

"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182130

saya pernah beberapa kali melewati jembatan ini jika berkendara dengan mobil dari Purwokerto ke Cilacap. Lokasinya dekat jalan raya, view-nya bagus kok buat hunting. Sayangnya tak banyak kereta yg lewat sini karena jalur Maos-Cilacap adalah jalur sekarat dan tiri.
lah disitu tertulis Kroya - Bandung jadi masih agak rame dikitlah
Reply
(28-03-2012, 05:12 PM)POERWOKERTO +75M Wrote:
(28-03-2012, 12:36 AM)warta_kereta Wrote: [spoiler]
Quote:Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan.


[Image: 2703jembatan_serayu.jpg]

Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.

"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5, melalui Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).

Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.

Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.

Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.

"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182130[/spoiler]

saya pernah beberapa kali melewati jembatan ini jika berkendara dengan mobil dari Purwokerto ke Cilacap. Lokasinya dekat jalan raya, view-nya bagus kok buat hunting. Sayangnya tak banyak kereta yg lewat sini karena jalur Maos-Cilacap adalah jalur sekarat dan tiri.

Lho ini jalur yang rame om, memang ini jalur ke Cilacap tapi ini juga jalur ke Banjar, nah percabangan ke Cilacap setelah jembatan ini....Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(28-03-2012, 05:19 PM)Maulana Malik Wrote:
(28-03-2012, 05:12 PM)POERWOKERTO +75M Wrote:
(28-03-2012, 12:36 AM)warta_kereta Wrote:
Quote:Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan.

[spoiler]
[Image: 2703jembatan_serayu.jpg][/spoiler]

Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.

"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5, melalui Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).

Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.

Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.

Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.

"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182130

saya pernah beberapa kali melewati jembatan ini jika berkendara dengan mobil dari Purwokerto ke Cilacap. Lokasinya dekat jalan raya, view-nya bagus kok buat hunting. Sayangnya tak banyak kereta yg lewat sini karena jalur Maos-Cilacap adalah jalur sekarat dan tiri.
lah disitu tertulis Kroya - Bandung jadi masih agak rame dikitlah

(28-03-2012, 06:31 PM)Joe_cn Wrote:
(28-03-2012, 05:12 PM)POERWOKERTO +75M Wrote:
(28-03-2012, 12:36 AM)warta_kereta Wrote: [spoiler]
Quote:Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan.


[Image: 2703jembatan_serayu.jpg]

Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.

"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5, melalui Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).

Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.

Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.

Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.

"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182130[/spoiler]

saya pernah beberapa kali melewati jembatan ini jika berkendara dengan mobil dari Purwokerto ke Cilacap. Lokasinya dekat jalan raya, view-nya bagus kok buat hunting. Sayangnya tak banyak kereta yg lewat sini karena jalur Maos-Cilacap adalah jalur sekarat dan tiri.

Lho ini jalur yang rame om, memang ini jalur ke Cilacap tapi ini juga jalur ke Banjar, nah percabangan ke Cilacap setelah jembatan ini....Xie Xie

lho, jembatan yg difoto ini bukannya jembatan yg setelah setasiun maos ke arah cilacap???? percabangan jalur kroya-bandung kan sebelum setasiun maos dari arah kroya. CMIIW

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
Quote:Mantan Kepala Depo Wilayah Solo Ditahan.

Mantan Kepala Depo Wilayah Solo, Yoga Prasetyo, 53, telah ditahan di Mapolresta Solo, Selasa (27/3/2012) malam. Yoga dijemput oleh petugas di kediamannya di Kawasan Cindirejo, Banjarsari, Solo.

Dalam perkara itu, Yoga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penjualan dua gerbong kereta kuno yang tersimpan di Area Peti Kemas Depo Stasiun Jebres, Solo.

Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Edy Suranta Sitepu, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, mengatakan penahanan terhadap Yoga setelah tim PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta menunjukkan bukti-bukti pendukung berupa rekomendasi soal penanggung jawab atas hilangnya dua gerbong kereta peninggalan zaman Belanda tersebut.

“Setelah kami datang ke Jogja pada Senin (26/3), dari tim PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogyakarta ternyata kooperatif dengan memaparkan bahwa gerbong merupakan aset negara. Sedangkan penanggung jawab gerbong itu yakni tersangka, Yoga,” papar Edy saat ditemui wartawan, di Mapolresta Solo, Rabu (28/3/2012).

Saat disinggung mengenai penghitungan kerugian atas nilai dua gerbong kereta keluaran tahun 1893, Edy belum bisa memberikan keterangan pasti. Sebab, sambung Edy, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri belum bisa menghitung secara rinci. “Karena gerbong yang dijual merupakan benda kuno, jadi tidak ada harga yang baku,” papar mantan Kasat Reskrim Polres Klaten ini.

Selain menahan Yoga, polisi terus melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Hingga saat ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi dan seorang yang diduga sebagai penadah atau pembeli atas nama Devi warga Sukoharjo.

Seperti diberitakan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa rangkaian dua gerbong itu dijual kepada tukang rongsok yang diduga sebagai penadah. Penjualan dua gerbong dengan cara dipreteli diangkut menggunakan truk tronton yang dilakukan secara bertahap mulai Februari lalu.

Total penjualan dua gerbong beserta forklift senilai Rp 25 juta. Semua barang tersebut telah disita oleh polisi dan kini diamankan di Depo Stasiun Jebres. Hingga saat ini, polisi telah mengantongi identitas dan memburu makelar atau calo yang berinisial Jk.

Sumber : solopos.com
Reply
Quote:Siswa TK Mengamen Untuk Menghidupi Keluarga.

Kemiskinan seringkali membuat seseorang harus melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Di Purworejo, Jawa Tengah, Bintang Pamungkas yang masih berusia enam tahun, terpaksa menjadi pengamen. Ia membantu ibunya, Sariyani, yang menderita cacat fisik.

Bintang masih tercatat sebagai siswa taman kanak-kanak. Dia tinggal di Dusun Senepo Wetan, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo.

Pekerjaan mengamen dijalani Bintang Sariyani dengan berkeliling pertokoan setiap hari. Sariyani yang cacat fisik hanya mampu melihat aksi sang anak dari atas kursi roda.

Kegiatan anak dan ibu itu memancing simpati dari para tetangga. Kehidupan Sariyani memang berat setelah sang suami yang selama ini menjadi gantungan hidup sudah tiada. Suaminya tewas setelah tertabrak kereta api Pramex tiga tahun silam. Dalam kecelakaan itu, nyawa Sariyani masih bisa diselamatkan meski cacat seumur hidup.

Sumber : liputan6.com
Reply
Quote:Berwisata dengan Sepur Warisan Raja.

Menaiki kereta api tentu bukanlah hal baru bagi kita. Namun kereta api di Karanganyar, Jawa Tengah ini berbeda. Sepur Tebu, begitu nama kereta uap peninggalan Raja Mangkunegaran akan membawa Anda untuk wisata sejarah.

Sepur Tebu adalah kereta uap kuno buatan Pabrik Borsig Jerman tahun 1908. Kereta kuno ini menjadi kebanggaan agrowisata Sondokoro, Karanganyar, Jawa Tengah. Pada jaman dahulu, kereta ini digunakan untuk menarik lori atau gerbong pengangkut tebu bagi pabrik gula Tasikmadu. Untuk mengikuti tur Sepur Tebu ini Anda cukup hanya membayar sebesar Rp8 ribu per orang.

Perjalanan menyusuri lokasi pabrik gula ini sungguh menyenangkan dan mengasyikkan. Laju kereta yang cukup lambat memberikan kesempatan pada penumpang untuk mengabadikan perjalanan ataupun obyek-obyek menarik yang terdapat di pabrik gula Tasikmadu. Sepur Tebu dan pabrik gula ini adalah peninggalan dari Mangkunagoro keempat, Raja dari Pura Mangkunegaran Solo. Bagi anak-anak, perjalanan jelajah sepur ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Tidak hanya anak-anak saja, orang dewasa pun tertarik untuk mencoba naik Sepur Tebu ini. Mereka tampak menikmati setiap sudut pabrik gula yang dilewati.

Menurut manager Agrowisata Sondokoro, Megantoro, wisata Sepur Tebu ini dibuka pada 2005, berbarengan dengan dibukanya agrowisata Sondokoro. Ide awalnya adalah keprihatinan saat melihat kereta yang bersejarah ini hanya dibiarkan tak terawat. Akhirnya setelah melakukan sejumlah modifikasi, kereta tersebut bisa berjalan lagi. Menurut Megantoro wisata ini juga mengandung unsur edukasi, karena penumpang diajak mengingat dan belajar tentang revolulsi industri serta kerja mesin uap, yang menggunakan kayu dan air sebagai bahan bakar.

Jalur kereta yang dilalui melewati sejumlah bagian pabrik, mulai dari terowongan hingga ke gedung utama tempat pengolahan tebu menjadi gula.

Tentunya mengisi liburan dengan wisata Sepur Tebu akna lebih menyenangkan bagi anak-anak. Selain bisa bermain mereka juga bisa belajar tentang sejarah yang dimiliki bangsa ini. Tak ada salahnya jika mengisi liburan dengan wisata edukasi yang memberikan banyak ilmu pengetahuan.

Sumber : okezone.com
Reply
Quote:Memanfaatkan Jalur Tengah Rel Kereta.


[Image: 155016_memanfaatkan-jalur-tengah-rel-kereta.jpg]

Mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan atau memotong jalan agar lebih cepat, kerap dilakukan pengguna jalan di Jakarta. Melaju di trotoar, taman pembatas jalan, atau menyabung nyawa di sisi kereta api yang melaju cepat seperti di Kali Anyar, Jakarta Barat.

Tapi yang dilakukan pengguna jalan di Stasiun Ancol, Jakarta Utara, jauh lebih mengerikan. Bukan di sisi rel kereta, tapi warga nekat melintas di tengah jalur rel kereta. Belum beroperasinya jalur tersebut dimanfaatkan oleh sebagian pengendara.
Juru foto VIVAnews, memotret jalur itu pada Selasa, 15 Mei 2012. Tidak hanya kendaraan roda dua dan bajaj, sejumlah kendaraan roda empat juga nekat masuk Stasiun Ancol dan melintas di jalur tengah rel kereta.

Rendahnya kedisplinan masyarakat pengguna jalan dalam mematuhi aturan atau rambu-rambu yang ada kerap menyebabkan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Stasiun Ancol adalah sebuah stasiun di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, yang terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Tanjung Priok yang dimulai dari Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Tanjung Priok.

Stasiun ini termasuk stasiun kecil di Jalan R.E. Martadinata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Untuk sementara, kereta api yang berhenti di stasiun ini hanya KA Lokal tujuan Tanjung Priok-Purwakarta.

Sementera bila sesuai aturan hukum atau dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009, ketika akan melewati pintu perlintasan, setiap orang maupun pengendara yang akan melewati perlintasan sebidang harus memprioritaskan kereta api. Rambu tentang larangan ini bahkan selalu dipasang berlapis dari radius 100 meter sampai mendekati mendekati perlintasan.

Lihat foto lainnya pengguna jalan yang memanfaatkan jalur tengah rel kereta silahkan klik disini.

Sumber : vivanews.com
Reply
(15-05-2012, 03:57 PM)warta_kereta Wrote:
Quote:Stasiun Ancol adalah sebuah stasiun di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, yang terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Tanjung Priok yang dimulai dari Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Tanjung Priok.

Stasiun ini termasuk stasiun kecil di Jalan R.E. Martadinata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Untuk sementara, kereta api yang berhenti di stasiun ini hanya KA Lokal tujuan Tanjung Priok-Purwakarta.

Sementera bila sesuai aturan hukum atau dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009, ketika akan melewati pintu perlintasan, setiap orang maupun pengendara yang akan melewati perlintasan sebidang harus memprioritaskan kereta api. Rambu tentang larangan ini bahkan selalu dipasang berlapis dari radius 100 meter sampai mendekati mendekati perlintasan.[/align]

Lihat foto lainnya pengguna jalan yang memanfaatkan jalur tengah rel kereta silahkan klik disini.

Sumber : vivanews.com
Sang juru foto nampaknya belum coba disuruh nongkrong minimal 2 jam aja... buat buktiin KA mana aja yang melintas di 2 petak rel mati tsb... Namanya juga rel mati... jadi yang lewat itu cuma halusinasi kita aja berandai2 semata kalau ada KA yang melintas... Sampai skarang jadinya yah kyk gini ini...
Stasiun Ancol pun gak dimanfaatin sepenuhnya utk pengunjung yng hendak dan baru saja ke-dari Taman Impian Jaya Ancol... Tanpa jimni yg dahulu ada, pr pengunjung seakan harus berjibaku menantang maut arus kendaraan bermotor yg berpacu dengan kecepatan tinggi, termasuk truk - truk kontainer dan debu2 pasir... Padahal mrk mayoritas rombongan keluarga yg terdiri dari banyak anak2 kecil yg mau berwisata...

Di Kelapa Gading aja seringkali lihat bus Taman Safari hilir - mudik, apa gak menutup kemungkinan kelak atau pun sebentar lagi akan ada bus feeder Taman Impian Jaya Ancol tuh??? Yang kasihan mrk akan terjebak macet di jam2 tertentu, padahal KA bisa mencapai solusi mengatasi kemacetan...

Reply
Punya mainan baru selain sepor
"Sumber Berita"

Selasa, 15/05/2012 19:03 WIB
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Bidik Bisnis Mal, Apartemen, dan Hotel
Feby Dwi Sutianto - detikFinance


Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memaksimalkan aset-aset milik perseroan dengan membangun tempat-tempat komersial seperti mal, hotel, dan apartemen. Selain pertimbangan bisnis, juga untuk mencegah terjadinya kasus penyerobotan lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

"Properti Kereta Api itu banyak yang belum diperdayakan, macam-macam nanti akan ada mal, hotel, pasar moderen, apartemen juga. Untuk mal masih dalam rencana, mungkin di Bandung, bukan stasiun Bandung, di area lain, juga kota-kota kelas dua seperti Cirebon, Tegal, mulai akhir tahun," kata Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (15/5/2012)

Jonan menegaskan pihaknya tetap fokus pada pelayanan kereta api meskipun merambah bisnis lain. Upaya ekspansi bisnis ini juga untuk menambah pendapatan perseroan. "Satu-satulah," katanya.

Ia menuturkan banyak aset-aset perseroan yang menjadi sengketa, jumlahnya hingga puluhan bahkan ratusan kasus. "Nilainya saya tidak tahu, karena dulu nggak diurus, lalu diduduki orang lalu jadi sengketa," katanya.

Mantan Direktur Citi Grup ini mencontohkan banyak penyewa rumah dinas milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Manggarai banyak yang tak bayar sewa, termasuk pensiunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "Kita nggak pernah menghitung, yang penting kita dapatkan kembali. Ini menjadi prioritas, karena akan menambah pendapatan," katanya.

Seperti diketahui PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki anak usaha PT KA Property Management atau disingkat PT KA Property melakukan bidang pengelolaan aset/properti perkeretaapian milik PT. Tujuan anak usaha ini dibentuk untuk mengoptimalkan pemanfaatan serta memberikan nilai tambah aset/properti PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Selain bidang properti, KAI juga punya beberapa anak usaha lainnya seperti PT KA Logistik, PT KA Pariwisata, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek, PT Railink, PT Reska Multi Usaha.
(hen/dnl)


Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)