Posts: 2,828
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
19
kalau mau di add monggo, ga di add/follow juga ora popo
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
Quote:Pegawai PT KA Jual Gerbong Kereta Kuno
SOLO, KOMPAS.com -- Dua buah gerbong kuno kereta api yang disimpan di Stasiun Solo Jebres, Jawa Tengah, dan seharusnya menjadi benda cagar budaya, justru dijual oleh oknum pegawai PT Kereta Api. Gerbong itu dibuat tahun 1904 dan digunakan selama tahun 1908-1910.
Hal itu diungkapkan Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun, Selasa (13/3/2012) di Solo. "Kami menyayangkan penjualan benda kuno tersebut. Kejadian ini melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya," kata Jhohannes.
Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional VI Eko Budianto mengakui terjadinya penjualan gerbong kuno itu. Peristiwa itu terjadi pada awal Februari lalu, namun baru diketahui pada awal Maret.
Saat itu, pihaknya menjadwalkan membawa gerbong kuno itu ke Museum Ambarawa untuk diperbaiki dan dijadikan salah satu benda warisan budaya (heritage). Ternyata, kedua gerbong sudah tidak ada ditempatnya karena sudah dijual salah satu pegawai PT Kereta Api yang bertugas di Stasiun Solo Balapan.
 Kok pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) gak punya sense of belonging terhadap "warisan" dari perkeretaapian yah?
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 1,487
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
(13-03-2012, 09:58 PM)Hungry Soul Wrote: Quote:Pegawai PT KA Jual Gerbong Kereta Kuno
SOLO, KOMPAS.com -- Dua buah gerbong kuno kereta api yang disimpan di Stasiun Solo Jebres, Jawa Tengah, dan seharusnya menjadi benda cagar budaya, justru dijual oleh oknum pegawai PT Kereta Api. Gerbong itu dibuat tahun 1904 dan digunakan selama tahun 1908-1910.
Hal itu diungkapkan Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun, Selasa (13/3/2012) di Solo. "Kami menyayangkan penjualan benda kuno tersebut. Kejadian ini melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya," kata Jhohannes.
Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional VI Eko Budianto mengakui terjadinya penjualan gerbong kuno itu. Peristiwa itu terjadi pada awal Februari lalu, namun baru diketahui pada awal Maret.
Saat itu, pihaknya menjadwalkan membawa gerbong kuno itu ke Museum Ambarawa untuk diperbaiki dan dijadikan salah satu benda warisan budaya (heritage). Ternyata, kedua gerbong sudah tidak ada ditempatnya karena sudah dijual salah satu pegawai PT Kereta Api yang bertugas di Stasiun Solo Balapan.
Kok pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) gak punya sense of belonging terhadap "warisan" dari perkeretaapian yah? 
Weeits... harganya berapa ya??
Posts: 110
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
2
Quote:Gerbong Kuno Dijual Rp 10 Juta.
Dua gerbong kuno kereta api di Stasiun Solo Jebres yang dijual oknum pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dihargai Rp 10 juta. Gerbong yang terbuat dari kayu jati itu dilepas bagian per bagian sebelum dikirimkan kepada pembeli. Hal ini diungkapkan Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional VI Eko Budianto, Selasa (13/3/2012).
Pegawai yang bersangkutan, menurut Eko, kini sudah dicopot dari jabatannya sebagai kepala depo kereta api di Stasiun Solo Balapan. Ini hasil dari penyelidikan internal yang ditangani tim CO (comite onderzoek) PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
"Yang bersangkutan mengakui menjual gerbong itu seharga Rp 10 juta. Ia mengaku melakukan itu sendirian," kata Eko. Namun, Eko tidak bersedia mengungkapkan kepada siapa gerbong itu dijual.
Dengan jabatannya yang cukup tinggi, menurut Eko, pegawai tersebut bisa leluasa menjual gerbong. Dua gerbong kuno yang dijual itu, selama ini disimpan di Stasiun Solo Jebres. Kondisinya sudah rusak dan baru akan diperbaiki untuk kemudian disimpan di Museum Kereta Api Ambarawa. Namun sang mantan kepala depo keburu menjualnya.
Sumber : kompas.com
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Di area peti kemas tapi koq gak dijaga ketat bahkan super ketat yah? Lagi pula sudah sangat reyot / renta / menua sekali tuh gerbong... Cuma tersisa tinggal 20% yang masih baik... Gimana sih yah perawatannya? Saam org2 peti kemas gak diperhatiin apa yah???
Posts: 110
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
2
Quote:Penjualan Gerbong Kuno Dilaporkan ke Polisi.
Penjualan gerbong kuno kereta api dilaporkan ke polisi. Kasus ini selain ditangani tim internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kini memasuki ranah hukum terkait penjualan aset negara. Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun Solo Jebres, Heru Hartanto, Rabu (14/3/2012).
Gerbong kuno buatan tahun 1904 dan pernah digunakan untuk mengangkut penumpang itu, terbuat dari kayu jati.
Menurut Heru, bagian-bagian dari gerbong itu kini menjadi barang bukti penyelidikan oleh pihak kepolisian. "Saya melaporkannya pada 9 Maret lalu. Saya tidak tahu itu benda cagar budaya atau bukan, yang jelas itu aset negara," kata Heru.
Menurut Heru, dua gerbong kuno yang dijual itu selama ini disimpan di emplasemen Terminal Peti Kemas, yang berada bersebelahan dengan Stasiun Solo Jebres. Meski mengaku tidak mengantongi surat penugasan memelihara gerbong kayu itu, Heru mengatakan, ia yang selama ini mengawasi keberadaan gerbong tersebut. Ia memerintahkan tempat penyimpanan digembok dan ditunggui sehari-hari oleh petugas.
Gerbong itu diketahui raib, saat Heru ditugaskan mengambil foto-foto kondisi terakhir gerbong kuno pada 3 Maret lalu. Rencananya gerbong akan diperbaiki dan disimpan di Museum Kereta Api Ambarawa.
Diduga, Kepala Depo Stasiun Solo Balapan yang telah menjualnya. Kepala depo itu kini dicopot dari jabatannya.
Sumber : kompas.com
Posts: 110
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
2
Quote:Nilai Sejarah KA Kuno.
Sebuah misi yang penuh risiko berhasil diselesaikan dengan baik oleh petugas kereta api (KA) pada 3 Januari 1946. Itulah prosesi boyong praja atau perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia, yang belum genap satu tahun merdeka, dari Jakarta ke Jogja. KA menjadi pilihan utama menjalankan misi ini karena perang masih berkecamuk.
KA bekas kendaraan rombongan Gubernur Jenderal Hindia Belanda jadi pilihan pejuang-pejuang Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dalam mengawal Pemimpin Besar Revolusi Soekarno atau Bung Karno dan founding fathers lainnya. Pada saat itu, depo lokomotif uap berlokasi di Jatinegara. AMKA memilih lokomotif paling cepat ketika itu yaitu C2849 dengan masinis Hoesein serta dua juru api, Moertado dan Soead. Keesokan harinya, KA dengan gerbong kayu tersebut masuk Stasiun Jatinegara guna mendapatkan surat jalan dari pemimpin perjalanan.
Lokomotif yang semestinya melayani trayek reguler ke Stasiun Tanjung Priok guna menyambut pasukan Sekutu yang akan melucuti tentara Jepang tersebut, pagi itu dialihkan ke Stasiun Manggarai untuk dirangkai dengan kereta rombongan para pendiri negara ini. Perjalanan harus menunggu malam tiba. Ini dilakukan lantaran stasiun-stasiun di Jakarta dijaga ketat oleh serdadu NICA.
Selepas waktu Shalat Magrib, KA bergerbong kayu dengan jendela tertutup perlahan bergerak ke arah barat melewati Stasiun Manggarai dan berhenti di belakang Jl Pegangsaan Timur, tempat kediaman Soekarno yang tak jauh dari Stasiun Cikini. Seluruh lampu gerbong sengaja dimatikan agar tidak mengundang kecurigaan. Pembicaraan dilakukan dengan bahasa isyarat sehingga suasana terasa tegang. Presiden Soekarno bersama rombongan naik, dan koordinator KA, Soegito, memberi aba-aba berangkat tanpa peluit. Bisa dibayangkan suasana menegangkan dan kegelisahan para petugas ini.
Kereta pun seolah-olah bagaikan langsir, hanya berkecepatan 5 km/jam ke arah timur melalui Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara dan Stasiun Klender karena ketatnya penjagaan oleh serdadu NICA. Alhasil, KA sampai juga di Stasiun Bekasi. Selamatlah rombongan dari sergapan serdadu NICA. Pada 4 Januari 1946 pukul 09.30 WIB, KA itu tiba di Stasiun Tugu Jogja dan disambut Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Itulah sekelumit peristiwa heroik yang melibatkan sarana transportasi KA. Namun apa yang terjadi 25 tahun setelah itu?
Sebagian kereta beserta lokomotifnya hilang. Ada dua versi tentang hilangnya KA bersejarah tersebut. Pendapat versi pertama mengemukakan dugaan bahwa kereta api itu dibesituakan. Namun, pendapat ini kurang valid lantaran penadah barang rongsokan saat itu tidak banyak. Pendapat versi kedua menyatakan kereta dan lokomotif tersebut dijual kepada kolektor asing oleh pejabat KA waktu itu.
Itulah kurang lebih penyakit bangsa ini yang tidak menghargai benda bersejarah yang mengandung nilai heroisme. Penyakit inilah yang kembali kambuh seiring terungkapnya kasus penjualan gerbong kuno yang dilakukan pejabat Depo Kereta Api Solo Balapan. Gerbong kuno yang merupakan benda cagar budaya itu disimpan Stasiun KA Jebres.
Terkuaknya skandal hilangnya dua gerbong kuno seakan menggugah kembali betapa mudahnya bangsa ini melupakan sejarah, khususnya sejarah perkeretaapian Indonesia. Secara komprehensif, kasus ini sesungguhnya tidak saja menjadi kesalahann pelaku, melainkan juga kesalahan semua pihak yang tak peduli terhadap benda-benda yang memiliki nilai sejarah. Pihak Balai Pelestarian Benda Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), misalnya, mengapa tidak melakukan pelestarian sejak dulu, saat gerbong kuno itu belum telanjur raib? Bukankah di area bekas terminal peti kemas tersebut gerbong itu terbengkalai dan tak terlindungi dari cuaca?
Kota Kereta Api.
Walaupun gerbong kuno di Jebres itu tidak terkait dengan kereta yang membawa Soekarno dari Jakarta ke Jogja, namun karena benda tersebut merupakan bukti sejarah keberadaan jalur KA yang menghubungkan Semarang dan Vostenlanden, gerbong kuno akan tetap terkait dengan sejarah bangsa. Kereta yang dibuat pada waktu yang bersamaan dengan jumenengan Paku Buwono X tersebut menguatkan nilai historitas Solo yang merupakan bagian dari kota KA dan hiruk-pikuk politik abad ke-18. Di Solo ada jalur KA di segala penjuru mata angin, apalagi jalur KA pertama yang dibangun pada 1867 dari Kemijen-Tanggung terus dilanjutkan Ke Solo. Dan yang pasti, gerbong kuno tersebut sangat erat dengan pusat kekuatan militer Belanda di Ambarawa.
Agar kita tidak lekas melupakan sejarah, sudah sepantasnya bangsa ini bisa berlaku lebih arif lagi terhadap peninggalan-peninggalan khususnya perkeretaapian di masa lalu. Bangsa ini pun semestinya belajar dari peristiwa lenyapnya beberapa heritage perkeretaapian dari Bumi Pertiwi yang kini kita sesali dan pada saat bersamaan bangsa lain justru terkagum-kagum.
Berangkat dari kasus di atas, menjadi kewajiban Balai Pelestarian Benda Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk tidak kecolongan dengan aksi-aksi pencurian atau penjagalan KA kuno. Jangan lagi mengulur-ulur waktu untuk melakukan reservasi benda-benda perkeretaapian yang mengandung nilai sejarah tersebut secepatnya.
Urgensi reservasi atau perbaikan sama dengan melestarikan sekaligus mengingatkan generasi mendatang akan pentingnya alur perjalanan peradaban yang terkait dengan perjuangan bangsa serta keteladanan para pejuang, khususnya yang terkait dengan KA. Walaupun reservasi yang nantinya dilakukan tidak sanggup membentuk ke wujud serta fungsi aslinya, penyesuaian nilai kegunaan yang relevan akan tetap dikenang anak bangsa.
Setelah reservasi harus ada tindak lanjut yang kontinyu agar tidak mangkrak lagi di kemudian hari. Sejauh ini banyak railfans atau pencinta KA yang mengapresiasi lembaga pimpinan Ella Ubaidi tersebut, khususnya saat melakukan perombakan eks kereta rel diesel (KRD) Kuda Putih yang tinggal satu gerbong dari Depo Solo Balapan dipindah ke Lempuyangan, Jogja untuk dijadikan perpustakaan. Sayang memang karena tidak ditempatkan di Solo.
Dengan perombakan kembali kereta-kereta kuno beserta kisahnya, tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk berbagai kepentingan seperti edukasi maupun rekreasi. Sebagai catatan, sejak adanya Balai Pelestarian Benda Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), ada beberapa sarana yang terselamatkan dari kepunahan, semisal Si Bon-Bon (lokomotif listrik pertama di Indonesia) atau KRD pertama di Indonesia. Benda-benda tersebut tentunya memiliki sejarah perjuangan yang nilainya patut untuk selalu digali kembali.
Sumber : solopos.com
Posts: 110
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
2
Quote:Gerbong Kuno Dijual Ke Rongsok, Polisi Buru Penadah.
Penyelidikan kasus dugaan penjualan dua gerbong kereta api (KA) kuno yang disimpan di Area Peti Kemas Depo Stasiun Jebres, Solo mulai menemukan titik terang. Dua gerbong kereta kuno diduga dijual kepada tukang rongsok. Kali ini, polisi telah mengamankan salah seorang yang diduga sebagai perantara yakni Devi, warga Sukoharjo.
Polisi telah menetapkan mantan Kepala Depo Wilayah Solo, Yoga Prasetyo, 53, sebagai tersangka. Namun Yoga masih dikenakan wajib lapor satu pekan dua kali. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa rangkaian dua gerbong itu dijual kepada tukang rongsok yang diduga sebagai penadah dengan cara dipreteli.
Penjualan dua gerbong diangkut menggunakan truk tronton yang dilakukan secara bertahap mulai Februari lalu. Rangkaian dua gerbong kereta dijual senilai Rp 10 juta, dengan rincian satu rangkaian gerbong dijual seharga Rp 5 juta. Sedangkan sebuah forklift dijual dengan harga Rp 15 juta. Total penjualan dua gerbong beserta forklift senilai Rp 25 juta.
Semua barang tersebut telah disita oleh polisi dan kini diamankan di Depo Stasiun Jebres. Hingga saat ini, polisi telah mengantongi identitas dan memburu penadah yang berinisial Jk.
“Kami telah meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan seorang perantara,†papar Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Edy Suranta Sitepu, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, saat ditemui wartawan, di Mapolresta Solo, Minggu (25/3/2012).
Kendati telah memeriksa sejumlah saksi dan tersangka, namun pihak kepolisian belum bisa mengetahui secara detail data investaris perihal gerbong kereta kuno peninggalan zaman Belanda tersebut. “Rencana hari Senin besok (hari ini-red), kami akan datang ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta. Di sana, kami akan menanyakan beberapa hal untuk melengkapi penyelidikan,†kata mantan Kasat Reskrim Polres Klaten ini.
Menurut Edy, pihak kepolisian belum mengetahui siapa yang paling bertanggungjawab atas penjualan dua gerbong kereta keluaran 1893. “Setelah diketahui jelas, maka kami akan menetapkan tersangka seusai jeratan hukumnya,†terang Edy.
Seperti diberitakan, polisi membidik keterlibatan kawanan pelaku lain dalam kasus penjualan dua gerbong kereta api kuno yang tersimpan di Area Peti Kemas Depo Stasiun Jebres, Solo. Dugaan sementara, penjualan tersebut melibatkan pihak internal atau ‘orang dalam’ dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Sumber : solopos.com
Posts: 110
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
2
Quote:Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan.
![[Image: 2703jembatan_serayu.jpg]](http://www.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/625x350/ffarm/www/2012/03/27/2703jembatan_serayu.jpg)
Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.
"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5, melalui Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).
Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.
Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.
Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.
"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182130
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
DEMO ANTI KENAIKAN BBM
Demonstran Rusak Rambu Lalu Lintas di Gambir
Mereka didesak mundur oleh aparat keamanan. Polisi juga menembakkan peluru karet.
SELASA, 27 MARET 2012, 17:44 WIB
Eko Huda S, Oscar Ferri
VIVAnews - Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa 26 Maret 2012 berlangsung rusuh. Mahasiswa yang tertahan di depan Stasiun Gambir merusak sejumlah fasilitas umum. Pantauan VIVAnews, mahasiswa merobohkan sekitar 4 rambu lalu lintas. Mereka juga merusak lampu lalu lintas yang terletak di pertigaan Gambir arah dari Pejambon. Tak hanya itu, sejumlah pot bunga tak luput dari amukan mahasiswa.
Sejatinya, ratusan mahasiswa ini akan berjalan menuju ke depan Istana Merdeka yang berada di Jalan Medan Merdeka Utara. Namun, mereka dihadang oleh ratusan Brimob di Jalan Medan Merdeka Timur. Meski terhadang, mahasiswa terus merangsek. Akhirnya terjadi bentrokan antara mahasiswa pengunjuk rasa dengan polisi. Aparat Brimob melepaskan tembakan ke udara. Namun tak digubris oleh demonstran. Polisi pun menembaki para mahasiswa dengan peluru karet. Hasilnya, mereka kocar-kacir. 6 mahasiswa terkena tembakan aparat. Mereka dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo.
Polisi terus mendesak mundur mahasiswa yang masih bertahan. Mereka mengerahkan water canon dan melepaskan tembakan gas air mata. Mahasiswa lari tunggang - langgang. Mahasiswa yang mencoba lari ke arah Tugu Tani dihadang barikade polisi. Akhirnya mereka menuju ke arah Pejambon, kawasan kantor Kementerian Luar Negeri.
Polisi terus menambah kekuatannya. Pasukan bersenjata lengkap tiba dengan mengendarai sekitar 20 motor. Satu motor dua aparat. Mereka terus mendesak mundur mahasiswa. Aksi ini membuat calon penumpang kereta dari Stasiun Gambir menjadi panik. Warga yang berada di Gambir berusaha menghindari bentrokan tersebut. (eh)
Sumber :
http://metro.vivanews.com/news/read/2997...-di-gambir
|