Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Railfanning di Semenanjung Malaya.
#91
(04-01-2012, 01:56 AM)Adolph Wrote: btw ini jalur monorel ya mas?
[spoiler]
[Image: j18.jpg][/spoiler]

monorel sentosa ini udah gk beroperasi ya mas? knapa? dulunya memang alat transportasi atau cuma wahana semacam kereta gantung TMII?
[spoiler]
[Image: j22.jpg][/spoiler]

Iya mas. Itu jalur monorel yang baru, menggantikan monorail yang lama.

Monorail yang lama itu aslinya disebut sebagai wahana. Tapi pada kenyataannya fungsinya tak ubahnya seperti alat transportasi juga. Saya ingat dulu waktu saya pertama ke Singapore tahun 1994, monorail itu tiketnya terpisah, alias harus bayar lagi kalau mau naik (sekali bayar sekali naik Bethe )

Tapi di tahun 2005 (tahun terakhir dia beroperasi), naik monorail itu gratis dan boleh sepuasnya.

Sayangnya, itu saat saya datang tahun 2005, dia sudah di minggu-minggu terakhir operasionalnya. Sedih
Reply
#92
wah membaca tulisan tentang daging domba jadi penasaran kepingin mencoba (aslinya sih saya gak suka kambing), hehehehe
Reply
#93
(04-01-2012, 10:49 AM)omaniax Wrote: waduh ada lapangan bola di tengah danau (apa laut yak?)
unik...

cuma kalo ngeliat komentar saudaranya mas bagus yg bilang di singapura semua berbayar, saya lebih milih Indonesia deh...

Itu sebenarnya di teluk kecil di bekas pelabuhan penumpang Singapore. Dulu itu tempat kapal penumpang berlabuh, tapi sekarang sudah dipindah ke Harbour front.

Singapore memang mahal. Kontras dengan Malaysia yang beberapa item bisa lebih murah dari Indonesia. Contohnya, majalah KA model Model Railroader, di toko buku Trimedia Supermall Pakuwon Surabaya harganya Rp 90.000,- di KL, Malaysia harganya dirupiahkan cuman Rp 60.000,-

Tiket KA tidur dirupiahkan harganya bisa dibawah tiket KA bisnis, padahal anda dapat tempat tidur ber-AC.
Reply
#94
Senin 7 November 2011 adalah hari terakhir kami di Singapore, karena siang harinya kami harus terbang kembali ke Indonesia menggunakan flight Lion Air dari Changi.

Pagi itu saya juga janjian untuk menemui kawan railfan terakhir yang saya temui di petualangan railfanning di semenanjung Malaya, yaitu Stanley. Sebenarnya saya berniat untuk menemui dia sore kemarin. Tapi karena acara jalan-jalan ke Marina Bay dan Sentosa molor waktunya, akhirnya saya menunda acara tersebut jadi hari ini.

Begitu selesai sarapan, saya menunggu Stanley di counter kecil McDonalds, di depan Lucky Plaza. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Stanley datang. Rupanya dia datang dengan mobilnya, karena jalanan Singapore hari itu cukup sepi. Sayapun menyerahkan oleh-oleh saya untuk dia.

Rupanya Stanley juga menawarkan untuk mengantar kami beli oleh-oleh di Chinatown, dan juga ke airport. Wah kebetulan sekali, akhirnya kami pun memutuskan untuk turut dengan Stanley. Lumayan juga daripada naik taxi (mahal) atau MRT (berat).

Akhirnya kami setuju untuk naik mobilnya Stanley. Kamipun naik keatas sebentar untuk mengambil barang kami, sekaligus “check out” dari apartemen.
Bwah! Ternyata bawaan kami berat juga. Sayapun merasa agak kecapaian menuntun bawaan.

Sesampainya di bawah, kami langsung menuju ke tempat Stanley memarkir mobilnya. Rupanya dia memarkir mobil lumayan jauh juga, yaitu di sebelah Meritus Mandarin! Yikes! Mana bawaannya berat lagi. Otomatis baju langsung basah semua kena keringat.

Tapi syukurlah, mobilnya Stanley ber-AC, sehingga kami langsung mendinginkan badan semua!

Dasar railfans, hiasan di dashboard juga bertema kereta api.


[Image: k1.jpg]

Kamipun langsung menuju ke Chinatown. Selama perjalanan cerita Stanley idem dengan kawan-kawan RF Singapore: kegiatan railfanning dan trainspotting di Singapore kini tinggal kenangan 

Tak lama kemudian kamipun sampai di Chinatown. Kelihatan kompleks People’s Park.


[Image: k2.jpg]

Stanley berkata bahwa bangunan Yue Hwa ini dulu adalah hotel termewah di Chinatown. Dan merupakan bangunan pertama yang diperlengkapi lift di Singapore, tahun 1920an silam!


[Image: k3.jpg]

Tapi kini sudah beralih fungsi menjadi Shopping Center, semenjak hotel ini bangkrut tahun 1970an silam. Bangunan ini juga menjadi cagar budaya sekarang.

Bangunan unik ini ternyata adalah bagian dari stasiun MRT Chinatown.


[Image: k4.jpg]

Bangunan di pojok ini dulunya adalah pool Rickshaw di Singapore. (Perhatikan juga bangunan di latar belakang).


[Image: k5.jpg]

Namun kini beralih fungsi menjadi bangunan komersial. Sementara Rickshaw sendiri sudah punah dari Singapore, digantikan fungsinya oleh becak. Yup benar sekali, di Singapore ada becak loh.

[Image: overstappen.png]
Tak lama kemudian, kami sampai di Chinatown. Tadinya kami berniat untuk membeli balsem cap Macan yang terkenal itu. Khususnya yang botol besar, yang tidak bisa ditemui di Indonesia.

Sayangnya, rupanya kami datang kepagian, sehingga toko-toko besar disana belum ada yang buka. Akhirnya kamipun membeli balsem di sebuah apotik yang ada disitu.

Karena tidak banyak yang bisa dikunjungi, akhirnya kamipun langsung bertolak menuju bandara Changi.

Di tengah jalan, kami menemui bangunan unik ini. Ini dulunya adalah kantoru pusat kepolisian Singapore. Tapi belakangan beralih fungsi menjadi kantor Kementrian Informasi dan Turisme (MITA).


[Image: k6.jpg]


[Image: k7.jpg]

Yang konyol adalah waktu kita ketemu mobil aneh ini.


[Image: k8.jpg]

Kami ketawa sewaktu melihat mobil ini.

Tak lama kemudian, kamipun sampai di bandara Changi.


[Image: k9.jpg]

Karena airline yang kami naiki “tidak jelas identitasnya”, maka kami naik dari Terminal 1.


[Image: k10.jpg]

Kelihatan Skytrain yang menghubungkan semua terminal. Sayang, dalam kunjungan kali ini kita sama sekali nggak naik.


[Image: k11.jpg]

[Image: overstappen.png]
Sayapun pamit dengan Stanley dan kami berpisah di sini.

Suasana terminal 1 yang sibuk.


[Image: k12.jpg]

Check in Lion Air.


[Image: k13.jpg]

Tak lama kemudian, saudara saya datang untuk mengantar kami pulang. Ya sekaligus say goodbye saja.
Kami sempat makan di KFC yang ada disitu, sekaligus memesan menu yang tidak ada di KFC Indonesia, seperti kue Egg Tart yang susah ditemui diluar Jakarta.

Sementara lagi pada makan, saya minta ijin mau ke toilet dulu. Tapi begitu tahu lokasi toiletnya dekat sini....


[Image: k13b.jpg]

Otomatis, habis pipis lihat pesawat dulu dong. Suasana apron siang itu.


[Image: k14.jpg]


[Image: k14b.jpg]


[Image: k15.jpg]

Tidak seperti di jaman dulu, apron terminal 1 didominasi pesawat narrow body. Padahal jaman dulu, kita masih bisa melihat Boeing 747-400 dan Airbus A310 milik Singapore Airlines, atau A300 milik Garuda yang diparkir di terminal 1.

[Image: overstappen.png]
Sayapun pamit dengan Stanley dan kami berpisah di sini.

Suasana terminal 1 yang sibuk.


[Image: k12.jpg]

Check in Lion Air.


[Image: k13.jpg]

Tak lama kemudian, saudara saya datang untuk mengantar kami pulang. Ya sekaligus say goodbye saja.
Kami sempat makan di KFC yang ada disitu, sekaligus memesan menu yang tidak ada di KFC Indonesia, seperti kue Egg Tart yang susah ditemui diluar Jakarta.

Sementara lagi pada makan, saya minta ijin mau ke toilet dulu. Tapi begitu tahu lokasi toiletnya dekat sini....


[Image: k13b.jpg]

Otomatis, habis pipis lihat pesawat dulu dong. Suasana apron siang itu.


[Image: k14.jpg]


[Image: k14b.jpg]


[Image: k15.jpg]

Tidak seperti di jaman dulu, apron terminal 1 didominasi pesawat narrow body. Padahal jaman dulu, kita masih bisa melihat Boeing 747-400 dan Airbus A310 milik Singapore Airlines, atau A300 milik Garuda yang diparkir di terminal 1.

[Image: overstappen.png]
Heh apa itu????


[Image: k16.jpg]

Wah, akhirnya keinginan buat lihat Airbus A380 kesampaian juga. Walaupun sayangnya, pesawatnya diparkir jauh sekali dari terminal, dan lagi diservis.

Tapi tak lama kemudian, saya melihat ada ekor pesawat Singapore Airliens yang sedang bergerak di balik extension terminal 1. Ekornya tinggi sekali.

Rupanya A380 juga!


[Image: k19.jpg]

Wah, akhirnya keinginan lihat pesawat super jumbo ini kesampaian juga. Bandingkan dengan dua A320 yang merupakan pesawat terbesar yang bisa landing di Bandung.


[Image: k20.jpg]

Dua pesawat “terbesar di dunia”.


[Image: k21.jpg]

Kalau A380 sudah jelas memang terbesar di dunia, tapi kalau A320? Terbesar di dunia....nya urang Bandung tea 

Si Super Jumbo bergerak perlahan melewati deretan Boeing 777 SQ yang sedang stabling, buat dinesan nanti malam.


[Image: k22.jpg]

[Image: overstappen.png]
Puas lihat A380, sayapun balik ke KFC. Kelihatan airside dari atas.


[Image: k23.jpg]


[Image: k24.jpg]

Pas balik, sempat ditanya dari mana. Saya bilang dari toilet. That’s it!

Setelah kami menyelesaikan makan, kami langsung pamit dengan saudara kami, dan langsung menuju ke bagian keberangkatan.

Unik juga tandanya, selain bahasa Inggris, juga ditulis dalam bahasa Mandarin, Hokkien, dan Indonesia/Melayu.


[Image: k25.jpg]

Lancar urusan imigrasi, kamipun masuk kedalam. Kelihatan counter imigrasi di kanan bawah, yang berwarna silver.


[Image: k26.jpg]

Tak seperti counter imigrasi di beberapa bandara yang berada di ruang tertutup, counter imigrasi T1 Changi terkesan terbuka, tak ubahnya seperti counter Customer Service. Bahkan disuguhi permen juga!

Sayangnya, begitu di dalam, perut saya mulai bergejolak. Bolak-balik perut saya menyemburkan “gas buang”


[Image: k27.jpg]

Tapi saya tahan saja. Begitu di dalam, saudara-saudara saya asyik membeli wine di Duty Free Shop disana.


[Image: k28.jpg]

[Image: overstappen.png]
Karena masih lama, saya permisi dulu mau ke toilet. Begitu sampai di toilet, saya langsung.......


[Image: k29.jpg]

......AH LEGA!!!!

Usai dari toilet yang stylish (tapi nggak saya potret) sayapun balik lagi ke saudara-saudara saya.

Viewing hall yang di airside.


[Image: k30.jpg]

Usai acara beli wine, kita langsung menuju ke gate keberangkatan kami.


[Image: k31.jpg]

Walaupun terminal 1 Changi sudah berumur, dan desain interiornya sama dengan pertama kali saya menjejakkan kaki di Singapore tahun 1994 silam, tapi sama sekali tak terkesan bapuk!


[Image: k32.jpg]

Malah sebaliknya, terkesan elegan selalu.

BERSAMBUNG.
Reply
#95
sadis! trek nya di cabut semuanya sampai balast nya pun diangkut. lantas oleh pemerintah singapura nanti mau diapakan bekas jalurnya?

mas bagus nggak ke woodlands kah? padahal saya pengen tahu, disana apakah masih ada sisa relnya atau tidak.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#96
(06-01-2012, 06:30 PM)ady_mcady Wrote: sadis! trek nya di cabut semuanya sampai balast nya pun diangkut. lantas oleh pemerintah singapura nanti mau diapakan bekas jalurnya?

mas bagus nggak ke woodlands kah? padahal saya pengen tahu, disana apakah masih ada sisa relnya atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat beberapa postingan saya yang sebelumnya. Selamat menyimak.
Reply
#97
Flight No: JT 155.
Rute: SIN-CGK.
Departure: 14.50 (SIN)
Arrival : 15.35 (JKT)
Airplane: Boeing 737-900ER.
Reg: PK-LHR.

Setelah berjalan agak jauh, akhirnya kami sampai juga ke gate kami. Terlihat pesawat kami sudah menunggu di gate.


[Image: l1.jpg]

Close up ke kokpit. Kelihatannya tidak ada orang.


[Image: l1b.jpg]

Di ramp ternyata juga ada 2 pesawat badan lebar, yaitu A330-300 milik Jetstar, serta Boeing 747-400 milik Singapore.


[Image: l2.jpg]

Saya ingat, dulu pesawat Boeing 747-400 itu dominan sekali di Changi.


[Image: l3.jpg]

Apalagi dulu SQ merupakan salah satu pemilik Boeing 747-400 terbanyak di dunia. Tapi semenjak kehadiran Boeing 777-300ER dan Airbus A380, posisinya mulai tergeser, hingga bisa lihat pesawat ini dengan livery SQ sekarang menjadi momen langka.

Saya dengar, karena LCC hanya boleh dipakai oleh airline lokal, maka tidak heran banyan LCC asing yang docking di Terminal 1 Changi. Seperti Jetstar dan Air Asia.


[Image: l4.jpg]

Tak lama kemudian, panggilan untuk boarding dikumandangkan, dan kamipun naik keatas pesawat.


[Image: l5.jpg]

[Image: overstappen.png]
Karena ada sedikit “macet” maka saya sempat memotret panel pengontrol garbarata.


[Image: l6.jpg]

Daftar pesawat yang bisa docking disini. Anehnya, A380 tidak termasuk.


[Image: l7.jpg]

Apa Terminal 1 tidak bisa untuk docking A380?

Foto Wajib.


[Image: l8.jpg]

Suasana dalam kabin.


[Image: l9.jpg]

Pas foto-foto, si prami meminta saya untuk mematikan kamera. Tapi dasar bandel, perintah itu tidak saya indahkan.

Pemandangan pas di jendela.


[Image: l10.jpg]

Terminal 1 yang kelihatan crowded.


[Image: l11.jpg]

[Image: overstappen.png]
Ada A320 milik Thai Air Asia yang masuk.


[Image: l12.jpg]

Pas lihat kebelakang, ada B777-300 milik SQ yang mau take-off.


[Image: l13.jpg]

Seat pitch. No problem....


[Image: l14.jpg]

Kelihatannya ada yang menarik, dan dtiarik: B777-200 milik SQ yang sedang ditarik ke gate.


[Image: l15.jpg]

Suasana kabin saat boarding.


[Image: l16.jpg]

Tak lama kemudian, proses boarding selesai. Dan pesawat mulai push-back. Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk memotret pesawat Boeing 747-400 SQ ini.


[Image: l17.jpg]

[Image: overstappen.png]
Mungkin pesawat beregistrasi 9V-SPQ ini bisa jadi merupakan salah satu Boeing 747 terakhir yang dioperasikan SQ.


[Image: l18.jpg]

Sedih juga bila memang ini menjadi terakhir kalinya saya lihat Boeing 747-400 SQ. Walaupun kini sudah ada A380 yang lebih besar dan canggih, tapi saya tetap punya keinginan untuk naik pesawat SQ yang jenis ini sebelum mereka hilang untuk selamanya....

Pesawat pun mulai bergerak, melewati A330 Jetstar ini.


[Image: l19.jpg]

Saya tidak tahu, Boeing 737 BBJ ini punya siapa yah?


[Image: l20.jpg]

Akhirnya kelihatan juga moncong kedua pesawat besar tadi.


[Image: l21.jpg]

Suasan runway dan apron sebelah timur Changi. Sepi....


[Image: l22.jpg]

Akhirnya bisa juga memotret Boeing 747-400 tadi dengan lebih jelas dari mukanya.


[Image: l23.jpg]

[Image: overstappen.png]
Saya berharap semoga ini bukan terakhir kali bisa melihat pesawat ini....

Zoom out terminal 1.


[Image: l24.jpg]

Good bye Singapore, namun saya berharap bukan goodbye untuk Boeing 747-400 SQ...


[Image: l25.jpg]

Saat take-off run, saya bisa melihat Terminal 2 yang sepi, serta Boeing 777 milik Koren Air yang diparkir.


[Image: l26.jpg]

Terminal 2 lagi. Cuman ada Silk Air dan Boeing 777 SQ warna One World.


[Image: l27.jpg]

Ternyata ada juga A330 milik SQ yang diparkir.


[Image: l28.jpg]

[Image: overstappen.png]
Di ujungnya, ternyata ada beberapa Boeing 777-200 yang lagi diparkir di gate....


[Image: l29.jpg]


[Image: l30.jpg]

....dan juga beberapa yang stabling, menunggi dinasan nanti malam.


[Image: l31.jpg]


[Image: l32.jpg]

Rotate.... Kelihatan Boeing 747-200F yang diparkir di depan LCCT Changi.


[Image: l33.jpg]

Suasana apron LCCT yang dikuasai Tiger Airways.


[Image: l34.jpg]

[Image: overstappen.png]
Senang lihat yang ijo-ijo begini...


[Image: l35.jpg]

BERSAMBUNG.
Reply
#98
B-737 900 ER rasanya(tumpakannya) kerasa beda gk mas dngan B 737 yg lawas?
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#99
Wah, nggak inget mas. Saya banyak tidur sepanjang perjalanan masalahnya.
Reply
Up...up...and away! Goodbye Singapore....


[Image: m1.jpg]

Pas take off, kelihatan sebuah depo MRT dibawah sono.


[Image: m2.jpg]

Pemandangan khas pantai di Singapore: deretan kapal yang mengantri untuk merapat.


[Image: m3.jpg]

Tak lama kemudian, kita sudah berada diatas Batam dan Kepri.


[Image: m4.jpg]

Batam.


[Image: m5.jpg]

[Image: overstappen.png]
Pemandangan pas menanjak.


[Image: m6.jpg]


[Image: m7.jpg]

Nggak tahu, kenapa kok bisa begini?


[Image: m8.jpg]

Saya lebih banyak tidur selama perjalanan. Dan tahu-tahu saja, pas bangun, pesawat sudah approach.


[Image: m9.jpg]

Dereta jermal di pantai teluk Jakarta.


[Image: m10.jpg]

Ternyata di sisi kiri kita ada B737-900 Lion yang juga approach.


[Image: m11.jpg]

[Image: overstappen.png]
Fase pendaratan.


[Image: m12.jpg]


[Image: m13.jpg]


[Image: m14.jpg]

Touch down! Mesin buka baju, dan sayap njeplak!


[Image: m15.jpg]

Pemandangan terminal 2D yang dijejali bokong-bokong sexy.


[Image: m16.jpg]

Ada A330 Garuda yang docking.


[Image: m17.jpg]

[Image: overstappen.png]
Ternyata di belakang kita ada A340-300 punya Kuwait.


[Image: m18.jpg]

Ternyata kita parkir pas disebelah A330 Garuda tadi.


[Image: m19.jpg]

Thanks for the (unexpectedly) good journey.


[Image: m20.jpg]

A330-200 Garuda yang kayaknya datang dari Beijing.


[Image: m21.jpg]

Bersambung.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)