Semboyan35 Indonesian Railfans
Railfanning di Semenanjung Malaya. - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Luar Negeri (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=20)
+--- Thread: Railfanning di Semenanjung Malaya. (/showthread.php?tid=6898)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15


Railfanning di Semenanjung Malaya. - mas_bagus_ajah - 15-11-2011

Barusan pulang dari perjalanan keliling Malaysia dan Singapore. Aslinya buat dinas, tapi tetap diselipi kegiatan railfanning, yang memang langka banget bisa dapat akses.

Yah, itulah kelebihan bisa berkawan dengan railfans lokal di suatu daerah.

Untuk cerita lebihnya, mohon maaf saya belum bisa post kesini. Jadi saya cuma bisa ngasih link ke SINI.
[Image: overstappen.png]
Sebelumnya saya tidak mengimpikan ini: jalan-jalan ke luar negeri, dan melakukan kegiatan railfanning disana.
Perjalanan keluar negeri sebelumnya adalah waktu kerja di Singapore tahun 2005 silam, dan setelah itu tidak pernah keluar negeri lagi. Sampai-sampai pasport saya “mulus” dan “perawan” kondisinya.

Tapi tiba-tiba pas lebaran kemarin, saya diajak jalan-jalan keliling ke luar negeri. Tujuan acara ini sebenarnya bukanlah untuk liburan, melainkan untuk penjajagan rencana abang saya membuat paket program tour ke luar negeri.
Kelak nantinya saya akan ditugaskan untuk jadi tour leader kalau dikirim kesana.

Rencana awalnya, rute kami adalah berkumpul dulu di Medan, lalu bertolak ke Bangkok dan Phuket, sebelum kemudian ke Kuala Lumpur, dan diakhiri di Singapore, sebelum ke Surabaya untuk debriefing.

Tapi karena ada banjir dashyat di Bangkok dkk,


[Image: 308555_223459827721339_100001719692563_6...5613_n.jpg]

Jadi acara ke Bangkok kami batalkan. Bahkan walaupun Phuket tidak terpengaruh, kamipun tetap tidak jadi kesana.




RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - patas purwakarta - 15-11-2011

selamat n sukses atas dilaporkannya trip report ini. saya yang menanyakan di forum sebelah loh mas bagus Xie XieXie XieXie Xie


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - sukma87 - 15-11-2011

ditunggu kelanjutannya


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - Eko Budy Santoso - 15-11-2011

matur suwon mas Bagus ... TR nya mantaps ...
ditunggu sambungannya ...


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - mas_bagus_ajah - 15-11-2011

Tapi berapa foto yang bisa dimuat dalam satu postingan? Ada quota atau bebas sebanyak-banyaknya?


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - bonbon - 16-11-2011

kyknya nggak ada batasan mas....makin banyak makin mantaps....Big Grin

btw, sayah sudah ke tekape, keren juga tritnya


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - mas_bagus_ajah - 16-11-2011

Aduh, ternyata ada batasan. Cuman 6 foto sekali posting. Duh, gimana yah...?


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - Eko Budy Santoso - 16-11-2011

(16-11-2011, 08:43 PM)mas_bagus_ajah Wrote: Aduh, ternyata ada batasan. Cuman 6 foto sekali posting. Duh, gimana yah...?

gak po2 biar tambah penasaran ... he he Xie Xie


RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - mas_bagus_ajah - 17-11-2011


Tanggal : 31 Oktober 2011.
Flight no: QZ 8054.
Rute : BDO-MES.

Malam sebelumnya saya sudah book taxi ke Blue Bird untuk minta diantar dari rumah ke airport. Walaupun jarak rumah saya di Sarijadi ke airport Hussein agak dekat, tapi transportasi umum kesana sangat repot sekali karena kalau tidak ada angkot. Kalaupun ada harus jalan jauh untuk mencegatnya, dan turun dari angkot masih harus jalan lagi ke terminal.
Jadi pilihannya ya taxi saja.

Saya bangun pukul 4 pagi dan langsung mandi dan bersiap-siap. Setiap 15 menit Blue Bird tetap menelepon saya mengupdate kondisi taxi yang saya pesan, yang....tidak ada!
Wah, padahal saya harus check in paling lambat pukul 5.25. Dan waktu itu sudah pukul 5!
Seumur-umur, baru kali itu saya dikecewakan oleh pelayanan taxi Blue Bird, dan karena tergesa-gesa, saya akhirnya memilih naik ojek yang syukurnya sudah ada. Walaupun untuk naik ojek, saya harus berjalan sekitar 5-10 menit menyeberangi kompleks perumahan elit di dekat rumah saya.

Sopir ojek yang saya tumpangi rupanya cukup tanggal menghadapi masalah yang saya hadapi, dan diapun langsung tancap gas hingga 100 km/jam!
Karena waktu itu masih pagi sekali, maka itu tidak jadi masalah.

Sesampainya di airport, saya langsung cepat-cepat masuk, dan rupanya counter sudah tutup! Damn Blue Bird!
Eh, nasib, walaupun begitu saya masih tetap diijinkan ikut naik, karena saya statusnya sudah check in secara online.

Begitu sampai ke ruang tunggu atas, ternyata VOILA! Para penumpang sudah mengantri untuk naik pesawat!


[Image: 288s2fn.jpg]

Pada saat saya berjalan mengantri, eh tiba-tiba saya ketemu kawan saya meneer Intrias van der Broek, alias mas Intrias Herlistiarso. Kawan saya kalau trekking menyusuri jalur KA yang sudah mati.


[Image: e9bvbp.jpg]

Mas Intrias rupanya pagi itu terbang dengan flight yang sama dengan saya. Hanya tempat duduk dia agak jauh dari tempat duduk saya. Dia berkata kalau kali itu dia mau jalan-jalan keliling Sumatera Utara.

Nggak lama kemudian, saya sudah di luar terminal, dan berjalan menuju pesawat saya.


[Image: 2kqkm.jpg]

Pesawat saya pagi itu: Airbus A320. Asyik! Akhirnya kesampaian juga keinginan untuk naik pesawat A320, setelah sebelumnya cuman bisa spotting doang.


[Image: 2yke0ig.jpg]



RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - mas_bagus_ajah - 26-12-2011

Ternyata pesawat saya registrasinya PK-AXO.


[Image: 1e1hg1.jpg]

Detail mesinnya.


[Image: a4vhpl.jpg]

Saya masuk lewat ekor pesawat.


[Image: jfc8wj.jpg]

Sambutan di pintu pesawat.


[Image: 2e2lbv4.jpg]

Foto wajib?


[Image: 6syxqg.jpg]

[Image: overstappen.png]
Begitu masuk, saya agak kaget juga melihat AC pesawat mengepulkan vapour yang tebal. Persis seperti waktu saya pertama kali naik A300 di tahun 1985 silam.


[Image: 1zv30ja.jpg]

Kayaknya flight hari tu benar-benar fully booked, karena nggak satupun kursi pesawat kosong. Sayangnya, saya nggak dapat kursi jendela.


[Image: 10zmjok.jpg]

Pukul 6 pagi pesawat mulai bergerak menuju ke runway. Panggung IF PK-BDO kelihatan dari sini.


[Image: 2rcapsx.jpg]

Saat pesawat melesat take-off, kaca jendela tiba-tiba blur seperti sedang disiram air.


[Image: wkp9hv.jpg]

Namun begitu sampai diatas, kaca langsung bersih bebas air, sampai-sampai gunung Burangrang kelihatan. Wah, ini asli kaya dryer raksasa nih.


[Image: 2h573vo.jpg]

[Image: overstappen.png]
Perjalanan tidak terasa istimewa banget, karena saya dapat di aisle. Sementara yang duduk di jendela lebih banyak tidur saja. Tahu begitu mestinya saya saja yang duduk di jendela, daripada dia.


[Image: op039g.jpg]

Saya menyempatkan diri untuk jalan melihat bagian depan pesawat. Kelihatan kalau kabinnya full.


[Image: 1jnubo.jpg]

Saya juga menyempatkan diri untuk ngobrol sebentar dengan mas Intrias. Saya menjelaskan kalau saya mau ke Malaysia dan Singapore setelah dari Medan. Saya juga mengusulkan, gimana kalau ada waktu dan duit, kita trekking menyusuri jalur mati di Singapore (jalur KTM yang ditutup tanggal 1 Juli 2011 silam). Wah dia menerima ide tersebut.

Pemandangan galley di belakang.


[Image: 24wd7jd.jpg]

Menjelang mendarat, di jendela kiri terlihat pegunungan. Saya nggak tahu apa itu gunung Sibayak dan Sinabung yang terkenal itu?


[Image: vnp08h.jpg]

Tak lama kemudian, pesawat mendarat di Medan. Jarak pepohonan yang lumayan dekat memberikan kesan seperti kita mendarat di jalanan.


[Image: rjfewj.jpg]

[Image: overstappen.png]
Hmm....that’s looks interesting....


[Image: 25grrbc.jpg]

Kali ini saya keluar dari pesawat lewat pintu depan. Oom pilot lagi ngapain tuh? BBM an? Update status?


[Image: kafxpi.jpg]

Dari pesawat ke terminal kami diantar pake bus. Selama naik bus, saya sempat foto-foto beberapa pesawat disana.


[Image: 210by95.jpg]


[Image: 29uuhwk.jpg]

Interior terminal bandara Polonia yang sudah bapuk.


[Image: 21awlye.jpg]

[Image: overstappen.png]
Saya menunggu jemputan agak lama di Polonia. Selain itu, saya juga menunggu kedua adik saya yang akan datang dari Surabaya untuk bergabung dengan saya.

Selama menunggu saya sempat ngobrol-ngobrol lama dengan mas Intrias. Dia berkata kalau rute dia di Medan lumayan banyak, yaitu keliling-keliling Sumatera Utara dengan mobil sewaan.

Tak lama kemudian saudara saya datang menjemput dan kamipun berpisah. Selama di Medan kami sempat muter-muter mengikuti urusan abang saya disana.

Menurut saya medan itu kotanya semrawut, karena watak masyarakat setempat yang.....gitu lah! Walaupun begitu, ada juga sisi keramahan yang saya temui...

Ehh....bener yang ini?


[Image: vxok92.jpg]

Begitu adik-adik saya datang, kamipun langsung bertolak menuju Tebing Tinggi untuk menginap semalam disana.


[Image: 24wh7vd.jpg]

Maaf, sampai sejauh ini, mungkin nuansa kereta apinya belum muncul. Tapi di leg yang kedua baru ada...

BERSAMBUNG....