Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
Quote:Ketika ditanya tentang perbedaan harga beli solar yang mencapai 212 persen di atas harga solar bersubsidi (Rp 4.500 per liter) yang dinikmati armada truk, Bambang mengatakan, truk memang layak mengonsumsi BBM bersubsidi karena kondisi jalan yang buruk dan akses terbatas akibat kemacetan. Dengan demikian, untuk mendorong peningkatan bisnis pengangkutan barang menggunakan kereta api perlu kebijakan yang memperlancar jalur kereta api.
berarti pemerintah keluar uang 2 kali ya untuk mensubsidi angkutan jalan raya. pertama solarnya. dan kedua ongkos perbaikan jalan yang rusak.
sementara ditempat lain itu truk2 justru dipajaki solarnya karena lebih polusi. dan juga bayar penggunaan jalan karena sangat berpotensi merusak jalan dibandingkan mobil.
saya lebih setuju jika bentuk subsidinya berupa pengurangan pajak dan kemudahan2 lain. tapi bbm pakai industri. baik itu bus, truk, kereta, pokoknya yang sama2 mengkonsumsi hsd. nanti yang moda angkutannya paling efisien maka dia yang akan survive.
saya pernah baca, jarak pengangkutan barang di indonesia khususnya jawa rata2 sekitar 250 km. ini sangat menguntungkan truk karena biayanya lebih murah ketimbang kereta. kereta baru bisa bersaing jika jaraknya 500km lebih dan pertahun mengangkut sedikitnya 5 juta ton. kurang dari itu, habislah dia oleh truk.
oleh karenanya, dari kondisi jawa saja, truk tanpa subsidi sudah bisa "membunuh" ka pada jarak kurang dari 500 km dan kapasitas angkut dibawah 5 juta ton.
apalagi kalo dapat subsidi bahan bakar, daya "bunuh" nya jauh lebih besar lagi.
cmiiw...
silahkan rekan2 baca sini bahan kajian menarik tentang potensi pasar kereta api indonesia.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
[spoiler] (23-11-2011, 08:01 PM)Bangunkarta Wrote: (23-11-2011, 07:50 PM)van Baso Wrote: dari dua kasus diatas dan sama2 BUMN, saya rasa wajar bila SPKA menuntut BBM bersubsidi dimana dana PSO yang diberikan tidak optimal kalo boleh tahu tidak optimalnya dalam hal apa ya....
apakah besaran jumlah yang tidak cocok??? karena apa... apakah karena verifikator APBN yang tidak cermat dalam menilai kebutuhan riil operasional kereta, atao saat pengajuannya emang mengajukan sejumlah tersebut, dan tanpa memperhitungkan tingkat inflasi serta biaya yang timbul karena inefisisensi sarana yang telah berumur....
apakah yang tidak cocok realisasi anggaran yang turun dengan besar rencana anggaran di awal tahun.... karena apa????? bukankah sudah ada role yang sangat jelas terkait perencanaan, pencairan, penggunaan dan pertanggung-jawaban dana APBN untuk kereta ekonomi... apakah aturan-atiran tersebut sudah dijalankan dengan baik...... [/spoiler]
saya ga tau keadaan sebenarnya seperti apa, yang saya tau;
1. sistem kapitalis mengharuskan perusahaan mengeruk keuntungan sebesar2nya
2. Auditor BPK = Audtor independen
3. Auditor independen = e'e/t*i/t*le
4. Bila subsidi dalam hal ini dana PSO telat dibayarkan, maka akan berdampak pada kesejahtraan karyawan (dibaca; bonus/insentif) termasuk direksi dan dekom (biasanya dekom diisi oleh pejabat pemerintah atau koleganya)
5. Selama peraturan yg buat manusia, masih ada cara buat ngakalinnya
saya rasa sema berkaitan
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
24-11-2011, 07:34 AM
(This post was last modified: 24-11-2011, 07:38 AM by kabei.)
(23-11-2011, 06:30 PM)eling Wrote: (23-11-2011, 05:19 PM)kabei Wrote: loh wajar dong eksekutif dan bisnis pake bbm industri :p
yang jelas kewajiban negara menyediakan sarana transportasi murah buat rakyat kecil dah dipenuhi...
kalo eksekutif dan bisnis ya bodo amat 
kalo bis eksekutif,VIP,Bisnis AC siapa yg nanggung susidi solarnya nya Mas Kabei...??? apakah mas Kabei yang menanggung subsidi solarnya bis-bis tersebut...??? mbandingin kok sama yang levelnya lebih rendah :cd:
bandingin tuh sama pesawat donk sekalian :o
pesawat ga disubsidi, tapi tarif bisa lebih terjangkau dari kereta api :ngakak
kereta api, katanya angkutan masal tapi kok mewek ga dapet subsidi :ngakak
jangan jangan klaim kereta api angkutan masal dan murah itu cuma HOAX :ngakak
bus eksekutif dan bisnis???yu tanya aja sama organda, mereka ga keberatan pake BBM non subsidi selama pungli dan biaya siluman dijalanan dihilangkan sama sekali :ngakak
tanya aja sono sama perusahaan bis berapa dia harus bayar buat kir kendaraan, buat retribusi jalanan, retribusi masuk terminal dan lain lain biaya siluman yang gedenya mencapai 30% lebih dari biaya operasional dia????
gw jadi curiga, nih forum lama lama bakalan jadi Forum pecinta PT Kereta api bukan forum pecinta kereta api :ngakak
(23-11-2011, 06:22 PM)Bangunkarta Wrote: seperti yang dipostingkan mas 'g10d... perusahaan monopoli itu udah memiliki keunggulan mutlak... tinggal jaga aja customer trust melalui manajemen yg handal, customer oriented dan manajemen yang visioner
jadi bisnis transportasi nantinya... mari kita lihat mana yang paling efisien, memberi kepuasan ke customer, mau mendengar dan menindaklanjuti keluhan penumpang, memberikan customer care dan who will survive.....
masalah ini coba temen temen cek deh, apakah bener keretaq api butuh karyawan sebanyak ini????
cek juga para pegawai rekrtumen baru (tukang kartjis, PKD, kondektur) dengan pegawai kereta api saat ini, apakah ada hubungan keluarga ga???berapa persen yang memiliki hubungan keluarga ??:siul:
jadi inget kenapa alat buat memeriksa tiket untuk masuk di stasiun ga berfungsi padahal sudah diinstal :siul:
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(24-11-2011, 07:34 AM)kabei Wrote: masalah ini coba temen temen cek deh, apakah bener keretaq api butuh karyawan sebanyak ini????
cek juga para pegawai rekrtumen baru (tukang kartjis, PKD, kondektur) dengan pegawai kereta api saat ini, apakah ada hubungan keluarga ga???berapa persen yang memiliki hubungan keluarga ??:siul:
jadi inget kenapa alat buat memeriksa tiket untuk masuk di stasiun ga berfungsi padahal sudah diinstal :siul:
Kira2 ngeceknya kemana & dimana, Om...? Kasih link-nya dong...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
(24-11-2011, 09:21 AM)see_204XX Wrote: (24-11-2011, 07:34 AM)kabei Wrote: masalah ini coba temen temen cek deh, apakah bener keretaq api butuh karyawan sebanyak ini????
cek juga para pegawai rekrtumen baru (tukang kartjis, PKD, kondektur) dengan pegawai kereta api saat ini, apakah ada hubungan keluarga ga???berapa persen yang memiliki hubungan keluarga ??:siul:
jadi inget kenapa alat buat memeriksa tiket untuk masuk di stasiun ga berfungsi padahal sudah diinstal :siul:
Kira2 ngeceknya kemana & dimana, Om...? Kasih link-nya dong...  ya jangan tanya gw lah :o
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
24-11-2011, 09:33 AM
(This post was last modified: 24-11-2011, 09:44 AM by eling.)
(24-11-2011, 07:34 AM)kabei Wrote: mbandingin kok sama yang levelnya lebih rendah :cd:
bandingin tuh sama pesawat donk sekalian :o
pesawat ga disubsidi, tapi tarif bisa lebih terjangkau dari kereta api :ngakak
kereta api, katanya angkutan masal tapi kok mewek ga dapet subsidi :ngakak
jangan jangan klaim kereta api angkutan masal dan murah itu cuma HOAX :ngakak
bus eksekutif dan bisnis???yu tanya aja sama organda, mereka ga keberatan pake BBM non subsidi selama pungli dan biaya siluman dijalanan dihilangkan sama sekali :ngakak
tanya aja sono sama perusahaan bis berapa dia harus bayar buat kir kendaraan, buat retribusi jalanan, retribusi masuk terminal dan lain lain biaya siluman yang gedenya mencapai 30% lebih dari biaya operasional dia????
gw jadi curiga, nih forum lama lama bakalan jadi Forum pecinta PT Kereta api bukan forum pecinta kereta api :ngakak
apakah pesawat ada biaya perawatan awan yang dilintasi pesawat mas kabei...???
biaya perawatan kereta tidak semurah perawatan bis dan truk mas kabei, semurah2nya sparepart kereta dari china, masih tetep lebih mahal sparepart kereta dibanding bis/truk mas kabei....
"sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2006, dimana pemerintah wajib memberikan subsidi terhadap angkutan umum, termasuk kereta api" karena Peraturan Presiden ini, wajarlah Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia menuntut subsidi BBM, Bagaimana menurut mas Kabei....???
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
Quote:bruakakakakaka...........
[quote]apakah pesawat ada biaya perawatan awan yang dilintasi pesawat mas kabei...???
perawatan rel biayanya ditanggung pemerintah
*perasaan sudah ada orang kereta api disini yang menjawab ini :siul:
Quote:"sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2006, dimana pemerintah wajib memberikan subsidi terhadap angkutan umum, termasuk kereta api" karena Peraturan Presiden ini, wajarlah Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia menuntut subsidi BBM, Bagaimana menurut mas Kabei....???
bruakakakakak ngakak lagi, kereta ekonomi sudah tuh disubsidi trus kurang apa???
*moga aja besok ga ada penumpang pesawat (penumpang lion, garuda, merpati, batavia dll) yang minta avtur disubsidi juga :ngakak:ngakak
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
4
(22-11-2011, 08:32 PM)Bangunkarta Wrote:
dari hal tersebut... mangkanya saya heran.. dengan berbagai kelebihan yang dimiliki dalam banyak hal... apa iya, perusahaan segede gaban gitu musti menuntut perlakukan yang sama dengan usaha kecil atau menengah yang baru tumbuh, masih kembang-kempis dan senen-kemis, selain itu bukankah likuiditas, asset, kekuatan SDM, kekuatan finansial, networking dan pengalaman yang dimiliki usaha-usaha tersebut hanya seujung kuku jika dibandingkan dengan PT KA.....
is there another opinions 
gue demen neh ama komen terkahir 
perusahaan segede gaban yg "katanya" terus merugi sampe2 menuntut untuk dapet bbm bersubsidi,?kan subsidi udah ada buat K3,klo gitu yg salah dimanakah,yg jelas mungkin di manajemennya aja yg........(jawab sendiri tuh yg titik2) :p
benerin dulu tuh sarana kreta penumpang,konsumen aja banyak yg ngeluh entah karna services atau prasarana,baru deh nuntut yg lain(termasuk PSO untuk KA barang)
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Kalau diwacanakan bahwa lokomotif yang khusus menarik KA ekonomi boleh menenggak BBM subsidi sementara KA lainnya (yang menarik EXA atau barang) tidak boleh, well.... Itu akan membuat opersional KA berbelit sekali.
Karena dalam satu hari, sebuat lokomotif bisa dioperasikan untuk menarik berbagai jenis kereta api.
Apalagi perusahaan KA khusus KA subsidi, seperti Amtrak di Amerika, tidak ada.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
saya coba kutip laporan tentang potensi pasar kereta api di indonesia. untuk lebih detail dan lengkap, silahkan di download link nya yang telah saya berikan dipostingan saya sebelumnya.
Laporan ini disusun oleh Joris Van der Ven, Konsultan Transportasi yang dilibatkan melalui Indonesia Infrastructure Initiative (IndII), sebagai bagian dari bantuan tahap I penyusunan Rencana Induk Perkeretaapian Indonesia, yang didanai oleh AusAID.
© IndII 2010
saya langsung saja ke bab 4.2 sampai 4.4, dimana didalamnya berhubungan erat dengan thread ini. selamat menyimak.
[spoiler]
Quote:4.2 Dampak dari Kebijakan Terhadap Pembagian Pangsa Pasar Moda Transportasi
Kebijakan pemerintah terkait pajak infrastruktur, harga BBM, pemberian subsidi untuk layanan non-komersial dan warisan dari hubungan masa lalu antara perusahaan kereta api dan pemerintah diperkirakan memberikan dampak yang nyata terhadap pangsa pasar kereta api dan angkutan jalan di sejumlah pasar transportasi. Khususnya, angkutan jalan mungkin telah mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar dari yang seharusnya didapatkannya untuk tugas-tugas pengangkutan yang sebenarnya lebih coock dikerjakan oleh kereta api.
Untuk angkutan barang berat dalam jarak sedang (lebih dari 250 km), angkutan jalan mampu bersaing dengan menawarkan tarif yang sangat rendah yang dapat dilakukan dengan membawa beban yang berlebihan-hingga sekitar 60 persen lebih besar dari kapasitas angkut aslinya. Dengan praktek seperti ini, angkutan jalan mengakibatkan kerusakan yang sangat besar pada infrastruktur jalan, namun tidak turut menanggung biaya kerusakan tersebut. Ini bisa dikatakan sebagai suatu „subsidi tidak langsung? dalam persaingannya dengan angkutan kereta api. Dengan kata lain, tidak ada persaingan yang adil antara kedua moda transportasi ini.
Di pasar angkutan penumpang jarak jauh, angkutan udara mungkin juga telah menikmati keuntungan dari perjalanan udara domestik yang tidak dibebani biaya maksimal dari infrastruktur sektor penerbangan (bandara, air traffic control di bandara dan layanan navigasi) dan, sampai akhir-akhir ini, operator angkutan udara diperbolehkan beroperasi dengan berorientasi pada biaya operasional yang lebih rendah, namun dengan mengabaikan standar keamanan.
Tidak semua pergeseran dalam hal pangsa pasar angkutan bisa dianggap sebagai persaingan yang tidak adil antara kereta api dan moda transportasi pesaingnya. Perusahaan kereta api selama ini terkesan lamban dalam bereaksi terhadap perubahan kebutuhan di pasar alat transportasi. Di saat perusahaan kereta api berusaha untuk menawarkan format layanan baru bagi pelaku pasar sektor
swasta, perusahaan ini mungkin tidak menemukan formula maupun partner kerjasama yang tepat. Memang perusahaan kereta api sebagai perusahaan milik negara tidak bisa sefleksibel para pemain swasta di pasar.
4.3 Menciptakan atmosfer persaingan yang setara bagi kereta api
Karena para pengguna angkutan penumpang dan barang bebas memilih moda transportasi yang disukainya, cara paling efektif untuk memanfaatkan kelebihan kereta api dari segi biaya operasional yang lebih murah dan kelebihan lainnya (biaya eksternal yang lebih murah) adalah dengan memperhitungkannya dalam biaya transportasi, yaitu lewat tarif penumpang dan muatan. Ini berarti bahwa harga adalah alat untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Untuk menghindari persaingan yang tidak adil dalam hal penggunaan infrastruktur antara moda-moda transportasi yang berbeda, metode yang digunakan adalah dengan membebankan biaya penggunaan infrastruktur pada semua moda transportasi, atau paling tidak membebankan sebagian dari biaya tersebut. Ini sudah menjadi kebijakan pemerintah selama dua dekade namun telah terbukti sulit untuk diimplementasikan.
Agar kelebihan kereta api dalam hal biaya eksternal yang lebih rendah bisa dibaca oleh pasar, instrumen harga juga menjadi alat utama. Ini dapat dicapai dengan menarik pungutan yang berbeda-beda dari tiap moda transportasi yang mewakili (penilaian pemerintah/masyarakat akan) dampak negatif yang ditimbulkan oleh tiap moda. Jadi, sebagai contoh, biaya yang dibebankan kepada operator angkutan jalan sebagai harga yang harus dibayar kepada masyarakat atas biaya eksternal akan memperhitungkan elemen polusi CO2.
Untuk layanan angkutan penumpang dan barang komersial, metode ini dipandang lebih baik daripada metode lainnya yang memberikan subsidi pada moda transportasi yang lebih disukai karena alasan apapun. Meskipun harga bukanlah instrumen yang sempurna, namun metode ini memiliki lebih sedikit kekurangan dibandingkan metode subsidi. Subsidi juga dapat mengakibatkan permintaan meningkat terlalu banyak, menciptakan penyimpangan di pasar dan tidak dapat dijalankan terus-menerus karena
kendala finansial yang ditimbulkannya. Metode subsidi juga cenderung sulit untuk dicabut walaupun kondisi sudah tidak sesuai lagi untuk menerapkan kebijakan ini. Untuk layanan kelas ekonomi (antarkota maupun komuter) mekanisme pengaturan harga ini tidak bisa dijalankan jika pemerintah tetap melanjutkan kebijakannya menerapkan harga pada level yang tidak bisa menutupi biaya operasional. Namun, opsi lainnya masih ada untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Ini masih meninggalkan pertanyaan faktor-faktor apa yang dianggap penting dan bagaimana menilai faktor-faktor tersebut. Ini merupakan masalah ekonomi politis yang harus diputuskan setelah adanya konsultasi dan debat antara pihak-pihak yang terkait. Seperti dibahas di bawah, langkah pertama yang penting untuk mengawali perdebatan ini adalah dengan menyusun fakta-fakta dan menyajikannya kepada pihak-pihak terkait.
4.4 Akankah kebijakan pemerintah berubah di masa depan?
Pembahasan singkat berikut ini menggarisbawahi fakta bahwa perubahan kebijakan pemerintah mengenai harga dan kebijakan lain yang mempengaruhi kondisi di pasar dapat membawa dampak yang nyata pada muatan yang dibawa oleh kereta api dan moda transportasi lainnya, dan juga pada kebutuhan kapasitas dan investasi dari operator kereta api. Dalam membuat perkiraan pasar perlu adanya evaluasi dari dampak-dampak ini dibandingkan dengan kebijakan yang tidak berubah dalam waktu yang dapat ditentukan. Perlu juga dikembangkan asumsi mengenai dukungan yang dapat diberikan pemerintah Indonesia untuk layanan kelas ekonomi yang harus diberikan oleh perusahaan kereta api yang tidak dapat menutup biaya operasionalnya.
[/spoiler]
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|