Posts: 1,401
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
24
(07-08-2011, 07:15 PM)rivera Wrote: permisi para sepuh. mau share nih
hari ini saya baru saja melakukan perjalanan naik KA 7 dari klaten ke jatinegara
saya dapet kereta eksekutif 3 no 8A. kesan yang saya dapatkan adalah kereta ini sangat sangat buruk karena banyak kaca yang terkena lemparan batu dan sangat berbeda sekali ddengan KA 10 yang sehari sebelumnya saya naiki
kembali ke KA 7.
hari ini KA 7 tiba di klaten dari solo pukul 8.20, boleh dikatakan sangat tepat waktu. di eksa 3 yang saya naiki penumpang dari solo tidak begitu banyak. baru bertambah di YK dan itupun tidak penuh.
perjalanan sangat lancar tanpa tersendat sedikitpun sehingga KA 7 masuk PWT pukul 11.14 waktu jam saya. di sini penumpang yang naik mampu memenuhi sisa ruang kosong di eksa 3.
selepas purwokerto saya merasakan sesuatu yang janggal. karena KA 7 belum sekalipun bertemu kereta api dari barat sehingga KA ini seakan bebas melaju.
lawan silang pertama KA 7 yg saya naiki adalah KA Purwojaya. lokasi persilangan di stasiun bumiayu. distasiun ini pun KA 7 melaju dengan kecepatan sedang karena Purwojaya sudah menunggu untuk memberi jalan kepada raja lintas kroya cirebon pada siang hari ini. disini saya mulai yakin ada yg tidak beres dengan KA dari barat.
KA 7 terus melaju melintasi linggapura tanpa ada KA dari barat yang menunggu. melintasi prupuk barulah terlihat KA Kutojaya berhenti manis di spoor 1 memberi jalan pada KA 7. di tiap stasiun selepas prupuk tidak satupun KA dari barat yang menampakkan batang hidungnya.
saya sangat menantikan persilangan dengan KA 10. karena sehari sebelumnya (6-8-2011), saat saya menumpang KA 10, kereta saya bersilang dengan KA 7 di stasiun songgom dan saat itu KA 10 terlambat berangkat dari gambir selama 15 menit.
barulah di ketanggungan barat terlihat KA fajar utama YK berhenti di spoor 1 memberi jalan KA 7. selanjutnya di stasiun Ciledug KA 7 lagi lagi mendapatkan jalan bebas hambatan, terlihat di jalur belok KA sawunggalih utama tujuan kutoarjo sedang berhenti.
memasuki sinyal masuk Sindang Laut KA 7 tertahan sebentar, beberapa detik kemudian KA kembali meaju dan masuk ke spoor belok. tidak berapa lama masuk langsung KA Taksaka tujuan YK.
disini saya yakin ada masalah dengan KA dari barat dan KA 10 belum nampak.
KA 7 tertahan sekitar 5 menit. sebelum masuk stasiun luwung. saat itu saya melihat jam di hp saya menunjukkan pukul 13.20 menit. setelah itu KA 7 masuk spoor belok stasiun luwung dan di jalur 2 terlihat KA bogowonto. setelah bogowonto berangkat KA 7 tetap menunggu manis di jalur 3 stasiun luwung. 30 menit KA ini ditahan di luwung. akhirnya petugas KA 7 mengumumkan bahwa ka argo lawu belum bisa diberangkatkan dari stasiun luwung karena ada antrian di cirebon. sekitar pukul 14.05 KA 10 melintas kencang dari arah cirebon. beberapa detik kemudian KA 7 kembali melanjutkan perjalanan.
saat berhenti tadi sempat diperingatkan bahwa di sinyal setelah stasiun luwung ada pelemparan batu dan sebaiknya waspad. benar saja, baru sebentar ka berjalan banyak batu beterbangan menambah retakan pada jendela.
setelah cirebon KA 7 kembali berjalan normal. pukul 15.51 KA 7 melintas langsung di cikampek. tidak ada gangguan sampai akhirnya KA tertahan di stasiun lemah abang. KA terus tertahan hingga stasiun kranji. di cakung KA 7 melintas langsung dan menyusul KA lokal. akhirnya saya mengakhiri perjalanan di jatinegara pada pukul 17.25
kemaren emang ada masalah di sekitar dipo lok JNG kalo gak salah ada kebakaran
jadi hampir semua kereta dari barat ntu padet banget traficnya di seputaran JNG lok2 banyak yang gak bisa keluar
gopar KA 26 aja ditahan di petak cikini -MRI bareng KRL sekitar 30 menit
My Train Frequent Passanger Card
[spoiler]
![[Image: 0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg]](http://distilleryimage6.instagram.com/0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg) [/spoiler]
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
(08-08-2011, 12:16 AM)garlikboy Wrote: (07-08-2011, 10:36 PM)CC203 35 Wrote: Telatnya parah juga nih.
Tapi,ko' bisa yaa Taksaka di depan Argo Dwipangga?
Kalau masalah kaca yg terkena lemparan batu sih wajar.
memang sekarang KA yg masuk CN harus ngantri dulu,apalagi kalau siang-siang.
kok wajar sih bro? harus diberantas lah kegiatan seperti ini, amat sangat merugikan.
yang saya maksud wajar itu bukannya tak perlu diberantas.
Wajar itu maksud saya sudah banyak yg terkena lemparan batu itu.
Posts: 86
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
0
iya tuh harus segera di berantas orang2 seperti itu tp gimana caranya ya? susah sih udah kebiasaan nya orang indonesia pasti merusak. hadeeeh
RF garlikboy, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Posts: 28
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
1
pengalaman saya pertama kali naik kereta ini cukup membuat sedih
awalnya saya ingin naik Senja Utama dari Yogyakarta mau ke Purwokerto tapi kejadian tak terduga saya telat ke stasiun Tugu jadinya pilih alternatif kedua kereta setelah Senja Utama dan itu adalah Argo Lawu
harganya yang sangat membuat saya sedih yaitu Rp. 255.000
saya sempat berdebat dengan penjual karcis kok harganya bisa segitu, sampai saya harus mengalah dan terpaksa membeli karcis KA Argo Lawu utk tujuan Purwokerto
memang saya nya masih awam dalam menaiki Kereta Api
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(09-08-2011, 11:26 PM)jktpwt Wrote: pengalaman saya pertama kali naik kereta ini cukup membuat sedih
awalnya saya ingin naik Senja Utama dari Yogyakarta mau ke Purwokerto tapi kejadian tak terduga saya telat ke stasiun Tugu jadinya pilih alternatif kedua kereta setelah Senja Utama dan itu adalah Argo Lawu
harganya yang sangat membuat saya sedih yaitu Rp. 255.000
saya sempat berdebat dengan penjual karcis kok harganya bisa segitu, sampai saya harus mengalah dan terpaksa membeli karcis KA Argo Lawu utk tujuan Purwokerto
memang saya nya masih awam dalam menaiki Kereta Api 
Nah, ini yg unik antara DAOP V sama DAOP VI
Maaf kalo ini repost, karna untuk menjelaskan.
Kalo KA dari DAOP VI ke DAOP V memang pasti tiap KA nya kena harga full, tapi kalo dari DAOP V khususnya PWT ke DAOP VI kenanya harga khusus PWT-YK-SLO karna mobilitasnya tinggi & blom ada KA lokal yg menghubungkan PWT dengan DAOP VI secara langsung.
Aneh memank, tapi entah kenapa YK-PWT ga pernah ada harga khusus, padahal arus mobilitasnya sama2 tinggi & entah harga khusus ini masi ada ato ga saat nanti KA lokal YK-PWT terealisasi
Posts: 453
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
9
(09-08-2011, 11:26 PM)jktpwt Wrote: pengalaman saya pertama kali naik kereta ini cukup membuat sedih
awalnya saya ingin naik Senja Utama dari Yogyakarta mau ke Purwokerto tapi kejadian tak terduga saya telat ke stasiun Tugu jadinya pilih alternatif kedua kereta setelah Senja Utama dan itu adalah Argo Lawu
harganya yang sangat membuat saya sedih yaitu Rp. 255.000
saya sempat berdebat dengan penjual karcis kok harganya bisa segitu, sampai saya harus mengalah dan terpaksa membeli karcis KA Argo Lawu utk tujuan Purwokerto
memang saya nya masih awam dalam menaiki Kereta Api 
yang ane bold.... kalo ente naek Senjut YK ke PWT berarti bukan naek lawu dong.... kan lawu dari SLO jalannya pagi... kalo yang malem itu dwipangga
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(10-08-2011, 11:27 AM)Andrew_CN Wrote: Nah, ini yg unik antara DAOP V sama DAOP VI
Maaf kalo ini repost, karna untuk menjelaskan.
Kalo KA dari DAOP VI ke DAOP V memang pasti tiap KA nya kena harga full, tapi kalo dari DAOP V khususnya PWT ke DAOP VI kenanya harga khusus PWT-YK-SLO karna mobilitasnya tinggi & blom ada KA lokal yg menghubungkan PWT dengan DAOP VI secara langsung.
Aneh memank, tapi entah kenapa YK-PWT ga pernah ada harga khusus, padahal arus mobilitasnya sama2 tinggi & entah harga khusus ini masi ada ato ga saat nanti KA lokal YK-PWT terealisasi
Mesti ditanyaken ke Kahumas DAOP VI YK tuch, siapa tau dpt penjelasan & jawaban yg brilliant...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 472
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
16
(11-08-2011, 01:06 PM)see_204XX Wrote: (10-08-2011, 11:27 AM)Andrew_CN Wrote: Nah, ini yg unik antara DAOP V sama DAOP VI
Maaf kalo ini repost, karna untuk menjelaskan.
Kalo KA dari DAOP VI ke DAOP V memang pasti tiap KA nya kena harga full, tapi kalo dari DAOP V khususnya PWT ke DAOP VI kenanya harga khusus PWT-YK-SLO karna mobilitasnya tinggi & blom ada KA lokal yg menghubungkan PWT dengan DAOP VI secara langsung.
Aneh memank, tapi entah kenapa YK-PWT ga pernah ada harga khusus, padahal arus mobilitasnya sama2 tinggi & entah harga khusus ini masi ada ato ga saat nanti KA lokal YK-PWT terealisasi
Mesti ditanyaken ke Kahumas DAOP VI YK tuch, siapa tau dpt penjelasan & jawaban yg brilliant... 
Mungkinkah karena kita turun di stasiun tengah? maksudnya begini, kalau kita naik dr YK turun di PWK pasti akan disamakan harganya dengan turun di GMR karena siapa yang akan menjamin orang itu benar turun di PWT? Berbeda situasinya dengan kalau kita naik dari PWT dan turun di YK karena penumpang itu sudah pasti akan turun di YK.
sama kasusnya dengan saya yang akan naik KA Taksaka dari CN ke GMR nanti hari Minggu 14 Agustus 2011, saya hanya terkena harga karcis 80.000 (hampir sama dengan Cireks Bisnis). Tapi kebalikannya kalau saya naik Taksaka dari GMR, pasti saya akan kena harga full 285.000 walaupun saya akan turun di CN. Karena mungkin untuk menjaga penumpangnya nakal dan bablas sampai YK..
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Posts: 1,354
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
15
(11-08-2011, 01:47 PM)MakSaa Wrote: (11-08-2011, 01:06 PM)see_204XX Wrote: (10-08-2011, 11:27 AM)Andrew_CN Wrote: Nah, ini yg unik antara DAOP V sama DAOP VI
Maaf kalo ini repost, karna untuk menjelaskan.
Kalo KA dari DAOP VI ke DAOP V memang pasti tiap KA nya kena harga full, tapi kalo dari DAOP V khususnya PWT ke DAOP VI kenanya harga khusus PWT-YK-SLO karna mobilitasnya tinggi & blom ada KA lokal yg menghubungkan PWT dengan DAOP VI secara langsung.
Aneh memank, tapi entah kenapa YK-PWT ga pernah ada harga khusus, padahal arus mobilitasnya sama2 tinggi & entah harga khusus ini masi ada ato ga saat nanti KA lokal YK-PWT terealisasi
Mesti ditanyaken ke Kahumas DAOP VI YK tuch, siapa tau dpt penjelasan & jawaban yg brilliant... 
Mungkinkah karena kita turun di stasiun tengah? maksudnya begini, kalau kita naik dr YK turun di PWK pasti akan disamakan harganya dengan turun di GMR karena siapa yang akan menjamin orang itu benar turun di PWT? Berbeda situasinya dengan kalau kita naik dari PWT dan turun di YK karena penumpang itu sudah pasti akan turun di YK.
sama kasusnya dengan saya yang akan naik KA Taksaka dari CN ke GMR nanti hari Minggu 14 Agustus 2011, saya hanya terkena harga karcis 80.000 (hampir sama dengan Cireks Bisnis). Tapi kebalikannya kalau saya naik Taksaka dari GMR, pasti saya akan kena harga full 285.000 walaupun saya akan turun di CN. Karena mungkin untuk menjaga penumpangnya nakal dan bablas sampai YK..
gokil amet lawu dari YK turun PWK
di kereta ekonomi juga berlaku hal yang sama, GBMS JAKK-LPN cuma lebih murah 2000 perak daripada JAKK-SGU
Posts: 1,781
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
Stamformasi KA 7 Argo Lawu edisi 24082011 ::
CC 2040801 YK + BP 08501 SLO + K1 08505 SLO + K1 02508 SLO+ K1 08506 SLO + M1 0 68 01 CN (Strip eksis) + K1 08507 SLO + K1 08508 SLO + K1 08503 SLO + K1 08502 SLO + B 0 82 09 YK
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. 
|