Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kapan Kita Punya CC 100?
#11
(28-04-2011, 12:49 PM)rahmanx2 Wrote:
(28-04-2011, 10:16 AM)Krusty Krupp Wrote: Lokomotif jenis ini slain lebih ringan dari lok diesel (yang dah dijelasin ama mas Charles) juga ramah lingkungan krana polusinya mendekati 0 persen
ketimbang lok diesel ato uap
Kalo gak salah TGV yg ktanya kereta tercepat di Eropa juga pakai lok listrik ya Bingung


TGV bukannya EMU yak? ga pake lok...

kalo mau punya lok elektrik ya harus bikin jaringan LAA dulu..
pemasuk listrik mampu ga memasok kebutuhan LAA sejawa (lah wong jabodetabek aja byar-pet mulu..)

TGV tuh emu tapi dari info seorang rf, dia lebih ke rangkaian push-pull, dua lokomotif di tiap ujung rangkaian dengan daya masing2 4500 HP. gak seperti krl biasa yg punya tm di beberapa kereta.

hehe... bener juga. kita harus mikirin perbaikan pasokan listrik sebelum mulai elektrifikasi. tapi saya rasa dengan kondisi sekarang ini elektrifikasi - atau pengalihan sumber tenaga kereta dari bahan bakar fosil ke sumber energi lain, mungkin fuel cell - adalah pilihan mutlak

(28-04-2011, 12:55 PM)ady_mcady Wrote: apakah berat lok listrik yang ringan tidak merugikan? katanya lok harus berat supaya tidak slip waktu mulai berjalan?

btw, benarkah jalur elektrifikasi didaerah pegunungan sangat efisien dan bermanfaat? karena rangkaian ka yang sedang turun akan menghasilkan listrik dari rem dinamik, yang dikembalikan ke catenary, untuk selanjutnya digunakan sebagai tambahan daya listrik untuk rangkaian ka lain yang sedang menanjak naik?

mohon pencerahannya..

gak harus lok listrik kk... lok bb aja pernah terguling gara2 nyeruduk kerbau... ada tritnya di semboyan35 , tapi lupa ntah di mana... klo buat ngakalin tekanan gandar yg ringan, object deflector-nya harus bagus. tapi, keuntungannya bobot ringan adalah rel lebih awet.

pengereman dinamik paling gak bisa mengurangi konsumsi energi total. satu mobil hibrid saja bisa secara teori menghemat konsumsi bbm hingga 35%, coba klo jumlah itu di-scale-up buat kereta yg dayanya sekitar 2000 HP. ada referensi di wiki soal jalur kereta yg justru secara netto menghasilkan listrik, udah saya sebutin di trit elektrifikasi yg lainnya.

rencana panjang... Ngiler
butuh komitmen dari investor dan pemerintah.... Xie Xie

well, ada pendapat yg berbeda juga. coba baca ini deh
buat yg ngerti soal energi dan infrastruktur mungkin bisa ngebantu menjelaskan Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#12
@kikansha_otaku,

kayaknya saya pernah lihat link yang anda berikan. itu kalo tidak salah membahas perbandingan untung-rugi lok listrik vs lok diesel di india ya?

intinya tulisan tersebut: lok listrik ternyata lebih boros dari lok diesel.

saya lupa itu versi lengkapnya ada dimana (dulu saya pernah copy filenya tapi hilang entah kemana). barangkali anda punya versi lengkap tulisan tersebut bisa di berikan disini.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#13
Berarti dari sisi pembangkitan energi listriknya lebih boros dari lok DE dong Bingung
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#14
@ady_mcady: saya juga pernah nemu dokumen lengkapnya, tapi di-save entah ke mana dan googling lagi udah tenggelam... klo ada yang masih punya mungkin bisa di-share di googledocs

@krupp: ndak tau juga ya... tapi dari prinsip umum yg udah diketahui, satu unit bertenaga besar lebih efisien daripada banyak unit bertenaga kecil, dalam hal ini unit besar itu adalah pembangkit listrik dan unit kecilnya adalah mesin diesel lok DE. klo bisa diukur energy loss dari tiap lok diesel di sistem transmisi elektriknya (2000HP -> 1800HP u/ c1) dan energy loss dari sistem pembangkit+transmisi untuk sampai ke kereta, kita bisa dapat gambaran jelas mana yang lebih unggul.

hanya saja, memang harus realistis, PLN belum bisa men-supply listrik untuk jalur kereta karena kebutuhan domestik pun belum terpenuhi.

dikit referensi lagi
http://www.fgould.com/uk/research-and-fe...ification/
http://www.business-standard.com/india/n...on/199255/
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#15
Sekarang juga bisa membangkitkan CC 100 kok!
Kalau mau melestarikan KA Langsam dkk. pakai saja CC 100 tersebut untuk menarik KA langsam.
Tapi kita tinggal tunggu pemerintah aja...
Mau ato kagak...Pasrah Aja Dah
Reply
#16
kalo seluruh daop 1 telah terelektrifikasi (gak tahu kapan?), barangkali angkutan batubara cigading-bekasi bisa ditarik sama cc 100 ini?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#17
CC100??bentuknya??
Reply
#18
power lok listrik memang kuenceng bgt, di sekitar Asia Selatan sudah menjadi lok utama untuk menarik rangkaian yang panjang nih contoh :
▶ YouTube

berharap semua kereta di banten kaya gini...
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
#19
(23-05-2011, 07:09 AM)muhammad bilal Wrote: CC100??bentuknya??

Bisa kayak bonbon, atau Lok Modellboeaja.
Saya gak punya gambarnya.Xie Xie Tapi kalo ada yang punya, share aja.
Bentuknya kayak BB 300 dan di atas kabinnya terdapat pantograph.
Reply
#20
(23-05-2011, 02:30 PM)Gregoriusparahyangan Wrote: [spoiler=power lok listrik memang kuenceng bgt, di sekitar Asia Selatan sudah menjadi lok utama untuk menarik rangkaian yang panjang nih contoh :]
▶ YouTube
[/spoiler]

berharap semua kereta di banten kaya gini...


memang sih dari segi rasio berat/daya dan kecepatan mesin yang dihasilkan bagusan lok E, apalagi di India lebar sepurnya diatas ukuran standart (kalo gak salah sekitar 1,6 meter), jadi sepurnya bisa ngebut wuzz...wuzz...wuzz...Ngeledek
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)