Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kapan Kita Punya CC 100?
#1
setelah bonbon pensiun, gak ada penggantinya kah?

padahal, katanya tante wiki, lok elektrik itu yg paling kuat dibandingin jenis-jenis lok lain, dan paling efisien.

eww... klo ada yg punya inpo ttg lok elektrik, sekalian share di sini aja kk.... Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#2
mungkin di jamannya kali ya paling efesien, lah tinggal starter langsung jalan, ga pakai manasin ketel dulu kyk lok uap atau manasin mesin dulu kyk lok diesel.
kalau untuk pengganti jika hanya untuk di seputaran jabodetabek, kyknya mubazair sih nggak, tapi kan dah ada KRL...

Paling nunggu elektriksasi LAA di petak2 tertentu atau se pulau jawa sekalian. Amin ya robbal alamin...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#3
Sebenarnya judul "CC 100" itu kurang tepat, karena angka 1 di awal sudah digunakan untuk kode loko diesel mekanik, sehingga kode yang bisa digunakan adalah CC 400 (karena kode 4 belum digunakan).

Lokomotif listrik itu sendiri dapat menggunakan metode traksi chopper (DC-DC) maupun VVVF (baik GTO maupun IGBT), yang mana berat sebuah lokomotif listrik untuk keluaran daya yang sama memiliki massa total SO yang lebih ringan dari lokomotif diesel elektrik (sebagai perbandingan, loko listrik Bombardier di Jerman dengan daya 2200 HP memiliki massa 80 ton, sedangkan loko DE CC 202 dengan daya keluaran yang sama massanya 108 ton).

Skema kendali yang dikenal selama ini:

Chopper

[Image: dc-ch-con.gif]

VVVF

[Image: 3ph-loc.gif]

Untuk masalah kapan di negeri kita bisa ada lokomotif listrik seperti di Jepang (Japan Railways), sepertinya perlu ada proses elektrifikasi dan pembangunan gardu-gardu induk sebagai pemasok arus sebelum lokomotif listrik dapat beroperasi secara maksimal.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#4
Mengacu pada peraturan terakhir yang berlaku mengenai penomoran lokomotif, nomor CC 100 masih mungkin dipakai. Menurut peraturan itu, kode 1 untuk lokomotif elektrik, kode 2 untuk lokomotif diesel elektrik, kode 3 untuk lokomotif diesel hidrolik, kode 4 untuk lokomotif dual mode (gabungan elektrik dan diesel elektrik). Lokomotif diesel menanik sudah tidak terdaftar lagi.
Reply
#5
Nunggu jika jalur Jakarta - Cikampek - Cirebon dielektrifikasi, baru ada lagi lok listrik..
Reply
#6
apa menariknya lok ini??
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#7
Lokomotif jenis ini slain lebih ringan dari lok diesel (yang dah dijelasin ama mas Charles) juga ramah lingkungan krana polusinya mendekati 0 persen
ketimbang lok diesel ato uap
Kalo gak salah TGV yg ktanya kereta tercepat di Eropa juga pakai lok listrik ya Bingung
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#8
(28-01-2011, 02:25 PM)jadrians Wrote: Nunggu jika jalur Jakarta - Cikampek - Cirebon dielektrifikasi, baru ada lagi lok listrik..

betul betul betul ...
dan juga elektrifikasi daops lain juga Xie Xie
Reply
#9
(28-04-2011, 10:16 AM)Krusty Krupp Wrote: Lokomotif jenis ini slain lebih ringan dari lok diesel (yang dah dijelasin ama mas Charles) juga ramah lingkungan krana polusinya mendekati 0 persen
ketimbang lok diesel ato uap
Kalo gak salah TGV yg ktanya kereta tercepat di Eropa juga pakai lok listrik ya Bingung


TGV bukannya EMU yak? ga pake lok...

kalo mau punya lok elektrik ya harus bikin jaringan LAA dulu..
pemasuk listrik mampu ga memasok kebutuhan LAA sejawa (lah wong jabodetabek aja byar-pet mulu..)
145/146 Brantas, Selalu dihati Selalu dinanti


[Image: Brantas.gif]
Reply
#10
apakah berat lok listrik yang ringan tidak merugikan? katanya lok harus berat supaya tidak slip waktu mulai berjalan?

btw, benarkah jalur elektrifikasi didaerah pegunungan sangat efisien dan bermanfaat? karena rangkaian ka yang sedang turun akan menghasilkan listrik dari rem dinamik, yang dikembalikan ke catenary, untuk selanjutnya digunakan sebagai tambahan daya listrik untuk rangkaian ka lain yang sedang menanjak naik?

mohon pencerahannya..
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)