Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur mati Rangkasbitung-Labuan
#71
Kapan yah kira-kira jalurini aktif kembali, kemaren sempet main ke Labuan dan melewati beberapa perlintasan dan melihat satu jembatan. Padahal kalo aktif pasti rame penumpangnya terutama yang rangkas-labuan dan bisa mengurangi beban jalan raya..
Reply
#72
masih lom kebayang ma jalur2 mati ini
kalo percabangan d CGD yg ke kanan itu kmana? ANK y??
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#73
(19-03-2011, 11:33 AM)ghazbhuld Wrote: Lagi iseng googling, nemu yang ginian:
STUDI KELAYAKAN MENGHIDUPKAN KEMBALI JALAN KERETA API
LINTAS RANGKASBITUNG – LABUAN
Berdasarkan hasil studi Departemen Perhubungan melalui Studi Lintas Cabang Jalan Kereta Api di
Wilayah Banten diperoleh bawah jalan kereta api lintas Rangkabitung – Labuan menjadi urutan ke-2
diprioritaskan untuk ditangani setelah lintas Cilegon – Anyer. Untuk itu maka dilakukan studi kelayakan
menghidupkan kembali jalan kereta api lintas Rangkasbitung – Labuan dengan maksud untuk
mengetahui kelayakan pengaktifan kembali jalur ini baik dari aspek teknis, keuangan, ekonomi dan
lingkungan sehingga dapat dijadikan pedoman dalam perencanaan dan pembangunan jalan kereta api
khususnya pada lintas yang menghubungkan Rangkasbitung dengan Labuan.
Jalan kereta api lintas Rangkasbitung – Labuan sudah tidak beroperasi sejak tahun 1982. Kondisi
prasarana saat ini dalam kondisi memprihatinkan dengan jalur rel, bantalan, penambat sebagian sudah
hilang dan terjadi perubahan fungsi jalan rel menjadi lahan fasilitas masyarakat.
Skenario prediksi pertumbuhan peramalan perjalanan dilakukan dalam 3 skenario yaitu skenario pesimis
3,88%/tahun, skenario normal 4.60%/tahun dan skenario optimis 5.53%/tahun. Proposi jumlah pengguna
yang beralih ke moda kereta api lintas Labuan – Rangkasbitung – Jakarta 4.170 orang/hari (ekonomi non
AC) dan 3.835 orang/hari (ekonomi AC), dan sebaliknya untuk lintas Jakarta – Rangkasbitung – Labuan
3.824 orang/hari (ekonomi non AC) dan 3.534 orang/hari (ekonomi AC). Berdasarkan loading profile
perjalanan diperoleh untuk moda KA kelas ekonomi non AC, puncak jumlah penumpang per hari terjadi
pada segmen Pandeglang – Warunggunung 1.396 pnp/hari dan segmen Jakarta – Rangkasbitung 2.555
pnp/hari. Sedangkan untuk moda KA kelas ekonomi AC, terjadi pada segmen Rangkasbitung – Jakarta
1.310 pnp/hari dan segmen Jakarta – Rangkasbitung 2.432 pnp/hari.
Rencana operasi kereta api meliputi: jenis pelayanan kelas ekonomi non AC, lintas pelayanan Labuan –
Rangkasbitung – Jakarta, jenis sarana lokomotif CC 201 dan kereta K3, Panjang lintasan 136,09 km,
kecepatan operasi 60 km/jam, waktu tempuh 272 menit, waktu berhenti di stasiun 64 menit, total waktu
perjalanan (2 arah) 400 menit, waktu operasi kereta api 17 jam dan biaya penumpang per km Rp.
135,19. Dengan asumsi jumlah penumpang kereta api 90% dari potensi jumlah penumpang maksimal
(pnp/hari) dan 1 rangkaian kereta api terdiri dari lokomotif dan 12 kereta K3 diperoleh jumlah trip kereta
api untuk skenario pesimis 6 trip/hari, skenario normal 7 trip/hari dan skenario optimis 9 trip/hari.
Dikarenakan rute pelayanan terintegrasi dengan rute pelayanan Rangkasbitung – Jakarta, maka tidak
dibutuhkan pengadaan sarana kereta api.
Kebutuhan pengembangan jalan kereta api direncanakan kelas jalan rel adalah kelas IV dengan tipe rel
R-54, jenis bantalan baja, jenis penambat tipe pandrol e-clip. Pengembangan prasarana lainnya meliputi:
pengembangan 8 stasiun. pengembangan seluruh jembatan/bangunan hikmat, pengembangan 8
perlintasan sebidang jalan, pengembangan sinyal dan telekominkasi sistem mekanik.
Masa operasi kereta api selama 20 tahun (2013 – 2032) dengan 3 tahun awal (2010 – 2012) digunakan
untuk persiapan, kontruksi dan pengadaan sarana. Estimasi biaya meliputi: biaya detail teknis sebesar
1,5% dari biaya konstruksi, estimasi biaya kebutuhan pengembangan jalan kereta api Rp.
284.988.290.416 (dengan PPN 10%), biaya pemeliharaan prasarana 3% dari biaya konstruksi, tidak ada
biaya pengadaan sarana kereta api dan biaya operasi dan pemeliharaan sarana Rp. 15.797.480/lintas.
Total estimasi manfaat ekonomi (penghematan BOK, nilai waktu dan polusi udara) untuk skenario
pesimis selama 20 tahun Rp. 5.290.112.376.513, skenario normal Rp. 5.956.178.972.143, skenario
optimis Rp. 6.970.895.993.040. Estimasi pendapatan kereta api dari tahun 2013 – 2032 untuk skenario
pesimis Rp. 908.243 juta, skenario normal Rp. 1.004.277 juta dan skenario optimis Rp. 1.151.011 juta.
Hasil analisis kelayakan ekonomi, EIRR untuk skenario pesimis 52,55%, EIRR skenario normal 54,66%
dan EIRR skenario optimis 57,03%. Hasil analisis finansial FIRR untuk skenario pesimis 4,35%, FIRR
skenario normal 5,66% dan FIRR skenario optimis 5,96%. Rencana menghidupkan kembali jalan kereta
api lintas Rangkasbitung – Labuan ini memberikan kontribusi yang cukup baik dan layak untuk dibangun
dilihat dari kelayakan ekonomi, namun jika dilihat dari kelayakan finansial belum dapat dikatakan layak.
Sumber: http://perkeretaapian.dephub.go.id/index...&Itemid=45

semoga saja studi ini ditindaklanjuti dengan realisasi, mengingat sejarah kelam dari pembangunan jalan ini....
selain itu juga untuk lebih memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat Provinsi Banten selain Bus.


[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#74
(29-04-2011, 11:48 PM)aatea_goparmania Wrote: masih lom kebayang ma jalur2 mati ini
kalo percabangan d CGD yg ke kanan itu kmana? ANK y??

Cabang ke Labuan dari RK, kalau tidak salah sekarang jadi lapangan.

[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]
Reply
#75
(30-09-2009, 05:20 PM)titotea Wrote: No comment sama Thread Ini,Coba kalo aktif kan bisa jadi jalur wisata tuh melewati pantai segala Huaaaa.....hik..hik ,Kok nggak kayak jalur Koit lainnya yang dipetakan di Atlas sekarang,Kok 2 jalur Koit bikinan jepang yaitu bayah-saketi dan Muaro-pekanbaru nggak dimasukin ke atlas ya??

ane baru tau jalur ini gak udah gak aktif malahan dari peta jalur KA di pulau jawa dan madura. ternyata gak cuma jalur ini ajah gan. banyak jalur yang udah mati. dan kebanyakan jalur itu adalah jalur2 yang bersejarah dengan panorama alam yang luar biasa.
Lok Merah BiruLok Merah BiruLok Merah Biru
Reply
#76
kalau studi telah menyimpulkan bahwa penghidupan kembali jalur ini sudah layak secara ekonomi namun belum secara finansial, itu berarti sebenarnya dalam jangka panjang, jalur ini sangat layak untuk dihidupkan kembali. selain sebagai salah satu sumber pendapatan, potensinya untuk mengedepankan kereta api sebagai sarana transformasi rakyat sangat besar. hanya saja ketersediaan anggaran belum memungkinkan untuk direalisasikan saat ini. kecuali jika ada investor yang bersedia menanamkan modalnya di jalur ini. cmiiw
saya sendiri berkeyakinan, jalur ini akan segera dihidupkan kembali. #ngarep
Reply
#77
(29-09-2009, 09:42 PM)ouilevio Wrote: ayolah guys... qt sgr berindak, jgn trll byk omong. Oce!

bener tuh om , kpn nh !
klo jadi share ke yang lain , buat pengalaman ane juga om .
maap masih newbi .......




NgilerNgilerNgiler
Reply
#78
Dulu ke labuan ada kereta apa aja ? Bingung Sakit

Dulu ke labuan ada kereta apa aja ? Bingung Sakit

[Image: rangkasjaya.jpg]
Reply
#79
(11-05-2009, 12:57 PM)spoorsoni Wrote:
(30-03-2009, 02:52 PM)g10d Wrote: [quote="Indoneshia Kakutetsu"]Saketi - Bayah itu buatan Jepang.. Mana mungkin Jepang sendiri yang nyabut.. Itu memang hilang dicuri orang..
Memang betul bukan jepang yang cabutin itu rel Saketi Bayah, tapi bangsa kita sendiri. Kalo untuk jembatan Kereta Api yang ada di sepanjang pantai bayah emang dulu sengaja di rusakin oleh rakyat Indonesia waktu belanda mo ngejajah lagi setelah Indonesia Merdeka. Sebab Belanda mo ngangkutin hasil tambang yang ada di Bayah dan Cikotok. Kalo gak salah waktu peristiwa Lebak Membara.
Tapi kalo relnya sih gak tau yah, mungkin dikiloin dijadikan rongsokan.

Nah ini ada banyak versi tentang hilangnya jalur Saketi - Bayah. Satu versi lagi yang menurut Jan de Bruijn, jalur Saketi - Bayah dibongkar oleh Indonesia sendiri tahun 1950-an. Tapi tidak dijelaskan kenapa. Kemungkinan besar adalah memang semasa revolusi fisik jalur ini jadi sasaran pejuang kita, sehingga pada waktu revitalisasi kereta api besar-besaran tahun 1950an (penggantian rel, renov stasiun, lok D52, CC200, gerbong2 baru) diputuskan jalur ini di-non aktifkan saja karena biaya pembangunan ulangnya lebih besar daripada keuntungan ekonomisnya.

liatnya di masa krisis moneter aja kang bisa dilihat kan banyak penjarahan contohna jalur pangandaran
Reply
#80
Terakhir saya ke Pandegelang tahun 1999, masih banyak sisa sisa rel n stasiun di sepanjang jalan Rangkasbitung Pandegelang, tapi sekarang sudah lenyap jadi jalan kampung. mesti kerja keras setengah mati untuk membebaskannya atau alternatif lain membuka jalur baru untuk merevitalisasi jalur ini.





(22-03-2011, 10:03 PM)nino Wrote:
(19-03-2011, 11:33 AM)ghazbhuld Wrote: Lagi iseng googling, nemu yang ginian:
STUDI KELAYAKAN MENGHIDUPKAN KEMBALI JALAN KERETA API
LINTAS RANGKASBITUNG – LABUAN
Berdasarkan hasil studi Departemen Perhubungan melalui Studi Lintas Cabang Jalan Kereta Api di
Wilayah Banten diperoleh bawah jalan kereta api lintas Rangkabitung – Labuan menjadi urutan ke-2
diprioritaskan untuk ditangani setelah lintas Cilegon – Anyer
.

Rencana menghidupkan kembali jalan kereta
api lintas Rangkasbitung – Labuan ini memberikan kontribusi yang cukup baik dan layak untuk dibangun
dilihat dari kelayakan ekonomi, namun jika dilihat dari kelayakan finansial belum dapat dikatakan layak.

ko lintas cilegon anyernya malah belum kedengeran???

bagaimanakah maksudnya layak secara ekonomi tapi tidak secara finansial??? bukannya kalo ekonomi menguntungkan suatu saat secara finansialnya pasti bakalan bagus juga, kecuali pada saat awalnya yang mungkin aja biayanya nombok, tapi biasanya pun emang begitu, tu namanya investasi, mohon koreksinya....
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)