Poll: Apakah Kereta Api harus dibenahi sehingga dapat bersaing dengan pesawat udara?
You do not have permission to vote in this poll.
Ya.. jangan mau kalah dengan pesawat udara
90.00%
18 90.00%
Jangan.. biarlah seperti ini
5.00%
1 5.00%
nggak tau ah.. nggak ikutan
5.00%
1 5.00%
Total 20 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kritik, saran dan penemuan penting untuk PT. KAI (Persero)
#51
(31-12-2010, 11:36 AM)eri4nto Wrote: dear PT INKA (Persero) dan PT KA (Persero), berdasarkan pengalaman saya, tempat duduk di gerbong ka eksekutif dan bisnis yang posisinya di ujung paling depan (menghadap dinding) memiliki ruang (jarak antara tempat duduk dengan dinding) yang sempit sehingga kaki penumpang tidak bisa selonjor dengan leluasa. selain itu, pada kereta eksekutif, karena tempat duduk tersebut posisinya paling depan dan menghadap dinding, akibatnya tidak memiliki fasilitas sandaran kaki (foot rest).
oleh sebab itu, mohon penyusunan konfigurasi tempat duduk di KA eksekutif dan bisnis agar memperhatikan kenyamanan untuk semua posisi tempat duduk. tempat duduk yang paling depan hendaknya diberikan jarak yang cukup lebar dengan dinding serta dipasang foot rest sehingga kenyamanannya sama dengan tempat duduk lainnya.
terima kasih.

Sangat setuju dgn usulan ini. Saya pernah dapat tempat duduk paling depan, rasanya sangat nggak nyaman. Padahal tarif tiketnya sama dgn. tiket penumpang lainnya di bagian tengah dan belakang gerbong itu.
Reply
#52
Saran saya untuk PT. KA yaitu agar rangkaian untuk KA Komuter SuSi diperbanyak menjadi 5 atau 6 gerbong agar penumpang tidak berdesakan di gerbong dan malah akan menjadi kesempatan empuk untuk para pencopet. Selain itu agar PT. KA dapat memaksimalkan fungsi dari polsuska di KA Penataran icon dan menempatkan polsuska di KA Penataran subuh serta memperbaiki pelayanannya, biarlah tiket agak dinaikkan tapi keamanan terjamin karena di situ banyak copetnya...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#53
(31-12-2010, 03:47 PM)b777 Wrote:
(31-12-2010, 11:36 AM)eri4nto Wrote: dear PT INKA (Persero) dan PT KA (Persero), berdasarkan pengalaman saya, tempat duduk di gerbong ka eksekutif dan bisnis yang posisinya di ujung paling depan (menghadap dinding) memiliki ruang (jarak antara tempat duduk dengan dinding) yang sempit sehingga kaki penumpang tidak bisa selonjor dengan leluasa. selain itu, pada kereta eksekutif, karena tempat duduk tersebut posisinya paling depan dan menghadap dinding, akibatnya tidak memiliki fasilitas sandaran kaki (foot rest).
oleh sebab itu, mohon penyusunan konfigurasi tempat duduk di KA eksekutif dan bisnis agar memperhatikan kenyamanan untuk semua posisi tempat duduk. tempat duduk yang paling depan hendaknya diberikan jarak yang cukup lebar dengan dinding serta dipasang foot rest sehingga kenyamanannya sama dengan tempat duduk lainnya.
terima kasih.

Sangat setuju dgn usulan ini. Saya pernah dapat tempat duduk paling depan, rasanya sangat nggak nyaman. Padahal tarif tiketnya sama dgn. tiket penumpang lainnya di bagian tengah dan belakang gerbong itu.

beberapa waktu lalu saya lihat di website PT KA (Persero) ada program promosi untuk KA Argo Parahyangan dimana untuk jam dan hari-hari tertentu tiket untuk tempat duduk kelas bisnis yang paling ujung (nomor paling besar dan paling kecil) harganya kalo gak salah cuma 10 ribu. program tersebut sih oke namun sepertinya susah kalo diterapkan di KA yang okupansinya bagus. jadi lebih baik memang semua tempat duduk harus disamaratakan kenyamanannya.
KA Sumber Kentjono
Reply
#54
Saya menyarankan agar PT. KA membuat semacam feeder untuk KA Sri Tanjung dan Logawa dari SB Kota sampai SGU...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#55
halo PT. Kereta Api Indonesia (Persero)....
ternyata pelayanan yang cenderung memaksa dari para awak KA masih ada....

kalo dulu kan ada yang berkedok ngasih makanan, tapi tau2 dikasih nota suruh bayar....

kalo yang baru ane alamin, hampir sama, cuman bukan makanan
kemaren tanggal 4 januari 2011, ane naek KA Gumarang SBI - JAKK. Waktu itu pas ane baru tidur, tau2 dibangunin sama petugas, langsung dikasih handuk hangat basah. Karena baru aja bangun, langsung aja secara refleks ane nerima handuk tersebut.
baru kemudian ane berfikir, kok kayaknya baru kali ini ane naik KA kelas bisnis dikasih pelayanan seperti ini.
"wah.... jangan2 ntar ditarik uang ni" pikir ane. BingungBingung
ternyata bener juga, sekitar setengah jam kemudian, ada petugas yang narik handuk tersebut, dan kemudian bilang, "Mas, dua ribu mas"
langsung aja ane bilang pada petugasnya, " oo.... tadi cuman dikasih aja mas", langsung aja masnya senyum2 sama rekan kerjanya kemudian pergi.

mungkin 2 ribu dapat dibilang ga besar, tapi kalo kayak gini terus terjadi, kan PT. KAI juga yang namanya tercoreng.
kalo dibiarkan, lama-lama, kasus bagi2 makanan terus diminta bayar, mungkin bakal terjadi lagi.

yang jelas, semoga pelayanan dari PT.KAI semakin baik pada hari2 kedepan.
apalagi, tiket KA Ekonomi mulai tanggal 8 januari 2011 naek, jangan sampe pelayanannya menurun.

terima kasih

Lok Merah BiruLok Merah Biru

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#56
coba baca pikiran pembaca kompas hari minggu kemaren (30 Januari 2011), banyak keluh kesah para pengguna KA, meskipun ada juga yang memuji....

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#57
Sorry Re-Post dari thread sebelahXie Xie

Kepada
Yth. Jajaran Direksi PT. KAI Persero
di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya adalah seorang pelnaggan KA setia, sejak dari saya kuliah sampai saat ini bekerja disalah satu kota di Jawa Timur saya selalu menggunakan angkutan KA. Mulai dari KA eksekutif termahal Argo, Bromo Anggrek, sampai KA lokal ekonomi termurah, KRD Surabaya-Kertosono, sudah pernah saya naiki. Saya selalu menggunakan moda angkutan KA karena sifatnya yang massal dan bebas macet sehingga saya dapat menikmati perjalanan saya.

Beberapa saat ini saya merasa ada hal yang aneh dalam perjlanan KA, dan ini saya rasa sangat mengganggu keselurahan penumpang. Hal ini berkaitan dengan peraturan pengosongan gerbong paling depan dan paling belakang kereta penumpang yang sering disebut gerbong aling-aling. Tujuan peraturan "aneh" ini memang bertujuan baik, yaitu untuk meminimalkan jumlah korban jiwa jikalau terjadi kecelakaan kereta api khususnya yang disebabkan oleh tabrakan frontal kereta api dari depan atau pun dari belakang. Menilik dari beberapa kecelakaan KA akhir-akhir ini (Senja Utama vs Argo Bromo dan Mutiara Selatan vs Kutojaya selatan) memang korban terbanyak adalah penumpang di gerbong paling depan dan belakang.

Akan tetapi menurut saya peraturan ini seakan-akan adalah bentuk kepanikan jajaran PT. KAI Persero dalam menyikapi kecelakaan tabrakan frontal yang akhir-akhir ini terjadi. Peraturan gerbong aling-aling ini seakan-akan jajaran PT. KAI Persero yakin bahwa cepat atau lambat kecelakaan tabrakan KA pasti akan terjadi lagi. Apakah bukan lebih baik kita memikirkan kebijakan yang lebih tepat lagi untuk mengindari kecelakaan KA daripada menerapakan peraturan gerbong aling-aling yang menurut saya menimbulkan masalah baru baik terhadap pengguna jasa dan penyedia jasa. Sebuah ironi dimana pada kenyataannya PT. KAI masih mengalami kekurangan gerbong.

Dampak buruk utama dengan diterpakannya peraturan gerbong aling-aling adalah jumlah gerbong yang dapat dinaiki penumpang menjadi berkurang sehingga penumpang berdesak-desakkan dan menjadi sangat tidak nyaman.
Mungkin jika peraturan ini diterapkan di KA Eksekutif tidak terlalu mengganggu penumpang dikarenakan gerbong paling depan adalah gerbong barang sedang paling belakang adalah gerbong pembangkit sehingga tidak mengurangi jatah tempat duduk penumpang. Akan tetapi jika hal ini diterapkan di KA Eksekutif-Bisnis, Bisnis, dan Ekonomi jelas peraturan ini sangat mengganggu. Beberapa hari yang lalu saya naik KA Probowangi dan pada saat itu saya menemui hal yang sanagat aneh, jumlah gerbong Probowangi cuma 4 gerbonng sedangkan gerbong terdepan dan terbelakang tidak boleh dinaiki penumpang tentu saja penumpang saling berdesak-desakkan di 2 gerbong tengah dan bahkan sampai banyak yang tak terangkut. Para penumpang pun cuma bisa terheran-heran dan protes ke kondektur dengan keadaan ini. Lalu bagaimana nasib KA yang cuma memakai 2 gerbong seperti KA Lokal Bandung-cianjur dan Feeder Wonogiri, serta bagaimana pula dengan KRL di Jabodetabek? Apakah peraturan ini juga diterapkan juga?

Saya sangat berharap peraturan gerbong aling-aling ini dapat segera dicabut dan PT. KAI beserta departemen perhubungan bisa memikirkan cara yang lebih baik ntuk mengatasi kecelakaan KA. Contohnya bisa menerapkan manajeman kerja masinis yang lebih baik sperti pengurangan shift ganti masinis setiap dinasan, melakukan pelatihan secara periodik kepada masinis dan PPKA, menerapkan peralatan komunikasi dan alat bantu lainnya yang tepat guna di lokomotif, perbaikan peraturan persinyalan KA, dan berbagai hal lainnya yang bisa memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah yang baru.

Akhir kata, surat ini adalah salah satu bentuk kepedulian dari kami sebagai pengguna setia KA. Semoga kedepannya jajaran PT. KAI Persero dan Departemen Perhubungan berhasil menerapkan zero accident perjalan KA dengan menerapkan kebijakan efektif dan effisien.

Salam Kereta Api Indonesia!!!

Waalaikumsalam Wr. Wb.
Bye ByeLok Merah BiruBye Bye
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#58
Sekedar saran untuk PT.KA dan PT.KCJ. Jaman sekarang semua berlomba-lomba menekan pengeluaran, dari hal yang besar sampai hal yang kecil.

Saya heran sama PT.KA kenapa Multiple Unit pada lok DE seperti CC 201 tidak digunakan kalau DT?Bingung memang alasannya karena jumlah masinisnya PT.KA banyak. Tapi pabrikan merancang MU tujuannya untuk efisiensi, efisiensi jumlah masinis bisa menekan pengeluaran PT.KA.

Lalu,kenapa KCJ lebih memilih beli KRL bekas daripada KRL baru. Memang KRL bekas jauh lebih murah daripada KRL baru, tetapi konsumsi listriknya pun jauh lebih boros KRL bekas. Coba kalau PT.KCJ berani beli KRL baru, terus selisih konsumsi listrik antara KRL baru dan KRL bekas dipakai untuk cicil KRL baru.

[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]
Reply
#59
(06-01-2011, 09:08 AM)samnawi Wrote: [spoiler]
halo PT. Kereta Api (Persero)....
ternyata pelayanan yang cenderung memaksa dari para awak KA masih ada....

kalo dulu kan ada yang berkedok ngasih makanan, tapi tau2 dikasih nota suruh bayar....

kalo yang baru ane alamin, hampir sama, cuman bukan makanan
kemaren tanggal 4 januari 2011, ane naek KA Gumarang SBI - JAKK. Waktu itu pas ane baru tidur, tau2 dibangunin sama petugas, langsung dikasih handuk hangat basah. Karena baru aja bangun, langsung aja secara refleks ane nerima handuk tersebut.
baru kemudian ane berfikir, kok kayaknya baru kali ini ane naik KA kelas bisnis dikasih pelayanan seperti ini.
"wah.... jangan2 ntar ditarik uang ni" pikir ane. BingungBingung
ternyata bener juga, sekitar setengah jam kemudian, ada petugas yang narik handuk tersebut, dan kemudian bilang, "Mas, dua ribu mas"
langsung aja ane bilang pada petugasnya, " oo.... tadi cuman dikasih aja mas", langsung aja masnya senyum2 sama rekan kerjanya kemudian pergi.

mungkin 2 ribu dapat dibilang ga besar, tapi kalo kayak gini terus terjadi, kan PT. KAI juga yang namanya tercoreng.
kalo dibiarkan, lama-lama, kasus bagi2 makanan terus diminta bayar, mungkin bakal terjadi lagi.

yang jelas, semoga pelayanan dari PT.KAI semakin baik pada hari2 kedepan.
apalagi, tiket KA Ekonomi mulai tanggal 8 januari 2011 naek, jangan sampe pelayanannya menurun.

terima kasih

Lok Merah BiruLok Merah Biru
[/spoiler]
Itukan TRIK pedagang Asongan di BIS Brow .... gak ada cara yg lebih elegan lagi apa....?atau mau dibilang ...

[Image: Untitled-2.jpg]

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
#60
(03-01-2011, 08:09 AM)eri4nto Wrote: [spoiler]
(31-12-2010, 03:47 PM)b777 Wrote:
(31-12-2010, 11:36 AM)eri4nto Wrote: dear PT INKA (Persero) dan PT KA (Persero), berdasarkan pengalaman saya, tempat duduk di gerbong ka eksekutif dan bisnis yang posisinya di ujung paling depan (menghadap dinding) memiliki ruang (jarak antara tempat duduk dengan dinding) yang sempit sehingga kaki penumpang tidak bisa selonjor dengan leluasa. selain itu, pada kereta eksekutif, karena tempat duduk tersebut posisinya paling depan dan menghadap dinding, akibatnya tidak memiliki fasilitas sandaran kaki (foot rest).
oleh sebab itu, mohon penyusunan konfigurasi tempat duduk di KA eksekutif dan bisnis agar memperhatikan kenyamanan untuk semua posisi tempat duduk. tempat duduk yang paling depan hendaknya diberikan jarak yang cukup lebar dengan dinding serta dipasang foot rest sehingga kenyamanannya sama dengan tempat duduk lainnya.
terima kasih.

Sangat setuju dgn usulan ini. Saya pernah dapat tempat duduk paling depan, rasanya sangat nggak nyaman. Padahal tarif tiketnya sama dgn. tiket penumpang lainnya di bagian tengah dan belakang gerbong itu.

beberapa waktu lalu saya lihat di website PT KA (Persero) ada program promosi untuk KA Argo Parahyangan dimana untuk jam dan hari-hari tertentu tiket untuk tempat duduk kelas bisnis yang paling ujung (nomor paling besar dan paling kecil) harganya kalo gak salah cuma 10 ribu. program tersebut sih oke namun sepertinya susah kalo diterapkan di KA yang okupansinya bagus. jadi lebih baik memang semua tempat duduk harus disamaratakan kenyamanannya.
[/spoiler]

iya tuh masalah tarif promo selain ke bandung cuman ada kelas eksekutif tujuan jakarta yg ke Cirebon dan semarang (50rb) serta SBi (tarif promo K-1 100rb untuk ABA, sembrani dan gumarang)... ane pernah tanya2 ke orang Gambir... koq cuman yg ke semarang, cirebon n surabaya turi aja pak yg ada tarif promo nya..... napa KA laen kek Argo Lawu, Dwipangga, Bima, Gajayana, bangunkarta, Purwojaya dll ga pernah ada promo pak?.... dan yang bersangkutan nghejawab: agar menarik masyarakat senantiasa pake KA.. soalnya org2 cirebon udah mulai pake mobil kek org2 bandung.... semarang ada bus malem bagus2... kalo surabaya kan biar ga kalah dari pesawat... kalo jalur selatan, ngapain ada promo.... lah wong KA-KA yag menuju DAOP V, VI, VII tu pasti okupansinya bagus..... belum perlu ada promo tarif murah gila kek gitu..... yg penting KA-KA selatan itu kondisinya bagus n telatnya jangan parah2 aja udah bagus tuh....

NgakakNgakak
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)