Posts: 129
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
1
pernah liat d SDT wktu mau starter cc201, ada teknisinya yg narik sesuatu d dalam bag.mesin, sambil teknisi yg satunya mencet" d lok.. abis itu hidup deh mesinnya..
skrg mau tanya apa yg d tarik" ama teknisi yg d bag.mesin itu ya?? maklum blm pernah ikut d cab saat starter lok, cuma d luar aja..
kyk gni nih prosesnya..
kapanlagi
20101103205309_S7300235_4cd16945883b0.JPG
kapanlagi
20101103205309_S7300236_4cd169459476e.JPG
 CC20408
Posts: 510
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
2
wewww.....
waktu itu ane pernah liat Start-up D301 80
aji gile, start-up nya pake Accu external yg segede gaban,
kira2 ukurannya Accu nya segede TV 14"
dan Di sambung ke arah daleman mesin gitu, mungkin ke arah dinamo starternya kali ya......
tapi alhasil ntu loko D301 80 gak berhasil nyala, coz emang lagi sakit....
dan ke esokan harinya katanya udah nyala dan dines lansiran lagi deh.....
ane ada pidionya tapi belom di up-load ke YT
Posts: 1,060
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
4
Posts: 216
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
0
(04-11-2010, 10:08 PM)kemal reza Wrote: (20-05-2009, 05:21 PM)Rezza Habibie Wrote: (20-05-2009, 02:57 PM)gearbox Wrote: sepertinya di Jatinegara tidak sampai satu jam, setelah lokomotif dinyalakan, kadang-kadang langsung dijalankan lah kan itu lok udah panas kang,alias beberapa jam sebelumnya udah dipake...
apakah dampak yang timbul apabila mesin lok dijalankan tanpa di dipanaskan lebih dahulu??????  
1. Pelumas masih berada di bak penampung, sehingga sistem pelumasan tidak bekerja maksimal (terjadi gesekan berlebihan karena tidak ada pelumasan) yang mengakibatkan mesin cepat rusak.
2. Suhu kerja mesin masih rendah, apabila diputar hingga putaran tinggi (throttle penuh) untuk menarik beban tertantu, maka suhu kerja menjadi naik secara ekstrim, sehingga terjadi pemuaian pada piston secara berlebihan, yang mengakibatkan macet tiba-tiba.
3. Komponen mesin masih dalam keadaan dingin, apabila baru dihidupkan langsung digunakan untuk kerja berat, maka komponen akan cepat rusak (misalkan dalam hal ini seperti manusia, kita baru bangun tidur langsung berlari 10 km tanpa persiapan maka tubuh kita tidak akan kuat dan menjadi cepat lemas-sakit)
Cheers,
Pandu Bagus Andika
Posts: 586
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
11
(05-11-2010, 10:17 PM)Loco Lovers Wrote: (04-11-2010, 10:08 PM)kemal reza Wrote: (20-05-2009, 05:21 PM)Rezza Habibie Wrote: (20-05-2009, 02:57 PM)gearbox Wrote: sepertinya di Jatinegara tidak sampai satu jam, setelah lokomotif dinyalakan, kadang-kadang langsung dijalankan lah kan itu lok udah panas kang,alias beberapa jam sebelumnya udah dipake...
apakah dampak yang timbul apabila mesin lok dijalankan tanpa di dipanaskan lebih dahulu??????  
1. Pelumas masih berada di bak penampung, sehingga sistem pelumasan tidak bekerja maksimal (terjadi gesekan berlebihan karena tidak ada pelumasan) yang mengakibatkan mesin cepat rusak.
2. Suhu kerja mesin masih rendah, apabila diputar hingga putaran tinggi (throttle penuh) untuk menarik beban tertantu, maka suhu kerja menjadi naik secara ekstrim, sehingga terjadi pemuaian pada piston secara berlebihan, yang mengakibatkan macet tiba-tiba.
3. Komponen mesin masih dalam keadaan dingin, apabila baru dihidupkan langsung digunakan untuk kerja berat, maka komponen akan cepat rusak (misalkan dalam hal ini seperti manusia, kita baru bangun tidur langsung berlari 10 km tanpa persiapan maka tubuh kita tidak akan kuat dan menjadi cepat lemas-sakit)
sori nih mau ngelurusin dikit
lok itu banyak pengamannya yang memudahkan pengoperasiannya
1. jika tekanan pelumas tidak memenuhi standar, sistim di lok akan otomatis mematikan mesinnya, jadi tidak perlu takut oli tidak naik dan mesin jadi rusak.
2. jika suhu kerja mesin masih rendah dibawah suhu kerja normal, maka tenaga mesin akan di batasi sampai mesin cukup panas untuk menghasilkan tenaga penuh.
semuanya serba otomatis, masinis tinggal mengpperasikannya saja.
Posts: 405
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
6
(16-01-2011, 07:02 AM)WOODWARD Wrote: (05-11-2010, 10:17 PM)Loco Lovers Wrote: (04-11-2010, 10:08 PM)kemal reza Wrote: (20-05-2009, 05:21 PM)Rezza Habibie Wrote: (20-05-2009, 02:57 PM)gearbox Wrote: sepertinya di Jatinegara tidak sampai satu jam, setelah lokomotif dinyalakan, kadang-kadang langsung dijalankan lah kan itu lok udah panas kang,alias beberapa jam sebelumnya udah dipake...
apakah dampak yang timbul apabila mesin lok dijalankan tanpa di dipanaskan lebih dahulu??????  
1. Pelumas masih berada di bak penampung, sehingga sistem pelumasan tidak bekerja maksimal (terjadi gesekan berlebihan karena tidak ada pelumasan) yang mengakibatkan mesin cepat rusak.
2. Suhu kerja mesin masih rendah, apabila diputar hingga putaran tinggi (throttle penuh) untuk menarik beban tertantu, maka suhu kerja menjadi naik secara ekstrim, sehingga terjadi pemuaian pada piston secara berlebihan, yang mengakibatkan macet tiba-tiba.
3. Komponen mesin masih dalam keadaan dingin, apabila baru dihidupkan langsung digunakan untuk kerja berat, maka komponen akan cepat rusak (misalkan dalam hal ini seperti manusia, kita baru bangun tidur langsung berlari 10 km tanpa persiapan maka tubuh kita tidak akan kuat dan menjadi cepat lemas-sakit)
sori nih mau ngelurusin dikit
lok itu banyak pengamannya yang memudahkan pengoperasiannya
1. jika tekanan pelumas tidak memenuhi standar, sistim di lok akan otomatis mematikan mesinnya, jadi tidak perlu takut oli tidak naik dan mesin jadi rusak.
2. jika suhu kerja mesin masih rendah dibawah suhu kerja normal, maka tenaga mesin akan di batasi sampai mesin cukup panas untuk menghasilkan tenaga penuh.
semuanya serba otomatis, masinis tinggal mengpperasikannya saja.
namun kadang juga si lokomotif di panasinnya ketika sudah di rangkai...kadang kalo mau cepet ya di idle dulu baru di throttle 2/3 baru sekitar 1-2 menit kemudian di turunin ke throttle 0..
kalo CC 204 katanya tidak perlu di panasin lama2 jadi dari kondisi dingin trus di start dan di panasinnya munkin 30-35 menitan alias tidak sampai satu jam...
hal ini juga berlaku di motor supra x yang baru lho 
Posts: 216
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
0
(16-01-2011, 09:07 AM)bagas_alqadri Wrote: (16-01-2011, 07:02 AM)WOODWARD Wrote: (05-11-2010, 10:17 PM)Loco Lovers Wrote: (04-11-2010, 10:08 PM)kemal reza Wrote: (20-05-2009, 05:21 PM)Rezza Habibie Wrote: lah kan itu lok udah panas kang,alias beberapa jam sebelumnya udah dipake...
apakah dampak yang timbul apabila mesin lok dijalankan tanpa di dipanaskan lebih dahulu??????  
1. Pelumas masih berada di bak penampung, sehingga sistem pelumasan tidak bekerja maksimal (terjadi gesekan berlebihan karena tidak ada pelumasan) yang mengakibatkan mesin cepat rusak.
2. Suhu kerja mesin masih rendah, apabila diputar hingga putaran tinggi (throttle penuh) untuk menarik beban tertantu, maka suhu kerja menjadi naik secara ekstrim, sehingga terjadi pemuaian pada piston secara berlebihan, yang mengakibatkan macet tiba-tiba.
3. Komponen mesin masih dalam keadaan dingin, apabila baru dihidupkan langsung digunakan untuk kerja berat, maka komponen akan cepat rusak (misalkan dalam hal ini seperti manusia, kita baru bangun tidur langsung berlari 10 km tanpa persiapan maka tubuh kita tidak akan kuat dan menjadi cepat lemas-sakit)
sori nih mau ngelurusin dikit
lok itu banyak pengamannya yang memudahkan pengoperasiannya
1. jika tekanan pelumas tidak memenuhi standar, sistim di lok akan otomatis mematikan mesinnya, jadi tidak perlu takut oli tidak naik dan mesin jadi rusak.
2. jika suhu kerja mesin masih rendah dibawah suhu kerja normal, maka tenaga mesin akan di batasi sampai mesin cukup panas untuk menghasilkan tenaga penuh.
semuanya serba otomatis, masinis tinggal mengpperasikannya saja.
namun kadang juga si lokomotif di panasinnya ketika sudah di rangkai...kadang kalo mau cepet ya di idle dulu baru di throttle 2/3 baru sekitar 1-2 menit kemudian di turunin ke throttle 0..
kalo CC 204 katanya tidak perlu di panasin lama2 jadi dari kondisi dingin trus di start dan di panasinnya munkin 30-35 menitan alias tidak sampai satu jam...
hal ini juga berlaku di motor supra x yang baru lho 
Kalo sudah dirangkai trus buka throttle di notch 2-4 tu buat ngisi "air brake" (loko maupun kereta/gerbong), harus muter kompresor yang notabene digerakan oleh mesin, jadi mesin di putar di notch 2-4 biar tekanannya cepet penuh...
Cheers,
Pandu Bagus Andika
Posts: 405
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
6
(21-01-2011, 11:52 AM)Loco Lovers Wrote: (16-01-2011, 09:07 AM)bagas_alqadri Wrote: (16-01-2011, 07:02 AM)WOODWARD Wrote: (05-11-2010, 10:17 PM)Loco Lovers Wrote: (04-11-2010, 10:08 PM)kemal reza Wrote: apakah dampak yang timbul apabila mesin lok dijalankan tanpa di dipanaskan lebih dahulu??????  
1. Pelumas masih berada di bak penampung, sehingga sistem pelumasan tidak bekerja maksimal (terjadi gesekan berlebihan karena tidak ada pelumasan) yang mengakibatkan mesin cepat rusak.
2. Suhu kerja mesin masih rendah, apabila diputar hingga putaran tinggi (throttle penuh) untuk menarik beban tertantu, maka suhu kerja menjadi naik secara ekstrim, sehingga terjadi pemuaian pada piston secara berlebihan, yang mengakibatkan macet tiba-tiba.
3. Komponen mesin masih dalam keadaan dingin, apabila baru dihidupkan langsung digunakan untuk kerja berat, maka komponen akan cepat rusak (misalkan dalam hal ini seperti manusia, kita baru bangun tidur langsung berlari 10 km tanpa persiapan maka tubuh kita tidak akan kuat dan menjadi cepat lemas-sakit)
sori nih mau ngelurusin dikit
lok itu banyak pengamannya yang memudahkan pengoperasiannya
1. jika tekanan pelumas tidak memenuhi standar, sistim di lok akan otomatis mematikan mesinnya, jadi tidak perlu takut oli tidak naik dan mesin jadi rusak.
2. jika suhu kerja mesin masih rendah dibawah suhu kerja normal, maka tenaga mesin akan di batasi sampai mesin cukup panas untuk menghasilkan tenaga penuh.
semuanya serba otomatis, masinis tinggal mengpperasikannya saja.
namun kadang juga si lokomotif di panasinnya ketika sudah di rangkai...kadang kalo mau cepet ya di idle dulu baru di throttle 2/3 baru sekitar 1-2 menit kemudian di turunin ke throttle 0..
kalo CC 204 katanya tidak perlu di panasin lama2 jadi dari kondisi dingin trus di start dan di panasinnya munkin 30-35 menitan alias tidak sampai satu jam...
hal ini juga berlaku di motor supra x yang baru lho 
Kalo sudah dirangkai trus buka throttle di notch 2-4 tu buat ngisi "air brake" (loko maupun kereta/gerbong), harus muter kompresor yang notabene digerakan oleh mesin, jadi mesin di putar di notch 2-4 biar tekanannya cepet penuh...
kalo idle juga kok mas...kadang masinis meninggalkan lokonya sambil masang notch/throttle ke notch 2-3...
Posts: 56
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
2
nambahin dikit ya, syarat utk start MD Lok :
- ECS (Engine Control Switch) brada pada posisi hidupkan
- COPS / SETK (Selubung Engkol Tekanan Kelebihan) tdk ada gangguan, jika ada hrus direset dulu.
- Lampu indikator LOPHR (Low Oil Pressure Holding Relay) dan LWPHR (Low Water Pressure Holding Relay) tdk mnyala/tdk ada gangguan.
- Rem Lok posisi krja/terikat.
- Reverser handle posisi netral.
- TH posisi idle.
Stelah itu msukkan saklar batery, saklar brada di kompartemen dpn cabin mass. Lalu tekan FPBR / tombol utk mnyalakan Fuel Pump utk mgalirkan HSD, tunggu smpe tekanan mncapai 40 psi. Kemudian tekan tombol EST /start mesin, jika dirasa berat utk hidup,dibantu dengan menarik engkol di MD sbelah knan arah SH / dkt dg. deep stick utk mngukur oli MD, tp jgn mnarik trlalu keras, bila overspeed MD akan mati lg. Tunggu smpe tekanan mnyak pelumas naik ke 12 psi. Stelah itu dithrottle agr kompresor mngisi angin ke tangki utama. Coba deadman pedal, cek lampu sorot, no go item.
Lok siap kluar Losd dan siap dinas.
Smoga sdikit mmbantu
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Posts: 586
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
11
(25-01-2011, 08:15 PM)Martu Hares P Wrote: nambahin dikit ya, syarat utk start MD Lok :
- ECS (Engine Control Switch) brada pada posisi hidupkan
- COPS / SETK (Selubung Engkol Tekanan Kelebihan) tdk ada gangguan, jika ada hrus direset dulu.
- Lampu indikator LOPHR (Low Oil Pressure Holding Relay) dan LWPHR (Low Water Pressure Holding Relay) tdk mnyala/tdk ada gangguan.
- Rem Lok posisi krja/terikat.
- Reverser handle posisi netral.
- TH posisi idle.
Stelah itu msukkan saklar batery, saklar brada di kompartemen dpn cabin mass. Lalu tekan FPBR / tombol utk mnyalakan Fuel Pump utk mgalirkan HSD, tunggu smpe tekanan mncapai 40 psi. Kemudian tekan tombol EST /start mesin, jika dirasa berat utk hidup,dibantu dengan menarik engkol di MD sbelah knan arah SH / dkt dg. deep stick utk mngukur oli MD, tp jgn mnarik trlalu keras, bila overspeed MD akan mati lg. Tunggu smpe tekanan mnyak pelumas naik ke 12 psi. Stelah itu dithrottle agr kompresor mngisi angin ke tangki utama. Coba deadman pedal, cek lampu sorot, no go item.
Lok siap kluar Losd dan siap dinas.
Smoga sdikit mmbantu 
wah catet ah
sabtu nanti di coba
|