Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH 02-10-10 Petarukan - Argo Bromo Anggrek Seruduk Senja Utama
Anda jangan berkata seperti itu dulu Mas, wong inikan namanya musibah segala sesuatunya tanpa kita duga
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
musibah perkereta apian bukan hanya kali ini saja mas.. kalo pt.kai tidak segera berbenah tinggal tunggu waktu saja kehancurannya..
terlebih tol trans jawa sudah mau rampung..
RF dawzzzzz, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
kalo menurut ane, 34 orang yang meninggal itu merupakan takdir yang gak bisa dielakkan dan yang lainnya diberi peringatan. kebetulan sarananya adalah kereta api. kalo yang meninggal gak naek kereta api, bisa jadi sarana lain atau sebab lainnya meninggal.

Ambil hikmahnya saja bahwa semua maha kuasa yang menghendaki. dan kepada jajaran PT.KAI ini merupakan suatu peringatan untuk segera memperbaiki kekurangannya yang mungkin sudah terjadi sejak lama.

Tol trans jawa boleh selesai, tapi double track juga bakal terwujud. sejak lahir sampe sekarang ane tetep naek Lok Merah Biru buat mudik walau keretanya Kambingers dan semoga selalu .....


(07-10-2010, 02:05 PM)Warteg Wrote:
(07-10-2010, 01:33 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote:
(07-10-2010, 01:19 PM)Ambulakral Wrote: [spoiler]

[Image: SDC10856.jpg] [/spoiler]
itu merah2 apa ya?

Tas milik penumpang SU ,,,.........
ini pict nya pas beberapa saat setelah kejadian ya mas ?

yah... kykny diambil sesudah kecelakaan, karena masih gelap nih...
[Image: overstappen.png]
(07-10-2010, 02:15 PM)ouilevio Wrote: kayaknya itu tas bawaan penumpang yg berserakan keluar kereta krn terguling

tak kirain apa gt mas, makanya heran bgt ad benda semacam itu,,
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

(07-10-2010, 07:22 PM)dawzzzzz Wrote: PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) Formasi Jihad 4-2-1
oleh : Ojo Dumeh (Kompasiana)

Masih segar ingatan kita tentang tragedi terseruduknya kereta api Senja Utama Semarang oleh Kereta Eksekutif Argo Bromo pada tanggal 2 Oktober 2010 kemarin. Puluhan penumpang menjadi korban atas kelalaian para pegawai PT. KAI. Sungguh ironis…seharusnya kejadian tersebut tidak perlu terjadi. Salah satu rekan saya menjadi korban yang meninggal dalam kecelakaan itu.

Tahukah anda wahai penguasa jalur kereta api, bahwa penumpang anda adalah para kepala keluarga yang harus pulang balik seminggu sekali yang setia memberikan sebagian uang mereka untuk ditukar jasa transportasi Anda??. Bahkan mereka kerap kali dijuluki sebagai anggota PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) saking seringnya mereka menggunakan jasa Anda.

Mereka berjihad dengan formasi 4-2-1 (empat malam tidur di kost/Jakarta, dua malam tidur di kereta, dan hanya satu malam tidur di rumah) untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Mereka berduyun-duyun ke stasiun di kala senja Jumat mulai menyapa demi mendapat tempat di gerbong-gerbong kereta senja utama. Yang mereka inginkan hanya pulang dengan selamat dan bertemu dengan anak dan istri di rumah meskipun hanya semalam saja, karena di hari Ahad mereka harus kembali ke Jakarta. Ada yang harus menunaikan tugas negara, ada yang harus menukar jasa kepada majikannya, ataupun mereka yang berdagang untuk mendapat sedikit laba.

Wahai penguasa kereta, perbaikilah kinerja Anda.

Mas Bro...... tolong sebelum posting dicek dulu kalimat2nya, semua tragedi ini bukan semata2 karena kelalaian/kehendak masinis/pegawai PT. KAI. tetapi tragedi ini telah merupakan takdir dan suratan dari sang Illahi. kita do'akan saja korban dalam tragedi ini baik yang telah wafat atau yang sedang di rawat. semoga dalam tragedi ini bisa diambil hikmahnya, kita berikan dukungan moril juga kepada pak masinis yang dijadikan tersangka karena sebagai penyebab terjadi tragedi ini, semoga beliau tabah dan sabar dalam menghadapi ujian hidup yang berat ini. bagi keluarga korban yang ditingalkan semoga mendapatkan kekuatan dan kesabaran serta untuk korban yang dirawat semoga lekas sembuh dan dapat beraktivitas sediakala.
saya masih penasaran seberapa besar peran Senja Kediri pada PLH ini, diberitakan senja utama berhenti untuk silang dengan senja kediri , tidak lama setelah senja kediri lewat ABA sudah nyeruduk senja utama dari belakang , ini berarti senja kediri dan ABA berpapasan di sekitar wesel atau sinyal masuk atau sinyal muka dari arah pemalang.

yg saya penasaran bagaimana situasi ketika 2 lokomotif saling berhadapan lampu seperti ini tidak silau kah mata masinisnya??? atau terlihat jelaskah lampu sinyal ketika tersorot oleh lampu loko ABA dan disisi berlawanan tidak ada sisi gelap di belakang lampu sinyal masuk dari arah pemalang akibat tersorot lampu senja kediri dari arah timur.

kemudian tentang asisten masinis yg berdebat dengan masinis tentang lampu sinyal merah atau hijau sesuai isi rekaman yg dibilang menhub, mungkinkah itu semboyan 21 malamnya senja kediri yg terlihat oleh masinis ABA yang pada waktu itu kondisinya sudah lelah / ngantuk.
ini di ambil dari D*TIK NEWS

Jumat, 08/10/2010 13:56 WIB
KA Argo Anggrek Tabrak KA Senja Utama dalam Kecepatan 56 km/jam foto
Triono Wahyu Sudibyo - detikNews

Semarang - Tiga gerbong terakhir rangkaian KA Senja Utama remuk dan 34 orang penumpangnya tewas tertabrak KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, pekan lalu. Berapa kecepatan KA Argo Anggrek hingga kerusakannya sedemikian parah?

"Waktu nabrak, kecepatannya (Argo Anggrek) 56 Km/jam," kata Kapolda Jateng Edward Aritonang di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (8/10/2010).

Memang bukan tergolong kecepatan sangat tinggi, tapi jangan lupa ada faktor gaya lemban dari rangkaian gerbong kereta eksekutif itu yang ikut menambah gaya dorong pada saat pengeremen. Perlu diketahui berat dari masing-masing gerbong mencapai 350 ton.

Kesimpulan itu diperoleh setelah polisi memeriksa rekaman operasional kereta, semacam black box pesawat. Sebelum lampu kuning, laju kereta tercatat kecepatan 22 km/jam lalu bertambah jadi 52 km/jam ketika lampu menyala merah saat lampu merah menyala, kecepatannya ditambah menjadi 52 Km/jam dan 56 km.jam saat bertabrakan.

"Padahal seharusnya sebelum memasuki stasiun Petarukan, kecepatan dikurangi," lanjut Edward.

Edward menambahkan, dari hasil pemeriksaan laboratorium, masinis KA Argo Anggrek sudah melalukan pengereman pada jarak 100 meter sebelum titik tabrakan. Namun jadi sia-sia akibat jarak pengereman terlampau pendek untuk bisa menahan gaya lembam yang timbul dari rangkaian gerbong.


Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menegaskan, sistem operasional kereta berjalan normal. Maka untuk sementera disimpulkan tabrakan maut itu terjadi akibat masinis KA Argo Anggrek lalai terhadap rambu dan sinyal lampu.

"Keterangan saksi, hasil olah TKP, pemeriksaan laboratorium, dan isi rekaman kami jadikan bukti. Akan kami koordinasikan dengan KNKT untuk kelanjutannya," demikian Edward Aritonang.
(try/lh)

http://www.detiknews.com/read/2010/10/08...?991103605
Ngantuk
Quote: mungkinkah itu semboyan 21 malamnya senja kediri yg terlihat oleh masinis ABA yang pada waktu itu kondisinya sudah lelah / ngantuk.
nggak ada hubunganya kang !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
(08-10-2010, 02:52 PM)dedy vh Wrote:
Quote: mungkinkah itu semboyan 21 malamnya senja kediri yg terlihat oleh masinis ABA yang pada waktu itu kondisinya sudah lelah / ngantuk.
nggak ada hubunganya kang !

kenapa gak ada hubungannya mas kan dua kereta ini berpapasan, coba kalau kita naik mobil malam hari berpapasan dengan mobil lain yg lampunya sama sama terang pasti silau gak akan kita bisa melihat kondisi dibelakang mobil lawan kita, itulah sebabnya kenapa masinis ABA gak melihat buntut senja Utama yg sudah parkir didepannya sehingga gak sempat ngerem lebih awal.

dibelakang senja kediri kan ada lampu semboyan 21 malam warna hijau yg menyorot kedepan supaya bisa dilihat masinis senja kediri, dengan begitu juga pasti akan terlihat oleh masinis aba ketika berpapasan.
(08-10-2010, 02:28 PM)LarsTreze Wrote: ini di ambil dari D*TIK NEWS

Jumat, 08/10/2010 13:56 WIB
KA Argo Anggrek Tabrak KA Senja Utama dalam Kecepatan 56 km/jam foto
Triono Wahyu Sudibyo - detikNews

Semarang - Tiga gerbong terakhir rangkaian KA Senja Utama remuk dan 34 orang penumpangnya tewas tertabrak KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, pekan lalu. Berapa kecepatan KA Argo Anggrek hingga kerusakannya sedemikian parah?

"Waktu nabrak, kecepatannya (Argo Anggrek) 56 Km/jam," kata Kapolda Jateng Edward Aritonang di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (8/10/2010).

Memang bukan tergolong kecepatan sangat tinggi, tapi jangan lupa ada faktor gaya lemban dari rangkaian gerbong kereta eksekutif itu yang ikut menambah gaya dorong pada saat pengeremen. Perlu diketahui berat dari masing-masing gerbong mencapai 350 ton.

Kesimpulan itu diperoleh setelah polisi memeriksa rekaman operasional kereta, semacam black box pesawat. Sebelum lampu kuning, laju kereta tercatat kecepatan 22 km/jam lalu bertambah jadi 52 km/jam ketika lampu menyala merah saat lampu merah menyala, kecepatannya ditambah menjadi 52 Km/jam dan 56 km.jam saat bertabrakan.

"Padahal seharusnya sebelum memasuki stasiun Petarukan, kecepatan dikurangi," lanjut Edward.

Edward menambahkan, dari hasil pemeriksaan laboratorium, masinis KA Argo Anggrek sudah melalukan pengereman pada jarak 100 meter sebelum titik tabrakan. Namun jadi sia-sia akibat jarak pengereman terlampau pendek untuk bisa menahan gaya lembam yang timbul dari rangkaian gerbong.


Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menegaskan, sistem operasional kereta berjalan normal. Maka untuk sementera disimpulkan tabrakan maut itu terjadi akibat masinis KA Argo Anggrek lalai terhadap rambu dan sinyal lampu.

"Keterangan saksi, hasil olah TKP, pemeriksaan laboratorium, dan isi rekaman kami jadikan bukti. Akan kami koordinasikan dengan KNKT untuk kelanjutannya," demikian Edward Aritonang.
(try/lh)

http://www.detiknews.com/read/2010/10/08...?991103605



Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)