Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Luar Negeri (Kompilasi)
TEMPO Interaktif, Barcelona - Sebuah rangkaian kereta api super cepat nyelonong di sebuah stasiun kereta api di Spanyol menabrak sekelompok orang yang tengah menyebrang rel. Sedikitnya 12 orang tewas dan belasan lainnya terluka.

Menurut para pejabat perlindungan sipil, kereta peluru tengah dalam perjalanan menuju stasiun Castelldefels Playa, dekat Barcelona, Spanyol,saat insiden terjadi, Rabu (23/6) malam waktu setempat (dinihari tadi WIB).

Media-media Spanyol menulis diantara mereka yang tewas dan terluka adalah mayoritas anak muda yang baru tiba dengan kereta api lain. Mereka diyakini hendak menuju ke pantai buat tetirah menyambut festival musim anas.

Menurut Kementrian Dalam Negeri Catalonia, kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.30 (21.30 GMT). Sedikitnya 13 orang lainnya terluka. Disebutkan bahwa jalur rel itu sebenarnya telah ditutup. Tim polisi, medis dan pemadam kebakaran dan palang merah langsung sibuk mengevakuasi para korban.

BBC/Reuters/dwi a

Sumber =
http://tempointeraktif.com/hg/eropa/2010...44,id.html

Reply
bukannya memang KA ini KA langsung, jadi emang gak berhenti di stasiun itu.

Sedih ya, accident seperti ini disebut sebagai incident... Sad
---------------------------------------------------------------------------------

[Image: 10152518_770209422991478_115824953701405038_n.jpg]
Reply
Berarti yang dilewatin KA ini stasiun badug / buntu donk... Tapi kalau memang gak berhenti di stasiun ini, dari jarak sekian KM kenapa sudah dibelokin ke arah stasiun ini yah? Masyarakat Sopanyol apalagi mayoritas orang2 Eropa tergolong negara2 maju enggak buta akan kedisiplinan donk... Pasti mereka sudah memenuhi prosedur nyeberang rel KA yang gak bakal dilewatin KA - KA tertentu di jam segitu. Tapi, kali ini gak disangka mereka yg nyeberang rel bakal kedatangan KA yang super cepat pula. Seketika menghantam mrk sampai tewas dan si KA melesat nabrak pembatas spoor badug deh...

-+ begitu gak yah kronologinya?

Reply
salut deh buat japon..
Reply
Nih ada beritanya di koran Tempo waktu itu...

Kamis, 28 April 2005


Kecelakaan Kereta Api Fatal

Editorial, Asahi Shimbun, Jepang

Kecelakaan kereta tapi maut di Amagasaki, Prefektur Hyogo, menewaskan puluhan jiwa dan melukai ratusan lainnya. Tragedi itu terjadi sesaat setelah puncak jam sibuk. Jalur kereta cepat Takarazuka milik JR West berangkat dari Takarazuka, Prefektur Hyogo, menuju Osaka saat lepas dari rel dan menghantam apartemen tingkat sembilan yang hanya beberapa meter dari rel.

Gerbong depan kereta menghantam garasi di lantai pertama gedung, sedangkan gerbong kedua terjerembab pada beton. Dengan setiap gerbong beratnya sekitar 30 ton, hasilnya sangat mengerikan.

Penyebab kecelakaan belum dipastikan. Bagaimanapun ahli kereta api mengatakan, ada tiga kemungkinan penyebab: terlalu cepat, masalah rel, atau ada yang tidak beres dengan keretanya.

Kereta api itu keluar dari rel di tikungan tajam saat batas kecepatan 70 kilometer per jam. Prefektur Hyogo belum menyatakan berapa kecepatan kereta api saat itu.

Menurut pejabat JR West, kereta api itu kebablasan 8 meter saat berhenti di Stasiun Itami, sehingga memaksa masinis yang baru berusia 23 tahun itu mundur. Akibatnya ada 90 detik keterlambatan.

Meski berbahaya untuk langsung menyimpulkan, kita harus mencatat laporan mereka yang selamat bahwa kereta api itu berlari lebih cepat dari biasanya. Kereta api itu mestinya akan berhubungan dengan kereta api lain di Amagasaki, satu stasiun setelah Itami.

Kita bisa membayangkan kemungkinan terlambat membuat masinis gelisah.

Selain itu, penyelidik harus memperhatikan kondisi rel. Karena tikungan, salah satu rel lebih tinggi daripada satunya, sehingga mempermudah kereta belok. Pertanyaan di sini apakah sudah ada perhatian cukup? Bagaimana perawatan relnya?

Orang sering menyebut wilayah Kansai sebagai "kerajaan kereta api swasta" karena banyaknya perusahaan swasta. JR West bersaing dengan perusahaan swasta lain di banyak jalur.

Setelah Kereta Api Nasional Jepang diswastanisasi, JR West memperkenalkan gerbong yang lebih ringan untuk pelayanannya. Ini agar kereta bisa lebih cepat untuk menghubungkan Osaka dengan Kobe, Kyoto, dan kota lain dibanding operator swasta.

Kereta yang keluar rel itu tidak dilengkapi peralatan yang otomatis mengerem jika melewati batas kecepatan yang ditentukan.

Masinis harus mengikuti jadwal yang sangat ketat.

Kami bertanya-tanya apakah standar keamanan sudah cukup diperhatikan karena ketatnya kompetisi antara JR West dan perusahaan swasta lain.

Kita berharap setulusnya bahwa perusahaan-perusahaan kereta api lebih memperhatikan standar keamanan yang mereka berikan.

Sistem kereta api Jepang terkenal karena ketepatan waktu dan keamanannya. Kecelakaan ini dilihat orang di seluruh dunia. Semua harus dilakukan untuk menemukan penyebab kecelakaan dan melihat dari segala sudut yang mungkin.

Ini juga ada photo2nya waktu proses evakuasi...serem....


[Image: show.php?photo=20100704214956_amagasaki_...45c56f.jpg]


[Image: show.php?photo=20100704214956_amagasaki4...479b31.jpg]


[Image: show.php?photo=20100704214956_amagasaki2...46afa4.jpg]
Reply
(04-07-2010, 09:40 PM)jadrians Wrote: [spoiler=PLH AMAGASAKI]
Nih ada beritanya di koran Tempo waktu itu...

Kamis, 28 April 2005


Kecelakaan Kereta Api Fatal

Editorial, Asahi Shimbun, Jepang

Kecelakaan kereta tapi maut di Amagasaki, Prefektur Hyogo, menewaskan puluhan jiwa dan melukai ratusan lainnya. Tragedi itu terjadi sesaat setelah puncak jam sibuk. Jalur kereta cepat Takarazuka milik JR West berangkat dari Takarazuka, Prefektur Hyogo, menuju Osaka saat lepas dari rel dan menghantam apartemen tingkat sembilan yang hanya beberapa meter dari rel.

Gerbong depan kereta menghantam garasi di lantai pertama gedung, sedangkan gerbong kedua terjerembab pada beton. Dengan setiap gerbong beratnya sekitar 30 ton, hasilnya sangat mengerikan.

Penyebab kecelakaan belum dipastikan. Bagaimanapun ahli kereta api mengatakan, ada tiga kemungkinan penyebab: terlalu cepat, masalah rel, atau ada yang tidak beres dengan keretanya.

Kereta api itu keluar dari rel di tikungan tajam saat batas kecepatan 70 kilometer per jam. Prefektur Hyogo belum menyatakan berapa kecepatan kereta api saat itu.

Menurut pejabat JR West, kereta api itu kebablasan 8 meter saat berhenti di Stasiun Itami, sehingga memaksa masinis yang baru berusia 23 tahun itu mundur. Akibatnya ada 90 detik keterlambatan.

Meski berbahaya untuk langsung menyimpulkan, kita harus mencatat laporan mereka yang selamat bahwa kereta api itu berlari lebih cepat dari biasanya. Kereta api itu mestinya akan berhubungan dengan kereta api lain di Amagasaki, satu stasiun setelah Itami.

Kita bisa membayangkan kemungkinan terlambat membuat masinis gelisah.

Selain itu, penyelidik harus memperhatikan kondisi rel. Karena tikungan, salah satu rel lebih tinggi daripada satunya, sehingga mempermudah kereta belok. Pertanyaan di sini apakah sudah ada perhatian cukup? Bagaimana perawatan relnya?

Orang sering menyebut wilayah Kansai sebagai "kerajaan kereta api swasta" karena banyaknya perusahaan swasta. JR West bersaing dengan perusahaan swasta lain di banyak jalur.

Setelah Kereta Api Nasional Jepang diswastanisasi, JR West memperkenalkan gerbong yang lebih ringan untuk pelayanannya. Ini agar kereta bisa lebih cepat untuk menghubungkan Osaka dengan Kobe, Kyoto, dan kota lain dibanding operator swasta.

Kereta yang keluar rel itu tidak dilengkapi peralatan yang otomatis mengerem jika melewati batas kecepatan yang ditentukan.

Masinis harus mengikuti jadwal yang sangat ketat.

Kami bertanya-tanya apakah standar keamanan sudah cukup diperhatikan karena ketatnya kompetisi antara JR West dan perusahaan swasta lain.

Kita berharap setulusnya bahwa perusahaan-perusahaan kereta api lebih memperhatikan standar keamanan yang mereka berikan.

Sistem kereta api Jepang terkenal karena ketepatan waktu dan keamanannya. Kecelakaan ini dilihat orang di seluruh dunia. Semua harus dilakukan untuk menemukan penyebab kecelakaan dan melihat dari segala sudut yang mungkin.

Ini juga ada photo2nya waktu proses evakuasi...serem....


[Image: show.php?photo=20100704214956_amagasaki_...45c56f.jpg]


[Image: show.php?photo=20100704214956_amagasaki4...479b31.jpg]


[Image: show.php?photo=20100704214956_amagasaki2...46afa4.jpg][/spoiler]

Wow!Heran,keretanya aja udah ringsek parah gitu,gimana nasib penumpangnya ya?Ngeledek
[Classified]

Reply
Sekedar menambahkan:

Lokasi PLH dari udara


[Image: 63081686_95e782b168_d.jpg]

Kondisi kereta


[Image: 1_21_rail_crash_amagasaki.jpg]


[Image: xin_16040225161277663345.jpg]

Masao Yamazaki, presiden direktur West Japan Railway Co. kabarnya langsung mengundurkan diri pada hari yang sama dalam suatu konferensi pers di Osaka, sebagai rasa tanggung jawabnya atas terjadinya PLH tsb.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
Mank Jepang HEbat. PPKA dan MAsinis bs mencocokan waktu ga kayak di Indonesia. dah Pejabat jg mengundurkan diri untuk tanggung jwb moralnya ga kayak Indonesia.
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply
(14-07-2010, 02:11 PM)tjcdes2009 Wrote: Mank Jepang HEbat. PPKA dan MAsinis bs mencocokan waktu ga kayak di Indonesia. dah Pejabat jg mengundurkan diri untuk tanggung jwb moralnya ga kayak Indonesia.

Kalau di sini dah terdidik para pejabatnya ngilmu "ngeles" dan "kambing hitam"....Ngakak
Reply
itu yg bekas PLH (yg msh utuh) masuk list impor KRL ke Indonesia ndak ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)