Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Penataran
#21
Kalo saya pribadi penataran ini cukup dengan peningkatan tiap rangkaian gak ada yg berdiri saja itu sudah langkah bagus. Dan dengan tarif tetap seperti sekarang. Kalaupun naik cukup dengan 500-1000rupiah itu saja. Karena penataran adalah kereta para pekerja,pedagang,mahasiswa yg tiap hari pulang pergi sby-ml pp dan sebaliknya. Kalaupun ada peningkatan k3 ac yg jelas tarif tetap rp100/km
Reply
#22
Ane harap juga seperti itu...tapi kalo untuk para pedagang yang membawa barang dagangan mereka, bagaimana tuh?

"Sumber Berita"

Rileks bentar...

[Image: 2itflt0.jpg]
Penataran tiba dari SB di BMG


[Image: a2vric.jpg]
Reply
#23
Saya cuma punya 1 gambar saja hehehe mungkin ini penataran kalo gak salah
[Image: 4412447875_8918fe62bb.jpg]
Reply
#24
(08-05-2010, 09:56 PM)JaY Wrote: Kalau pakai cc201 memang lebih lelet di petak Bangil-Malang beda sama ditarik bb301 mungkin faktor relnya yang belum cocok dgn cc201 karena masih btipe r42 kalau bgl-sgu kan da r54, wajar kalau masinis matok smpe 100 km/jam, la relnya bagus !
Saya berharap da inisiatif dari daop 8 utk ngrubah prasarana khusus rel dr r42 jd r54 di jalur bangil-blitar dijamin penataran lbih mantep kemungkinan maleks jg mncul lagi.

sebetulnya walau pakai r42 ga masalah kalau jalurnya dah full DT semua...Ngiler, kalau sekarang kan masih single track...Sedih
Reply
#25
(08-05-2010, 04:18 PM)Adolph Wrote: ga bisa dibayangkan,,kalo ada tol Sby-Ml, gmana nasibnya KA di jalur ini, termasuk penataran,,PT KA HARUS membuat antisipasinya,Parahyangan waktu blumada tol masih berjaya, baru ambruknya setelah ada tol, tapi lihat apa yg terjadi di rute sby-ml,,wong ga ada tol aja Maleks kedodoran, gmana klo ada tol..

heheh saya setujah ama mas tapi kita lihat berubahan macem apa setelah tau ada bencana porong
Reply
#26
(13-05-2010, 11:27 AM)sepung Wrote:
(08-05-2010, 04:18 PM)Adolph Wrote: ga bisa dibayangkan,,kalo ada tol Sby-Ml, gmana nasibnya KA di jalur ini, termasuk penataran,,PT KA HARUS membuat antisipasinya,Parahyangan waktu blumada tol masih berjaya, baru ambruknya setelah ada tol, tapi lihat apa yg terjadi di rute sby-ml,,wong ga ada tol aja Maleks kedodoran, gmana klo ada tol..

heheh saya setujah ama mas tapi kita lihat berubahan macem apa setelah tau ada bencana porong

ya..msalahnya memang kian rumit..Sakitkrena itu, untuk menginisiasi suatu perubahan, harus dilihat scara multi dimensi, krena memang bnyak faktor yg berhubungan dngan mslah perkeretaapian..Ngiler
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#27
(13-05-2010, 06:28 PM)Adolph Wrote:
(13-05-2010, 11:27 AM)sepung Wrote:
(08-05-2010, 04:18 PM)Adolph Wrote: ga bisa dibayangkan,,kalo ada tol Sby-Ml, gmana nasibnya KA di jalur ini, termasuk penataran,,PT KA HARUS membuat antisipasinya,Parahyangan waktu blumada tol masih berjaya, baru ambruknya setelah ada tol, tapi lihat apa yg terjadi di rute sby-ml,,wong ga ada tol aja Maleks kedodoran, gmana klo ada tol..

heheh saya setujah ama mas tapi kita lihat berubahan macem apa setelah tau ada bencana porong

ya..msalahnya memang kian rumit..Sakitkrena itu, untuk menginisiasi suatu perubahan, harus dilihat scara multi dimensi, krena memang bnyak faktor yg berhubungan dngan mslah perkeretaapian..Ngiler

Tol Malang-Surabaya sudah lama ada.... Hanya karena ada Lumpur Lapindo saja tol menjadi terganggu.

Penataran punya pangsa pasar tersendiri. Banyak pedagang maupun pekarja dari Blitar, Malang dan Surabaya yang membutuhkan KA ini.... Termasuk pelajar dan mahasiswa...

Sebagai ilustrasi, bagi seorang pekerja yang tinggal di Kepanjen, tidak praktis jika harus berganti-ganti angkutan bis untuk ke Surabaya atau sebaliknya. Penataran adalah satu pilihan.

Salam Spoor,
Reply
#28
(13-05-2010, 10:29 PM)Toto Wrote:
(13-05-2010, 06:28 PM)Adolph Wrote:
(13-05-2010, 11:27 AM)sepung Wrote:
(08-05-2010, 04:18 PM)Adolph Wrote: ga bisa dibayangkan,,kalo ada tol Sby-Ml, gmana nasibnya KA di jalur ini, termasuk penataran,,PT KA HARUS membuat antisipasinya,Parahyangan waktu blumada tol masih berjaya, baru ambruknya setelah ada tol, tapi lihat apa yg terjadi di rute sby-ml,,wong ga ada tol aja Maleks kedodoran, gmana klo ada tol..

heheh saya setujah ama mas tapi kita lihat berubahan macem apa setelah tau ada bencana porong

ya..msalahnya memang kian rumit..Sakitkrena itu, untuk menginisiasi suatu perubahan, harus dilihat scara multi dimensi, krena memang bnyak faktor yg berhubungan dngan mslah perkeretaapian..Ngiler

Tol Malang-Surabaya sudah lama ada.... Hanya karena ada Lumpur Lapindo saja tol menjadi terganggu.

Penataran punya pangsa pasar tersendiri. Banyak pedagang maupun pekarja dari Blitar, Malang dan Surabaya yang membutuhkan KA ini.... Termasuk pelajar dan mahasiswa...

Sebagai ilustrasi, bagi seorang pekerja yang tinggal di Kepanjen, tidak praktis jika harus berganti-ganti angkutan bis untuk ke Surabaya atau sebaliknya. Penataran adalah satu pilihan.

Salam Spoor,

sdikit koreksi..
tol sby-malang smpai hari ini belum ada..yang sudah ada adalah tol sby-gempol yg terpotong lumpur mulai dari porong smpai porong..karena tol sby-malang blum ada maka kita msh blum bsa mnyimpulkan klo ada tol sby-malang akan berdampak atau tidak pada pangsa pasar KA sby-malang,,walaupun saya yakin penataran tetep ada pangsa pasarnya sndiri, bgaimanapun PT KA tetap harus waspada dan mengantisipasinya mlai skarang,Xie Xie
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#29
Kalau saya pribadi walaupun ada tol trans jawa saya yakin 100% tidak akan berpengaruh pada penurunan jumlah penumpang pada kereta ekonomi. Karena tol itu sendiri sampai saat ini hanya di nikmati orang2 menengah ke atas sedang bagi rakyat pedesaan dan saya sampai saat ini belum rasanya jalan di jalan tol. Kalau tol cipularang itu jelas karena kereta yang ada k2 dan k1. Pokoknya kalau k3 itu tidak akan mati mas walaupun jalan tol di bangun seluruh jawa.
Reply
#30
hmmm...
mudah2 an..ane harap juga bgtu..Bye Bye
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)