04-11-2014, 10:40 AM
(03-11-2014, 03:35 PM)LufthansaPilot Wrote:(29-10-2014, 02:49 PM)Samloed Wrote:(28-10-2014, 03:50 PM)LufthansaPilot Wrote:(28-10-2014, 08:05 AM)ma2d_iwag Wrote:(25-10-2014, 09:55 PM)dozykayen Wrote: Waduhrotasi rangkaiannya bijimane itu? Yang paling gampang no 4, no 3 bisa diatur dikit lah...kalo no 1 dan 2 terlalu repot rotasinya...
Nomer 3 dan 4 bisa banget..
Nomer 1 gak mungkin karena cuman 1 rangkaian.
Nomer 2 bisa laahh..
Cukup 2 rangkaian, perjalanan 10+7 jam jadi 17 jam..
Brkt jakarta nya tetep, sampe BW jam 8.30
Brkt BW taruh 14.00 ber SBI 21.00 tiba Jakarta jam 7 pagi.
Istirahat di dipo Jakk cukup lama kan.
(25-10-2014, 01:33 AM)Batpod Wrote: Bima lewat Utara? No no no... jadi hilang nilai historisnya. Setahu saya Bima dari dulu itu lewat PWT-YK-MN-SGU. Sorry OOT dikit, silakan kembali ke topik
Hanya pendapat loh ya jangan dimasukin hati.. Lagian sekarang histori juga ga terlalu ngefek kan?
Lebih setuju klu ABA pindah ke SGU dan diperpanjang ke ML daripada Bima diputer via utara. Sepertinya bisa tuh ABA tembus <12 jam klu ke ML (asal dipo cap ML, tuker sama Gajayana jadi JAKK)
Gini GAPEKAnya :
KA 1 ML 06.45 SGU 08.45-09.05 GMR 18.05 (pake GAPEKA 1997 alias pas ABA diluncurin)
KA 2 GMR 09.30 SGU 18.30-19.00 ML 21.00
KA 3 ML 17.15 SGU 19.15-19.45 GMR 04.45
KA 4 GMR 21.30 SGU 06.30-07.05 ML 09.05 (paling silang sesama ABA di BG, gak sampe nyusul Bima kan?)
Sembrani mending terusin sampe JR. Selama SGU-JR masih 4 jam (dan dipindah ke SGU berangkatny). GAPEKAnya bisa kyk gini :
KA 45 JR 14.00 SGU 18.00-18.15 GMR 04.00
KA 46 GMR 19.35 SGU 05.15-05.45 JR 09.30 (berangkat lebih awal biar g disusul ABA dan Bima)
Udah BTT
Yoi setuju banget...ABA di perpanjang ke ML, Sembrani ke JR..lha Bima kembalikan lagi ga usah ke ML cukup di SGU saja....
Jangan, bima tetep ke ML. Masalahnya buanyak yg pake bima dr ML ke daerah YK, atau DAOP 6 dan 5 klu kehabisan Gajayana dan Moleks
ABA dan Sembrani berhenti di SBI? No no no, mending terus aja ke SGU. Demi efisiensi waktu.....
yoi, seharusnya dengan aktifnya Shortcut ini pihak DAOP VIII sudah harus memikirkan tentang pengelolaan stasiun di Surabaya seperti di kota-kota besar lain yaitu pemisahan stasiun dengan kereta kelas ekonomi dan kelas eksekutif, yang sudah jelas semua kelas eksekutif (ABA, BIMA, SEMBRANI, ARGO WILIS, TURANGGA, MUTIARA TIMUR, BANGUNKARTA dll.) ngebase di SGU, sedangkan kelas ekonomi (KERTAJAYA, PASUNDAN, GBM, MAHARANI, PROBOWANGI) ngebase di SBI, kan lebih teratur tuh....
tapi yg saya belum bisa berpendapat adalah bagaimana dengan stasiun SB nantinya ya, trus kereta-kereta macam GUMARANG, MUTIARA SELATAN, PENATARAN, DHOHO, serta komuter2 lainnya juga gimana ya....




