Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(11-06-2014, 10:52 PM)Batpod Wrote: Penasaran nih, sama tiket yang dibatalkan itu tujuan kemana Mas?
Wah berarti urang Bandung juga ya? Hahaha...
Saya juga penasaran belum pernah naik Ciremai ke CN.
Tiket yang dibatalin semuanya tiket KA Ciremai juga, tapi untuk keberangkatan 30 Mei 2014 (rencana awal berangkat tanggal segitu). Tapi karena diundur ke tanggal 31, dan daripada kehabisan tiket kalo nunggu dituker di BD, jadi akhirnya beli tiket baru buat tanggal 31, tiket yang tanggal 30 dibatalin, dan baru lunas paling cepet minggu depan...
Nanti foto bukti pembatalannya dilampirin di bagian epilog yang bakalan menyusul setelah foto dan video tambahan diupload (maklum buat ngupload video butuh wi-fi biar nggak ngabisin kuota internet dan nggak takut prosesnya putus di tengah jalan)...
(17-06-2014, 10:00 AM)yogisuryawan Wrote: TR yang penuh perjuangan...
Ya begitulah Mas... tapi kalo nggak begini saya jadi nggak punya pengalaman gimana rasanya naik KA yang terlambat parah... dan ternyata berlama-lama di kereta itu ada bagian nggak enaknya juga, nggak seperti yang sering saya bilang (dan juga banyak rekan RF lainnya): makin lama di kereta makin enak...
(18-06-2014, 08:50 PM)LufthansaPilot Wrote: Masalah K1 0 66 07 SDT Turanzonk, di trid Gopar, ada yang bilang K1 0 66 07 SDT sekarang pindah ke BD lho......... Pas om lavie naik diponya masih cap SDT apa udah jadi cap BD?
Wah mutasi ke BD? 
Apa buat ngegantiin K1 0 54 02 yang dimutasi ke JAKK ya? Atau hanya sementara aja, buat angkutan Lebaran? Kan kalo nggak salah emang ada asistensi K1/K2/K3 dari satu dipo ke dipo yang lain... 
Waktu saya naik masih SDT, tapi nggak kepikiran buat difoto pas di BD ataupun di CKP...
Oke, akan segera kembali dengan bagian epilog + penilaian... Harap bersabar karena masih dalam proses (menunggu ketersediaan jaringan wi-fi)...
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
Yap, berhubung semua foto dan video yg tertinggal udah berhasil diupload, berikut adalah akhir dari keseluruhan trip report gue...
E P I L O G
Berlainan dengan mayoritas penumpang yang langsung pulang atau mendatangi penginapan tujuan mereka, gue memilih masuk ke ruang tunggu Stasiun Bandung. Di beberapa bangku terdapat penumpang-penumpang yang tertidur lelap, mungkin mereka yang akan melanjutkan perjalanan pagi itu dengan KA Lodaya Pagi, yang sudah berganti nomor perka dari 66 kembali ke nomor 74 seperti dalam Gapeka 2011.
Rencananya, saat itu gue bakal menunggu kedatangan KA 67P Lodaya Malam dari Solo sekaligus KA 85P Malabar dari Malang. Sesuai jadwal, seharusnya KA 67P tiba di Bandung pukul 03:27, disusul KA 85P pukul 04:10. Tetapi, malam itu, KA 67P baru menampakkan dirinya pukul 03:57, alias terlambat 30 menit, ditarik lokomotif CC 206 65 dari Dipo Induk Semarang Poncol. Melihat keterlambatan KA Lodaya tersebut, akhirnya gue “menyerah†dan memilih keluar bersama ratusan penumpang Lodaya menuju deretan taksi yang udah menunggu di luar.
Oh ya, karena saat itu udah masuk tanggal 01 Juni 2014, otomatis semua perjalanan kereta api berubah menggunakan Gapeka 2014. Dari daftar di bawah ini, satu-satunya kereta yang nggak berganti nomor hanyalah sang raja jalur selatan, Argo Wilis. Saudaranya si Argo (Gede) Parahyangan harus ikutan ganti nomor karena perjalanan KA Argo Jati Tambahan dijadikan KA reguler (KA 16-17), padahal setelah seminggu berlalu, KA 16-17 dijadikan KA “fakultatif†lagi (hanya jalan Jumat-Minggu dan hari libur nasional)...
[spoiler=Jadwal keberangkatan KA dari Bandung, versi Gapeka 2014]
![[Image: image+%252812%2529.jpeg]](https://lh6.googleusercontent.com/-6LxIgmQcLzw/U6pWkAw1zyI/AAAAAAAAAxs/MKbT1eFD0OU/w596-h445-no/image+%252812%2529.jpeg)
[/spoiler]
Berkat jalanan yang lengang, gue akhirnya tiba di rumah sekitar pukul 04:20. Pintu dibukakan, dan ternyata segelas susu hangat telah menanti di meja makan. Setelah meneguk minuman yang disediakan orang tua, gue akhirnya berpamitan untuk tidur senyenyak-nyenyaknya. Gue baru kembali terbangun sekitar pukul 10 pagi.
Oh ya, sedikit cerita aja. Waktu joyride ke Cirebon ternyata ada seorang penumpang Eksekutif 1 yang mukanya udah nggak asing lagi buat gue. Orang itu nggak lain adalah dosen yang ngajar di program kekhususan yang gue ambil. Dan, buat kami para mahasiswa, dosen ini bukan seseorang yang biasa aja, tapi spesial karena memiliki penampilan yang menarik. Yap, bahkan saking menariknya, ada beberapa gelintir mahasiswa yang menjadikan dosen ini sebagai dosen favorit mereka. Sayang buat temen-temen gue yang ngambil program kekhususan yang berbeda dengan gue, cuma sempet diajar sama dosen ybs. sekali aja, pas kebetulan kebagian di salah satu matkul dasar di semester 4. Sedangkan gue, ya sampe semester 6 yang baru beres, udah ketemu di empat matkul yang berbeda-beda.
“Puas†bertatap muka di empat matkul, yang masing-masingnya berdurasi antara 100-200 menit, untuk pertama kalinya gue dapet kesempatan melihat dosen ybs. di luar lingkungan kampus, tanpa ada planning lain-lain. Tapi, saat itu, gue merasa malu-malu buat samperin ybs. karena waktu itu dia nggak sendiri, tetapi lagi bertiga dengan (yang belakangan gue tau dari temen kampus) sohib-sohibnya sesama dosen dari fakultas yang sama (tapi beda program kekhususan, dan karena alasan itu gue nggak ngenalin dosen-dosen yang lain itu). Ditambah lagi posisi kami yang berada di antara kerumunan ratusan penumpang lainnya, membuat gue tambah enggan buat nyamperin beliau.
Nah, pas kereta berhenti lama di Rendeh, gue sempetin jalan-jalan ke sisi Eksekutif. Niat awalnya bukan buat nyamperin bu dosen, cuma pengen motret-motret aja. Eh pas mau motret interior Turanzonk, jeng-jeng, tiga sosok perempuan itu beriringan melintas di lorong Turanzonk, dengan “bintang utama†berada di paling belakang. Langsung aja gue minggir, lalu begitu “bintang utama†akan lewat, gue pengen ngucapin “selamat siangâ€Â, tapi entah kenapa mulut gue tetep tertutup rapat dan gue hanya melemparkan senyum ke arahnya. Terlihat bu dosen balik tersenyum ke arah gue, entah karena dia ngenalin gue, atau bermaksud ngucapin terima kasih karena gue mendahulukan mereka lewat, atau hanya sekedar senyum aja, I don’t care. Yang penting dia tersenyum, itu udah bikin gue senang dan merasa lebih segar.
Oke, cukup dengan sesi curhatnya, sebagai penutup dari epilog, berikut gue lampirkan beberapa foto/video tambahan yang baru sempet diupload belakangan ini (terutama videonya, karena wajib menggunakan wi-fi biar kuota internet nggak abis sebelum akhir bulan)...
Bukti pembatalan tiket yang udah dipesen buat keberangkatan tanggal 30 Mei 2014 (sekaligus memenuhi “pesanan†rekan Batpod)...
[spoiler=Utang 104 ribu rupiah  ]
![[Image: IMG_6105.JPG]](https://lh5.googleusercontent.com/-9BjRkqagrL0/U6pWfirUt0I/AAAAAAAAAxk/-YNGOW_D8qI/w297-h445-no/IMG_6105.JPG)
[/spoiler]
Video kedatangan KA 64P Gumarang JAKK-SBI di jalur 5 CN, tapi gelap (waktu itu nggak kepikiran buat nyebrang ke peron jalur 5)...
Dengan demikian, selesailah sudah cerita perjalanan penutup Gapeka 2013 yang “sangat†berkesan ini... Eh, belum selesai! Masih ada bagian penilaiannya... untuk pertama kalinya gue mencoba membuat penilaian tentang perjalanan kali ini. Tentunya, karena adanya peristiwa luar biasa di Cisomang, maka penilaian untuk bagian ketepatan waktu akan dikosongkan...
Perjalanan tahap 1: KA 7103 Bandung-Cikampek
Poin plus:
Kebersihan: OTC-nya tanggap, begitu rangkaian nyampe BD sampah yang berserakan bekas rombongan anak sekolahan dari CN langsung dibersihkan, juga sepanjang perjalanan BD-CKP rajin bersih-bersih, kurangnya hanya di flek-flek yang ada di sudut-sudut kereta – hal yang lumrah bahkan untuk K1 sekalipun -_-
Pendingin udara: dinginnya di luar ekspektasi gue, berhubung kalo dengerin pengalaman temen-temen RF lainnya yang udah pernah naik K3 Ciremai belakangan ini AC-nya sering anget
Awak kabin: baik, walaupun keretanya telat tapi mereka tetap berusaha melayani penumpang sebaik mungkin
Poin minus:
Makanan: ludes bahkan sebelum perjalanan dimulai... -_-
Perjalanan tahap 2: KA 7102 Cikampek-Cirebon
Poin plus:
Kebersihan: idem dgn penilaian KA 7103
Pendingin udara: hmm, fine-fine aja lah, dinginnya Turangga nggak terlalu berasa (mungkin efek jalan sore dan bukan malem)
Awak kabin: idem dgn penilaian KA 7103
Poin minus:
Kenyamanan kursi: sempit, keras, dan nggak ada single seat = mengerikan
Hiburan: mungkin TV LED yang ada bisa dimanfaatkan buat diputarkan film atau, sekurang-kurangnya, musik... toh Sancaka dan Muttim yang satu kelas dengan Ciremai ada hiburan serupa...
Perjalanan tahap 3: KA 7105/7108 Cirebon-Cikampek-Bandung
Poin plus:
Kebersihan: sebaik saat naik KA 7103/7102, begitu gue balik dan naik ke dalam kereta, petugasnya udah selesai bersihin interior K1... bahkan saat diem di CKP, lagi-lagi OTC-nya dateng buat ngumpulin sampah...
Pendingin udara: dingin, bahkan untuk perjalanan malam bisa membuat gue kedinginan...
Awak kabin: yang kali ini juga ramah, bahkan selain nawarin makanan mereka juga ngebagiin selimut... sayang selimutnya kagak bisa dimanfaatin sampe BD...
Poin minus:
Hiburan: idem dgn penilaian KA 7102
Secara keseluruhan, penilaiannya sedikit jeblok gara-gara K1 Turangga yang entah karena apa kecantol di rangkaian Ciremai, dan absennya hiburan audio visual untuk kelas Eksekutifnya Ciremai. Soal kenikmatan menu yang ditawarkan dan ketepatan waktu untuk perjalanan kali ini nggak ada yang dinilai, mungkin nanti kalo ada kesempatan naik Ciremai lagi baru ada penilaian untuk dua bagian itu...
Dengan demikian, selesailah sudah cerita perjalanan penutup Gapeka 2013 yang “sangat†berkesan ini, sampai berjumpa di kesempatan berikutnya!
[spoiler=Kata-kata terakhir...]
Sebelum lanjut ke cerita yang baru, mungkin resolusi gue saat ini adalah ngeberesin TR yang belum kelar dan dibiarin “ngegantung†sekian lama...
[/spoiler]
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
(25-06-2014, 01:15 PM)dtRAiNeR Wrote: Yap, berhubung semua foto dan video yg tertinggal udah berhasil diupload, berikut adalah akhir dari keseluruhan trip report gue...
E P I L O G
Berlainan dengan mayoritas penumpang yang langsung pulang atau mendatangi penginapan tujuan mereka, gue memilih masuk ke ruang tunggu Stasiun Bandung. Di beberapa bangku terdapat penumpang-penumpang yang tertidur lelap, mungkin mereka yang akan melanjutkan perjalanan pagi itu dengan KA Lodaya Pagi, yang sudah berganti nomor perka dari 66 kembali ke nomor 74 seperti dalam Gapeka 2011.
Rencananya, saat itu gue bakal menunggu kedatangan KA 67P Lodaya Malam dari Solo sekaligus KA 85P Malabar dari Malang. Sesuai jadwal, seharusnya KA 67P tiba di Bandung pukul 03:27, disusul KA 85P pukul 04:10. Tetapi, malam itu, KA 67P baru menampakkan dirinya pukul 03:57, alias terlambat 30 menit, ditarik lokomotif CC 206 65 dari Dipo Induk Semarang Poncol. Melihat keterlambatan KA Lodaya tersebut, akhirnya gue “menyerah†dan memilih keluar bersama ratusan penumpang Lodaya menuju deretan taksi yang udah menunggu di luar.
Oh ya, karena saat itu udah masuk tanggal 01 Juni 2014, otomatis semua perjalanan kereta api berubah menggunakan Gapeka 2014. Dari daftar di bawah ini, satu-satunya kereta yang nggak berganti nomor hanyalah sang raja jalur selatan, Argo Wilis. Saudaranya si Argo (Gede) Parahyangan harus ikutan ganti nomor karena perjalanan KA Argo Jati Tambahan dijadikan KA reguler (KA 16-17), padahal setelah seminggu berlalu, KA 16-17 dijadikan KA “fakultatif†lagi (hanya jalan Jumat-Minggu dan hari libur nasional)...
[spoiler=Jadwal keberangkatan KA dari Bandung, versi Gapeka 2014]
![[Image: image+%252812%2529.jpeg]](https://lh6.googleusercontent.com/-6LxIgmQcLzw/U6pWkAw1zyI/AAAAAAAAAxs/MKbT1eFD0OU/w596-h445-no/image+%252812%2529.jpeg)
[/spoiler]
Berkat jalanan yang lengang, gue akhirnya tiba di rumah sekitar pukul 04:20. Pintu dibukakan, dan ternyata segelas susu hangat telah menanti di meja makan. Setelah meneguk minuman yang disediakan orang tua, gue akhirnya berpamitan untuk tidur senyenyak-nyenyaknya. Gue baru kembali terbangun sekitar pukul 10 pagi.
Oh ya, sedikit cerita aja. Waktu joyride ke Cirebon ternyata ada seorang penumpang Eksekutif 1 yang mukanya udah nggak asing lagi buat gue. Orang itu nggak lain adalah dosen yang ngajar di program kekhususan yang gue ambil. Dan, buat kami para mahasiswa, dosen ini bukan seseorang yang biasa aja, tapi spesial karena memiliki penampilan yang menarik. Yap, bahkan saking menariknya, ada beberapa gelintir mahasiswa yang menjadikan dosen ini sebagai dosen favorit mereka. Sayang buat temen-temen gue yang ngambil program kekhususan yang berbeda dengan gue, cuma sempet diajar sama dosen ybs. sekali aja, pas kebetulan kebagian di salah satu matkul dasar di semester 4. Sedangkan gue, ya sampe semester 6 yang baru beres, udah ketemu di empat matkul yang berbeda-beda.
“Puas†bertatap muka di empat matkul, yang masing-masingnya berdurasi antara 100-200 menit, untuk pertama kalinya gue dapet kesempatan melihat dosen ybs. di luar lingkungan kampus, tanpa ada planning lain-lain. Tapi, saat itu, gue merasa malu-malu buat samperin ybs. karena waktu itu dia nggak sendiri, tetapi lagi bertiga dengan (yang belakangan gue tau dari temen kampus) sohib-sohibnya sesama dosen dari fakultas yang sama (tapi beda program kekhususan, dan karena alasan itu gue nggak ngenalin dosen-dosen yang lain itu). Ditambah lagi posisi kami yang berada di antara kerumunan ratusan penumpang lainnya, membuat gue tambah enggan buat nyamperin beliau.
Nah, pas kereta berhenti lama di Rendeh, gue sempetin jalan-jalan ke sisi Eksekutif. Niat awalnya bukan buat nyamperin bu dosen, cuma pengen motret-motret aja. Eh pas mau motret interior Turanzonk, jeng-jeng, tiga sosok perempuan itu beriringan melintas di lorong Turanzonk, dengan “bintang utama†berada di paling belakang. Langsung aja gue minggir, lalu begitu “bintang utama†akan lewat, gue pengen ngucapin “selamat siangâ€Â, tapi entah kenapa mulut gue tetep tertutup rapat dan gue hanya melemparkan senyum ke arahnya. Terlihat bu dosen balik tersenyum ke arah gue, entah karena dia ngenalin gue, atau bermaksud ngucapin terima kasih karena gue mendahulukan mereka lewat, atau hanya sekedar senyum aja, I don’t care. Yang penting dia tersenyum, itu udah bikin gue senang dan merasa lebih segar.
Oke, cukup dengan sesi curhatnya, sebagai penutup dari epilog, berikut gue lampirkan beberapa foto/video tambahan yang baru sempet diupload belakangan ini (terutama videonya, karena wajib menggunakan wi-fi biar kuota internet nggak abis sebelum akhir bulan)...
Bukti pembatalan tiket yang udah dipesen buat keberangkatan tanggal 30 Mei 2014 (sekaligus memenuhi “pesanan†rekan Batpod)...
[spoiler=Utang 104 ribu rupiah ]
![[Image: IMG_6102.JPG]](https://lh3.googleusercontent.com/-ysce5GTM3dY/U6pWlBLcMHI/AAAAAAAAAx0/AdR63YPTs8g/w297-h445-no/IMG_6102.JPG)
![[Image: IMG_6103.JPG]](https://lh4.googleusercontent.com/-e-5RHX6JpkU/U6pWdiPXVdI/AAAAAAAAAxc/6vmkqRQqhns/w297-h445-no/IMG_6103.JPG)
![[Image: IMG_6105.JPG]](https://lh5.googleusercontent.com/-9BjRkqagrL0/U6pWfirUt0I/AAAAAAAAAxk/-YNGOW_D8qI/w297-h445-no/IMG_6105.JPG)
[/spoiler]
Video kedatangan KA 64P Gumarang JAKK-SBI di jalur 5 CN, tapi gelap (waktu itu nggak kepikiran buat nyebrang ke peron jalur 5)...
Dengan demikian, selesailah sudah cerita perjalanan penutup Gapeka 2013 yang “sangat†berkesan ini... Eh, belum selesai! Masih ada bagian penilaiannya... untuk pertama kalinya gue mencoba membuat penilaian tentang perjalanan kali ini. Tentunya, karena adanya peristiwa luar biasa di Cisomang, maka penilaian untuk bagian ketepatan waktu akan dikosongkan...
Perjalanan tahap 1: KA 7103 Bandung-Cikampek
Poin plus:
Kebersihan: OTC-nya tanggap, begitu rangkaian nyampe BD sampah yang berserakan bekas rombongan anak sekolahan dari CN langsung dibersihkan, juga sepanjang perjalanan BD-CKP rajin bersih-bersih, kurangnya hanya di flek-flek yang ada di sudut-sudut kereta – hal yang lumrah bahkan untuk K1 sekalipun -_-
Pendingin udara: dinginnya di luar ekspektasi gue, berhubung kalo dengerin pengalaman temen-temen RF lainnya yang udah pernah naik K3 Ciremai belakangan ini AC-nya sering anget
Awak kabin: baik, walaupun keretanya telat tapi mereka tetap berusaha melayani penumpang sebaik mungkin
Poin minus:
Makanan: ludes bahkan sebelum perjalanan dimulai... -_-
Perjalanan tahap 2: KA 7102 Cikampek-Cirebon
Poin plus:
Kebersihan: idem dgn penilaian KA 7103
Pendingin udara: hmm, fine-fine aja lah, dinginnya Turangga nggak terlalu berasa (mungkin efek jalan sore dan bukan malem)
Awak kabin: idem dgn penilaian KA 7103
Poin minus:
Kenyamanan kursi: sempit, keras, dan nggak ada single seat = mengerikan 
Hiburan: mungkin TV LED yang ada bisa dimanfaatkan buat diputarkan film atau, sekurang-kurangnya, musik... toh Sancaka dan Muttim yang satu kelas dengan Ciremai ada hiburan serupa...
Perjalanan tahap 3: KA 7105/7108 Cirebon-Cikampek-Bandung
Poin plus:
Kebersihan: sebaik saat naik KA 7103/7102, begitu gue balik dan naik ke dalam kereta, petugasnya udah selesai bersihin interior K1... bahkan saat diem di CKP, lagi-lagi OTC-nya dateng buat ngumpulin sampah...
Pendingin udara: dingin, bahkan untuk perjalanan malam bisa membuat gue kedinginan...
Awak kabin: yang kali ini juga ramah, bahkan selain nawarin makanan mereka juga ngebagiin selimut... sayang selimutnya kagak bisa dimanfaatin sampe BD...
Poin minus:
Hiburan: idem dgn penilaian KA 7102
Secara keseluruhan, penilaiannya sedikit jeblok gara-gara K1 Turangga yang entah karena apa kecantol di rangkaian Ciremai, dan absennya hiburan audio visual untuk kelas Eksekutifnya Ciremai. Soal kenikmatan menu yang ditawarkan dan ketepatan waktu untuk perjalanan kali ini nggak ada yang dinilai, mungkin nanti kalo ada kesempatan naik Ciremai lagi baru ada penilaian untuk dua bagian itu...
Dengan demikian, selesailah sudah cerita perjalanan penutup Gapeka 2013 yang “sangat†berkesan ini, sampai berjumpa di kesempatan berikutnya!
[spoiler=Kata-kata terakhir...]
Sebelum lanjut ke cerita yang baru, mungkin resolusi gue saat ini adalah ngeberesin TR yang belum kelar dan dibiarin “ngegantung†sekian lama...
[/spoiler]
Note : K1 Eksis CN semuanya TVnya nggak nyala. Termasuk Cireks. Kalau Muttim kadang nyala kadang nggak, kalau nyala disetelin seadanya juga. Sancaka nyala tapi seadanya lah..............
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
TVnya K1 CN nyala semua kok, tapi tergantung sama restorasi yang dibawa.
Untuk Cireks sendiri sekarang udah nyala untuk beberapa trip, itupun tergantung dari restorasi yang dibawa apakah ada jaringan tv paralelnya atau engga.
Cimeks ini kan pake M1 0 68 01 yg notabanenya cadangan Argo Jati (sebelum dapet M1 0 82 05) jadi seharusnya memang ada tv paralel di M1 Cimeks ini, cuma tetep saya gatau apakah hiburan tv ini masuk dalam pelayanan atau engga.. qkwkwk
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
(28-06-2014, 07:41 AM)Billy Dancing Wrote: TVnya K1 CN nyala semua kok, tapi tergantung sama restorasi yang dibawa.
Untuk Cireks sendiri sekarang udah nyala untuk beberapa trip, itupun tergantung dari restorasi yang dibawa apakah ada jaringan tv paralelnya atau engga.
Cimeks ini kan pake M1 0 68 01 yg notabanenya cadangan Argo Jati (sebelum dapet M1 0 82 05) jadi seharusnya memang ada tv paralel di M1 Cimeks ini, cuma tetep saya gatau apakah hiburan tv ini masuk dalam pelayanan atau engga.. qkwkwk
Berati KM2nya CN belum ada playernya ya? (maksudnya player kayak gini ya? :
[spoiler]
![[Image: 1979580_695978840466218_7011434887049330827_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1.0-9/q77/s720x720/1979580_695978840466218_7011434887049330827_n.jpg) [/spoiler] )
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(28-06-2014, 07:41 AM)Billy Dancing Wrote: TVnya K1 CN nyala semua kok, tapi tergantung sama restorasi yang dibawa.
Untuk Cireks sendiri sekarang udah nyala untuk beberapa trip, itupun tergantung dari restorasi yang dibawa apakah ada jaringan tv paralelnya atau engga.
Cimeks ini kan pake M1 0 68 01 yg notabanenya cadangan Argo Jati (sebelum dapet M1 0 82 05) jadi seharusnya memang ada tv paralel di M1 Cimeks ini, cuma tetep saya gatau apakah hiburan tv ini masuk dalam pelayanan atau engga.. qkwkwk
Nah ini dia, kalo emang Cireks sendiri TV-nya udah dioperasikan (walau cuman utk bbrp trip aja), seharusnya bisa diterapin juga utk perjalanan Ciremai... sayang kalo misalnya ada TV, tapi dibiarin mati... toh kalo alasannya pembedaan kelas (Eksekutif-Ekonomi dan bukan Eksekutif Argo/Satwa), kan Ciremai ini nggak punya saingan sesama rangkaian KA. kalo Harina kan beda pangsa dan jam keberangkatan. lagian juga Cireks kan bukan Eksekutif Argo/Satwa, tapi tersedia hiburan audio visual di beberapa tripnya...
(28-06-2014, 09:29 AM)LufthansaPilot Wrote: Berati KM2nya CN belum ada playernya ya? (maksudnya player kayak gini ya?) :
[spoiler]
[/spoiler]
Dan kalo nggak salah inget, waktu BLB di Rendeh, iseng "inspeksi" M1 0 68 01, ada ruangan kecil yang berisi banyak kabel... apa mungkin di sana tersimpan player buat muterin film/musik dan iklan seperti foto di atas ya?
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
(30-06-2014, 08:32 PM)dtRAiNeR Wrote: (28-06-2014, 07:41 AM)Billy Dancing Wrote: TVnya K1 CN nyala semua kok, tapi tergantung sama restorasi yang dibawa.
Untuk Cireks sendiri sekarang udah nyala untuk beberapa trip, itupun tergantung dari restorasi yang dibawa apakah ada jaringan tv paralelnya atau engga.
Cimeks ini kan pake M1 0 68 01 yg notabanenya cadangan Argo Jati (sebelum dapet M1 0 82 05) jadi seharusnya memang ada tv paralel di M1 Cimeks ini, cuma tetep saya gatau apakah hiburan tv ini masuk dalam pelayanan atau engga.. qkwkwk
Nah ini dia, kalo emang Cireks sendiri TV-nya udah dioperasikan (walau cuman utk bbrp trip aja), seharusnya bisa diterapin juga utk perjalanan Ciremai... sayang kalo misalnya ada TV, tapi dibiarin mati... toh kalo alasannya pembedaan kelas (Eksekutif-Ekonomi dan bukan Eksekutif Argo/Satwa), kan Ciremai ini nggak punya saingan sesama rangkaian KA. kalo Harina kan beda pangsa dan jam keberangkatan. lagian juga Cireks kan bukan Eksekutif Argo/Satwa, tapi tersedia hiburan audio visual di beberapa tripnya...
(28-06-2014, 09:29 AM)LufthansaPilot Wrote: Berati KM2nya CN belum ada playernya ya? (maksudnya player kayak gini ya?) :
[spoiler]
[/spoiler]
Dan kalo nggak salah inget, waktu BLB di Rendeh, iseng "inspeksi" M1 0 68 01, ada ruangan kecil yang berisi banyak kabel... apa mungkin di sana tersimpan player buat muterin film/musik dan iklan seperti foto di atas ya?
Bisa jadi, soalnya beberapa KA masih pakai format yg g tentu (bisa jadi tiap M1 playernya beda2)
M1 itu difoto di Bima 33L tgl 05/04/2014. Itu di M1 batik biru (M1 0 86 02 klu g salah). 2X naik Muttim PP kayaknya mesti ganti2 medianya (klu filmnya pake DVD Disc, terus announcement, musik, terus programnya ResTV ganti pake flash disk. soalnya pas ganti2nya udah ketahuan dan jelas2 ada tulisan open close di TVnya pas ganti program  ). Klu bima kemarin kayaknya pake HDD ya, kayaknya yang dikelola KATV mungkin formatnya dimasukin ke HDD (ketahuan ada HDD stacknya disitu. Dan nggak ada flashdisk nggantung di DVD playernya). Dan selama gonta ganti program mulus tuh. abis outro, TV mati, dan nyala lagi langsung colour bar. Nggak ada acara sampai ada tulisan open close sampe merek playernya nampil di TV  (kayaknya berlaku di semua KATV termasuk pas ane naik Anggrek th 2005 meskipun kayaknya pakai media VCD jaman itu karena DVD belum populer kyk sekarang)
Punya CN ya? Kayaknya kalau bekas punya Jati (atau emang punya Jati) kayaknya mirip2 kayak punyanya Bima diatas karena sama2 operatornya KATV
Posts: 346
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
3
(04-06-2014, 09:34 AM)dtRAiNeR Wrote: Di Stasiun Rendeh, KA 7103 lagi-lagi masuk jalur belok. Awalnya, gue berpikir, KA 7103 bakal bersilang dengan KA 22 Argo Parahyangan atau salah satu dari dua rangkaian KA Peti Kemas, semuanya dari Jakarta. Tetapi kemudian PPKA setempat ngumumin kalo KA Ciremai harus menunggu selama 100 menit karena jalur di depan belum siap dilewati...
Spontan, gue langsung itung-itungin keterlambatan si Ciremai. Berangkatnya tadi telat 2 jam 42 menit, terus harus diem di Rendeh 1 jam 40 menit. Dijumlah-jumlah, berarti total keterlambatan KA 7103 akan mencapai 4 jam 22 menit. Perasaan pun bercampur antara resah dan lega. Resah, karena itu berarti gue bakal kembali ke Bandung sekitar tengah malam, tetapi juga lega, karena untuk keterlambatan lebih dari 3 jam otomatis bakalan ada service recovery berupa pop mie. Lumayan, makan siang gratis!
Waktu tunggu selama 100 menit itu gue habiskan dengan mengambil beberapa foto di dalam dan di luar kereta, lalu bermain game 2048 sambil menunggu service recovery untuk penumpang kelas Eksekutif selesai dibagikan (maklum, namanya juga penumpang kelas Ekonomi, harus ikhlas mendahulukan mereka yang bayar lebih mahal).
[spoiler=Mari makan...]
![[Image: image+%25285%2529.jpeg]](https://lh6.googleusercontent.com/-sjTP9bzdhOE/U4564fLzobI/AAAAAAAAAmg/rTvoVEISiPc/w332-h444-no/image+%25285%2529.jpeg)
[/spoiler]
Mas, perhitungannya luar biasa. Hebat. 
Posts: 26
Threads: 0
Joined: Oct 2014
Reputation:
1
Wahahah =)) sengsara bgt tripnya tapi jadi mau coba .Berkesan bgt itu yak,manteplah mas seperti biasanya sanggup ngebuat saya bisa ngebayangin kejadiannya wkwk.
The past and future are not same,but they're not completely separate either.
|