Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perjalanan Penutup Gapeka 2013 yang "Sangat" Berkesan...
#1
Camera 
[spoiler=Prolog]

Perjalanan kali ini sebenernya udah direncanain sejak hampir setahun yang lalu. Hanya saja, sejak rencana itu pertama kali dibuat, gue belum pernah kesampean buat nyobain kereta yang satu ini. Mungkin, udah sempet ditunda sekitar lima kali. Pertama, pas peluncurannya. Gagal karena dua hari sebelumnya gue baru balik dari luar kota dan gue ngerasa kurang fit. Kedua, yang paling memalukan buat gue. Udah janjian sama temen RF, bahkan yang satu khusus dateng ke Bandung. Data identitas mereka udah gue dapet, tinggal mau booking di internet, eh ternyata guenya harus ngebatalin rencana itu. Ketiga, pas ada promoan Imlek, rencananya antara mau disekaligusin dengan jalan balik dari luar kota atau khusus jalan-jalan dengan kereta ini aja. Gagal juga. Keempat, lagi-lagi janjian sama temen RF, tapi belum sampe ke tahap ngumpulin identitas, lagi-lagi gue yang ngebatalin rencana itu. Sampe-sampe gue bertanya dalam hati, sesibuk itukah hidup gue?

Waktu terus berjalan dan nggak terasa udah masuk bulan Mei. Bulan terakhir berlakunya Gapeka 2013. Otomatis, dengan bergantinya Gapeka, kereta yang gue mau coba dari zaman batu ini bakalan diganti penomoran dan jadwalnya. Jadi, gue bertekad, mau nggak mau gue harus bisa joyride bulan ini juga. Mau itu di awal, di pertengahan, bahkan di akhir bulan sekalipun, harus kesampean. Inilah rencana gue yang kelima.

Tapi, tapi, gue belum bisa dapet kesempatan terakhir buat hal itu. Sampe akhirnya, tanggal 27 Mei 2014 kemaren, gue memutuskan untuk nekat memesan tiket kereta itu. Tanpa minta izin dulu ke orang tua, dan tanpa ngajak-ngajak siapapun. Malemnya, baru gue minta izin ke orang tua, yang ternyata mengatakan kalo tanggal keberangkatan yang gue ajukan itu ternyata nggak tepat. Sempat kecewa, tapi akhirnya orang tua gue ngajuin ide, kenapa nggak berangkat besoknya aja. Kekecewaan itu langsung hilang seketika, dan gue hanya bisa berterima kasih karena mendapat solusi itu.

Besoknya, tiga dari empat tiket yang udah gue pesen, gue batalin, dan gue ganti dengan pesenan baru, yang udah gue booking malem sebelumnya. Dan satu tiket lainnya, yaitu tiket tahap pertama dari rencana perjalanan gue, diminta diganti tanggalnya. Pengeluaran jadi berlipat, tapi demi kesempatan yang nggak bakal dateng untuk keenam kalinya, nggak apa-apa lah ya... 
[/spoiler]

Cukup dengan prolognya, berikut adalah trip report gue selengkapnya, selamat menikmati!

Setelah bersiap-siap, gue langsung berangkat dari rumah jam 07:20 menuju Stasiun Cimindi untuk naik KRD Ekonomi tujuan Cicalengka jam 07:43. Lima menit setelah gue tiba di stasiun, PPKA ngumumin kalo perjalanan KA Lokal Cibatu pagi itu cuma sampe Padalarang. Waduh, apakah jalur Padalarang-Cikampek ditutup lagi? Bukannya udah bisa dilewatin dengan taspat? Sepanjang perjalanan menuju Stasiun Bandung, gue hanya bisa harap-harap cemas. Tetapi begitu ngeliat penumpang di ruang tunggu sebelah utara Stasiun Bandung, barulah gue kembali merasa lega. Apalagi begitu nyampe di boarding counter, petugas yang memeriksa tiket gue bilang kalo rangkaiannya belum tersedia, karena masih tertahan di Cisomang.

[spoiler=pamer tiket...]

[Image: image.jpeg]
[/spoiler]

Pagi itu, perjalanan dua kereta api Argo Parahyangan Tambahan tujuan Gambir, dengan jadwal jam 08:15 dan 09:00, digabungin menjadi satu perjalanan, dengan rangkaian KA Turangga yang biasa dipake untuk KA Argo Parahyangan Tambahan jam 08:15. Lewat pengeras suara, seluruh penumpang KA Argo Parahyangan Tambahan dengan jadwal jam 09:00 diminta melapor ke loket atau bagian customer service. Tapi tetap saja, sampai kereta berangkat jam 09:15, masih ada penumpang yang entah nggak dengar atau nggak nyimak pengumuman yang diulang sampai lima kali, dan tertinggal di Stasiun Bandung. Bagaimana kelanjutan nasib penumpang-penumpang itu, gue nggak tau, karena gue sendiri masih mikirin nasib gue dan ratusan penumpang Ciremai Ekspres yang masih terkatung-katung di stasiun menunggu kedatangan rangkaian dari Cirebon.

Pukul 10:30, diumumkan bahwa KA Ciremai Ekspres udah lewat Stasiun Rendeh, dan diperkirakan tiba di Stasiun Bandung pukul 11:30. Lima menit sebelum tenggang waktu yang diberikan berakhir, diumumkan bahwa KA Ciremai Ekspres dari Cirebon segera masuk jalur 6, terlambat 176 menit.

[spoiler=Akhirnya dateng juga...]

[Image: image+%25281%2529.jpeg]
[/spoiler]

Pagi itu, Ekonomi 1 KA 7103 menggunakan kereta bernomor K3 0 96 05 CN, dengan model kaca yang udah diganti.

[spoiler=K3 0 96 05 CN]

[Image: image+%25282%2529.jpeg]


[Image: image+%25283%2529.jpeg]


[Image: image+%25284%2529.jpeg]
[/spoiler]

Setelah “puas menenggak” berliter-liter HSD di dalam dipo, lokomotif CC 206 99 kembali dipasangkan dengan rangkaian KA Ciremai Ekspres di jalur 6. Begitu semua pemeriksaan selesai, seperti pengecekan boogie dan percobaan pengereman, pada pukul 11:57 KA 7103 diberi aspek sinyal keluar aman. Ritual sahut-sahutan semboyan 40-41-35 pun dilakukan, dan kereta mulai bergerak perlahan meninggalkan Stasiun Bandung. Waktu berangkat, KA 7103 udah terlambat 162 menit.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#2
Pukul 12 siang adalah waktu yang sangat lazim bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan gizi lewat makan siang. Sejak kereta berangkat, gue terus menanti kedatangan seorang pramugara ataupun pramugari yang menawarkan menu makan siang. Begitu sepasang awak restorasi muncul di belakang kondektur, gue langsung menanyakan menu makan siang apa yang ada. Sebuah “bencana” buat gue ketika gue dapet jawaban kalo seluruh menu yang biasa disajikan udah ludes terjual. Sejak saat itu, gue mendapat “pelajaran” untuk tidak mengandalkan restorasi lagi untuk kedepannya. Bukan berarti gue nggak bakal memesan menu dari restorasi, tapi menu-menu itu tidak menjadi sasaran utama gue. Cukup sekali ini aja, gue harus menahan lapar dalam perjalanan gue...

Perjalanan berlangsung dengan lancar hingga Stasiun Rendeh, dengan pemberhentian normal di Stasiun Cimahi dan pemberhentian luar biasa di Stasiun Maswati guna bersilang dengan KA 7134 Argo Parahyangan Tambahan dari Gambir.

[spoiler=CC 206 32 SDT ft. KA 7134 GMR-BD]

[Image: IMG_6057.JPG]
[/spoiler]

Di Stasiun Rendeh, KA 7103 lagi-lagi masuk jalur belok. Awalnya, gue berpikir, KA 7103 bakal bersilang dengan KA 22 Argo Parahyangan atau salah satu dari dua rangkaian KA Peti Kemas, semuanya dari Jakarta. Tetapi kemudian PPKA setempat ngumumin kalo KA Ciremai harus menunggu selama 100 menit karena jalur di depan belum siap dilewati...

Spontan, gue langsung itung-itungin keterlambatan si Ciremai. Berangkatnya tadi telat 2 jam 42 menit, terus harus diem di Rendeh 1 jam 40 menit. Dijumlah-jumlah, berarti total keterlambatan KA 7103 akan mencapai 4 jam 22 menit. Perasaan pun bercampur antara resah dan lega. Resah, karena itu berarti gue bakal kembali ke Bandung sekitar tengah malam, tetapi juga lega, karena untuk keterlambatan lebih dari 3 jam otomatis bakalan ada service recovery berupa pop mie. Lumayan, makan siang gratis!

Waktu tunggu selama 100 menit itu gue habiskan dengan mengambil beberapa foto di dalam dan di luar kereta, lalu bermain game 2048 sambil menunggu service recovery untuk penumpang kelas Eksekutif selesai dibagikan (maklum, namanya juga penumpang kelas Ekonomi, harus ikhlas mendahulukan mereka yang bayar lebih mahal).

[spoiler=Stasiun Rendeh]

[Image: IMG_6062.JPG]


[Image: IMG_6063.JPG]
[/spoiler]

[spoiler=Interior M1 dan K1 KA 7103]

[Image: IMG_6068.JPG]


[Image: IMG_6069.JPG]


[Image: IMG_6070.JPG]
[/spoiler]

Daftar menu disediakan di setiap meja kereta makan, tetapi seperti nggak ada manfaatnya, karena semua menunya udah habis terjual...

[spoiler=Daftar Menu Makanan dan Minuman KA. CIREMAI]

[Image: IMG_6073.JPG]
[/spoiler]

Petugas di dapur mulai sibuk menyiapkan pop mie sebagai service recovery bagi seluruh penumpang KA 7103.

[spoiler=Service recovery in progress]

[Image: IMG_6074.JPG]
[/spoiler]

Bosan menunggu di dalam kereta makan, gue turun ke luar untuk memotret eksterior kereta makan KA 7103, alias M1 0 68 01 CN.

[spoiler=M1 0 68 01 CN]

[Image: IMG_6075.JPG]


[Image: IMG_6076.JPG]
[/spoiler]

Begitu jatah service recovery untuk penumpang kelas Ekonomi mulai dibagikan, gue mengambil bagian gue untuk dinikmati di kereta makan. Dalam perjalanan tersebut, kereta makan diisi petugas-petugas lapangan yang dikirim ke TKP anjlokan KA 30, awak restorasi, dua orang pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (salah satunya adalah “utusan” dari DAOP V dan ikut turun di TKP anjlokan KA 30), dan empat orang penumpang.

[spoiler=Mari makan...]

[Image: image+%25285%2529.jpeg]
[/spoiler]
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#3
wah mas lavie bikin TR lagiNgeledek
Lanjuuuut masXie Xie
Nikmatnya naik GAJAYANA,ABA,PANGRANGO,dan SILIWANGINgiler
Reply
#4
wah, foto nya keyen2 sekali om. bikin Mupeng Banget
kalo boleh tau, kameranya merek apa yah? dan itu difoto pake mode apa?
Reply
#5
(04-06-2014, 10:47 AM)Radityagajayana Wrote: wah mas lavie bikin TR lagiNgeledek
Lanjuuuut masXie Xie

hahaha iya nih Big Grin

(04-06-2014, 07:42 PM)triez_RF Cirebon Wrote: wah, foto nya keyen2 sekali om. bikin Mupeng Banget
kalo boleh tau, kameranya merek apa yah? dan itu difoto pake mode apa?

makasih Xie Xie
buat kameranya saya pake campuran antara kamera smartphone dan Canon EOS 1000D, yg EOS-nya udh nemenin saya sekitar 4 tahun...
tapi biar udh 4 tahun pake, tetep aja blm mahir memanfaatkan mode manual kalo buat motret kereta... Sad
mentoknya pake mode Av, f-nya dipasang di 5.6...

btw utk lanjutan TR-nya nanti ya kalo udh di kampus, maklum memanfaatkan fasilitas wi-fi yg ada...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#6
Selepas Stasiun Cikadongdong, KA 7103 memasuki petak jalan TKP anjlokan KA 30 Jumat (30/05) malam. Sebenarnya, jalur di petak Cikadongdong-Cisomang udah berupa jalur ganda. Tetapi, entah karena apa, jalur hilir yang harusnya digunakan kereta api ke arah Cikampek belum beroperasi. Anjloknya lokomotif, kereta pembangkit, dan kereta Eksekutif 1 dari rangkaian KA 30 di atas Jembatan Cisomang otomatis menutup jalur hulu yang selama ini digunakan. Walhasil, agar perka tetap bisa berjalan, semalaman penuh petugas dikerahkan untuk mengatur agar jalur hilir dapat digunakan. Sabtu (31/05) pagi sekitar jam 05:30, jalur yang selama 10 tahun terakhir terbengkalai itu akhirnya dapat dilalui dengan batas kecepatan 5 km/jam (semboyan 2C). Dan karena taspat itu pula, perjalanan dari Stasiun Cikadongdong menuju Stasiun Cisomang ditempuh dalam waktu 37 menit, dari yang biasanya hanya 8-10 menit.

Begitu kereta tiba di Jembatan Cisomang, rombongan petugas lapangan yang ada di kereta makan langsung turun dari kereta yang sempat berhenti beberapa saat. Sedangkan penumpang yang ada di dalam kereta makan, semuanya merapat ke sisi kiri kereta untuk melihat lokomotif dan kereta pembangkit yang masih berada di titik anjlokan.

[spoiler=Yang belum dievakuasi]

[Image: IMG_6077.JPG]


[Image: IMG_6078.JPG]


[Image: IMG_6080.JPG]
[/spoiler]

Proses evakuasi tak pelak menjadi tontonan warga sekitar. Baik di pinggir jalur hulu maupun jalur hilir, terlihat banyak warga berbondong-bondong mencari tempat teduh untuk melihat jalannya proses evakuasi, dan juga kereta yang lewat dengan kecepatan sangat rendah.

[spoiler=Ada yang nonton, bahkan ada yang jualan cemilan juga...]

[Image: IMG_6083.JPG]
[/spoiler]

Karena lokasi anjlokan yang berada di atas jembatan, maka peralatan seperti crane Kirow dan kawan-kawan tidak dapat berada di atas jembatan. Peralatan-peralatan tersebut disimpan di jalur shortcut yang belum dioperasikan.

[spoiler=Kirow dkk.]

[Image: IMG_6085.JPG]


[Image: IMG_6086.JPG]
[/spoiler]

Dalam foto yang kedua, terlihat di pojok bawah seorang petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang tidak lain adalah orang yang gue sebut tadi sebagai “utusan” dari DAOP V (sesuai dengan badge di seragamnya) yang ikut di kereta makan KA 7103.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#7
Selepas Stasiun Cisomang, masinis KA 7103 langsung melajukan kereta hingga mencapai taspat. Di setiap stasiun dari Cisomang sampai Purwakarta, KA 7103 menang bersilang dengan KA-KA yang udah mengantri dari arah Cikampek menunggu giliran melewati TKP anjlokan KA 30. Melewati Stasiun Purwakarta, gue udah siap di sisi kanan kereta untuk mengabadikan sisa-sisa kejayaan KRL kelas Ekonomi non-AC, yang udah melayani komuter Jabodetabek sejak tahun 1976 hingga tahun 2013...

* Sebelumnya mohon maaf kalo ada foto yang blur, dikarenakan jendela kereta yang emang ada bagian buremnya... -__-

[spoiler=Sisa-sisa kejayaan KRL Ekonomi...]

[Image: IMG_6090.JPG]


[Image: IMG_6093.JPG]


[Image: IMG_6094.JPG]
[/spoiler]

Selepas Purwakarta, KA 7103 dipacu melewati dua stasiun, Sadang dan Cibungur, hingga akhirnya tiba di Stasiun Cikampek. KA Ciremai Ekspres mengakhiri perjalanan sebagai KA 7103 di jalur 5 Stasiun Cikampek pada pukul 16:12, terlambat 305 menit.

Sekian bagian pertama dari trip report gue ke Cirebon, sebagai penutup berikut gue lampirkan laporan perjalanan kereta api (LAPKA) Ciremai Ekspres Bandung-Cikampek. Stay tune!

Laporan Perjalanan Kereta Api (LAPKA)

Nama Kereta: CIREMAI EKSPRES
Nomor Kereta: 7103
Jadwal Berangkat: BANDUNG (BD), 31 MAY 2014 09:15
Realisasi: BANDUNG (BD), 31 MAY 2014 11:57 (+ 162 menit)
Jadwal Tiba: CIKAMPEK (CKP), 31 MAY 2014 11:07
Realisasi: CIKAMPEK (CKP), 31 MAY 2014 16:12 (+ 305 menit)
Durasi Perjalanan: 4 jam 15 menit

Formasi Rangkaian: CC 206 99 – P – 2 K1 – M1 0 68 01 – 3 K3 – K3 LD
Dipo Induk Lokomotif: Purwokerto (PWT)
Dipo Induk Rangkaian: Cirebon (CN), Sidotopo (SDT)

// 11:57 BANDUNG (BD)
LS. 12:00 Ciroyom (CIR)
LS. 12:02 Andir (AND)
LS. 12:04 Cimindi (CMD)
12:07-12:09 Cimahi (CMI), lambat 163 menit
LS. 12:13 Gadobangkong (GK)
LS. 12:16 Padalarang (PDL)
LS. 12:25 Cilame (CLE)
LS. 12:33 Sasaksaat (SKT)
12:40-12:47 Maswati (MSI), X KA 7134 Argo Parahyangan Tambahan GMR-BD (CC 206 32 SDT)
12:55-14:37 Rendeh (RH), tunggu aman jalur menuju Cikadongdong
14:44-14:45 Cikadongdong (CD), X KLB K1 ex anjlokan KA 30 (CC 203 24 JNG)
LS. 15:22 Cisomang (CG), X KA 8064 Peti Kemas TPK-GDB (CC 206 97 BD)
LS. 15:29 Plered (PLD), X KA 1522 Peti Kemas TPK-GDB (CC 206 80 BD)
LS. 15:35 Sukatani (SUT), X KA 22 Argo Parahyangan GMR-BD (CC 201 96 BD) dan KLB rangkaian ex KA 30 (CC 205 21 BD)
LS. 15:44 Ciganea (CA), X KA 142 Serayu Pagi JAKK-KYA-PWT (CC 201 51 PWT)
LS. 15:54 Purwakarta (PWK), X KA 24 Argo Parahyangan GMR-BD (CC 206 94 BD)
LS. 15:59 Sadang (SAD)
LS. 16:03 Cibungur (CBR)

(DAOP II BD | DAOP I JAK)

\\ 16:12 CIKAMPEK (CKP)
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#8
Silahkan lanjutannya mas, saya gelar tikar nih...
Reply
#9
Nah, itu ada K1 Turangga RTF (baca : Turanzonk) nyangkut....... kok bisa ya kesangkut di Ciremai, apa diacak2 di BD?

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply
#10
(06-06-2014, 09:30 PM)LufthansaPilot Wrote: Nah, itu ada K1 Turangga RTF (baca : Turanzonk) nyangkut....... kok bisa ya kesangkut di Ciremai, apa diacak2 di BD?

Nah itu dia, nggak tau juga kenapa bisa nyangkut di Ciremai... tapi K1 itu udah ngikut sejak dari CN...

(06-06-2014, 08:38 AM)yogisuryawan Wrote: Silahkan lanjutannya mas, saya gelar tikar nih...

Oke mas, ini dia lanjutan TR-nya, selamat menikmati... Xie Xie



Kembali lagi dengan lanjutan trip report gue ke Cirebon. Dalam bagian kali ini, gue akan membahas tahap kedua dari perjalanan gue, yaitu dari Cikampek menuju Cirebon. Di bagian ini fotonya sangat sedikit: pertama, karena udah mulai “bosan” menunggu (jujur, ini kali pertama gue ngerasa bosan naik kereta), kedua, karena sibuk mencari info soal perjalanan KA Ciremai Cirebon-Bandung, apakah tetap menunggu rangkaian yang lagi gue tumpangi, atau dijalankan rangkaian pengganti dari Cirebon. Dan ternyata jawaban dari petugas loket Cikampek saat itu bener-bener bikin gue kaget sekaligus bingung setengah mati: KA Ciremai Ekspres ke Bandung DIBATALKAN! Apa, dibatalkan? Terus, gue pulangnya gimana donk? (tapi kalimat-kalimat itu cuma disimpen dalam hati, nggak dilampiaskan ke petugas loket yang nggak bersalah itu)

Dengan langkah gontai, gue kembali masuk ke dalam stasiun, diam sesaat di peron jalur 3 untuk melihat kereta yang datang. Lokomotif CC 201 66 PWT datang dari arah timur menarik rangkaian kereta kelas Ekonomi. Cukup dengan melihat foto di bawah ini tanpa perlu melihat arah datangnya kereta, semua orang bisa menjawab kalo itu KA Serayu dari Purwokerto.

[spoiler=Platname KA Serayu]

[Image: IMG_6095.JPG]
[/spoiler]

Spontan, gue berpikir itu adalah KA 141 Serayu Pagi, yang secara ajaibnya bisa lolos melewati TKP anjlokan KA 30 di depan KA 23 Argo Parahyangan. Tapi ternyata tebakan gue salah. Menurut info dari teman RF di Bandung, rangkaian yang gue lihat adalah KA 143U Serayu Malam keberangkatan Jumat sore dari Purwokerto. Saat KA 30 anjlok di Cisomang, rangkaian kereta tersebut udah nyampe Padalarang, dan harus balik kanan ke Purwokerto. Walhasil, KA 143U itu baru masuk Cikampek jam 16:18, dengan keterlambatan sekian belas jam dari jadwal seharusnya.

Selain bersilang dengan KA 143U, KA 7102 yang gue tumpangi menunggu disusul KA 114 Matarmaja tujuan Malang dan KA 120 Kertajaya tujuan Surabaya Pasar Turi, serta disilang KA 53 Cirebon Ekspres tujuan Gambir. Setelah berhenti selama 23 menit, KA 7102 Ciremai Ekspres diberangkatkan menuju tujuan akhir, Stasiun Cirebon, dengan keterlambatan selama 313 menit. Gue melanjutkan perjalanan itu di Eksekutif 2, yang menggunakan K1 0 66 07 SDT milik rangkaian KA Turangga. Namanya juga K1 retrofit Turangga (a.k.a. Turanzonk kalo kata bro LufthansaPilot Ngeledek ), yang namanya single seat itu nggak ada, alias kursi 1C dan 13B digabung menjadi satu pasangan kursi. Susunan kursi K1 yang paling gue nggak suka... Bethe Untung AC-nya nggak anget kayak sodaranya, si K1 0 66 09...

[spoiler=tiket dan plat nomor Eksekutif 2 KA 7102]

[Image: image+%25286%2529.jpeg]


[Image: IMG_6072.JPG]
[/spoiler]

Sebelum melewati perbatasan antara Daerah Operasi I Jakarta dengan Daerah Operasi III Cirebon, KA 7102 bersilang dengan KA 1 Argo Bromo Anggrek Pagi tujuan Gambir, yang tertahan di sinyal masuk Stasiun Cikampek. Setelah itu, kereta yang gue tumpangi melewati 7 stasiun, berpapasan dengan 3 kereta penumpang dan 1 kereta barang peti kemas, sebelum akhirnya berhenti selama dua menit di Stasiun Haurgeulis. Kemudian berjalan melewati 4 stasiun sebelum tiba di Stasiun Jatibarang. Dalam rencana awal, gue berniat keluar ke bordes setiap kali kereta berhenti di kedua stasiun tersebut, tapi karena badan yang letih, pikiran yang dibikin mumet oleh petugas loket Stasiun Cikampek, dan suasana di luar kereta yang mulai gelap, akhirnya gue memilih tetap duduk di dalam kereta. Dari Jatibarang, KA 7102 Ciremai Ekspres melanjutkan 33 menit sisa perjalanannya menuju Stasiun Cirebon. Setelah melewati 4 stasiun, kereta mengakhiri perjalanan pada pukul 18:25, terlambat 315 dari jadwal kedatangan yang seharusnya pada pukul 13:10.

Sepanjang perjalanan, gue cuma bisa duduk terdiam, memiringkan sandaran kursi, bikin LAPKA, ngeliatin seorang bocah yang duduk 4 baris di depan gue mondar-mandir buat nutupin pintu geser kalo ada penumpang/crew yang keluar-masuk dan pintunya nggak ditutup lagi sama mereka, sambil mikirin kelanjutan nasib gue. Beragam skenario udah gue susun kalo emang bener KA 7105 nantinya dibatalkan. Nginep di stasiun, mau nggak mau, itu bakal jadi pengalaman pertama gue. Tapi pertanyaannya, gue harus bilang apa ke orang tua gue? Dan apakah tiket Ciremai gue bisa dialihkan ke tiket Harina, atau ke tiket Ciremai esok paginya?

Karena hal-hal tersebut itulah gue udah nggak terpikir untuk berhenti memotret rangkaian KA 7095 Krakatau yang ada di jalur 2, apalagi mendengar pengumuman PAP CN kalo penumpang KA Ciremai tujuan Bandung dipersilakan naik ke rangkaian di jalur 4 (alias rangkaian yang baru saja nyampe dari Bandung). Gue langsung turun ke underpass, menyeberang menuju pintu keluar stasiun. Di gerai minimarket di bagian depan stasiun, gue membeli perbekalan sebelum mendatangi bagian boarding counter dengan harap-harap cemas. Di tempat itu, gue akhirnya mendapat konfirmasi kalo KA 7105 Ciremai Ekspres tujuan Bandung tetap dijalankan. Gue merasa lega bukan main mendengar kabar tersebut, dan setelah mendapat cap “telah diperiksa” pada tiket, gue langsung masuk kembali ke jalur 4, bersiap melanjutkan perjalanan gue kepada tahap yang ketiga.

Sekian cerita buat tahap kedua, seperti di tahap pertama, gue akan menutup trip report bagian kedua ini dengan LAPKA Cikampek-Cirebon.

Laporan Perjalanan Kereta Api (LAPKA)

Nama Kereta: CIREMAI EKSPRES
Nomor Kereta: 7102
Jadwal Berangkat: CIKAMPEK (CKP), 31 MAY 2014 11:22
Realisasi: CIKAMPEK (CKP), 31 MAY 2014 16:35 (+ 313 menit)
Jadwal Tiba: CIREBON (CN), 31 MAY 2014 13:10
Realisasi: CIREBON (CN), 31 MAY 2014 18:25 (+ 315 menit)
Durasi Perjalanan: 1 jam 50 menit

Formasi Rangkaian: CC 206 99 – K3 LD – 3 K3 – M1 0 68 01 – 2 K1 – P
Dipo Induk Lokomotif: Purwokerto (PWT)
Dipo Induk Rangkaian: Cirebon (CN), Sidotopo (SDT)

// 16:35 CIKAMPEK (CKP)
LS. 16:38 km ** CKP, papasan KA 1 Argo Bromo Anggrek Pagi SBI-GMR

(DAOP I JAK | DAOP III CN)

LS. 16:45 Tanjungrasa (TJS), X KA Peti Kemas KLM-TPK
LS. 16:48 Pabuaran (PAB)
LS. 16:52 Pringkasap (PRI)
LS. 16:53 km ** PRI, X KA 7005 Cirebon Ekspres Tambahan CN-GMR
LS. 16:56 Pasirbungur (PAS)
LS. 17:00 Cikaum (CKM)
LS. 17:04 km ** PGB, X KA 7009 Argo Jati Tambahan CN-GMR
LS. 17:06 Pegadenbaru (PGB), X KA 7099 Tegal Ekspres TG-PSE
LS. 17:11 Cipunegara (CRA)
17:16-17:18 Haurgeulis (HGL), lambat 313 menit
LS. 17:27 Cilegeh (CLH)
LS. 17:32 Kadokangabus (KAB)
LS. 17:37 Terisi (TIS)
LS. 17:42 Telagasari (TLS)
17:50-17:52 Jatibarang (JTB), lambat 313 menit
LS. 17:59 Kertasemaya
LS. 18:09 Arjawinangun (AWN)
LS. 18:13 Bangoduwa (BDW)
LS. 18:16 Cangkring (CNK)
\\ 18:25 CIREBON (CN)
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)