Semboyan35 Indonesian Railfans
Parahiyangan BUBAR..??? - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html)
+--- Forum: Jalur Barat (https://www.semboyan35.com/forum-16.html)
+--- Thread: Parahiyangan BUBAR..??? (/thread-3934.html)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - agungsep - 19-04-2010

(14-04-2010, 05:12 PM)JaY Wrote: Parahyangan MUNGKIN SAJA rangkaiannya diganti KRD Multiple Unit dari INKA (Insya Allah seperti itu) tapi nggak tahu lagi.
Jujur ya, sebenarnya jalur kereta Jakarta-Bandung yang ada sekarang sudah tak efisien lagi, jelas dengan turunnya harga tiket jalur ini justru akan menambah beban perusahaan, tak ayal perusahaan bisa rugi. Kita sadar sebagai railfans, kita merasa kehilangan tapi bagaimana jika kita menjadi Direksi ?, jelas sudah merupakan keputusan yang berat tapi mau bagaimana lagi.
Sekarang saya ingin bertanya pada teman2, jika kalian menjadi direksi, apa yang akan kalian lakukan untuk kereta Parahyangan ini. Akan meneruskan atau membatalkan jika melihat kondisi sekarang ini. Dan kalau untuk meningkatkan pelayanan, itu sudah pasti karena merupakan misi perusahaan, tapi pelayanan seperti apa ?
Kecepatan, Ketepatan. Kalau dua masalah ini jelas masih jauh dari harapan sejak 40 tahun yang lalu.

Kalo saya jadi Direksi, saya masih akan tetap menjalankan Parahyangan pada jam2 tertentu dan pada hari2 tertentu seperti weekend.
Okupansi Parahyangan pada weekday memang rendah, dipertahankan pun tetap merugi, so saya memang akan menghapus jadwal Parahyangan yang memang merugikan. Tapi saya akan tetap menjalankan kereta Parahyangan pada jam pulang kantor dan weekend yang okupansinya tinggi.

Karena transportasi merupakan salah satu kebutuhan utama rakyat Tersenyuum.
Kereta Api Parahyangan merupakan satu2nya transportasi rakyat murah meriah Bandung-Jakarta menuju pusat kota Jakarta tanpa terkena macet.
NB: Bandingkan dengan ArgoGede (K1) yang merupakan transportasi Mahal Meriah, dan Serayu yang merupakan transportasi Sangat Murah Tidak Meriah.

Segmen Pasar Parahyangan adalah pelanggan yang berangkat dari Pusat Kota Jakarta (daerah macet,jadi bukan di pinggiran Jakarta yang dekat dengan pintu tol yang tentu saja merupakan segmen pasar Travel) yang biasanya adalah pelaku bisnis ataupun pegawai kantoran yang sering pulang-pergi Jakarta-Bandung. Jadi, wajar kalo okupansi penuh dicapai saat weekend. Dan itulah ladang emas bagi PT. KAI.

Jalur Ciganea yang amblas memang menjadi masalah bagi PT. KAI saat ini karena jalur Bandung-Jakarta memang ramai, tapi itu bukan alasan untuk tidak memberikan pelayanan transportasi pada masyarakat.

Tetap mengadakan jalur Parahyangan merupakan pelayanan pada masyarakat. Pelayanan yang dimaksud adalah Pelayanan untuk mengadakan transportasi murah meriah pada masyarakat yang tentunya hak setiap masyarakat.

Ups, saya lupa, PT. KAI sekarang merupakan Perseroan yang profit-oriented, bukan customer-oriented. Berarti efisiensi musti dilakukan. Efisiensi pelayanan yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengurangi pelanggan Parahyangan yang tidak membayar tiket. Itu dulu deh saat ini.

Lagi-lagi kesalahan kok jadinya pindah ke pemerintah yup. Padahal saya tidak bermaksud menyalahkan pemerintah. Pemerintah memberikan bisnis transportasi yang seyogyanya melayani masyarakat pada sebuah Perseroan. Oke ngga masalah diberikan ke Perseroan, namun seyogyanya pengambilan keputusan didasarkan atas kepentingan masyarakat banyak. Atau seandainya PT.KAI masih perusahaan negara, Jadilah perusahaan negara yang efisiensi nya tinggi.

Tapi saya bukan direksi PT. KAI, bukan pula pegawai PT. KAI. Saya hanya pelanggan setia Parahyangan yang sedih karena dihapuskannya Parahyangan Sad(


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - Bangunkarta - 19-04-2010

meliat ppostingan dari agan proJT26 yang menampilkan cuplikan beberapa media ttg alasan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menghapus parahyangan ini, kalo gw pikir mang kurang mendasar aja....

dan dari berita2 tersebut menguatkan asumsi gw di postingan gw sebelumnya di trid ini kalo PT KA tidak melakukan evaluasi yg menyeluruh atas KA Parahyangan... namun maen likuidasi aja....

(17-04-2010, 12:31 AM)proJT26 Wrote: Sekilas Info

Quote:Meski Sudah Diskon, Okupansi KA Parahyangan Terus Menurun
[quote]
Saat Sepi, Parahyangan Bisa Kosong Dua Gerbong

Bandung - Pihak PT Kereta Api (Persero) menuding turunnya okupansi penumpang disebabkan beroperasinya Tol Cipularang. Bahkan, disaat sepi penumpang, ditaksir dua gerbong Kereta Parahyangan kosong.

"Kalau weekend bisa ramai sampai tiket berdiri juga dibeli. Kalau sehari-hari bisa dibilang sepi, ditaksir 2 gerbong kosong di setiap keberangkatan," kata Opik, saat ditemui di stasiun Bandung, Jumat (16/4/2010).

Dalam setiap keberangkatan Parahyangan mengangkut 7 rangkaian kereta kelas bisnis dan eksekutif. Total penumpang berkisar 350-an penumpang sekali angkut.
SUMBER

Quote:PT KA: Lebih Ramai Argo Gede Dibanding Parahyangan

Bandung - Meski tingkat okupansi KA Argo Gede dengan KA Parahyangan hampir sama yakni sekitar 50-60 persen, namun menurut Vice President Public Relation PT Kereta Api Adi Suryatmini, Argo Gede lebih ramai dari Parahyangan.

"Memang jika dilihat secara keseluruhan, hampir sama antara Argo Gede dengan Parahyangan, tapi saat kita melakukan evaluasi, masih lebih ramai Argo Gede.

Adi mencontohkan, Parahyangan Ekspres mempunyai dua kereta eksekutif. Namun kadang satu kereta saja tidak penuh. "Tapi kalau argo gede ada 4 kereta eksekutif, sedikitnya 3 kereta bia terisi penuh," terangnya.

SUMBER
@ kang proJT26 maaf ya.. postingan2 ente saya potong2

beberapa kata gw bold n kasih warna merah.... menurut gw ini bahasa yg digunakan orang humas dalam memberikan announcement pada masyarakat sebagai pembenaran tindakan yg kurang populer (gw asumsi demikian... berhubung ane jg orang hmasXie Xie)

ane menekankan pada Argo gede lebih ramai dari parayangan, ada 4 K-1 dan biasanya 3 K-1 bagus.. aga kosong cuman K-1 aja, nahparahyangan katanya ada 7 gerbong, namun biasanya 2 gerbong selalu kosong... menurut penerawangan gw...7 gerbong parahyangan itu (2 K-1, 1 KMP-2 dan 4 K-2) dan 2 gerbong biasanya melompong (artinya kereta eksekutifnya mang kurang laku.. dan penjelasan humas PT KA tersebut tdk menjelaskan kondisi 4 gerbong kelas lainnya... yang artinya evaluasi hanya dilakukan atas kelas eksekutif parahyangan yg sepi... namun bisnisnya yang tetep rame sama sekali tidak diperhitungkan...

gw juga pernah koq ke bandung hari rabu pada jam yang ga enak banget atau istilahnya jarang orang bepergian jam segini kecuali butuh banget (KA 70 dari GMR jam 12.30 nyampe BD jam 15.25 an) gw liat 2 K-1 parahyangan penumpangnya mungkin sekitar 15 an.. tapi K-2 yang gw naikin dari bisnis-1 ampe bisnis-4 penumpangnya bagus, rata2 60%, selain bisnis-1 yg hampir 85% terisi....

ya jelas aja kan parahyangan K-1 nya sepi... kan uda ada argo gede, yg selisihnya ma K-1 parahyangan cuma ceban, tapi lebih prima, lebih cepet n layanan lebih baik... dan seandainya saya ke bandung naik K-1 pun, gw ogah naek K-2 parahyangan, dan gw lebih milih K-1 Argo gede... kalo naek parahyangan ya gw pilih K-2..

dari asumsi ini saya melihat PT KA dalam membuiat keputusan adalah terlalu tergesa-gesa... seharsnya KA Parahyangan tidak perlu dihapus seluruhnya... lah K-2 nya aja selalu rame, cuman K-1 nya ga laku... mendingan KA parahyangan semuanya aja dijadikan KA full K-2

selain itu... KA parahyangan sudah tidak lagi representatif untuk KA perjalanan bisnis (uda ada argo gede) jadi disamping dijadikan full K-2, juga mending pemberangkatannya ga usah dari GMR, karna wilayah gambir itu wilayah perkantoran, bukan pusat aktivitas bisnis... jadi kalo hari biasa ya sepi.... selain itu dengan sulitnya akses ke GMR (taksi, bajaj yg ke gmr kalo pasang tarif pasti gila, sedikit krl yg brenti di GMR) membuat orang yg bepergian jarak dekat ogah susah2 ke gmr (gw aja ngerasa pas naik parahyangan kemaleman n depex uda abis ngerasa susah juga turun di GMR... laen cerita kalo MRI brenti.. pasti lebih mudah pindah antar moda kereta api)... kecuali jarak jauh ma tetep aja ke GMR....

usulan ane sih... mending adain aja KA parahyangan full K-2 dengan rute BD-PSE-JAKK yang brangkat dari BD jam 06.30 dan 15.30 selanjutnya brangkat dari PSE jam 7.30 dan 16.30 aja

satu lagi rute parahyangan banjar-BD-THB brangkat banjar jam 20.00 dan jam 6.00 dan brangkat THB jam 6.30 dan 19.30 (artinya KA yg tiba ke THB selanjutnya narik yang kembali ke banjar) dan yang ke THB brenti di MRI

asumsi saya... karena rute ke PSE-JAKK dan THB itu lebih potensial untuk KA jarak dekat, karena bisa langsung menuju ke pusat-pusat bisnis (terutama perdagangan) di jakarta... trus akses KRL lebih banyak, apalagi brenti di MRI... sehingga untuk berpindah moda lebih mudah dibandingkan jika brangkat dari GMR.... dan hemat saya Parahyangan ini mending diturunkan aja grade elitenya.. jadi pangsa pasarnya bukan lagi kalangan elite, namun para penglaju, pedagang dan pebisnis yang setiap hari membutuhkan angkutan ke jakarta dengan jam keberangkatan dan stasiun tujuan yg lebih enak....

selain itu dengan K-2 full mending kalo KA ini dibrentikan juga di padalarang, purwakarta dan cikarang.... dengan tarif purwakarta merupakan tarif tengah.....


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - m_ilhami - 19-04-2010

heran ya kenapa dibubarkan. Padahal kalau dari bandung pagi-pagi pakai travel, pasti kena macet di tol bekasi.

tapi pernah juga sih jatinegara-gambir 1 jam sendiri pakai kereta Wek


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - BAMBANG EKO - 19-04-2010

Diskusi seputar KA Parahiyangan jalan terus sementara saya sundul dengan gambar sebagai penawar haus dan gantinya ngopi , monggo dilanjut..

[Image: 102k1lx.jpg]

KA Parahiyangan , Menghitung hari , detik demi detik ........


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - hilmi.irawan - 19-04-2010

(19-04-2010, 01:03 PM)BAMBANG EKO Wrote: Diskusi seputar KA Parahiyangan jalan terus sementara saya sundul dengan gambar sebagai penawar haus dan gantinya ngopi , monggo dilanjut..

[Image: 102k1lx.jpg]

KA Parahiyangan , Menghitung hari , detik demi detik ........

Bang...itu logo Dephub di idung lok CC-nya kemana ?? di-sotoshop yaa...

Bang momod maaf klo OOT


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - sepurku - 20-04-2010

in memoriam KA PARAHYANGAN (1971-2010)

mengapa dihentikan? karena manajemennya gak lihai menyiasati jalur. Plus gak bisa mensyukuri potensi jalur yg ada.
selain dari gambir doang ada beberapa alternatif keberangkatan:

alternatif 1 : start dari serpong -keb lama - tnh abang- jtngara-bekasi- bdg
alternatif 2 : start dari tangerang - senen - jtnegara -bks -bdg
alternatif 3 : panjangkan start dari Merak-rangkas -tnhabang-bdg

untuk stasiun akhir jgn cuma berhenti di stasiunhall bdg aja donk, panjangkan sampe kiaracondong-rancaekek-cicalengka. kalo perlu sampe leles-cibatu.

Jgn cuma nyalahin tol, atau perusahaan travel or mobil pribadi. Ini kompetisi bung!. tunjukkan kemampuan pelayanan kita.

kalo gak mau, kiloin aja relnya!!!!


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - bonbon - 20-04-2010

setujuh sama diatas, selama ini dari dulu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terlalu "terlena nya ikke nurjanah" dengan menjadikan st. gambir (please jgn samakan dengan bandara!) sebagai pemberangkatan awal dan kedatangan akhir. tidak melihat potensi stasiun2 lainnya kecuali jatinegara dan bekasi.

Yg heran lihat kliping dulu koq bisa Jakarta - Bandung 2,5 jam, kenapa sekarang malah lambreta, pdhl masih single track, prasarana kebanyakan masih manual, bantalan masih kayu, rel masih peninggalan belanda, trus awalnya cuman di tarik sama si Roti Tawar


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - Agung - 20-04-2010

dahulu bisa 2,5 jam karena frekuensi keretanya masi sedikit bang......
sekarang kan frekuensi keretanya udah bejibun gak karuan........mana begitu masuk jalur bekasi-gambir dipadatin lagi sama KRL yang notabene banyak banget jumlahnya ritnya........jadilah semua kereta harus ngantri untuk dapat masuk ibukota


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - bagus70 - 20-04-2010

Tapi per tanggal 27 masih ada tripnya kan? Mau beli tiketnya....buat koleksi. Enaknya yang bisnis atau EXA ya...?


RE: Parahiyangan BUBAR..??? - sunskee - 20-04-2010

(20-04-2010, 02:51 AM)sepurku Wrote: in memoriam KA PARAHYANGAN (1971-2010)

mengapa dihentikan? karena manajemennya gak lihai menyiasati jalur. Plus gak bisa mensyukuri potensi jalur yg ada.
selain dari gambir doang ada beberapa alternatif keberangkatan:

alternatif 1 : start dari serpong -keb lama - tnh abang- jtngara-bekasi- bdg
alternatif 2 : start dari tangerang - senen - jtnegara -bks -bdg
alternatif 3 : panjangkan start dari Merak-rangkas -tnhabang-bdg

untuk stasiun akhir jgn cuma berhenti di stasiunhall bdg aja donk, panjangkan sampe kiaracondong-rancaekek-cicalengka. kalo perlu sampe leles-cibatu.

Setuju, cobalah dipanjangin rute Parahyangan jadi Bandung-JNG-MRI-SUDIRMAN-THB-KBY-SRP-RK/Merak PP