05-08-2009, 04:29 PM
Mendingan Holec diubah jadi KRDE..Tapi mukanya gak dirubah...tetep muka Holec...

|
05-08-2009, 04:29 PM
Mendingan Holec diubah jadi KRDE..Tapi mukanya gak dirubah...tetep muka Holec...
06-08-2009, 12:42 AM
06-08-2009, 07:12 AM
(06-08-2009, 12:42 AM)big bro Wrote: dari forum sebelah Dari analisis kerusakan pada foto-foto yang ditunjukkan ternyata KRL Toei 6000-6151 yang menabrak BN-Holec diperkirakan kecepatannya saat tabrakan berada di antara 40-50 km/h. Ini terlihat dari kondisi kabin masinis yang hancur dan beberapa gerbong yang saling tumpang tindih (gerbong belakang menyundul gerbong di depannya). Saya pelajari dulu perhitungan fisikanya karena melalui perhitungan fisika dapat diketahui kecepatan KRL Toei yang sesungguhnya saat terjadi tabrakan. (jika ada yang tahu berat total 8 gerbong KRL Holec & Toei 6000 mohon dilampirkan untuk mempermudah perhitungan)
http://www.korantempo.com/korantempo/kor...49.id.html
dari koran tempo pagi ini, kereta berhenti karena rem darurat. @bravo eling: posting jenis apa yg out of topic? (bingung)
06-08-2009, 09:15 AM
(This post was last modified: 06-08-2009, 09:19 AM by Bima adjie.)
Sekilas dugaan tentang kejadiannya sebagai berikut: Krl bn holec mogok di tengah jalan antara pos perlintasan 29&28 penjaga pos 28 kebingungan dan bertanya ke petugas pintu no 29 mengapa ka. belum lewat padahal palang sudah bunyi begitu lama lantas petugas pintu 28 menghubungi Pusat kendali kabin bogor, dan pusat kendali memerintahkan Krl 6150 diharap berhenti di sinyal J.. dan petugas pintu 29 juga tidak sempat menghentikan laju kereta tersebut karena ka tersebut sudah bablas melewati pos 29 , namun naas Krl PAKUAN sudah bablas dari sinyal dan sempat Pk menghubungi radio masinis. NAmun apa daya kejadian itu terjadi
Tersebut adalah dugaan sementara saya kurang lebih trims..
06-08-2009, 09:25 AM
(06-08-2009, 09:15 AM)Bima adjie Wrote: Sekilas dugaan tentang kejadiannya sebagai berikut: Krl bn holec mogok di tengah jalan antara pos perlintasan 29&28 penjaga pos 28 kebingungan dan bertanya ke petugas pintu no 29 mengapa ka. belum lewat padahal palang sudah bunyi begitu lama lantas petugas pintu 28 menghubungi Pusat kendali kabin bogor, dan pusat kendali memerintahkan Krl 6150 diharap berhenti di sinyal J.. dan petugas pintu 29 juga tidak sempat menghentikan laju kereta tersebut karena ka tersebut sudah bablas melewati pos 29 , namun naas Krl PAKUAN sudah bablas dari sinyal dan sempat Pk menghubungi radio masinis. NAmun apa daya kejadian itu terjadi ini sih analisa awam dari saya memangnya sinya blok yang ada di belakang KRL holec itu menunjukkan aspek apa? kalau memang di blok depannya ada kereta (holec yang mogok) kan harusnya merah. berarti KRL 6150 tidak perlu perintah dari radio untuk berhenti di sinyal bloknya yah? KRL 6150 akan berhenti tepat di sinyal blok merah itu.
06-08-2009, 09:43 AM
Ndak mas maksud nya kabin telat ngasih sinyal merah, ka nya udah bablas dari sinyal baru di merahin, cz kayaknya kabin tau dari PJL yang kebingungan krn holec gak liwat-liwat. setelah kabin tau kabin malah merintahin pkuan ndorong holek, ndak di respn dari pakuan sinyal di merahin, mungkin sangking udah paniknya gak ketulungan. ya gi tu lah maksud nya.
Sy juga udah pengalaman sering maen ke PJL, emang sinyal2 di bogor sering banyak ganguan2,
06-08-2009, 09:58 AM
(06-08-2009, 09:43 AM)Bima adjie Wrote: Ndak mas maksud nya kabin telat ngasih sinyal merah, ka nya udah bablas dari sinyal baru di merahin, cz kayaknya kabin tau dari PJL yang kebingungan krn holec gak liwat-liwat. setelah kabin tau kabin malah merintahin pkuan ndorong holek, ndak di respn dari pakuan sinyal di merahin, mungkin sangking udah paniknya gak ketulungan. ya gi tu lah maksud nya. oh begitu sebenernya sinyal sinyal lintas di bogor itu dilayani dari stasiun yah. bukan blok otomatis. wah klo gitu bukan salah pakuannya dong, lha wong sinyal nya aman kan waktu dia lewat? yang saya tau klo siyal blok otomatis seperti lintas JNG-BKS sinyalnya otomatis ngeblok ke Merah jika di blok depannya ada kereta. jadi kemungkinan sodomi lebih kecil.
Perhitungan dari tinjauan fisika:
Jika diketahui KRL Holec beratnya +/- 50 ton (+ penumpang) dan KRL Pakuan beratnya +/- 30 ton (+ penumpang), dan Holec terdorong dengan kecepatan 20 km/jam ke arah selatan maka dapat dihitung kecepatan KRL Pakuan sbb: Diketahui: Mh (berat Holec) = 50E+03 kg Mp (berat Pakuan) = 30E+03 kg Vh (kec. Holec) = 0 m/s, V' = 20 km/jam = 5,56 m/s Ditanya: Vp (kec. Pakuan) = ? Jawab: Jenis tabrakan tak lenting, e = 0 Maka: Mh . Vh + Mp . Vp = (Mh + Mp) . V' 0 + 35E+03 . Vp = (80E+03) . 5,56 m/s 30E+03 Vp = 4,45E+05 Maka kecepatan Pakuan sebelum tabrakan adalah: Vp = 4,45E+05 / 30E+03 = 14,83 m/s = +/- 53 km/jam Kecepatan sebesar itu tentu saja menimbulkan tingkat kerusakan yang cukup besar bagi Pakuan. (berat Holec, 6151 dan kecepatan Pakuan yang sebenarnya bisa lebih besar/kecil dari angka di atas, perhitungan ini hanya untuk perbandingan tingkat kerusakan saja.) |