Posts: 1,112
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
3
wew....... blom pernah naik neh KA dah mo dihapus, mungkin dengan penghapusan KA ini ada sisi baik dan buruknya. sisi buruknya gak ada lagi transportasi umum yg harganya murah dari JKT-BD, akan ada lagi KA yang tereliminasi dari jalur aktif. sisi baiknya mungkin okupansi Argo Gede bisa naik karena pengguna KA Parahyangan harus beralih ke KA Argo Gede sebagai satu-satunya KA yg melayani rute JKT-BD, Dipo BD akan kelebihan loko jadi ada kemungkinan mutasi loko-loko sehingga Dipo yg saat ini membutuhkan loko CC bisa kebagian. cuma....... sedih aja kenapa musti ada lagi KA yg tereliminasi dari jalur aktif di P. Jawa
Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
ini juga bagian dari korban kebijakan yang di ambil pemerintah yang lebih mengutamakan jalan tol di banding kereta api.padahal tahun tahun sbelumnya dephub akan membuat jalur ganda di lintas cikampek - bandung.tapi sekali lagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lagi lagi sebagai korban kebijakan pemerintah yang plin plan
Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
Mosok sih okupansi Parahiangan kurang? Gimana kalo diperpanjang sampe Banjar. Siapa tau okupansinya bisa naik. kan Bandung - Banjar belum ada jalan Tol.
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
komunitas PJKA (pulang jumat kembali ahad) berkurang drastis ya? Lebih suka naik shuttle semacam xtrans, cipaganti ?
Posts: 174
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
1
Kok bisa ya.... Saya sebagai komunitas PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) kecewa dgn keputusan ini. Padahal okupansi tiap weekend (Jumat malam/Sabtu pagi dari GMR & Minggu malam/Senin pagi) selalu full, kalo beli langsung pas mau pulang Jumat sore/malam biasanya kehabisan tiket jadi kudu reservasi minimal siangnya. Argogede Senin paling pagi dari BD aja bisa sampai 9K1, Parahyangan 2K1 + K2nya bisa sampai 5 gerbong