03-01-2010, 02:55 PM
(This post was last modified: 03-01-2010, 03:02 PM by Purushottama.)

|
04-01-2010, 12:01 PM
(02-01-2010, 09:43 PM)Adam Faridl Wrote: Maaf ya mas Tukang Bengkel...,Loh, itu kata orang BY MRI sendiri yang ngomong, kl spare partnya udah susah di jepun. lagian itu tuh kereta2 tua, konsumsi energinya masih besar... walau memang diakui cukup bagus kinerjanya. Tapi habits indo beda ma jepun, jangankan penumpang.... liat aja perawatannya. itu sarang laba2 sama debu, dah jadi pemandangan tiap hari.... malah kecoak juga bukan 'barang langka' di KRL...... Quote:Lalu, kenyataan dilapangan, KRL dari INKA itu adalah yang paling susah mendapatkan sparepart-nya..., udah harganya paling mahal[bukan 1,3 M], sparepart mahal, dan kalo rusak INKAnya malahan angkat tangan tidak bisa memperbaiki..., ketika Holec banyak yang rusak[sekitar tahun 2004], yang jungkir balik nyari sparepart-nya itu bukan INKA, melainkan PT. Kereta Api (Persero)...,Ya wajar susah, lah cuma ada dua rangkaian.... gimana mo nyediain spare part. HOLEC itu beda kasus, INKA cuma merakit... sedangkan semua urusan dihandle ma dephub..... semua awaln pasti butuh dana riset dan itu biasanya sumber dari subsidi pemerintah, Boeing aja masih ngandelin subsidi pemerintah untuk risetnya (kerjasama ma NASA, produk2 militer dengan harga2 tinggi, atau dana langsung). apalagi perusahaan sekelas INKA, PTDI, PINDAD... ya pastinya butuh subsidi. Kl cuma ngandelin beli dari luar ya kayak gini, kl negeri asalnya bilang gak boleh... jadi batal n gagal. saya bilang 1,3M itu per kereta bukan per rangkaian, bahasa sehari2 ya gerbong.... tapi gerbong itu cuma buat ngangkut barang/hewan (wagon), kl bahasa pnp resminya kereta (coach)...... Quote:Untuk KRL bekas Jepang yang akan datang, yaitu seri 7000 dan 05 dari Tokyo Metro.., untuk seri 05 itu buatan tahun 1995, menggunakan treknologi VVVF yang setara dengan KRL-I dan harganya [sangat]jauh lebih murah dari KRL-I..,Loh gak ada yang salah PTKA mo beli dari siapa? cuma harusnya kerjasama dengan INKA, toh sama2 BUMN..... kl cuma berpikir maju sendiri saja, kapan bangsa ini bisa alih teknologi.... lah sekarang aja beli dari luar aja masalah gak selese..... lagian ini kan ngomongin keputusan pak pres, kenapa harus beliin anak buahnya itu sedan 1,3M kan lebih baik dibeliin kereta.... toh saya bilang juga impor juga gak pa2, yang penting rakyat prioritas....[/quote] naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut..... http://transportationindonesia.wordpress.com/
04-01-2010, 01:19 PM
@Tukang Bengkel
salut bro!padahal gw pengen nulis gini, eh keduluan ![]() yah ke btt dah... coba 1,3 Milyar buat benerin Stasiun Gang Sentiong dibikin manjang dan tinggi, jadi ga perlu loncat "terjun payung" lagi dari KRL
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
05-01-2010, 06:46 AM
sedih baca berita ini..... seandainya,,,,
Bekerja untuk kebaikan orang lain adalah ibadah yang amat mulia - Ignasius Jonan
05-01-2010, 03:51 PM
Andai saja pemerintah mau menjual kembali mobil2 dinasnya yg baru itu utk membeli rangkaian KA, pasti g akan ada lg penumpukan penumpang di stasiun atau di dlm KA..
Kereta mu, Kereta ku, Kereta kita semua..
![]()
05-01-2010, 05:29 PM
dasar....!!! waktunya pemerintah lebih memprioritaskan kendaraan/transportasi umum daripada kendaraan pribadi (dinas) yang notabene selalu lebih mewah+mahal...
05-01-2010, 05:52 PM
(This post was last modified: 05-01-2010, 05:54 PM by VALEN_PROGO.)
1.3M itu duit semua ya
06-01-2010, 07:02 AM
berita terbaru, liat di running text(lupa stasiun tipi na) katanya SBY nggak tahu menahu tentang pembelian mobil dinas menteri yg crown saloon ....aneh...giliran berita kontroversi gini malah kyk cuci tangan gitu....kepikir 1,3 miliar cukup ga buat bikin 1 kereta K3 AC ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
06-01-2010, 07:23 AM
Daripada berpolemik antara beli bekas atau baru..Yg realistis sekarang ini INKA, LEN , PINDAD dan BUMN sejenis diminta untuk membuat duplikat spare part yg katanya susah. Sekarang dan ke depannya kan KRL ex Jepang makin banyak yg berseliweran , jadi saya rasa nilai produksi ekonomisnya bisa didapat, bahkan beli lebih mahal pun asal spare partnya ada gak masalah ( menurut saya ). Seperti spare part mobil kan ada yg OEM, ada yg imitasi KW1,KW2. Intinya jangan takut dibilang ngebajak , kan di negara asalnya dah nggak ngebuat lagi.....AYO KALIAN BISA ( INKA,LEN,PINDAD ).
|
|
|

betul tapi harusnya Buka mata, ini nyata, hanya di Indonesia
salut bro!
![[Image: iokl8h.jpg]](http://i56.tinypic.com/iokl8h.jpg)