(14-09-2010, 07:13 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]He'eh, salah ketik kali ya
tapi yg jelas, kedepannya itu gerbong sdh jelas utk menambah koleksi gerbong yg ditarik oleh C 1218. Muga2 aja begitu...
semoga begitu. itu yang dinanti2kan.

kalau jumlah gerbongnya banyak harga tiketnya bisa turun

@mas Tegarz dan mas Sepur_Lori terimakasih atas jawabannya

Perjalanan Jaladara sekarang rata2 per grup/kelompok. Perjalanan reguler jarang, belum ada rencana.
Quote:Edisi : Senin, 20 September 2010 , Hal.XI
Asita kesulitan akses Jaladara
Solo (Espos) Sejumlah pelaku tour and travel melalui Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo mengeluhkan sulitnya akses reservasi Sepur Kluthuk Jaladara.
Disampaikan Ketua Asita Solo, Suharto, sejak sebelum Bulan Puasa pelaku wisata sulit melakukan reservasi karena ada pergantian operator, tanpa diketahui secara pasti oleh semua tour and travel. “Hal ini memang perlu diingatkan lagi mengingat Sepur Kluthuk sudah menjadi ikon Kota Solo. Memang, dari Asita dalam hal ini beberapa pelaku tour and travel, selama Lebaran ini banyak mendapat pertanyaan dan pesanan dari wisatawan. Tetapi, banyak yang sulit melakukan reservasi karena tidak tahu siapa operator yang di Solo sekarang ini?†papar Suharto, kepada Espos, Minggu (19/9).
Ia menyampaikan, saat ini operasi Sepur Kluthuk dibantu Mandira Tour, sebagai operator yang baru. “Tapi persoalannya bukan itu. Melainkan kemudahan akses, termasuk tempat reservasi yang mudah itu di mana?â€Â
Dari informasi yang diterima Espos dari Stasiun Purwosari Solo, selama musim Lebaran ini Sepur Kluthuk Jaladara itu hanya jalan tiga kali. “Dua kali disewa ritel, dan hari ini (kemarin-red) ada rombongan wisatawan,†tutur Kepala Stasiun Purwosari, Suwardi. Suwardi menyampaikan, PT KA dalam hal ini Stasiun Purwosari tidak memiliki kewenangan apapun terhadap manajemen dan operasional Sepur Kluthuk. “Kami hanya operator mesin saja. Tetapi memang, banyak sekali yang menanyakan ke kami, terkait reservasi.â€Â
Owner Mandira Tour, Suseno Hadi Parmono, mengakui bahwa saat ini pengelolaan manajemen Sepur Kluthuk Jaladara masih ditata. “Tetapi, perlu kami sampaikan bahwa wisatawan jarang yang memesan melalui tour and travel dari Solo, tetapi justru dari Jogja. Tour and travel Solo banyak yang tidak tahu mungkin karena tidak mau bertanya,†tutur Suseno. - Oleh : haw
bagaimana bisa laku kalau orang mau tanya2 yang ditanya (PT KA) juga ikut tidak tahu menahu termasuk kapan jadwalnya berjalan, tarif, rute perjalanan. karena pengelolaan dilakukan pihak ke tiga

(20-09-2010, 12:39 PM)animaX Wrote: [ -> ]Quote:[spoiler]Edisi : Senin, 20 September 2010 , Hal.XI
Asita kesulitan akses Jaladara
Solo (Espos) Sejumlah pelaku tour and travel melalui Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo mengeluhkan sulitnya akses reservasi Sepur Kluthuk Jaladara.
Disampaikan Ketua Asita Solo, Suharto, sejak sebelum Bulan Puasa pelaku wisata sulit melakukan reservasi karena ada pergantian operator, tanpa diketahui secara pasti oleh semua tour and travel. “Hal ini memang perlu diingatkan lagi mengingat Sepur Kluthuk sudah menjadi ikon Kota Solo. Memang, dari Asita dalam hal ini beberapa pelaku tour and travel, selama Lebaran ini banyak mendapat pertanyaan dan pesanan dari wisatawan. Tetapi, banyak yang sulit melakukan reservasi karena tidak tahu siapa operator yang di Solo sekarang ini?†papar Suharto, kepada Espos, Minggu (19/9).
Ia menyampaikan, saat ini operasi Sepur Kluthuk dibantu Mandira Tour, sebagai operator yang baru. “Tapi persoalannya bukan itu. Melainkan kemudahan akses, termasuk tempat reservasi yang mudah itu di mana?â€Â
Dari informasi yang diterima Espos dari Stasiun Purwosari Solo, selama musim Lebaran ini Sepur Kluthuk Jaladara itu hanya jalan tiga kali. “Dua kali disewa ritel, dan hari ini (kemarin-red) ada rombongan wisatawan,†tutur Kepala Stasiun Purwosari, Suwardi. Suwardi menyampaikan, PT KA dalam hal ini Stasiun Purwosari tidak memiliki kewenangan apapun terhadap manajemen dan operasional Sepur Kluthuk. “Kami hanya operator mesin saja. Tetapi memang, banyak sekali yang menanyakan ke kami, terkait reservasi.â€Â
Owner Mandira Tour, Suseno Hadi Parmono, mengakui bahwa saat ini pengelolaan manajemen Sepur Kluthuk Jaladara masih ditata. “Tetapi, perlu kami sampaikan bahwa wisatawan jarang yang memesan melalui tour and travel dari Solo, tetapi justru dari Jogja. Tour and travel Solo banyak yang tidak tahu mungkin karena tidak mau bertanya,†tutur Suseno. - Oleh : haw[/spoiler]
bagaimana bisa laku kalau orang mau tanya2 yang ditanya (PT KA) juga ikut tidak tahu menahu termasuk kapan jadwalnya berjalan, tarif, rute perjalanan. karena pengelolaan dilakukan pihak ke tiga 
PT KA ama Pemkot nggak joinan bwt ngelola si Jaladara? Kasian calon wisatawan hrs muter2 dulu utk pesen tiketnya Jaladara.
Baca2 di FB-ya Jaladara ada yg usul pakai 2 gerbong yg ada di Alun-alun Kidul ya?

(20-09-2010, 01:09 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]PT KA ama Pemkot nggak joinan bwt ngelola si Jaladara? Kasian calon wisatawan hrs muter2 dulu utk pesen tiketnya Jaladara.
Baca2 di FB-ya Jaladara ada yg usul pakai 2 gerbong yg ada di Alun-alun Kidul ya? 
2 gerbong di alun-alun selatan?

gerbong angker itu, gerbong jenazah kah? mengerikaann

:kabur:
Quote:Disbudpar Ambil Alih Pengelolaan Jaladara
Rabu, 22/09/2010 09:00 WIB - nie
HARIAN JOGLOSEMAR
SOLOâ€â€Dalam waktu dekat ini pengelolaan Sepur Kluthuk Jaladara akan segera diambil alih oleh Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Solo. Pengalihan ini bertujuan untuk pemanfaatan lebih maksimal dari Jaladara demi kemajuan pariwisata Solo.
Hal ini seperti disampaikan Kepala Disbudpar Solo, Purnomo Subagyo, kepada wartawan, Selasa (21/9). Ke depannya baik masalah promosi dan pemesanaan Jaladara akan dipegang oleh Disbudpar dan untuk pemeliharaannya akan menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Solo.
“Tapi meskipun dipegang Disbudpar, untuk order tiket atau penyewaan tetap bisa melalui pihak ketiga baik ke Pak Oka (Oka Zakaria-red) selaku pengelola Jaladara selama ini maupun melalui biro-biro wisata,†ujarnya.
Pengalihan ini bertujuan untuk menyusun program paket wisata Solo yang lebih baik. Selain itu untuk memudahkan segala sesuatu yang menyangkut operasional Sepur Kluthuk Jaladara. Sebelumnya sempat muncul keluhan dari beberapa biro travel di Solo yang mengalami kesulitan mengakses Jaladara.
“Kita tetap mempertahankan kerja sama dengan pihak ketiga dengan demikian Jaladara bisa dijual dalam bentuk paket wisata tidak hanya sekadar keretanya saja. Apabila dijual dalam bentuk paket akan memberikan multiplier effect yang lebih besar,†terangnya.
Ditambahkan pula dalam setahun beroperasinya Sepur Kluthuk Jaladara dapat menjadi salah satu alternatif wisata di Kota Solo. Tidak hanya itu saja kereta uap ini sudah menjadi keunggulan pariwisata Solo sehingga tidak kalah bersaing baik dengan Jogja maupun Bali.
Sementara itu Pengelola Sepur Kluthuk Jaladara selama ini, Oka Zakaria, membantah jika dikatakan akses ke Jaladara mengalami kendala. Menurutnya pihaknya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menyewa atau menggunakan jasa Jaladara. (nie)
Semoga lebih bagus pengelolaannya. Dan promosinya ditingkatkan.
