(09-02-2011, 05:41 PM)see_204XX Wrote: [ -> ]Andai saya jadi Dirut, pasti kebijakan ini tidak akan saya terapkan & lakukan. Saya lebih memfokuskan utk mengevaluasi & melakukan pendekatan personal ke karyawan2 lapangan kenapa koq selalu terjadi & terjadi PLH dlm interval waktu yg nggak begitu jauh.
JOSSSS

Perusahaan manapun pasti telah melaksanakan hal ini. Dan kebijakan seperti ini tidak perlu dipublikasikan karena sudah menjadi pekerjaan rutin dan mungkin juga sudah masuk dalam rangkaian SOP.
Sekarang mimpi kita sebagai pecinta KA adalah bagaimana membuat kualitas transportasi KA di negeri kita sebaik yang ada di negara-negara maju. Mungkin kelihatan seperti mimpi. Tapi semua hal dapat dibangun dari mimpi.
Ane lebih cenderung menyaksikan kebijakan apa lagi sih yang akan diambil setelah gerbong aling2. Ane memaklumi jika kebijakan aling2 ini diambil karena dalam keadaan kepepet, asalkan setelah kebijakan ini, akan mencul sebuah kebijakan lagi yang membahagiakan hati para RF.

Aku juga minta aling-aling dong
kan penumpangku juga butuh jaminan keselamatan
![[Image: 2rpbuph.jpg]](http://i55.tinypic.com/2rpbuph.jpg)
PLH kan gak akan ada yang tau selain yang diatas.. Jadi ngapain juga dikosongin? Asal SDM nya teliti + hati hati mungkin PLH bisa diminimalisir.. Maaf sekali kalo kata2 saya kurang berkenan
Di awal tahun 2011 terjadi PLH tabrakan kereta di jalur utara (petarukan) dan jalur selatan (banjar) dalam jangka yang waktu berdekatan. dan di perparah lagi kesalahan yang terjadi sama yaitu masuknya kereta ke jalur spoor yang berisi. di petarukan kereta berhenti di tabrak dari belakang hingga kereta k3 paling belakang ringsek. di banjar lagi-lagi kereta k3 paling depan ringsek karena sebagian lokomotif masuk ke kereta. musibah yang memilukan ini membuat pt. KAI mengosongkan 2 kereta, kereta paling belakang dan kereta paling depan (belakang lokomotif) untuk mengurangi resiko jatuhnya korban. menurut teman railfans apakah hal ini efektif? kenapa tidak gerbong parcel yang di pasang di ujung rangkaian. Kan jadi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ga rugi. bravo KA INDONESIA
(11-02-2011, 05:05 PM)junis spoor Wrote: [ -> ]Di awal tahun 2011 terjadi PLH tabrakan kereta di jalur utara (petarukan) dan jalur selatan (banjar) dalam jangka yang waktu berdekatan. dan di perparah lagi kesalahan yang terjadi sama yaitu masuknya kereta ke jalur spoor yang berisi. di petarukan kereta berhenti di tabrak dari belakang hingga kereta k3 paling belakang ringsek. di banjar lagi-lagi kereta k3 paling depan ringsek karena sebagian lokomotif masuk ke kereta. musibah yang memilukan ini membuat pt. KAI mengosongkan 2 kereta, kereta paling belakang dan kereta paling depan (belakang lokomotif) untuk mengurangi resiko jatuhnya korban. menurut teman railfans apakah hal ini efektif? kenapa tidak gerbong parcel yang di pasang di ujung rangkaian. Kan jadi PT. Kereta Api (Persero) ga rugi. bravo KA INDONESIA
setiap melihat KA Penumpang (K3 dan K2) yg menjadi ALING2
(nama resmi dari PT Kereta Api (Persero) untuk rangkaian penghalang),
yg di bold adalah pertanyaan yg sering mincul dipikiran
sepertinya PT Kereta Api (Persero) tidak memiliki banyak Kereta B
CMIIW
Sepintas yang kita lihat sepertinya masih ada rangkaian KA Campuran Ekobis , tetapi pada Pic ini adalah KA Brantas relasi Tanahabang - Kediri sore ini Jumat 11 Februari 2011 di Cibitung yang menggunakan aling2 kereta klas bisnis ,
Wow keren....
![[Image: 6fcs2f.jpg]](http://i56.tinypic.com/6fcs2f.jpg)
Tadi lihat Malabar dari Bandung pake gerbong barang di depan yang jadi aling-aling. Hebatnya/tololnya, gerbong itu kosong
