Baru double track aja untuk penumpang yang akan nyebrang rel cukup menghawatirkan, karena Masinis KRL jarang menyalakan S 35 pada saat melewati sasiun.... KRL khan tidak bersuara tahu-tahu udah nyelonong aja di depan kita...dan ini menjadikan jalur KRL menjadi jalur maut, karena banyaknya warga yang tertabrak KRL. Tolong dong untuk seluruh masinis KRL selalu membunyikan S 35 jika akan memasuki/melewati stasiun. Kalau dwiganda setuju saja...tapi harus tidak ada perlintasan sebidang baik untuk kendaraan bermotor maupun penyebrang lintasan
yang paling sulit itu bikin ddt antara tebet-cawang. ada viaduct jalan raya+tol diatasnya dan ruangnya hanya cukup 2 trek saja. kalo mau maksa, mesti bongkar jalan dan itu mustahil.
solusi yang mungkin paling2 mendekati viaduct, 2 trek dibuat bertumpuk dengan 2 trek yang eksis. jadi nanti stasiun cawang punya peron bawah tanah dan atas tanah.

(18-05-2010, 06:32 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ]yang paling sulit itu bikin ddt antara tebet-cawang. ada viaduct jalan raya+tol diatasnya dan ruangnya hanya cukup 2 trek saja. kalo mau maksa, mesti bongkar jalan dan itu mustahil.
solusi yang mungkin paling2 mendekati viaduct, 2 trek dibuat bertumpuk dengan 2 trek yang eksis. jadi nanti stasiun cawang punya peron bawah tanah dan atas tanah.

Tidak cuma CW-TEB yang kesulitan untuk dibangun DDT, DPB-POC, TNT-PSM dan PSMB-DRN-CW juga, karena ada flyover-nya dan/atau ruang yang tersedia juga hanya cukup untuk 2 jalur saja.
Solusi yang terbaik kemungkinan adalah membuat jalur underpass atau mengalihkan flyover ke tempat lainnya.
CMIIW.