(13-12-2009, 06:55 PM)Loco Lovers Wrote: [ -> ] (13-12-2009, 04:54 PM)eka Wrote: [ -> ]penyebab
selip apa yah...?
Beban yang ditarik loko tidak setara dengan daya tarik loko terhadap beban yang ditarik (dalam hal ini adalah rangkaian gerbong). Terlebih lagi cengkraman roda loko terhadap rel sangat sedikit (mengingat roda loko tidak mempunyai rigi-rigi pada permukaan seperti halnya ban biasa). Hal inilah yang menyebabkan loko mengalami wheelslip atau roda selip.
Untuk mengantisipasinya, digunakan pasir sebagai penambah gaya gesek roda terhadap rel.
betul mas loc, yang saya belum tahu di bagian manakah sand box ditempatkan? pasir dimasukkan lewat mana? apakah dari bagian depan dan belakang loko? karena terdapat tempat seperti tutup pipa.
makasih buat om loco lovers...
bertambah lagi ilmu saya...
sandbox itu sebenanrya sangat berfungsi bagi mass saat loko berjalan dalam kondisi hujan dan menanjak sehingga pasir dapat mengurangi dampak slip roda loko sehingga loko dapat berjalan dengan normal. sandbox ini nasibnya hampir sama dengan kabel MU yang gak pernah difungsikan secara maksimal bahkan banyak juga yg diamputasi padahal sandbox maupun kabel MU diadakan oelh pabrik loko guna memudahkan kinerja mass dalam mengoperasikan loko yg dibawanya.
(13-12-2009, 11:05 PM)antimon40 Wrote: [ -> ]betul mas loc, yang saya belum tahu di bagian manakah sand box ditempatkan? pasir dimasukkan lewat mana? apakah dari bagian depan dan belakang loko? karena terdapat tempat seperti tutup pipa.
Sandbox ditempatkan pada bagian depan dan belakang loko.
Untuk CC 201 dan CC 204 (1st batch) diletakan pada bagian depan hidung, apabila diamati pada bagian atas hidung ada sandbox fill (tempat untuk memasukkan pasir ke dalam sandbox).
Untuk CC 203 dan CC 204 (2nd batch) diletakan pada bagian samping hidung, sandbox fill-nya terlihat jelas berada di samping hidung miringnya.
Untuk sandbox belakang, terdapat pada samping pintu mesin. Ada sandbox fill yang terlihat miring pada samping pintu.
setelah di search ternyata tritnya dah ada
setelah liat isi trit ini ternyata belon ada kejelasan soal jenis pasir yg dipakai
(11-12-2009, 10:48 AM)pinguin Wrote: [ -> ]hampir semua lok (uap & diesel) ada sand box yg gunanya menabur pasir saat roda selip...cuma katanya karena harga pasirnya mahal....ga difungsikan
CMIIW
kayanya yg dipakai pasir kwarsa/quartz
kalo bener, saya maklum klo sekarang ga dipake lagi
harga pasir ini emang ga umum alias mahal
kalau tidak salah ada yang post pasirnya pasir laut deh
Sekarang di semua CC204 v2.0 peralatan ini difungsikan lagi, khususnya buat yang di Bandung.
ada yang tau volume daleman "sand box" ini??
soalnya klo emang buat digunakan untuk hal2 seperti diatas,,,kemungkinan memerlukan pasir yang cukup banyak??(CMIIW)
(19-10-2010, 04:32 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]Sekarang di semua CC204 v2.0 peralatan ini difungsikan lagi, khususnya buat yang di Bandung.
saya setuju bila benar difungsikan, mencegah lebih baik daripada mengobati
(19-10-2010, 04:40 PM)Irsan Wrote: [ -> ]ada yang tau volume daleman "sand box" ini??
soalnya klo emang buat digunakan untuk hal2 seperti diatas,,,kemungkinan memerlukan pasir yang cukup banyak??(CMIIW)
kalo liat video di yutub tentang darjeling (KA himalaya sejenis lori), satu genggam pasir dipakai untuk jarak sekitar 5-10 meter
ternyata bener dugaan saya, pasir yg digunakan yaitu pasir kwarsa/quatz sand
dari mbah wiki
Uses
At 300 km/h, an ICE 3 (DB class 403) releases sand from several bogies to the rails.
* Railroads: Train operators use sand to improve the traction of wheels on the rails.
sumber mbah wiki
klo harga buat di laboratorium quatz sand (SiO2 99%) sekitaran Rp. 617 rebu per 250gram
sumber harga