Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana Konversi K3 Biasa Menjadi K3 AC, Perlukah?
#41
(20-09-2012, 08:28 PM)pecintabordes Wrote: Kalau saya tidak setuju sama sekali kalau K3 non AC yang sudah berjalan di jadikan K3 AC semuanya. Sebab yang menggunakan K3 non AC lebih banyak orang-orang yang kurang mampu; yang jika K3 non AC Dijadikan K3 AC semua dan harganya naik, maka mereka benar-benar terbuang dari pelayanan PT. KAI karena tidak tersedianya kelas yang sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Jika demikian, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah telah dengan sengaja tidak berusaha untuk memenuhi HAK-HAK sipil Seluruh rakyak Indonesia!!!!!

Yang saya setujui adalah jika semua K3 non AC tetap berjalan dan ditambahkan dengan beberapa rangkaian K3 AC. Fungsinya adalah untuk menampung penumpang yang tertendang dari K3 non AC tetapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membeli K3 AC dan juga untuk menampung para penumpang yang juga tidak kebagian K2 karena habis....

Sehingga Pelayanan terhadap seluruh rakyat Indonesia akan tercapai dan akan memajukan perkereta apian Indonesia....

kalau menurut gw sih basic gov't itu harus subsidi kereta api, at least k3 (gw belum liat undang-undangnya), kalau sangat murah sekali ga mungkin lah ya tapi yg pasti PSO jalan, itu hak sipil menurut gw..PSO buat nutup harga yg harus dibayar kaum kecil, nah kenaikan dari k3 sebelumnya untuk jaga-jaga ongkos maintenance

idealnya k3 yg maksa dipasangin ac udah kandangin aja, dephub sbg gov't order k3 ac biru ala gajahwong bogowonto baru kasih ke KAI. nah itu diPSOkan (sebagian). ingat bahwa kerugian kemacetan,jalanan rusak lebih besar ketimbang profit oriented terhadap K3..


kalau mau untung sbg tugas BUMN, KAI geber aja KA argo dan barang..
Reply
#42
(20-09-2012, 08:28 PM)pecintabordes Wrote: Kalau saya tidak setuju sama sekali kalau K3 non AC yang sudah berjalan di jadikan K3 AC semuanya. Sebab yang menggunakan K3 non AC lebih banyak orang-orang yang kurang mampu; yang jika K3 non AC Dijadikan K3 AC semua dan harganya naik, maka mereka benar-benar terbuang dari pelayanan PT. KAI karena tidak tersedianya kelas yang sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Jika demikian, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah telah dengan sengaja tidak berusaha untuk memenuhi HAK-HAK sipil Seluruh rakyak Indonesia!!!!!

Yang saya setujui adalah jika semua K3 non AC tetap berjalan dan ditambahkan dengan beberapa rangkaian K3 AC. Fungsinya adalah untuk menampung penumpang yang tertendang dari K3 non AC tetapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membeli K3 AC dan juga untuk menampung para penumpang yang juga tidak kebagian K2 karena habis....

Sehingga Pelayanan terhadap seluruh rakyat Indonesia akan tercapai dan akan memajukan perkereta apian Indonesia....

Wah, kalo merasa tdk setuju berarti menentang standar pelayanan minimum yg dikeluarkan Pemerintah dong, dalam hal ini Menteri Perhubungan. Coba dech cek di Peraturan Menteri No 9 Tahun tentang STANDAR PELAYANAN MINIMUM
UNTUK ANGKUTAN ORANG DENGAN KERETA API. Di dalam lampirannya tertulis fasilitas untuk sirkulasi udara dalam kereta, dapat menggunakan Kipas Angin (fan) atau AC dan suhu dalam kabin 25°-28° C. Nah utk kondisi sekarang ini apa nguber kipas angin bs menjaga suhu dlm kabin 25°-28° C...? Jd yg keliru sapa tuch...? Operator KA nya atau regulator yg bikin aturan SPM ini...? Ngakak

Selain itu saya mencoba mengkomentari kalimat yg saya bold, mesti dipahami dl fungsi masing2. Operator KA berbentuk PT itu berhubung masih BUMN tetap pada fungsinya yaitu nyari duit & untung. Lha gimana harus untung, ya harus survive. Pasang harganya harus sesuai dgn tarif dasar yg meliputi biaya operasional & profit. Lha kalo tarifnya ternyata mahal & tdk dijangkau oleh masyarakat tdk mampu / miskin ya minta subsidi ke Pemerintah. Lha yg minta subsidi itu siapa....? Ya rakyat itu sendiri. Kalo Pemerintahnya pengertian ya langsung dikucurin subsidinya nggak perlu sampai di demo segala. Kan gitu....

(03-07-2013, 02:38 PM)dipoindukJNG Wrote: kalau menurut gw sih basic gov't itu harus subsidi kereta api, at least k3 (gw belum liat undang-undangnya), kalau sangat murah sekali ga mungkin lah ya tapi yg pasti PSO jalan, itu hak sipil menurut gw..PSO buat nutup harga yg harus dibayar kaum kecil, nah kenaikan dari k3 sebelumnya untuk jaga-jaga ongkos maintenance

idealnya k3 yg maksa dipasangin ac udah kandangin aja, dephub sbg gov't order k3 ac biru ala gajahwong bogowonto baru kasih ke KAI. nah itu diPSOkan (sebagian). ingat bahwa kerugian kemacetan,jalanan rusak lebih besar ketimbang profit oriented terhadap K3..

kalau mau untung sbg tugas BUMN, KAI geber aja KA argo dan barang..

Waduh, nggak bis gitu Kang.... Kalo K3 yg isi 106 seat dikandangin semua mau ditaroh di mana...? Lgpl kalo mau me replace secara langsung K3 yg isi 106 seat dgn K3Ac isi 80 seat itu butuh biaya brp milyar...? Lgpl apa sanggup INKA membuat kereta2 tsb dlm waktu singkat...? Coba cek, K3 livery kuning biru itu ada brp set...?

Tugas operator KA berbentuk PT itu disuruh nyari duit & harus untung. Kalo jualan jasanya ada 3 kelas KA penumpang ya harus semuanya bs menghasilkan untung. Masa mengoperasikan K3 nggak boleh untung hanya karena disebut kereta rakyat sich...? Bukankah dlm Peraturan Menteri No 28 Tahun 2012 tentang pedoman pentarifan sdh diatur kalo kereta ekonomi yg merupakan penugasan Pemerintah margin profit yg diperkenan maksimal 8%...? Ya paling nggak untung 8% kudu diraih dong...
Reply
#43
Dulu kita mencela apa yang dibuat Pak Jonan dgn AC Split.. Tapi kini kita bisa memetik hasil manis dari apa yang dibuatnya..
Xie Xie
Reply
#44
memang disayangkan sih penggunaan AC split jadi nambah biaya yang (seolah-olah) bertentangan dengan rakyat kecil dan pemerintah. di daerah-daerah panas seperti di Jakarta K3 AC split juga ga terlalu kerasa dinginnya. jadinya kenyamanan nambah dikit, harganya naik selangit Ngeledek
Reply
#45
(07-07-2013, 03:32 PM)juanhalim Wrote: memang disayangkan sih penggunaan AC split jadi nambah biaya yang (seolah-olah) bertentangan dengan rakyat kecil dan pemerintah. di daerah-daerah panas seperti di Jakarta K3 AC split juga ga terlalu kerasa dinginnya. jadinya kenyamanan nambah dikit, harganya naik selangit Ngeledek

Tapi sekarang setelah disubsidi per 1 september jadi adem di kantong kan....? :p
Reply
#46
(07-07-2013, 11:00 PM)Logawa_ATB Wrote:
(07-07-2013, 03:32 PM)juanhalim Wrote: memang disayangkan sih penggunaan AC split jadi nambah biaya yang (seolah-olah) bertentangan dengan rakyat kecil dan pemerintah. di daerah-daerah panas seperti di Jakarta K3 AC split juga ga terlalu kerasa dinginnya. jadinya kenyamanan nambah dikit, harganya naik selangit Ngeledek

Tapi sekarang setelah disubsidi per 1 september jadi adem di kantong kan....? :p

Tapi tidak adem di gerbong. 6 AC @ 1.5PK split untuk 106 pax kan ga enak tuh, kecuali kalau semua pintu & jendela ditutup rapat + ACnya disetel paling dingin....
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#47
Mau dingin atau kagak, yg penting dengan adanya AC, perokok tidak bisa ngerokok sembarangan *minimal dibordes lah*. Kagak kayak dulu, ngerokok seenaknya aja, padahal udah ada larangan merokok.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
#48
(07-07-2013, 11:00 PM)Logawa_ATB Wrote:
(07-07-2013, 03:32 PM)juanhalim Wrote: memang disayangkan sih penggunaan AC split jadi nambah biaya yang (seolah-olah) bertentangan dengan rakyat kecil dan pemerintah. di daerah-daerah panas seperti di Jakarta K3 AC split juga ga terlalu kerasa dinginnya. jadinya kenyamanan nambah dikit, harganya naik selangit Ngeledek

Tapi sekarang setelah disubsidi per 1 september jadi adem di kantong kan....? :p

tapi tetep aja harganya masih di atas harga lama Bethe
Reply
#49
(08-07-2013, 01:28 PM)juanhalim Wrote:
(07-07-2013, 11:00 PM)Logawa_ATB Wrote:
(07-07-2013, 03:32 PM)juanhalim Wrote: memang disayangkan sih penggunaan AC split jadi nambah biaya yang (seolah-olah) bertentangan dengan rakyat kecil dan pemerintah. di daerah-daerah panas seperti di Jakarta K3 AC split juga ga terlalu kerasa dinginnya. jadinya kenyamanan nambah dikit, harganya naik selangit Ngeledek

Tapi sekarang setelah disubsidi per 1 september jadi adem di kantong kan....? :p

tapi tetep aja harganya masih di atas harga lama Bethe

Ya tidak apalah.. Masak 10 tahun gak ada kenaikan? Anggap aja ini kenaikan setelah 10 tahun ga ada kenaikan.. *bonus AC malah
Reply
#50
(08-07-2013, 01:28 PM)juanhalim Wrote:
(07-07-2013, 11:00 PM)Logawa_ATB Wrote:
(07-07-2013, 03:32 PM)juanhalim Wrote: memang disayangkan sih penggunaan AC split jadi nambah biaya yang (seolah-olah) bertentangan dengan rakyat kecil dan pemerintah. di daerah-daerah panas seperti di Jakarta K3 AC split juga ga terlalu kerasa dinginnya. jadinya kenyamanan nambah dikit, harganya naik selangit Ngeledek

Tapi sekarang setelah disubsidi per 1 september jadi adem di kantong kan....? :p

tapi tetep aja harganya masih di atas harga lama Bethe

Loh jadi sampean maunya gimana dong mas? Harganya tetep kayak yang dulu, yang sama sekali gak pernah naik sampe 10 tahunan itu? Ntar kalo gak bisa ngejalanin gara-gara dana subsidinya kurang gimana hayo soalnya yang dibayar penumpang terlalu kecil Ngikik Udah bagus banget lho ini PT. Sepur mau nurunin harga di saat subsidi K3 lagi galau gini ... hahaha. Toh sebenernya rata-rata nilai uang Rp 33.500 10 tahunan yang lalu itu sudah mendekati Rp 70.000 sekarang, jadi harusnya ya kalo harga sepurnya masih pada di bawah 70.000, ya harus bersyukur dong mas, apalagi ditambah Ashee dan kenyamanan yang secara umum meningkat. Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)