Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana Konversi K3 Biasa Menjadi K3 AC, Perlukah?
#21
Yang saya kurang sukai dari kereta komersil adalah tiket naik saat weekend, naik tinggi banget saat moment mudik dst. Bukankah biaya operasional sama aja, hanya saja permintaan tiket yang naik(mirip main saham, profit oriented bgt).
Usul saya, Tiket naik hanya untuk k1 dan k2 saja. Khusus k3 AC dan nonAC tarifnya flat. Mau weekdays, weekend, natal, tahun baru dan lebaran, tiket k3 ngga naik.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
#22
(17-09-2012, 10:14 PM)zmidth Wrote: Yang saya kurang sukai dari kereta komersil adalah tiket naik saat weekend, naik tinggi banget saat moment mudik dst. Bukankah biaya operasional sama aja, hanya saja permintaan tiket yang naik(mirip main saham, profit oriented bgt).
Usul saya, Tiket naik hanya untuk k1 dan k2 saja. Khusus k3 AC dan nonAC tarifnya flat. Mau weekdays, weekend, natal, tahun baru dan lebaran, tiket k3 ngga naik.

Ya gausah tunggu tanggal merah, hari biasa aja harga sering berubah om, jadi ya itu sekarang operator ga menunggu weekend ato hari libur untuk permintaan yang tinggi, hari kamis aja kalo tiba2 permintaan itu tinggi maka secara tiba2 juga harga tiket akan naik tanpa pemberitahuan sewaktu-waktu.Ngakak
k-3 PSO memang flat om harganya mau permintaan setinggi ato serendah apapun harga itu tidak akan berubah, nah yang jadi masalah sekarang ekonomi yang non PSO, saya pikir memang perlu dibegitukan, jadi semua yang berbau KA ekonomi saya pikir tarfnya harus flat entah itu eko PSO non PSO, atopun ekonomi yang ber AC yang retrofit atopun yang asli....Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#23
Tapi ekonomi AC kan dianggap KA komersial, jadi tarifnya bisa saja naik turun tak stabil...
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#24
(18-09-2012, 04:48 PM)CC-201-23 Wrote: Tapi ekonomi AC kan dianggap KA komersial, jadi tarifnya bisa saja naik turun tak stabil...

nah itu yg kurang sreg bagi saya. Yg saya mau, kelas Ekonomi AC memakai tarif flat. Hari weekday memang ekonomi, tapi kalau moment tertentu spt lebaran tarifnya bukan ekonomi lagi. Keliatan bgt profit oriented.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
#25
(18-09-2012, 04:48 PM)CC-201-23 Wrote: Tapi ekonomi AC kan dianggap KA komersial, jadi tarifnya bisa saja naik turun tak stabil...

ha3 gausah ekonomi AC om, coba tuh liat ekonomi non ac tapi tanpa PSO yang digandengin sama malabar aja tarifnya masih berubah seWaktu-waktu koq....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#26
Kadung cinta sama gbm selatan..kalo harganya masih ekonomi sih mau2 saja di tambah embel2 ac.
120 km/hour
Reply
#27
(18-09-2012, 09:33 AM)Joe_cn Wrote: Ya gausah tunggu tanggal merah, hari biasa aja harga sering berubah om, jadi ya itu sekarang operator ga menunggu weekend ato hari libur untuk permintaan yang tinggi, hari kamis aja kalo tiba2 permintaan itu tinggi maka secara tiba2 juga harga tiket akan naik tanpa pemberitahuan sewaktu-waktu.Ngakak
k-3 PSO memang flat om harganya mau permintaan setinggi ato serendah apapun harga itu tidak akan berubah, nah yang jadi masalah sekarang ekonomi yang non PSO, saya pikir memang perlu dibegitukan, jadi semua yang berbau KA ekonomi saya pikir tarfnya harus flat entah itu eko PSO non PSO, atopun ekonomi yang ber AC yang retrofit atopun yang asli....Xie Xie

Pesawat terbang yg menawarkan kelas Ekonomi tarifnya nggak flat tuch, Kang..., malah banyak diuber kalo ada promo atau tarif bawah... Ngakak
Reply
#28
(20-09-2012, 03:40 PM)Logawa_ATB Wrote: Pesawat terbang yg menawarkan kelas Ekonomi tarifnya nggak flat tuch, Kang..., malah banyak diuber kalo ada promo atau tarif bawah... Ngakak

jah ente bandingin ekonomi sepur sama ekonomi pesawat kang?Ngakak
ekonomi pesawat mah setaranya sama argo sepur bang....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#29
Kalau saya tidak setuju sama sekali kalau K3 non AC yang sudah berjalan di jadikan K3 AC semuanya. Sebab yang menggunakan K3 non AC lebih banyak orang-orang yang kurang mampu; yang jika K3 non AC Dijadikan K3 AC semua dan harganya naik, maka mereka benar-benar terbuang dari pelayanan PT. KAI karena tidak tersedianya kelas yang sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Jika demikian, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah telah dengan sengaja tidak berusaha untuk memenuhi HAK-HAK sipil Seluruh rakyak Indonesia!!!!!

Yang saya setujui adalah jika semua K3 non AC tetap berjalan dan ditambahkan dengan beberapa rangkaian K3 AC. Fungsinya adalah untuk menampung penumpang yang tertendang dari K3 non AC tetapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membeli K3 AC dan juga untuk menampung para penumpang yang juga tidak kebagian K2 karena habis....

Sehingga Pelayanan terhadap seluruh rakyat Indonesia akan tercapai dan akan memajukan perkereta apian Indonesia....
RF pecintabordes, selalu membeli tiket dari loket.
Reply
#30
(16-09-2012, 04:54 PM)iwag21 Wrote:
(15-09-2012, 06:59 PM)PJL_Hunter Wrote: Yah saya sih manut2 aja ama kebijakannya KAI...

Kalau kenyamanan K3 meningkat (Ada AC, penumpang udah cuman 100%) dan harga tidak jauh beda dibanding ketika K3-nya gak ber-AC, maka saya yakin orang-orang pasti bakalan rela ngerogoh kocek sedikit lebih dalam untuk menggunakannya karena dapet manfaat yang lebih.

Omong-omong K3AC sekarang masuk Non-Komersial kan?

Masak sih?
Tp harganya kok masih 11 : 12 ama K2?
Bingung

katanya K2 mau diapus gan, nantinya cuma ada 2 jenis kereta Express atau Eksekutif dan Reguler.
twitter : @zulfahmiID
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)