Posts: 442
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
8
Nasiiiiiib nasiiiiiiiiib dikeroyok orang satu forum
Emang dengan dibangunnya flyover/digusurnya jalur trem ada hubungannya ama kita ?
Kerja juga TETEP, potongan Pajak di restoran juga TETEP, Tagihan Kartu Kredit juga teruuus...
What seems to be the problem ??
Make Luv Not War...
Regards,
Hilmi Irawan W.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
"Selamatkan Muka Orang Lain - Dale Carnegie"
Posts: 140
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
4
Memang kekuatan dari forum ini belum bisa sampai mempengaruhi kebijakan dari Pihak-pihak yang berwenang. So, ngapain kita ribut antar kita sendiri? Kita semua mw stuju atau nggak pun gak ngefek bagi para pengambil keputusan. Malah kita sendiri yang capek n terpecah.
Lebih baik kita pikirkan bagaimana supaya kita para railfans punya wadah yang kuat untuk memberi MASUKAN YANG DIPERHATIKAN bagi para pengambil keputusan. Kita gunakan forum maya ini untuk membuat/menggalang kegiatan nyata. Misal saja bila banyak yang tidak setuju, lewat forum ini kita galang demo untuk membatalkan penggusuran.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Posts: 531
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
5
(14-03-2011, 12:33 PM)Toentang Wrote: Memang kekuatan dari forum ini belum bisa sampai mempengaruhi kebijakan dari Pihak-pihak yang berwenang. So, ngapain kita ribut antar kita sendiri? Kita semua mw stuju atau nggak pun gak ngefek bagi para pengambil keputusan. Malah kita sendiri yang capek n terpecah.
Lebih baik kita pikirkan bagaimana supaya kita para railfans punya wadah yang kuat untuk memberi MASUKAN YANG DIPERHATIKAN bagi para pengambil keputusan. Kita gunakan forum maya ini untuk membuat/menggalang kegiatan nyata. Misal saja bila banyak yang tidak setuju, lewat forum ini kita galang demo untuk membatalkan penggusuran.
SETUJUUUUU.....
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
santai saja mas hilmi. biar beda pendapat, saya tidak bermaksud mengeroyok anda. hehehe...
boleh2 aja kalo mau bangun flyover, yang penting jalur trem/ka nya tetap diberi ruang untuk hidup kembali sewaktu2. kalo pun gak persis di tempatnya semula, digeser ke pinggir pun gak masalah. seperti jalur trem di jakarta yang dulu dipinggir jalan raya, sekarang reinkarnasi jadi busway ditengah jalan. gak masalah bro.
selama ini kan yang ada diskriminasi moda rel yang semakin terdesak oleh jalan raya. padahal kalo dioptimalkan, satu jalur trem/lrt kapasitas angkutnya pada jam sibuk bisa setara dengan 8 lajur jalan raya yang terisi kendaraan pribadi.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 125
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
4
foto terkhir mantan jalur trem dalam kota, mengenaskan, nyesek saya melihatnya, tanpa bisa berbuat apa2
bekas jalur hijau yang dibawahnya terdapat bekas jalur trem yang segera di gusur
rel yang telah puluhan tahun tertimbun tanah, berkarat, tak terawat, namun tetap kokoh, seakan-akan menunggu ada ular besi yang kembali melewatinya
kenapa pemerintah kota Surabaya tega melakukan ini, seakan-akan membangunkan orang yang sudah lama tertidur, dan akan membunuhnya untuk selamanya???
saya pribadi tidak mau berkomentar banyak tentang hal ini, saya rasa percuma saja, toh pemerintah yang punya rencana dan kepentingan, kita hanya bisa pasrah
Posts: 553
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
14
Aduh, lihat photo2 dan kata kata om zeldha, aku jadi tambah sedih... Kenapa ya sampe sekarang pun rasanya semua yg basis rel di Indonesia makin dipandang sebelah mata, ditinggalkan, bahkan disingkirkan.. Mulai dari trem, lori, bahkan KA.. Ckckck..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...
Posts: 229
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
4
Posts: 182
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
13
19-03-2011, 07:42 AM
(This post was last modified: 19-03-2011, 07:45 AM by bad_boy.)
pardjono Wrote:Mengacu pada pendapat RF phepe_ph dan RF nikmuracell, saya pilih setuju. Kalau lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya, ya why not lah. Karena lahan itu milik PT. Kereta Api (Persero), alangkah baiknya kalau PT. Kereta Api (Persero) mendapat semacam kompensasi. Misalnya diganti dengan lokomotif baru berapa buah gitu.
Waduh, jangan sampe lah mas.....ini kan bisa jadi mode transportasi alternatif.....lagipula ni anak2 RF daops 8 juga diundang untuk sharing & hearing ma PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 8.....qta smua pinginnya c diaktifin lagi. Lagipula kalo cuma diganti ma pertambahan lokomotif itu ga akan mengurangi kemacetan dan keruwetan lalu lintas jalan raya
phepe_ph Wrote:Masalahnya trem ga bisa ngangkut peti kemas, BBM, semen, dan barang lain yg bisa diangkut truck2 besar. Lagian kalo trem cuma di seputaran Surabaya, kalo jalan tol??
Perasaan kalo trem ga bakal bisa deh ngangkut peti kemas karena gerbong peti kemasnya akan terlalu panjang, tapi kalo bawa gerbong barang yang pendek pendek dan gerbong ketelan masih mungkin. Kedua, dolonya trem uap sby (OJS) ini melintang dari krian sampai ke dermaga ujung. Kalo mw angkut barang2 berat seperti semen, ketel, dll ya naikin kreta api dari stasiun peti kemas aja dan perbanyak jaringan rel KAnya. Dan dengan penambahan jumlah gerbong yg ditarik lokomotif dalam sekali jalan akan menambah jumlah kapasitas barang yang diangkut. Bila jumlah kapasitas barang yang diangkut yang semakin banyak maka ini akan menambah efisiensi waktu dan mengurangi keruwetan dan kepenuhan jalan raya yang penuh dengan truk dan kontainer. Tapi yang jelas ini bisa jadi mode transportasi alternatif yang menarik bagi penduduk surabaya.
Kalo jalan tol atau jalan layang hanya pihak2 tertentu saja yg bisa menggunakannya, yaitu hanya orang2 yang memiliki mobil atw kendaraan roda 4 saja. Bagaimana nasibnya bagi para orang2 yg tidak memiliki mobil, atau bahkan yg tidak mampu untuk membeli kendaraan bermotor???
kemal reza Wrote:loh memangnya PT.KA ga ada niat untuk membangun dan menghidupkan jalur trem nya ya?
Ya ini lho ruwetnya indonesia.....PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menurut saya tuh mereka juga terlalu lamban.....napa ga dari dolo? Napa kok pas baru ada pembangunan flyover baru akhirnya mereka teriak - teriak? Tapi ya tadi itu, rencananya anak2 RF daops 8 mw ngadain sharing & hearing dgn PT. Kereta Api Indonesia (Persero), & dngr2 c, ni trem mw diaktifin lagi tahun 2015.....ya smoga aja.......
Charles Wrote:Saya sendiri kurang setuju dengan adanya pembongkaran ini karena jalur eks trem tersebut adalah aset budaya yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, dan apabila memang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi maka PT. KAI sebagai pemilik tanah perlu mendapat kompensasi dari institusi/lembaga yang mengerjakan proyek bersangkutan.
Masalahnya mas, saya jga punya teman seorg pengusaha tapi beliau sangat peduli dgn cagar budaya di sby dan beliau juga sering diundang ma pihak2 terkait, termasuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Parahnya nih, ada pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg mengatakan bahwa mereka tidak tahu kalo stasiun semut juga merupakan cagar budaya surabaya....
fun_plano Wrote:Pertama, itu adalah lahan milik PT. KA yang sangat bersejarah dan bisa difungsikan dalam waktu jangka panjang. Berikut pernyataan Sri Winarto, kepala humas DAOP VIII kepada wartawan detikSurabaya: "Nantinya penggunaan jaringan rel trem itu kan bisa disinergikan dengan moda transportasi maupun jaringan jalan yang akan dibangun di dalam Kota Surabaya," jelasnya.
Kedua, untuk alasan kemajuan ekonomi dan mobilitas, Ane rasa jalan satu2nya gak hanya tol dalam kota. Kenapa ga terpikir sedikit pun oleh pejabat maupun orang2 sekitarnya untuk membangun elevated rail di atas bekas trem tersebut. Pemerintah lagi gencar2nya menyuarakan transportasi massal, namun kenapa malah opsi ini yang dipilih. Berdasarkan ilmu perencaan kota yang ane dapat waktu kuliah, tol hanya membuat menambah kemacetan, karena pemilik kendaraan pribadi dimanjakan oleh lancarnya arus lalu lintas. Dalam jangka panjang, terjadi peningkatan kepemilikan kendaraan pribadi dan akhirnya jalan tidak mampu menampung volume kendaraan. Coba seandainya dibangun elevated rail, gak hanya KA penumpang saja, KA barang pun juga bisa melintas.
wedhoez Wrote:walikota nya kan dah ngga setuju soal tol dalam kota dan memilih alternatif bwad moda angkutan rel, lagipula kalo dibangun jalan emg lancar diawal tapi memicu masyarakat menggunakan kendaraan pribadi yg akhirnya suatu saat jalan akan menjadi jenuh dan ujung2nya macet, ntar dibangun lagi macet lagi. lagipula ini kan aset pt ka yg suatu saat nanti bisa dimanfaatkan kembali bwad tram yg bisa mengangkut org lebih banyak dan anti macet.
ane vote tidak setuju dah
phadeen Wrote:Saya sangat tidak setuju..
Sebenarnya apa seh tujuan dari membangun tol tenga kota..?untuk mengrangi kemacetan kan..?
Lha gimana mau ngurangi kemacetan kalo malah dikasi fasilitas jalan ama pemerintah..?apa ga bertambah tuh kepemilikan kendaraan bermotor..?tambah banyak jalan, tambah banyak pula kendaraan..
Kalo ada jalur trem kan enak, karena bisa sebagai angkutan massal dalam kota..
Toto Wrote:Sangat tidak setuju karena sebenarnya salah satu penyebab masalah kepadatan/ kemacetan lalu lintas adalah pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat yang tidak terkontrol.
Penambahan jalan tol dan jalan sejenis ahanya akan memicu pertambahan kepemilikan kendaraan pribadi.
Solusi yang mesti dipertimbangakan pemerintah adalah, menambah angkutan massal yang memadai dan manusiawi sehingga dapat mengurangi pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi atau penggunaan kendaraan pribadi.
Jangan samapai Surabaya mengalami masalah seperti Jakarta, yakni terjadinya kemacetan/ kepadatan parah yang sudah sangat kronis.
Salam Spoor,
Kalo ane c spaham ma orang2 ini. Kita ambil contoh Jakarta. Terlalu banyak jembatan layang dan jalan tol sana sini yang pada akhirnya isinya cuma tembok beton abu2 doank. Masalahnya, selain merusak pemandangan, bnr memang, jalan tol akan mengalami masa jenuh. Lihat saja jalan tol di Jakarta. Malah jalan tolnya yang macet, dan jalan arterinya yang lancar. Lagipula dengan adanya jalan tol ini malah akan menambah keruwetan lalu lintas di gerbang tolnya. Dan ya tadi itu. Hanya pihak2 tertentu saja yang bisa menggunakan jalan tol dan jalan layang. Bagaimana nasibnya orang2 yg tidak memiliki kendaraan??? Lagipula ane liat sekarang pemrintah hanya bangun jalan, jalan dan jalan, sampe menggusur lahan - lahannya orang laen. Mw sampe kapan menggusur lahan2 orang laen, atw memakan lahan - lahan kosong demi membuat jalan guna memfasilitasi kendaraan beroda karet?? Lagipula benar katanya mas phadeen.....makin banyak jalan maka makin banyak kendaraan beroda karet dan akan makin ruwetnya dan padatnya lalu lintas jalan - jalan di Surabaya......belum lagi polusi yg ditimbulkan.....kalo jalur tremnya diaktifin lagi tapi pake trem listrik kan lebih ramah lingkungan....
ignatius Wrote:Ex Rel Trem di Jl. Diponegoro Sby digusur?
Jelas saya tak setuju....
Mengapa???
1. Memancing timbulnya pertambahan jumlah kendaraan bermotor. Lagian, di daerah sana macetnya hanya pada jam-jam kerja dan hari Minggu (kalau hari Minggu karena ada pasar burung yang meluber hingga tengah jalan).
2. Jalan di sana semakin panas (dan Surabaya semakin panas). Padahal, menurut saya, di daerah situ pohon peneduhnya tinggi banget, sehingga sejuk. Apakah bisa di tengah flyover diberi pohon yang segede itu untuk peneduh??
3. Pembangunan Flyover saat ini membuat jalan semakin macet, apalagi kalau ada bis ngetem.
4. Ex Rel Trem merupakan aset sejarah Kota Surabaya yang harus dilestarikan. Mengapa dimusnahkan?
5. Seumpama rel trem itu difungsikan kembali, semoga saja kemacetan di Surabaya berkurang, dan kalau bisa (ngarep.com) rel trem itu bisa juga dimanfaatkan untuk angkutan petikemas.
Maaf kalo ada salah kata....
Ini hanyalah sedikit pengalaman saya, karena saya setiap hari sliweran lewat jalan ini...
Ane tambahin lagi alasannya gan....selain guna mengurangi kepadatan, kemacetan dan keruwetan lalu lintas, alasan lain adalah bila dioperasikan seperti busway di jakarta, dimana pada setiap halte terdapat loket pembayaran tiket, pemeriksaan anti copet dan keamanannya jaminannya besar dengan tarif angkutan tremnya mura (katakanlah Rp 4000 atau Rp 5000), maka trem Surabaya bisa menjadi mode transportasi umum yg bisa digunakan oleh semua kalangan, baik atas maupun bawah ataupun baik orang2 yg berkarir, mahasiswa ataupun yg masih bersekolah, dan juga jangan lupa, para turis2 dalam negeri maupun mancanegara yg berkunjung ke Surabaya. Dan selain alasan sejarah Surabaya, trem listrik ini bisa menjadi ikon Surabaya. Kalau Jakarta punya busway, Solo punya KA Feeder, napa Surabaya ga bisa punya trem listrik yang modern, yang melewati jalur trem listrik maupun uap di sby jaman dolo??? Kalo orang2 luar Jakarta pergi ke Jakarta pinginnya mesti naek busway. Kalo org2 luar Solo berkunjung ke Solo pinginnya naek KA Feeder. Napa ga Surabaya bikin trem listrik modern biar org2 luar Sby yg berkunjung ke Sby naek trem listrik??? Lagipula kalo banyak yg pake trem listrik juga menambah pemasukannya PT. Kereta Api Indonesia (Persero).....
Sekali lagi maaf apabila ada komentar saya yang tidak berkenan....
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!
Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
revitalisasi trem bakal sangat rumit..silakan liat sndiri kondisi di bekas jalur trem..udah ada jalur hijau n jalanan d sby yg g selebar di jkt...sbagaimaan RF yg lain, ane pn pngin sby pnya trem impian sperti itu, tapi sbagai warga sby, ane jg pngin solusi yg realistis n segera dilakukan atas mslah2 transportasi d sby....Orientasi berpikir ane dlam masalah ini bkanlah KA atau kecintaan yg membabibuta pada KA, tetapi bgaimana mnciptakan sistem transportasi yg baik d sby, n itu bsa berupa KA, atau yg lainnya..
Jadi KA untuk sistem transporatsi yg ideal, bukan sistem transportasi yg ideal untuk KA
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 744
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
5
Angkutan massal di Surabaya, memang harus segera direalisasikan, perlu studi banding? Yang pada akhirnya..Jangan sampai Surabaya seperti jakarta kemacetannya.
|