Posts: 10
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
0
maaf mau tanya,ini sepur operasinya kapan yah?hari libur aja apa tiap hari...terus naikknya dari mana???maklum newbie  .trims
Posts: 6
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
0
Rute
Stasiun Purwosari-Rel Bengkong (Kampung Batik Laweyan)-Dalem Wuryoningratan-Museum Radya Pustaka-Ngarsapura (Pura Mangkunegaran)-Kampung Batik Kauman-Gladak (Keraton Kasunanan)-Gladak Langen Bogan-Stasiun Solo Kota Sangkrah
Penumpang umum Sabtu & Minggu
Carter (Sewa) per paket Senin-Jumat
Tiket dipesan lewat internet www.solosteamloco.com
Kapasitas 40 penumpang dan 36 penumpang
Spesifikasi Kereta Wisata Solo
Lokomotif
Tipe: C1218
Tahun pembuatan: 1896
Nama pabrik: Saechs Machinenfabrik Chemnitz Rich Hartmann, Jerman
Tenaga penggerak: Uap
Bahan bakar: kayu jati
Jarak jelajah: 100 km
Berat: 45 ton
Gerbong
Tipe: CR 16 (kapasitas 40 seat memanjang di kedua sisi interior) dan CR 44 (kapasitas 36 seat berhadap-hadapan)
Tahun Pembuatan: 1906
Tempat pembuatan: Belanda
Eksterior dan Interior: kayu jati
Paket yang ditawarkan
1. Wedding package
2. Pre-wedding package
3. Batik package
4. Night package
5. MICE package
Tarif per paket maupun penumpang umum masih dalam pembahasan.
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
3
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
29-09-2009, 11:49 AM
(This post was last modified: 29-09-2009, 12:06 PM by bagus70.)
Putri Solonya keren.
He..he..he.. 
Eh, bisa ada yang tolong upload foto-fotonya mas Fajar dan beberapa kawan di Yogya?
Posts: 686
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
5
29-09-2009, 11:51 AM
(This post was last modified: 29-09-2009, 11:53 AM by Purushottama.)
sayang, ga bisa dateng pas peresmiannya
Posts: 528
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
Kalo buat penumpang umum harga tiketnya brapa ya? Akankah sama dengan tiket lama 2000/orang?
Posts: 997
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
17
Posts: 4
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
0
30-09-2009, 09:41 AM
(This post was last modified: 30-09-2009, 10:38 AM by Gege.)
ini ada cerita masinis2 loko uap solo...hebuatt
cerita masinis2 loko uap solo.....
Quote:Tiga Kakek Pengawal Kereta Kuno
Koran Tempo 30 September 2009
Dua orang tua berusia lanjut itu berdiri berhadapan. Di depan mereka, terdapat sebuah pipa karet yang sedikit rusak di bagian ujungnya. Mereka berdua tengah berusaha menambalnya, dengan memanfaatkan guntingan lembaran logam, yang didapat dari kaleng bekas.
Pipa karet itu terlihat tidak berguna. Namun, sesungguhnya merupakan salah satu komponen penting dari lokomotif C 1218, lokomotif bertenaga uap buatan Jerman pada 113 tahun silam. Kini, lokomotif yang sempat terbengkalai selama puluhan tahun itu dipaksa berjalan lagi sebagai kereta wisata.
Usianya yang sudah renta tentu membutuhkan perawatan serius dan ekstra. Ternyata tidak semua mekanik bisa mengoperasikan dan merawat lokomotif warna hitam legam itu. Tiga orang berusia lanjut dari Ambarawa itu pun terpaksa diboyong ke Solo.
Mereka adalah Pujiyono, Sumarno, dan Juwari, yang bekerja di kereta api sejak sebelum lokomotif jenis diesel muncul. Seharusnya mereka sudah pensiun. Namun, lantaran hanya mereka bertiga yang dianggap mampu menangani lokomotif uap, terpaksa mereka turun tangan mengurusi lokomotif uap, yang dinamakan Sepur Kluthuk Jaladara.
Ketika ditemui di Depo Lokomotif Stasiun Balapan, Surakarta, Pujiyono sedang ada di bawah lokomotif uap yang diparkir. Dia sedang membetulkan beberapa pipa bocor. Sedangkan Sumarno dan Juwari sedang asyik menggunting pelat kaleng untuk menambal selang yang bocor.
"Onderdilnya sudah tidak bisa ditemukan di toko," kata Sumarno, kakek berusia 62 tahun. Karena itu, dia berusaha keras memperbaiki setiap komponen yang rusak, dengan caranya sendiri.
Meski dianggap rumit oleh para teknisi muda, lokomotif uap bagaikan sebuah mainan, bagi ketiga kakek tersebut. "Mesin uap lebih simpel dibanding mesin diesel," kata Sumarno. Syaratnya, jangan sampai ada pipa maupun selang yang bocor. Yang menjadikan rumit, terdapat 131 pipa utama yang ada di dalam lokomotif. Belum lagi pipa-pipa karet yang menghubungkan antar komponen.
Sementara itu, menurut salah satu teknisi, Pujiyono, mereka hanya memerlukan tiga kubik kayu jati, 4.000 liter air, dan 4 liter oli untuk menjalankan lokomotif tersebut. "Ditambah minyak tanah untuk menyalakan lampu," kata dia.
Saat ini mereka sedang melatih beberapa teknisi serta masinis muda, untuk merawat dan mengurusi lokomotif tua itu. "Setelah itu kami bisa pulang dan beristirahat," katanya. AHMAD RAFIQ
Posts: 1,624
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
8
(30-09-2009, 09:41 AM)evankoe Wrote: ini ada cerita masinis2 loko uap solo...hebuatt
cerita masinis2 loko uap solo.....
Quote:Tiga Kakek Pengawal Kereta Kuno
Koran Tempo 30 September 2009
Dua orang tua berusia lanjut itu berdiri berhadapan. Di depan mereka, terdapat sebuah pipa karet yang sedikit rusak di bagian ujungnya. Mereka berdua tengah berusaha menambalnya, dengan memanfaatkan guntingan lembaran logam, yang didapat dari kaleng bekas.
Pipa karet itu terlihat tidak berguna. Namun, sesungguhnya merupakan salah satu komponen penting dari lokomotif C 1218, lokomotif bertenaga uap buatan Jerman pada 113 tahun silam. Kini, lokomotif yang sempat terbengkalai selama puluhan tahun itu dipaksa berjalan lagi sebagai kereta wisata.
Usianya yang sudah renta tentu membutuhkan perawatan serius dan ekstra. Ternyata tidak semua mekanik bisa mengoperasikan dan merawat lokomotif warna hitam legam itu. Tiga orang berusia lanjut dari Ambarawa itu pun terpaksa diboyong ke Solo.
Mereka adalah Pujiyono, Sumarno, dan Juwari, yang bekerja di kereta api sejak sebelum lokomotif jenis diesel muncul. Seharusnya mereka sudah pensiun. Namun, lantaran hanya mereka bertiga yang dianggap mampu menangani lokomotif uap, terpaksa mereka turun tangan mengurusi lokomotif uap, yang dinamakan Sepur Kluthuk Jaladara.
Ketika ditemui di Depo Lokomotif Stasiun Balapan, Surakarta, Pujiyono sedang ada di bawah lokomotif uap yang diparkir. Dia sedang membetulkan beberapa pipa bocor. Sedangkan Sumarno dan Juwari sedang asyik menggunting pelat kaleng untuk menambal selang yang bocor.
"Onderdilnya sudah tidak bisa ditemukan di toko," kata Sumarno, kakek berusia 62 tahun. Karena itu, dia berusaha keras memperbaiki setiap komponen yang rusak, dengan caranya sendiri.
Meski dianggap rumit oleh para teknisi muda, lokomotif uap bagaikan sebuah mainan, bagi ketiga kakek tersebut. "Mesin uap lebih simpel dibanding mesin diesel," kata Sumarno. Syaratnya, jangan sampai ada pipa maupun selang yang bocor. Yang menjadikan rumit, terdapat 131 pipa utama yang ada di dalam lokomotif. Belum lagi pipa-pipa karet yang menghubungkan antar komponen.
Sementara itu, menurut salah satu teknisi, Pujiyono, mereka hanya memerlukan tiga kubik kayu jati, 4.000 liter air, dan 4 liter oli untuk menjalankan lokomotif tersebut. "Ditambah minyak tanah untuk menyalakan lampu," kata dia.
Saat ini mereka sedang melatih beberapa teknisi serta masinis muda, untuk merawat dan mengurusi lokomotif tua itu. "Setelah itu kami bisa pulang dan beristirahat," katanya. AHMAD RAFIQ saluut buat eyang Pujiyono, Sumarno, dan Juwari  semoga sehat selalu eyang.....
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
(29-09-2009, 06:27 PM)karang_bedono Wrote: Kalo buat penumpang umum harga tiketnya brapa ya? Akankah sama dengan tiket lama 2000/orang? 
Rp 50.000-500.000 per orang.
kemarin sebelum peluncuran Rp 100.000 per orang
Kalau yang Rp 2000/orang itu kayaknya kereta Feeder deh
(29-09-2009, 06:50 PM)Kazuya Wrote: itu di demo kenapa...?
demo itu buat rame2  proficiat sepoer kluthuk, solo welcome you, sepoer kluthuk yes
|