29-08-2014, 04:15 PM
Um, percabangan yang ke arah TNK sama LLG itu ada sesudah stasiun PBM dari arah KPT ya ? Dan itu dilayani juga sama PBM apa ada stasiun laen cem Kasugihan di Maos ?

|
29-08-2014, 04:15 PM
Um, percabangan yang ke arah TNK sama LLG itu ada sesudah stasiun PBM dari arah KPT ya ? Dan itu dilayani juga sama PBM apa ada stasiun laen cem Kasugihan di Maos ?
29-08-2014, 04:39 PM
(This post was last modified: 29-08-2014, 04:40 PM by triez_RF Cirebon.)
(29-08-2014, 04:15 PM)KL3-97xx Wrote: Um, percabangan yang ke arah TNK sama LLG itu ada sesudah stasiun PBM dari arah KPT ya ? Dan itu dilayani juga sama PBM apa ada stasiun laen cem Kasugihan di Maos ? yap, kalo ente naik KA S5 dan S7 itu percabangan ada sesudah stasiun prabumulih. tapi kebalikannya, kalo ente naik rajabasa dari TNK atau Serelo dari LLG bakalan sesuah rel percabanggannya. mungkin gambarann rel percabannganya seperti ini: [spoiler=rel cabang] [/spoiler]maaf, pinjem gambarnya S7 Rajabasa ini. digambar, rel kekiri adalah rel ke TNK. sementara yang kekanan adalah ke LLG. untuk stasiun yang melayani, masih di stasiun PBM. disetiga tersebut, masing-masing sudut memiliki stasiun tersendiri. (kalo ada yang salah, bener yah. ini hanya berdasarkan pengamatan saya saja] (28-08-2014, 04:06 PM)RichardBB20308 Wrote: Nah, mantab lanjutannya um ini.. (y)
02-09-2014, 07:13 AM
(This post was last modified: 02-09-2014, 07:24 AM by triez_RF Cirebon.)
Lanjutan.
Alhamdulilah, perjalanan kertapati –prabumulih sudah selesai saya ceritakan dalam periode etape I. Berikutnya saya akan menceritakan perjalanan saya masih bersama S5 Serelo etape II. Dalam Etape II ini, S5 Serelo akan melalui perjalanan sejauh 74 Km, dan akan menyinggahi beberapa stasiun, seperti: Prabumulih Baru (X6) PBR Penimur (PNM) Niru (NRU) Talang Padang (TLP) Belimbing (BIB) Tanjung Terang (TGE) Gunung Megang (GNM) Penanggiran (PNGG) Ujan Mas (UJM) Muara Gula (MRL) Muara Enim (Me) untuk lintas Prabumulih sampai dengan niru, jalurnya sudah resmi double track (rel ganda), dan beberapa sudut sudah menggunakan sinyal elektrik sehingga waktu tempuh relatif lebih cepat dikarenkan tidak akan ada persilangan. Untuk penyusulan dan BLB diperkiran masih (mungkin) terjadi. Untuk kelnjutan ceritanya, yuk mari simak cerita saya ini: Kembali ke stasiun PBM. Sebelumnya, kita sudah sampai distasiun Prabumulih. Setelah menaik-turunkan penumpang, cek kondisi rangkaian dan lokomotif, serta pengggantian Masinis dan Assisten assinis, tepat pukul 11:40 S5 serelo persiapan diberangkatkan dari jalur 1 stasiun PBM [spoiler] [/spoiler]Jalur sudah menunjukan warta aman, sinyal keluar pun sudah berwarna hijau terang. Dari kejauhanpun sudah terlihat, (berbeda dengan sinyal-sinyal keluar sebelumnya yang masih menggunakan sinyal mekanik). Tinggal nungguin semboyan 40 dan 41 nih. Kasihan juga massinisnya mesti nenggok-nengok lama ke belakang juga, mayan gan. Bkin encok ![]() [spoiler=semboyan 40 dan 41] [/spoiler]Perlahan, roda berputar menyesuri rel yang tegak lurus ke arah LLG dan berbelok kenan. disini rel akan berpisah. Jika ke kiri, maka akan menuju tanjung karang. Sementara jika lurus terus dan berbelok setelahnya, maka anda akan sampai di stasiun akhir lubuk linggau jika didaop, PBM layaknya KTS di daop 7, CKP didaop 1, PDL didaop 2, CNP didaop 3, BG didaop 8. [spoiler=percabangan PBM. mohon maaf, foto yang saya ditampilkan adalah ketika saya menaiki S7 Rajabasa. hanya sekedar ilustrasi] [/spoiler]petak PBM-PBR ternyata masih singel track rupanya. Dipetak ini juga jarak aman tidak terlalu lebar, karena beberapa tanaman warga masih mepet terhadap rangkaian KA yang melintas, so kereta mesti berjalan agak melambat. Seusai melintas percabangan PBM, dan sedikit berbelok kekanan, kami jumpai pos X6 (prabumulih baru). Pos ini fungsinya adalah mengatur KA yang akan melintas dari arah Penimur menuju prabumulih dan juga dari prabumulih menuju tanjung rambang. Jadi semacam lampu merah di jalan raya. Jalur ganda Mungkin, ini adalah satu-satunya jalur ganda yang ada di divre III. Ya, lintas PBR-NRU rupanya sudah double track. Dibeberapa sudut juga sudah menggunakan sinyal elektrik, beda sekali dengan wilayah lain (divre 3) yang masih singel track dan juga menggunakan sinyal mekanik Lepas pos PBR, sepur serelo semakin kencang larinya. Kira-kira sekitar 70 Km/jam. Kebetulan temen sebelah ane lagi liat GPS. Sayang gak bisa ane minta fotonya. Ya, hanya dalam ingatn saja yang bisa saya rekam. Lintas Prabumulih baru – penimur, jalurnya berkelok-kelok. Mirip seperti lintas KTA-YK-SLO yang sudah double track dan berkelok-kelok [spoiler] [/spoiler]Tak terasa, rupanya kita sudah mau sampai distasiun penimur. Stasiun penimur sendiri jika dari arah PBR, selepas sinyal masuk stasiunnya ada disebelah kiri rangkaian dan tracknya agak berbelok kekanan. Cocok sekali untuk hunting foto. Jika pas, maka akan nampak foto KA yang sedang berbelok. Kurang lebihnya seperti di stasiun Sasaksaat begitu bro. Detik-detik memasuki stasiun Penimur [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Disini, distasiun penimur rupanya sinyal sudah kembali ke sinyal mekanik lagi. Ternyata sinyal elektriknya ada disekitar prabumulih saja. Baik itu prabumulih maupun prabumulih baru. Sementara dijalur 1 ada rangkaian KKBW kosng tanpa muatan dan tanpa lokomotif. Sepertinya sedang menunggu giliran berdinas. [spoiler=disambut PPKA] [/spoiler]Sinyal rupanya sudah mengangkat, namun tidak terlihat, kehalangan oleh track yang berbelok kekiri. rupanya kami LS di penimur saat itu, namun kecepatan saat itu tidak terlalu kencang. Tiba-tiba dari balik bukit muncul-lah KA batubara regular yang ditarik Double Traksi CC 202. [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Akhirnya. Lewat juga dia setelah beberapa saat menunggu [spoiler] [/spoiler]Usai berpapasan dengan KA bbr regular, pak masinis mulai ngebut lagi. Jalur yang lurus dan relatif datar menuju stasiun niru menyebabkan kereta berjalan bisa ngebut seperti ini.. Selama dalam perjalanan menuju stasiun berikutnya, stasiun Nru keadaan rel masih berkelok-kelok, asyik banget buat hunting foto dari gerbong paling belakang. Sayang, niatan ini mesti saya urungkan,. Mengingat di 2 gerbong belakang isinya pegawai kereta semua. Termasuk didalamnya adalah PKD, pengawalan dan KPD sendiri. Kalo ane tetep paksaian kesana, nakalan kena semprot dah tuh. Yowes, nikmatin ajah yang ada. Berikut foto-foto dilintas penimur-niru [spoiler=Jalur Double track] [/spoiler][spoiler=rel tetangga masih kosong] [/spoiler][spoiler=belok kiri kapten] [/spoiler][spoiler=belok kiri nan tajam] [/spoiler][spoiler=banting stir kekiri terus] [/spoiler][spoiler]] [/spoiler]Tak berapa lama usai melibas tikungan tersebut, terdengar khas cc 204.Yap, rupanya didepan kami ada cc 204 yang sedang nguli narik batubara. Sepertinya ini batubara yang akan ke kertapati. Berikut moment-moment tersebut. (hanya bisa diabadikan lewat foto. Kalo lewat video, pasti bakalan blur abis. Goyangannya itu loh bkin )Yowes, nikmatin saja: [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Wow, papasan ini terjadi begitu cepatnya. Saking cepatnya, saya tidak memperhatikan keselamatan saya saat itu. Sing penting dapat momentnya. Gak peduli disemprot PKD. Ketika ane selesai mengabadikan moment tersebut, dan kembali menutup rapat pintu, temen baru ane malah kejatuhan hape canggihnya. Duh, kasihan sih. Tapi mau gimana? (rupanya dia juga sama seperti saya, ngebordest, sambil ngerekam. Namun dipintu sebelah. Apes tenan rek ïÂÅ’ ) Terdengar suara perut keroncangan, ane mulai lapar ternyata gan. Alhamdulilah, perbekalan masih banyak. Berhubung ane sempet belanja juga dideket tukang nasi uduk itu. Gak berupa makanan berat sih, ya buat nunda lapar ajah sih sebenarnya. Lebih kepada cemilan. lumayan lah, daripada diem.. ![]() Belom abis snack yang ada ditangan ku ini, laju kereta mulai melambat. Rupanya jalur yang hendak kami lalui berbelok, pantas saja kecapatan dikurangi. Setelah melewati sinyal muka dan sinyal masuk, S5 serelo masuk dengan mulus distasiun Niru. Nampak, distasiun niru sudah ada rangkaian KA pulp. Sayang sedang dalam keadaan kosong dan tidak ada lokomotifnya. Mungkin lagi istirahat dia ![]() [spoiler] [/spoiler]Rel yang akan kami hadapi ternyata ribeh juga. ada yang lurus, belok kekiri terus lurus, belok kiri 2 kali dan opsi-opsi lainnya. [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Setelah diamati dari kejauhan, ternyata rel yang akan kami lalui itu adalah berbelok ke kiri ketika dipersimpangan wesel didepan sana, kemudian lurus terus hingga ke muka stasiun niru. [spoiler] [/spoiler]Dan, ini lah posisi kami setelah berpindah jalur. Kini rel yang kami telusuri berada ditengah-tengah kami. Dam kami diapit oleh dua jalur dikanan kiri, dimana jalur sebelah kiri juga ada rangkaian KA pulp, ya mungkin hanya rangkaian yang idle. Sama seperti sepor simpan sebelumnya. [spoiler] [/spoiler]Oya, mungkin diantara teman-teman ada yang tahu, ini sinyal apa dan apa arti dari sinyal tersebut? saya belom pernah liat ini sebelumnya ![]() [spoiler=nyang dibuletin] [/spoiler][SPOILER=rangkaian ka pulp] [/spoiler][spoiler=cek semboyan 21, aman] [/spoiler][spoiler=masih menikung] [/spoiler]Didepan, kembali ada sinyal pengulang. Masih tidur dia bro. Kereta berjalan lebih perlahan lagi. [spoiler=jalur belum aman] [/spoiler]Boleh juga ini idenya si massinis serelo, sembari menunggu sinyal aman, laju ka dipacu hanya perlahan-lahan saja. Ketika sinyal mengangkat, kereta ditambah kecepatannya. So, gak ada namanya berhenti tepat didepan sinyal :top: Dan akhirnya, kami berhenti dijalur 2 stasiun niru. Berikut adalah beberapa angel yang bisa saya abadikan: [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Sekilas stasiun Niru Kode stasiunnya adalah NRU. NRU memiliki 3 jalur utama yang digunakan untuk penyusulan dan persilangan. Disini juga pernah terjadi PLH antar sesama KA penganggkut batubara. Berita terkait bisa dibaca disini Bersambung Lagi yak bro....
02-09-2014, 07:37 AM
(This post was last modified: 02-09-2014, 07:45 AM by stasiunkastephanie.)
@triez: Kalo ngeliat dari model percabangan PBM, kok gw rasa lebih mirip Wonokromo (WO) ya? Coba aja liat ilustrasi percabangannya, bandingkan dg WO, mirip bgt. Bedanya, kalo di PBM lingkungan sekitar percabangan masih berupa perkebunan/hutan, lah kalo WO isinya jalan raya semua...
![]() (02-09-2014, 07:13 AM)triez_RF Cirebon Wrote: Oya, mungkin diantara teman-teman ada yang tahu, ini sinyal apa dan apa arti dari sinyal tersebut? saya belom pernah liat ini sebelumnya Itu bukannya semacam sinyal pengulang juga, ya? Mengingat trek stasiun Niru yg berkelok2, jadi wajar kalo sinyal pengulang bisa lebih dari 1, xixixi...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
02-09-2014, 11:52 AM
Rel keretanya kok ga rata ya ?? naik turun gitu ?? bahaya ga tuh buat KA ???
02-09-2014, 12:11 PM
(02-09-2014, 11:52 AM)senofigo Wrote: Rel keretanya kok ga rata ya ?? naik turun gitu ?? bahaya ga tuh buat KA ??? Selama diberlakukan taspat serendah mungkin sih aman2 aja jalur ini buat dilintasi KA. Sekarang gak usah jauh2 liat divre III, di Jawa (daop) sendiri banyak koq rel yg kondisinya kayak gitu, terutama di lintas pegunungan/rel yg lama gak diganti. Jadi jangan mengira kalo trek di Jawa bener2 mulus, buktinya lebih banyak rel di daop yg gak mulus, xixixi...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
02-09-2014, 11:14 PM
(26-08-2014, 11:58 PM)triez_RF Cirebon Wrote: Dan ada sesuatu yang gak saya tahu, mungkin teman-teman bisa bantu. Benda apakah ini? Ini seperti NR tapi bergandar satu,, ![]() Kalau di Jawa NR berfungsi sebagai Kereta Penolong didalamnya lengkap beserta peralatan untuk penunjang pertolongan jika terjadi PLH, termasuk didalamnya terdapat perbekalan makanan untuk tim evakuasi. Di dalam NR juga (di Jawa biasanya) dilengkapi dengan AMUS (Alat Material Untuk Siaga). Bentuk AMUS antara lain batu ballas yang sudah dalam bungkusan karung, kawat bronjong untuk membungkus bebatuan, penggaruk ballas dan lain-lain UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah ! ![]() Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
14-09-2014, 04:34 PM
Mas Triez pake kamera toh. Merek sama tipe nya sekalian dong.
Ngiler euy. Fotonya enak diliat. Kesannya adem. Mantab
23-09-2014, 06:38 PM
(This post was last modified: 23-09-2014, 06:41 PM by triez_RF Cirebon.)
(14-09-2014, 04:34 PM)forever.agus Wrote: Mas Triez pake kamera toh. Merek sama tipe nya sekalian dong. owalah, saya sendiri malah minder ngeliat hasil foto-foto saya mas bro. ketika dikamera sih . tapi ketika diupload, malah ![]() (02-09-2014, 11:14 PM)Warteg Wrote: Ini seperti NR tapi bergandar satu,, owh, jadi itu NR toh. kirain saya apa terima kasih penjabarannya mas bro (02-09-2014, 12:11 PM)stasiunkastephanie Wrote:(02-09-2014, 11:52 AM)senofigo Wrote: Rel keretanya kok ga rata ya ?? naik turun gitu ?? bahaya ga tuh buat KA ??? berhubung sudah dijawab, ane gak usah nambahin jawab yah jeng ![]() (02-09-2014, 07:37 AM)stasiunkastephanie Wrote: Itu bukannya semacam sinyal pengulang juga, ya? Mengingat trek stasiun Niru yg berkelok2, jadi wajar kalo sinyal pengulang bisa lebih dari 1, xixixi... ogut malah baru tahu bentuk sinyal pengulang itu bentuknya bulat. bukannya sama kaya sinyal pada umumnya yah gitu? yg berupa papan lurus yang bisa naik turun??
26-09-2014, 05:11 PM
Menunggu kelanjutan nya mas.
|