10-08-2014, 10:49 AM
Ninggalin jejak dulu di TR keren

|
10-08-2014, 10:49 AM
Ninggalin jejak dulu di TR keren
11-08-2014, 09:30 AM
(This post was last modified: 11-08-2014, 09:31 AM by triez_RF Cirebon.)
(09-08-2014, 01:52 PM)Syahrul Manchunian Wrote: Ijin gelar kasur omsilahkan mas bro. selamat menikmati TR sederhana ini yak ![]() (09-08-2014, 05:43 PM)fajrul01100 Wrote: mantap! jarang-jarang ada TR di pulau seberang khususnya Divre 3.1boleh gan. silahkan saja ![]() (09-08-2014, 05:53 PM)CC20606 Wrote: Izin gelar tiker sambil ngopi menyimak TR inirata-rata emang segitu um rangkaiannya, plus 1 aling2 dan 1 kmp total cuma ada 6 saat itu ![]() (10-08-2014, 03:07 AM)Sinichikudo Wrote: enak ya masih bisa lihat babaranjangiya gan, ayo dong kita maen-maen ke pulau seberang ![]() mumpung progres DT belom jalan (10-08-2014, 09:09 AM)CC-201-23 Wrote: Iya, Rajabasa pun juga begitu. Naik S8 Gapeka lama rasanya selaknat naik 121kalo dibandingkan antara serelo dan rajabasa, saya rasa lebih laknatan rajabasa. kalo serelo saya rasa lebih manusiawi banget ko. gak terlalu parah laknatnya. kalo pasundan saya gak tau. soalnya belom pernah coba sih ![]() (10-08-2014, 10:49 AM)forever.agus Wrote: Ninggalin jejak dulu di TR kerenowalah, tr nya biasa ajah om. gak ada spesial2nya ko
21-08-2014, 07:56 PM
(This post was last modified: 21-08-2014, 08:03 PM by triez_RF Cirebon.)
Lanjutan.
Alhamdulilah, setelah sekian lama tidak bisa updates laporan perjalanan, akhirnya ada waktu senggang juga buat nerusin tripp report ini sepoor. Ya monggo selamat menikmati. Singkat cerita Kita sudah sampai distasiun PYK, stasiun kecil yang cukup luas juga area stasiunnya. Juga ada semacam gudang penyimpanan gitu, gak tahu juga buat apa. Penampakan Serelo saat berhenti di stasiun PYK: [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/SPOILER]Setelah jalur aman, serelo pun berangkat dengan aman. triez_RF Cirebon pun masuk kedalam rangkaian. Ingin mencoba rasanya AC sepoor rakyat lubuk linggau dan sekitarnya ini.ternyata interior dalamnya jauh lebih asikk dan elegan ketimbang rajabasa. Kenapa coba ane bilang gitu? Selain karena AC-nya masih , ternyata disetiap jendela sudah ada hordeng-hordeng (bahasa indonesianya apa yah, triez_RF Cirebon gak tahu ). Hal ini membuat sengatan sinar matahari tidak langsung masuk kedalam rangkaian, dan membuat kondisi didalam kereta jadi semakin dingin, mesikpun diluar sana panasnya begitu menyengat.Oya, triez_RF Cirebon lupa infoin tentang beberapa perbedaan interior ka didivre dengan di jawa yak? Oke lah, coba triez_RF Cirebon paparkan: Jika Sepoor dijawa hampir sebagian besar atau bahkan gak ada hordeng (penghalang sinar matahari), maka sepur milik Divre 3 sub divre KPT memilikinya loh mas bro. Meskipun Cuma kelas ekonomi, namun fasilitas yang ditawarkan masih triez_RF Cirebon rasa baik. [spoiler] [/spoiler]Nah, semua rangkaian KA Serelo pagi ini telah dilengkapi dengan benda tersebut. kan lumayan buat menambah adem dan dingin suanana didalam kereta. Untuk kursinya sendiri masih sama seperti di jawa. Rangkaian terdiri dari 106 tempat duduk dengan posisi 3-2. Namun, perbedaan terjadi pada warna kursi. Jika dijawa diberi warna hijau mendekati hitam (seperti warnanya TNI), maka di divre diberi warna merah menyala. Memberikan kesan berani bagi penulis. [spoiler] [/spoiler]Selain itu masih ada juga colokan listrik bagi mereka yang memerukan listrik untuk keperluan barang elektroniknya. Hal ini juga berguna banget buat triez_RF Cirebon. Selama perjalanan, triez_RF Cirebon bisa puas ngecash batery kamera tanpa rasa takut kehilangan moment-monet disana. Gantungan sampah (kantung plastik) juga sudah nempel. Tak lupa, dibeberapa baris kursi juga disiapkan tempat sampah. Jadi, tak ada alasan bagi penumpang untuk membuang sampah sembarangann yak ![]() [spoiler] [/spoiler]Fasilitas lainnya adalah meja kecil yang ukurannya lebih besar dari yang ada dijawa. Jika dijawa hanya memuat 2 buah botol minuman, maka divre 3 menambah satu lagi tempat botol. So, kapasitas simpan meja tersebut adalah 3 botol. Hal ini dirasa baik, mengingat jumlah penumpang juga ada 6 tiap bar kursinya. [spoiler] [/spoiler]Ketersedian air bersih disetiap toilet juga terjaga dengan baik. Sampai dengan perjalanan ini selesai, air di toilet masih mengalir dengan deras. Beda sekali dengan di jawa, belom setengah perjalanan ajah kadang suka abis duluan itu airnya. Dengan kata lain, penumpang serelo sudah mengerti betul peran air didalam suatu perjalanan. So, mereka menggunakan air dengan sebijak mungkin (enggak dibuang-buang) Overall, untuk fasilitas yang disediakan divre 3, saya merasa cukup puas. Meskipun ini kereta kelas ekonomi, namun fasilitasnya setara dengan K2 dipulau jawa. Balik lagi ke sepoor nyoook.. Kecepatan serelo saat itu saya rasa tidak terlalu cepat, kira-kira hanya 50 KM/jam saja. Maklum saja, disini semua sepoor tidak bisa berjalan se-ngebut di jawa. Selain karena harus bersilang diluar gapeka, tentu karena prioritas disini adalah sepoor barang. Puluhan menit gerbong kami bergoyang-goyang, kekanan dan kekiri, terkadang juga terjadi perpindahan gigi yang kasar, membuat kami terkaget-kaget. Pokoknya, agak kasar juga ini massinisnya bawa sepoor yang kami naiki ini. Mungkin buat mereka yang baru kali pertama naik sepuur, akan merasa mual-mual. Kecepatan semakin berkurang, berkurang, dan berkurang. Kalo saya ambil kesimpulan dari perjalanan KA Rajabasa yang sudah lakukan, biasanya jika kecepatan sepoor sedang dalam masa puncaknya (taspat), terus menurun atau bahkan berhenti tepat disinyal masuk ataupun sinyal muka, maka itu tandanya sepoor ini akan bersilang, menyusul, atau berhenti sejenak distasiun selanjutnya, meskipun gak ada jadwal berhenti resmi. Ceritanya ini lagi ditahan disinyal masuk stasiun serdang. Lumayan lama juga. Hihihi Sinyalpun menganggkat, itu tandanya kami boleh masuk. Seperti biasa, kami harus mengalah kepada penguasa dilintas ini, ya BBR SCT yang biasa ditarik lokomotif cc204. Yang jadi pertanyaan, bakalan dimasukin ke sepoor belok atau sepoor langsung? Entahlah, kereta berjalan merayap menelusuri batangan rel, dan ternyata wesel bergerak. Artinya kita dimasukan ke sepoor belok atau sepoor 1. [spoiler] ![]() [/spoiler]
Sekilas stasiun Serdang
Setelah berhenti dengan sempurna, penulis langsung loncat guna mengabadikan moment tersebut. alhamdulilah, dapat. Meskipun banyak fotonya yang tidak bagus.Stasiun serdang memiliki kode stasiun SDN. SDN memiliki 2 buah jalur aktif. Jalur 1 digunakan untuk psersilangan dan atau penyusulan. Sementara jalur dua adalah untuk kereta yang berjalan langsung. Stasiun serdang berada diketinggian (kurang lebih) 21 meter DPL. Ternyata di SDN sedang ada perawatan kabel sinyal. Dengan frekuensi yang padat, mengharuskan perawata guna memeinimalisir terjadinya gangguan sarana dan prasarana yang ada. [spoiler] [/spoiler]Ini dia penampakan serelo distasiun serdang: [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Angin bertiup sepoy-sepoy, kicauan burung, serta udara yang sejuk menemani saya dalam menunggu datangnya BBR SCT ini. Suhu saat itu cukup panas, ditambah tanah yang agak gersang, membuat saya gerah dan keringat. Segera lah mencari toilet disekitar stasiun SDN. Namun, setelah saya cari, tak nemu juga toilet tersebut. rupanya toiletnya berada didalam stasiunnya. Duh, kalo minta iizin ke toilet, pasti bakalan repot ini. Yasudahlah, gak jadi ajah. Niat hati pergi ketoilet adalah hanya ingin sekedar melepas keringat, cuci muka sembari cuci tangan. Beberapa menit berlalu, BBR yang dinanti pun belom kunjung datang. [spoiler] [/spoiler]Krriik... kriiik.. kriiiik.. (suara jangkrik).. 12 menit berlalu, Sepuurnya pun belom datang kawan-kawan ![]() [spoiler] [/spoiler]Beberapa menit berselang, yang dinantipun datang. Nampak dari jauh sesosok kotak berukuran kecil sembari terdengar suara bersik. Ya, nya membuat saya bersedia mengabadikan moment tersebut. lambat laut kotak kecil tersebut membesar, mendekati kereta yang kami naiki.Rupanya sepur BBR SCT kali ini masih Loonghood alias idung panjang didepan, dan lokonya berjalan mundur. Kalo gak salah liat, itu cc20423 eks dipo CN. Berikut detik-detik kedatngannya: [spoiler] [/spoiler]Dan, lajunyapun stabil. Tidak cepat dan tidak lambat. Sekitar 50 Kmj saja. Hal ini juga yang membuat kami menunggu agak lama. Detik-detik persilangan serelo dengan BBR SCT yang ditarik cc20423 [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler=1 menit berlalu] [/spoiler][spoiler=3 menit berlalu] [/spoiler][spoiler=4 menit berlalu] [/spoiler]Butuh waktu yang lumayan lama juga untuk bisa melihat semboyan 21 BBR sct itu, total sekitar 4 menitan, dihitung dari lok cc20423 berpapsan dengan cc2018312 sampai ke ekor paling belakang yang tertancap semboyan 21 BBR SCT tersebut. Kalo saya tidak salah itung, ada sekitar >30 KKBW isi. Lumayan juga panjangnya. Hal ini menunjukan betapa kerja kerasnya si 204 eks jawa ini. Ada hal unik lain nya ini mas bro. Ternyata BBR SCT itu tidak berjalan langsung distasiun SDN, melainkan menunggu S5 berangkat terlebih dahulu. Padahal kalau dijawa, KA yang menang persilangan akan berjalan langsung. Dan gak perlu menunggu sepur yang disilang untuk berangkat. Hal ini juga terjadi diperjalanan ini, sama seperti saya dengan perjalanan KA Rajabasa kala itu. Sinyal aman. Setelah melihat sinyal aman, sang assisten masinis menoreh kebelakang, memastikan semboyan 40. Akhirnya terdengar , keretapun berjalan dengan perlahan. Pelan dan merayap mengikuti arus rel tersebut..Kembali kami harus bergoyang-goyang mengikuti arus dan irama yang ada. Lambat laun, triez_RF Cirebon merasa lapar juga. Untungnya tadi ketemu sama warung kelontong yang menjual nasi uduk dan lontong sayur. Letaknya berada didepan pintu mess Pegawai KPT. Dan harganya juga relatif murah, dengan porsi yang pas untuk ukuran saya. Dan akhirnya saya pun menyantap bekal yang saya beli tersebut. Untuk bahan refrensi ajah.
Buat rekan-rekan yang sedang kelaparan dan bingung mau makan apa, gak ada salahnya datang saja ke mess kru KPT. Nah, didepan mes itu ada yang jualan sarapan tiap paginya. Lumayan bro, selain harganya yang relatif terjangkau, enak, porsinya pun banyak. Hanya 5000 kenyang deh [spoiler] [/spoiler]Dan ternyata, kru KA KPT juga lagi sarapan disini loh bro. Ini foto ketika saya tengah sarapan ditengah kru KA yang sedang menunggu antrian berdinas. Nah, yang mukanya kehalangan tiang itu adalah massinis yang lagi bawa kereta ini bro. Dan ternyata, alhamdulilahnya, ane makan dibayarin loh. Kalo ada orangnya disini, ane mau ucapin terima kasih banyak [spoiler] [/spoiler]Alhamdulilah, sudah kenyang, sudah wareg. Saatnya beristirahat sejenak. Belum juga nasi turun ke dalam lambung, eh ternyata laju serelo diperlambat bro. Udah tau kan kalo laju ka diperlambat itu artinya apa? Tanpa pikir panjang, langsung ajah buka pintu dan ngecek keadaan didepan, dan ternyata benar. Didepan kami sinyal masuk tertidur. Artinya tidak boleh masuk, Bahaya. Langsung ajah ambil kamera, tidak peduli perut kekenyangan Sembari bergelantungan di bordest, tiba-tiba terbuka pintu tengah. Ane kira bakalan ada PKD, eh ternyata ane salah. Yang muncul adalah penumpang yang ingin menggunakan toilet. Salah duga ane. Selamat-selamat! Sejurus kemudian kami diperbolehkan masuk stasiun Gelumbang. Ya, stasiun singgah berikutnya adalah stasiun gelumbang. Namanya cukup unik juga. rada asing juga dikawasan railfans jawa, namun tidak bagi railfans divre 3. Berikut foto-foto disekitar stasiun gelumbang (GLB): [SPOILER=Bangunan fisik stasiun GLB] [/spoiler]Setelah berhenti, seperti biasa. , triez_RF Cirebon langsung loncat dan mencari angle dan spot yang dirasa keren untuk mengabadikan moment tersebut. dan hasilnya adalah: [spoiler] [/spoiler]Meskipun gak bagus, ya lumayanlah untuk kenangan-kenangan triez_RF Cirebon dimasa tua nanti. Sekilas stasiun Gelumbang. GLB adalah kode stasiunnya. Stasiun ini berada dipetak Serdang – Lembak. Memiliki 2 buah jalur aktif. Jalur 1 digunakan untuk persilangan, persusulan. Sementara jalur 2 merupakan sepoor untuk kereta yang berjalan langsung. Stasiun GLB berada ditengah-tengah hutan. Hal ini bisa dilihat dari: [spoiler] [/spoiler]Posisinya yang berada ditengah hutan, dan jauh dari akses jalan membuatnya berfungsi sebagai stasiun lintas saja. Artinya tidak ada KA Penumpang yang berhenti disini. Kalaupun ada, hanya untuk bersilang saja, namun berdasarkan gapeka yang berlaku, tidak ada KA penumpang yang berhenti disini. Baru saja saya bilang demikian, sedari jauh terlihat beberapa orang pegawai PT Sepoor turun dari rangkaian paling belakang. Mungkin mereka ini adalah petugas yang akan menggantikan ship temannya. Positif ajah Bersambung dulu bro. Ngantuk euy
22-08-2014, 09:11 AM
Quote:disetiap jendela sudah ada hordeng-hordeng (bahasa indonesianya apa yah, triez_RF Cirebon gak tahu) hahaha nte ngerakeun urang bogor wae.. ![]() maenya kos kitu hungkul ge meni teu nyaho sih? kapungkur nuju SD bahasa endonesiana peunteun 4 nya? ![]() *heureuy saeutik caritana hordeng teh gorden bahasa endonesiana akang triez, pami hoyong terang mah..
22-08-2014, 03:34 PM
waw @@ keren banget itu um (y)
lanjutin dong um TR nya sampe abis dan balik lagi ke KPT, cakep banget nih (y) Koreksi um, batubara yang silang di SDN sama Simpang itu batubara KPT, bukan SCT :3
22-08-2014, 03:53 PM
(22-08-2014, 09:11 AM)zae abjal Wrote: hahaha ![]() poho urang teh um, seriusan deh. oya, hordeng yak. atau mungkin bisa juga dengan nama tirai. hehehhe mkasih yak bro (22-08-2014, 03:34 PM)RichardBB20308 Wrote: waw @@ keren banget itu um (y) pasti ane lanjutin ampe beres dan balik lagi ke KPT. mohon sabar yak ![]() oke, terima kasih koreksinya. nanti saya updates lagi
26-08-2014, 11:58 PM
(This post was last modified: 27-08-2014, 12:05 AM by triez_RF Cirebon.)
[spoiler]Ada koreksi dikit nih mas bro.
Ternyata yang silangan dengan S6 Serelo Ini DI stasiun SIG dan SDN bukanlah BBR SCT. Melainkan batubara KPT relasi TMB-KPT. Nah, untuk BBR SCT, nanti kita papasan. Tunggu saja seperti apa bentuk dan rupanya ![]() [/spoiler] Lanjutan. Sambungan dari cerita sebelumnya yang telah tiba distasiun Gelumbang. Setelah selesai menaik-turunkan pegawai distasiun ini, kemudian perjalanan menuju rumahnnya RichardBB20308 bisa dilanjutkan kembali. Jalur didepan, jalur menuju stasiun karang endah sudah aman. Sepor serelo pun berangkat perlahan meninggalkan sekumpulan manuasia-manusia yang turun tadi. Suasana dan pemandangan menuju stasiun karangendah, masih sama seperti jalur petak Serdang – gelumbang. Nunasa hijau nya pepohonan dan sepinya hutan sumatera masih menemani perjalanan kami. dan deru cc20185 memecah keheningan hutan karet kala itu. Sesekali nampak kumpulan hewan-hewan liar menyapa kami.Tak terasa, perjalanan kami hampir tiba distasiun berikutnya. Ya, stasiun Karangendah. Stasiun karang endah sendiri memiliki 2 buah jalur utama. Penulis sendiri tidak mengetahui lebih banyak mengenai stasiun Karangendah. Ketika itu KA S6 yang kami naiki berjalan langsung distasiun ini. Kecepatan saat melintas stasiun ini saya perkirakan sekitar 60 KM/jam, cukup kencang juga untuk sepoor ukuran divre mah. Sekilas Karangendah.
Memiliki kode stasiun KED, memiliki dua buah jalur aktif. Terletak diantara stasiun gelumbang – lembak pada lintas Kertapati – prabumulih Baru kali ini sepoor divre yang saya naiki berjalan langsung disuatu stasiun. Dari kemarin naik sepoor divre 3 (rajabasa dan serelo) soalnya selalu berhenti disetiap stasiun. Entah itu karena persilangan, persusulan maupun blb menurunkan dan atau menaikain karyawan/penumpang. ![]() Rasanya itu loh, kaya naik kereta ekspres ![]() Udahlah, biasa ajah. Gak usah ditanggepin. Agak norak dikit sih emang ![]() Kereta serelo pun masih melaju kencang dengan 7 rangkaian kereta yang ditarikknya, sembari sesekali memberikan nya. Stasiun lintas berikutnya adalah stasiun lembak. Stasiun kecil yang fungsinya sama seperti stasiun-stasiun lintas KPT-PBM pada umumnya yang hanya untuk persilangan dan (mungkin) persusulan. Sekilas stasiun lembak. Stasiun lembak memiliki kode stasiun LEB. Lembak memiliki dua jalur aktif dan juga satu spoor badug Jalur 1 berfungsi sebagai jalur persilangan dan persusulan. Sementara jalur 2 untuk kereta api yang berjalan langsung. Stasiun ini bediri diatas jarak 18 meter DPL [spoiler=Stasiun Lembak] [/spoiler]Sepoor badug itu sendiri waktu saya melintas, terdapat pasukan kuning-kuning yang tengah stand by. Entah sedang berisitirahat, atau emang sudah jadi rongsokan disana.disini juga terdapat beberapa tumpukan bantalan benton, kayanya sih dipake buat progres DT KPT-PBM. Disekitaran stasiun lembak, terdapat beberapa rumah penduduk, ya gak sepi-sepi banget deh. Gak seperti salah satu stasiun sebelumnya. [spoiler=pasukan kuning-kuning dispoor badug] [/spoiler]Nah, kalo mau di close up, bisa dilihat dimari bos. Penampakan masing-masing penghuni spoor badoog LEB: [spoiler=Plasser and theruer] [/spoiler] [spoiler= Plaase and thereur unomatic] [/spoiler][spoiler=plasser and thereur PBR 400] [/spoiler]Dan ada sesuatu yang gak saya tahu, mungkin teman-teman bisa bantu. Benda apakah ini? [spoiler] [/spoiler]Dan ini adalalah view LEB yang lebih luas: [spoiler] [/spoiler]keunikan LEB lainnya, jika dibandingkan dengan stasiun kecil lainnya dilintas yang sama, sepertinya, Cuma LEB ajah yang seluruh sudut stasiunnya dilindungi pagar yang nampak seperti foto diatas. Entah lah maksutnya apa, mungkin untuk melindungi PPKA didalammnya dari serangan binatang buas? Mengingat disekitar stasiun adalah hutan karet? Atau temen-temen rf divre 3 ada yang bisa bantu jawab? ![]() Mendekati stasiun LEB, laju KA Serelo diperlembat oleh sang supir (baca: massinis). Apakah Mungkin disini akan menurunkan karyawan lagi? Entahlah Seperti biasa, sesaat memasuki stasiun lembak, sinyal muka menunjukan aspek kuning, sementara didepannya aspek merah. So, kereta benar-benar berjalan tidak lebih dari kecepatan 30 KM/jam saja. Setelah sinyal masuk LEB aman, baru deh kereta bisa jalan lagi. Ternyata disini KA tertahan karena menunggu persilangan dengan batubara dari Prabumulih. hal ini ane denger dari Percakapan KP. (haha, bukan nguping loh yak). Kebetulan saat itu KP tengah berada digerbong yang saya taiki. Lagi menjalankan tugas lainnya, ya periksa tiket penumpang. Setelah berhenti sempurna dijalur 2 yang berfungsi sebagai jalur kereta berjalan langsung, langsung saja saya abadikan moment tersebut. moment dimana S6 Rajabasa berhenti. Berikut penampakannya mas bro: [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Beberapa menit kami menunggu, jalur didepan kami masih belum aman juga. sinyal masih tertidur pulas. Disekitar wesel dan sinyal keluar LEB, nampak wesel sedang ada perawatan oleh tim. [spoiler] [/spoiler]Ditengah kegusaran saya menunggu datangnya batubara KPT dari arah pbm, terlihat beberapa petugas dan karyawan yang mengerubungi bagian ekor serelo ini. Saya pikir mungkin mereka juga merasa jenuh bila berada didalam rangkaian dan sengaja mencari udara segar diluar rangkaian. [spoiler] [/spoiler]Yang dinantipun masih belum menampakan wujudnya. Sambil iseng, saya dapat beberapa oleh-oleh dari stasiun LEB. Diantaranya: [spoiler] [/spoiler]Dari situlah semua perjalanan KA yang melintasi petak ini diatur perjalanannya. ![]() Beberapa menit menunggu, terdengar kabar bahwa tidak ada persilangan. Melainkan hanya menunggu aman stasiun berikutnya. Stasiun prabumulih. Ya allah, ternyata nunggu aman ajah toh. Kirain bakalan ada persilangan lagi kaya stasiun-stasiun berikutnya. Tapi berpikir panjang, langsung ajah cari pintu yang masih terbuka. Gubrak, pintu terbanting dan saya pun berhasil masuk dengan aman kedalam-nya. Sepoorpun berangkat setelah sinyal terbangun dari tidur panjangnya. Perjlanan menuju prabumulih, lebih ramai ketimbang stasiun stasiun sebelumnya. Mendekati stasiun prabumulih, keberadaan rumah-rumah penduduk mulai bertebaran dikanan kiri jalan rel. Gedung-gedung bertingkat mulai menyapa kami. Jalanan aspal mulai menghubungi satu wilayah dengan wilayah lainnya. Ya, beberapa saat lagi kami akan masuk stasiun prabumulih. Stasiun ini merupakan stasiun besar, dimana pusat pemerintahan kota berada jauh dari stasiun. Saya perkirakan sekitar belasan kilometer. Sekilas stasiun prabumulih PBM adalah kode stasiunnya. Stasiun ini merupakan stasiun cabang, artinya pertemuan antara petak TNK dan juga LLG. Stasiun ini melayani 4 KA penumpang, yakni: Limas ekspress sriwijaya dan rajabasa relasi TNK-KPT PP serta Sindang Marga dan serelo relasi LLG-KPT PP. Sekedar info ajah. Untuk tarif KA PBM-KPT dengan KA sindang marga maupun Limas Ekspres Sriwijaya berlaku tarif yang sama. Untuk eksekutif Rp 35.000. sementara Bisnis dipatok Rp 25.000 perorang. [spoiler] [/spoiler]Bersambung ya gan. Udah malem, mau bobo dulu
27-08-2014, 02:35 AM
kameranya pakai apa nih masbro
27-08-2014, 06:30 AM
(This post was last modified: 27-08-2014, 06:34 AM by triez_RF Cirebon.)
S5 serelo saat berada distasiun PBM.
[spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Ketika itu, S5 yang kami naiki masuk dijalur satu stasiun PBM. Sementara dijalur dua sudah tersedia rangkaian KA batubara tujuan tanjung enim yang digeret oleh lokomotif CC204. Cukup lama juga sepoor ini berhenti. Dan animo penumpang juga lumayan tinggi juga. pagi itu ada sekitar 30 orang-an yang menaiki serelo tujuan LLG. Kebanyakan dari mereka adalah untuk tujuan lahat hingga lubuk linggau. Tak terkecuali di tempat biasa saya berdiem diri dibordes, k3-1. Suasana lebih semarak ditambah dengan hadirnya pedagang asongan. Ya, mereka masih diperbolehkan masuk kedalam rangkaian selama kereta idle. Dari tukang jajanan, makanan hingga mainan anak-anak semua tumpah ruah menjadi satu. Suasana kala itu lebih mirip seperti pasar ketimbang kereta pada umumnya. Padahal waktu itu ada PKD-nya. Tapi mereka diem saja tak berbuat apa-apa. Apa mungkin karena jumlah pkd yang kalah telak??? Sementara didalam rangkaian sedang ada perputaran uang, di luar lagi ada pengecekan rangkaian dan lokomotif. Layaknya mahluk bernyawa, lokomotif penarik S5 ini diperiksa juga kesehatannya oleh teknisi setempat. [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Setelah ngecek dibagian belakang, kemudian Pindah kedepan [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Kira-kira, itu yang dicek bagian apa ajah yah? Ada yang bisa kasih penjelasan gak? ![]() [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]Oya, berdasarkan penglihatan dan nanya kepada beberapa rf lokal setempat, ternyata di stasiun PBM terjadi pergantian massinis dan assistennya. Sementara kru KA lain seperti KP dan lainnya tidak mengalami ganti shift. ![]() Alhamdulilah, etape tahap 1 S5 serelo sudah selesai dilaporkan. Berikutnya, saya akan membahas mengenai perjalanan S5 serelo petak Prabumulih – Muara enim Berikut adalah LAPKA S5 Serelo, senin 26 Mei 2014 petak KPT-PBM Kertapati TNK 09.32 Simpang SIG 09.50 – 09.52, menang silang Batubara KPT Payakabung PYK 10.04 – 10.05 BLB naikin pegawai Serdang SDN 10.20 – 10.37 kalah silang Batubara KPT Gelumbang GLB 10.41-10.42 nurunin pegawai Karang Endah KED LS Lembak LEB 11.10 11.17 Prabumulih PBM 11.27. susul Batubara tujuan muara enim (27-08-2014, 02:35 AM)masukangin Wrote: kameranya pakai apa nih masbro kebetulan senjta utamanya lagi tepar waktu itu. lagi dicash. jadi ya pake kamera cadangan ajah. maaf yak kalo hasilnya gak bagus. ane pake canon dan kodak.
28-08-2014, 04:06 PM
Nah, mantab lanjutannya um ini.. (y)
|