Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sharing pengalaman PJKA (Pulang Jum'at Kembali Ahad)
#1
Halo halo..
Sebagian RF pasti ada yang tiap weekend pulang kampung untuk menemui keluarga tercinta kan? nah sharing dong pengalamannya disini. Saya udah search belum ada thread yg spesifik membahas ini.

Sebagai pembuka, saya mo sharing, dulu sktr bln Nov tahun 2008 pas masih kuliah di Semarang, pernah saya pulang ke Jkt Minggu malem, naik Senjut SMT. Rame? So pasti. Disebelah saya duduk bapak2 sekitar umur 35-40 tahun. Sambil menunggu keberangkatan jam 8, kami ngobrol sebentar. Sekitar 10 menit kereta berangkat dari SMT, dia menyudahi pembicaraan.
Bpk2: "mas, nanti mas pakai saja kursi ini semua bwt mas, saya mau tidur di bawah aja, saya orang PJKA". pulang jum'at kembali ahad". -sambil cengengesan- Playboy
Saya : "tiap minggu pulang ya Pak?"
Bpk2: "iya nih, biar ketemu anak istri Tersenyuum
Trus
Bpk2: "mas udahan ya, takut 'space' saya diserobot orang"

Trus bapak2 itu beringsut d bwh kursi. Ngiler Saat itu Senjut SMT lumayan rame. Mgkn yg dpt tiket berdiri sekitar 30-50% kursi. Sebagian memilih tidur di bawah, sehingga, semakin rapatlah koridor gang itu utk berjalan...

Itulah perkenalan saya dg PJKA. Mungkin sebagian mereka hanya ngekos di Jakarta. Anak-istri di kota asal. Demi bertemu dg keluarga tercinta (dan menyalurkan hobi), mereka melakoni perjalanan reguler tersebut. Sabtu pagi bertemu keluarga, minggu sore-malam sudah bersiap berangkat lagi.. Sedih

Ditunggu ceritanya ya kawans.. Bye ByeXie Xie
Reply
#2
ngikut share deh , , Playboy
saya jg PJKA nih ,
uda 6 bulan kerja di Balai Yasa Tegal , sementara seluruh keluarga besar dan kekasih tercinta Wek ada di semarang ,
tiap jumat sore saya dan sekitar 30an personel Balai Yasa Tegal memenuhi kereta paling belakang di rangkaian kaligung mas ,
dan mungkin beberapa dari agan2 sekalian pernah ada yang ikut kaligung mas dan melihat personel dengan R6 memenuhi kereta paling belakang.
alasan di antara kami pasti samalah , untuk pulang bertemu keluarga , maklum di Balai Yasa Tegal kebanyakan pegawai lajon , alias orang rantau .
dan jangan di tanya ramenya seperti apa kalau kami semua di kumpulkan jadi satu ,
Nyengir ,
dan pasti tiap transit di stasiun besar pekalongan banyak di antara kami yang turun dari kereta untuk beli gorengan di pinggir stasiun , atau sekedar beli tahu di asongan ,

tapi lain lagi kalau pulang minggunya , kami jarang sekali menggunakan kereta yang sama , kalau saya sih biasa pake tawang jaya yang berangkat jam 7 dari semarang , tapi untuk kebanyakan bapak2 yang sudah berkeluarga , biasanya mereka naik kereta tengah malam tu , jadi sampe Tegal senin pagi buta , ,
biar lama kali yaa ketemu istri Ngakak

nah itu pengalaman sayaa , , sekian share nya , ,Xie Xie
Reply
#3
(21-01-2013, 10:18 AM)chocaca Wrote: tapi lain lagi kalau pulang minggunya , kami jarang sekali menggunakan kereta yang sama , kalau saya sih biasa pake tawang jaya yang berangkat jam 7 dari semarang , tapi untuk kebanyakan bapak2 yang sudah berkeluarga , biasanya mereka naik kereta tengah malam tu , jadi sampe Tegal senin pagi buta , ,
biar lama kali yaa ketemu istri Ngakak

nah itu pengalaman sayaa , , sekian share nya , ,Xie Xie


Makasih mas atas sharingnya OK

Kalo rutin, bs tuh ditambahin foto genk PJKA nya Ngiler

Disini, PJKA nya ga perlu tiap minggu sih, tapi punya jadwal reguler, tiap mgu? tiap 2 mgu? tiap bulan? Ditunggu sharing lainnya Bye ByeAnak Band
Reply
#4
(21-01-2013, 10:18 AM)chocaca Wrote: ngikut share deh , , Playboy
saya jg PJKA nih ,
uda 6 bulan kerja di Balai Yasa Tegal , sementara seluruh keluarga besar dan kekasih tercinta Wek ada di semarang ,
tiap jumat sore saya dan sekitar 30an personel Balai Yasa Tegal memenuhi kereta paling belakang di rangkaian kaligung mas ,
dan mungkin beberapa dari agan2 sekalian pernah ada yang ikut kaligung mas dan melihat personel dengan R6 memenuhi kereta paling belakang.
alasan di antara kami pasti samalah , untuk pulang bertemu keluarga , maklum di Balai Yasa Tegal kebanyakan pegawai lajon , alias orang rantau .
dan jangan di tanya ramenya seperti apa kalau kami semua di kumpulkan jadi satu ,
Nyengir ,
dan pasti tiap transit di stasiun besar pekalongan banyak di antara kami yang turun dari kereta untuk beli gorengan di pinggir stasiun , atau sekedar beli tahu di asongan ,

tapi lain lagi kalau pulang minggunya , kami jarang sekali menggunakan kereta yang sama , kalau saya sih biasa pake tawang jaya yang berangkat jam 7 dari semarang , tapi untuk kebanyakan bapak2 yang sudah berkeluarga , biasanya mereka naik kereta tengah malam tu , jadi sampe Tegal senin pagi buta , ,
biar lama kali yaa ketemu istri Ngakak

nah itu pengalaman sayaa , , sekian share nya , ,Xie Xie

Maksudnya Matarmaja 113
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#5
pilihan transportasi untuk mudik bagi para PJKAers selalu mempertimbangkan hasil yang optimal antara waktu bersama keluarga, biaya dan capek perjalanan. bagi saya yang kerja di jakarta pusat sementara keluarga di wilayah daop VIII, dekat ke mojokerto dan krian, tidak banyak pilihan kereta yg bisa ambil.

dulu sebelum gapeka 2013 berlaku, saya selalu mudik naik gumarang bisnis, dengan keberangkatan dari PSE jam 18.05 sangat pas dengan jam pulang kantor saya. nyampe SBI sabtu sekitar jam 6.15 pagi lanjut naik angkot/bis ke wonokromo/medaeng terus lanjut bis ijo/bison ke krian terus lanjut naik angkot dari krian menuju rumah atau kalo istri lagi senggang, dia yang jemput saya ke krian naik motor. kalau semua normal2 aja biasanya saya nyampe rumah antara jam 9-10 pagi.
minggu sore, saatnya balik ke jakarta. ada dua pilihan kereta yg bisa saya naiki yaitu bima atau bangunkarta.
>> naik bima lebih mahal tapi waktu bersama keluarga lebih banyak dan lebih dekat karena saya bisa berangkat dari rumah jam 17.00 diantar istri ke stasiun mojokerto dan kereta bima pun berangkat jam 17.54, nyampe gambir sekitar jam 6.30 langsung ke kantor buat absen, mandi dan kerja.
>> kalau naik bangunkarta lebih murah tapi harus berangkat dari rumah jam 3 sore, diantar istri ke terminal kertajaya mojokerto lanjut naik bis sumber kencono/mira/mandala/dkk turun stasiun jombang terus berangkat ke jakarta naik bangunkarta jam 16.45. nyampe pasar senen sekitar jam 5.45 langsung ngojek ke kosan buat mandi dan beres2 terus pergi ngantor.

setelah gapeka 2013 berlaku, pilihan kereta untuk mudik adalah Bangunkarta. setelah pulang kantor langsung jalan kaki ke gambir terus naik bangunkarta jam 17.45. nyampe kertosono sekitar jam 6.30 pagi terus mampir ke rumah ortu buat mandi dan sarapan pagi dan ngobrol2 bentar, terus lanjut menemui anak istri naik bis sumber kencono/mira/mandala/dkk, nyampe rumah sekitar jam 10 pagi.
minggu sore saatnya balik ke jakarta, sejauh ini pilihan yang saya jalani cuma naik Bima dan sampai saat ini baru sekali naik bima 33 dengan jadwal baru. berangkat dari rumah jam 6 sore dianter istri ke stasiun mojokerto. bima berangkat jam 18.55, di tengah perjalanan terjadi musibah. lokomotif mogok di dekat purwokerto, tertahan lama untuk pergantian lok, akhirnya bima nyampe gambir jam 9.30 Sad
semoga ke depan performa dan harga kereta api lebih bersahabat bagi para PJKAers khususnya yang domisilinya di area mojokerto dan sekitarnya.
KA Sumber Kentjono
Reply
#6
(29-04-2013, 01:48 PM)eri4nto Wrote: pilihan transportasi untuk mudik bagi para PJKAers selalu mempertimbangkan hasil yang optimal antara waktu bersama keluarga, biaya dan capek perjalanan. bagi saya yang kerja di jakarta pusat sementara keluarga di wilayah daop VIII, dekat ke mojokerto dan krian, tidak banyak pilihan kereta yg bisa ambil.

dulu sebelum gapeka 2013 berlaku, saya selalu mudik naik gumarang bisnis, dengan keberangkatan dari PSE jam 18.05 sangat pas dengan jam pulang kantor saya. nyampe SBI sabtu sekitar jam 6.15 pagi lanjut naik angkot/bis ke wonokromo/medaeng terus lanjut bis ijo/bison ke krian terus lanjut naik angkot dari krian menuju rumah atau kalo istri lagi senggang, dia yang jemput saya ke krian naik motor. kalau semua normal2 aja biasanya saya nyampe rumah antara jam 9-10 pagi.
minggu sore, saatnya balik ke jakarta. ada dua pilihan kereta yg bisa saya naiki yaitu bima atau bangunkarta.
>> naik bima lebih mahal tapi waktu bersama keluarga lebih banyak dan lebih dekat karena saya bisa berangkat dari rumah jam 17.00 diantar istri ke stasiun mojokerto dan kereta bima pun berangkat jam 17.54, nyampe gambir sekitar jam 6.30 langsung ke kantor buat absen, mandi dan kerja.
>> kalau naik bangunkarta lebih murah tapi harus berangkat dari rumah jam 3 sore, diantar istri ke terminal kertajaya mojokerto lanjut naik bis sumber kencono/mira/mandala/dkk turun stasiun jombang terus berangkat ke jakarta naik bangunkarta jam 16.45. nyampe pasar senen sekitar jam 5.45 langsung ngojek ke kosan buat mandi dan beres2 terus pergi ngantor.

setelah gapeka 2013 berlaku, pilihan kereta untuk mudik adalah Bangunkarta. setelah pulang kantor langsung jalan kaki ke gambir terus naik bangunkarta jam 17.45. nyampe kertosono sekitar jam 6.30 pagi terus mampir ke rumah ortu buat mandi dan sarapan pagi dan ngobrol2 bentar, terus lanjut menemui anak istri naik bis sumber kencono/mira/mandala/dkk, nyampe rumah sekitar jam 10 pagi.
minggu sore saatnya balik ke jakarta, sejauh ini pilihan yang saya jalani cuma naik Bima dan sampai saat ini baru sekali naik bima 33 dengan jadwal baru. berangkat dari rumah jam 6 sore dianter istri ke stasiun mojokerto. bima berangkat jam 18.55, di tengah perjalanan terjadi musibah. lokomotif mogok di dekat purwokerto, tertahan lama untuk pergantian lok, akhirnya bima nyampe gambir jam 9.30 Sad
semoga ke depan performa dan harga kereta api lebih bersahabat bagi para PJKAers khususnya yang domisilinya di area mojokerto dan sekitarnya.

Ternyata jadi PJKA memang tidak mudah ya om, walawpun status kita juga sebagai pecinta KA....Xie Xie
Melihat ceritanya Om erianto, jadi kebayang gimana sulitnya untuk sampe ke rumah di daerah Krian sana....
sekali kereta tidak berjalan dengan normal akibat ada rinja ato laen hal, sudah pasti waktu berkumpul dengan keluarga pun menjadi sangat berkurang, pun dengan kembali ke Jakarta yang dipenuhi rasa was2 bila terjadi apa2 di jalan yg menyebabkan kereta menjadi telat pasti ada rasa ga nyaman walawpun kita berada dalam kereta sekelas Bima dan menjadi seorang RF.....Bethe

Ya seperti itulah PJKA, saya pun baru mengenal istilah PJKA setelah menmukan dorum ini, dan juga tau dari member2 disini ya macam om erianto ini...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#7
(29-04-2013, 02:12 PM)Joe_cn Wrote: Ternyata jadi PJKA memang tidak mudah ya om, walawpun status kita juga sebagai pecinta KA....Xie Xie
Melihat ceritanya Om erianto, jadi kebayang gimana sulitnya untuk sampe ke rumah di daerah Krian sana....
sekali kereta tidak berjalan dengan normal akibat ada rinja ato laen hal, sudah pasti waktu berkumpul dengan keluarga pun menjadi sangat berkurang, pun dengan kembali ke Jakarta yang dipenuhi rasa was2 bila terjadi apa2 di jalan yg menyebabkan kereta menjadi telat pasti ada rasa ga nyaman walawpun kita berada dalam kereta sekelas Bima dan menjadi seorang RF.....Bethe

Ya seperti itulah PJKA, saya pun baru mengenal istilah PJKA setelah menmukan dorum ini, dan juga tau dari member2 disini ya macam om erianto ini...
ya kalo PJKA jakarta domisilinya di bandung, cirebon, purwokerto, semarang, jogja, solo, madiun dan surabaya sih kayaknya sih enak bro, pilihan keretanya banyak dan jam-nya banyak yang oke, tapi kalau rumahnya di luar wilayah itu apalagi jauh dari stasiun itu yang repot bro Ngakak tapi demi keluarga ya apapun rela dijalanin hehehe
KA Sumber Kentjono
Reply
#8
wah ini ayoenx_mtr-selatan banget nih
[Image: 370i.jpg]
Penikmat Panorama Daop 2
Lihat Trip ku DISINI
Reply
#9
(29-04-2013, 02:32 PM)RickyDwiS Wrote: wah ini ayoenx_mtr-selatan banget nih

Kalo om wahyu masih mudah...
soalnya dia kerja di Tasik, dan anak istrinya di BD...
jadi enak tuh masih termasuknya deket....Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#10
ihihihi yasihh om joe.. tp apa gak termasuk kategori PJKA tuh??
[Image: 370i.jpg]
Penikmat Panorama Daop 2
Lihat Trip ku DISINI
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)