Jalur trem uap dan listrik Surabaya ini nyambung nggak ya dengan jalur utama PJKA? Gaugenya kan sama tuh, 1067mm, dan operatornya juga PJKA, nggak kayak trem Jakarta yg 1188mm, operatornya PPD.
Trus waktu dulu di Surabaya tremnya dihapus oleh Pak Walikota yg durjana itu apa ada kompensasi utk PJKA? Soalnya kan berarti jalur rel trem yg notabene adalah tanah dan aset milik PJKA diambil oleh Pemkot tuh...
Kalo di Jakarta dulu trem dihapus mungkin ya operatornya manut2 aja, lha wong PPD itu kan punyanya Pemda DKI, mungkin saat itu diganti dgn bus2 baru.
(15-06-2010, 08:01 PM)bagus70 Wrote: MAs bisa kasih link ke artikelnya? Saya penasaran nih. Dulu di tahun 2007 saya sempat juga mampir ke eks BY Sawahan yang sekarang jadi gudang. Katanya sih di dekat situ ada penduduk yang menyimpan satu unit trem listrik. Tapi ini kayaknya hanya gosip belaka.
Sayang sekali ya sisa-sisa trem listrik Surabaya nggak ada. Kalaupun ada selain BY Sawahan adalah:
-bekas halte trem listrik di sebelah jembatan Merah.
-bekas catenary di jalur hijau jalan Rajawali.
-kira-kira selepas perlintasan KA di jalan Rajawali, anda juga bisa melihat sebagian rel eks trem tersembul di jalur hijau.
18-06-2010, 10:40 AM (This post was last modified: 18-06-2010, 10:46 AM by ady_mcady.)
beginilah nasib cityrail di negri ini. gak di jakarta gak di surabaya, hilang semua tanpa bekas.
@cahyohh, dulu waktu trem jakarta dihapus, gubernur sudiro sampai merengek2 agar setidaknya koridor mester-senen dipertahankan. tapi pemimpin besar revolusi waktu itu punya pemikiran lain, disamping sentimen anti nekolim termasuk trem yang peninggalan belanda.
kalo di surabaya saya tidak tahu alasan dihapus. disamping itu sudah ganti regim orde baru. tapi kayaknya sama: sama2 mengganggu lalulintas jalan yang sudah padat.
(18-06-2010, 10:40 AM)ady_mcady Wrote: beginilah nasib cityrail di negri ini. gak di jakarta gak di surabaya, hilang semua tanpa bekas.
@cahyohh, dulu waktu trem jakarta dihapus walikota sudiro sampai merengek2 agar setidaknya koridor mester-senen dipertahankan. tapi pemimpin besar revolusi waktu itu punya pemikiran lain, disamping sentimen anti nekolim termasuk trem yang peninggalan belanda.
kalo di surabaya saya tidak tahu alasan dihapus karena sudah ganti regim orde baru. tapi kayaknya sama: sama2 mengganggu lalulintas jalan yang sudah padat.
cmiiw.
Kalo jaman segitu orang punya kendaraan saya kira belum banyak kok, nanti mulai tahun 1980an baru ada mode kayak gitu ...
Kalau trem listrik dihapus gara2 alasan jalanan yg sdh padat, kenapa trem uap tdk dihapus sekalian? Trem uap aja bisa langgeng sampai tahun 1978 kalo g salah, kenapa trem listrik 1968 aja sdh dihapus?
Jangan-jangan tahun 1968 terjadi krisis energi listrik, kayak jaman sekarang..!!!! Maka, trem listrik dicoret. Btw, waktu itu dimana ya pembangkit listrik utama yg mengaliri tiang2 trem....
Sedangkan trem uap masih bisa jalan, lha bahan bakar kayu jati masih murah kayaknya....
Mas Bagus70, thanx ya udah upload photo-photo trem listrik yg spesial... baru kali ini liat trem listrik warna hijau DKA!
Eh, udah pada liat video trem listrik Surabaya di forum ini, dgn view dari atas kabin berjalan sepanjang Raya Darmo ke utara sampai PangSud...? Waaaoooww...serasa naik trem listrik betulan... Bahagianya...
Wah, aku sedih banget baca ceritanya.. Btw, ternyata apa yg dikatakan mbahku benar bahwa loko yg ada di depan sta.pasar turi itu adalah lokonya trem, aku jadi kaget liat foto trem di atas, mbah juga cerita kalau cipratan dari pembakaran tu loko sering bikin baju atau celananya bolong.. Soalnya dulu mbah kerja di surabaya dan sering naik trem.. Wah besok aku tunjukin ah foto di atas ke mbahku.. Thanks banget buat semua yg udah ngasih info n post foto2nya..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...
19-06-2010, 11:07 AM (This post was last modified: 19-06-2010, 11:15 AM by bagus70.)
Nggak kaya trem listrik JAkarta yang tidak tersisa sama sekali, kalau trem listrik Surabaya masih ada lho beberapa peninggalannya. Kalau stasiun besar ya stasiun Wonokromo Kota yang dekat terminal Joyoboyo (maklum, trem listrik Surabaya dulu milik OJS, bukan SS, atau pemkot Surabaya jaman Balanda).
Terus Balai Yasa dan Deponya juga masih ada, walaupun kini jadi gudang. Lokasinya terletak di ujung barat jalan Tidar, Surabaya. Walaupun jadi gudang, tapi status lahannya ternyata milik PT KA, dan para penyewa gudang selalu bayar sewa ke PT KA.
Ini foto satelitnya.
Ini tampak depannya. Kalau dari depan, tidak menampakkan kalau ini bekas fasilitas KA. Malah kelihatan seperti gudang.
Tapi dari belakang, kelihatan bangunan aslinya. Ini kelihatan mirip sekali dengan atap BY Gubeng yang hingga kini masih dipakai.