Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengurangan Jadwal KRL Commuter Line JABODETABEK
#71
(20-10-2011, 03:51 PM)see_204XX Wrote:
(20-10-2011, 03:38 PM)jokotingkir Wrote: jadi selama perbaikan ini banyak masinis KRL yang nganggur donk, enak rek gak kerja dapat gaji leyeh-leyeh di dipo, mendingan di perbantukan buat memperbaiki gardu listrik , gak usa jadi tukang karena gak akan mungkin itu punya brevet tukang, cukup jadi kuli saja Ngakak

Sing sareh, Cak.... Ojok panas ngono tha...
Saya mau tanya, emang kalo 29 trip KRL ditiadakan itu ada 29 orang masinis nganggur...? Kan sampeyan nulisnya banyak lho... Xie Xie

hehehe ngadem doeloe Sakit , sebenarnya yg di bold itu justru pertanyaan saya e tapi tanda tanyanya di ganti donk, la sekarang saya yang tanya ya...Xie Xie emang kalo 29 trip KRL ditiadakan itu apa ada 29 rangkaian KRL yang nganggur...?
Reply
#72
(20-10-2011, 03:51 PM)see_204XX Wrote: Sing sareh, Cak.... Ojok panas ngono tha...
Saya mau tanya, emang kalo 29 trip KRL ditiadakan itu ada 29 orang masinis nganggur...? Kan sampeyan nulisnya banyak lho... Xie Xie

tambahan info, yang benar2 batal 23 perjalanan ....... yang 6 hanya jalan setengah perjalanan (berakhir/berangkat dari Depok) .... Xie Xie
Reply
#73
(20-10-2011, 02:14 PM)BuGe780 Wrote: ya udah,pasrah n trima nasib aja! Tunggu 40 harian utk merasakan hasil dari smua ini.

Yo wes lah. kita liat ajah 40 hari ke depan. kalo ternyata ngaret dan sama ajah ama kaya kemaren gak ada penambahan KRL, toh hanya omong besar KCJ sekarang.
Reply
#74
kerjaan beginian bisa dikerjakan di malam hari tanpa harus mengganggu pelayanan.....

Reply
#75
(20-10-2011, 03:38 PM)jokotingkir Wrote: jadi selama perbaikan ini banyak masinis KRL yang nganggur donk, enak rek gak kerja dapat gaji leyeh-leyeh di dipo, mendingan di perbantukan buat memperbaiki gardu listrik , gak usa jadi tukang karena gak akan mungkin itu punya brevet tukang, cukup jadi kuli saja Ngakak

wah jangan gitu lah Heran, kalaupun mereka (masinis) jadi menganggur akibat proyek tersebut, itu juga bukan kemauan mereka...Xie Xie
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#76
(20-10-2011, 02:54 PM)jokotingkir Wrote: ~EDITED~
........ kalau pakai loko mesti ada prosesi langsir di bogor dan jakk dll dll yg memang ribet makanya itu gunanya mereka di gaji untuk menyelesaikan masalah , orang kerja itu memang untuk menyelesaikan masalah.
......

asli ini adalah sebuah pendapat yang wajar... emang betul, harusnya manajemen/operator bisa lah melakukan beberapa rekayasa/trick agar tidak timbul masalah yang sedemikian besar.... kalo misalnya operator mau kreatif dan tetap bertanggung-jawab (ngga seenake dewe)... mengupayakan langkah2 antisipasi... pasti penumpang akan bisa memahami dan akan mendapatkan respek yang besar dari penumpang... kalo mereka cuman melakukan pembiaran dengan alih2 alasan maintenance..... penumpang semakin kehilangan respek ama operator.....ya tinggal tunggu ajah JORR II jadi, sekarang udah tembus Cibubur-Cimanggis... kalo udah bener2 bisa tembus Cikarang-Cibubur-Depok-Cinere-Bintaro-Bandara... dan jl. layang Blok-M tanah abang yang kabarnya akan diintegrasikan dengan Toll TB. Simatupang dan JORR II... ya kita lihat menjamurnya moda karet lewat toll tsb.. bagaimanakah dampaknya.. ya diliat aja nanti

oh iya... kemaren2 ada bus ya di st. Boo ... cuman sayangnya kurang sosialisasi... nah begitu sosialisasi gencar... eh busnya malah ilangNgakak

[spoiler]
Quote:October 20, 2011, 10:04 am
'Nasib' Bis Bantuan di dekat Stasiun Bogor

KRLmania.com,
Dibatalkannya beberapa jadwal perjalanan KRL jalur Bogor berdampak semakin padatnya KRL yang berangkat dari Bogor menuju Jakarta, dan sebaliknya. Terutama di jam-jam sibuk.

Di hari pertama pembatalan kemarin, Pihak Ditjen KA terlihat menyediakan beberapa bis di dekat stasiun Bogor untuk mengantisipasi adanya penumpang KRL yang terlantar. Sayangnya, keberadaan bis-bis bantuan tersebut terkesan mendadak dan tidak ada sosialisasinya. "Kemarin banyak yang ga tau ada bis dekat stasiun Bogor. Jurusan kemana dan tarifnya berapa pada ga tau," ujar Desy, Roker Bogor.

Sayangnya, ketika berita mengenai keberadaan bis tersebut sudah sedemikian gencarnya di media, pagi hari ini ternyata bis-bis tersebut sudah tidak ada.

"Gimana sih ya. Gak serius. Kemarin itu bis pada sepi mungkin karena banyak yang gak tau. Nah pagi tadi, saat orang-orang sudah banyak yang tahu, malah bis-bis itu sudah gak beroperasi lagi. Plin plan banget," keluh Winda, Roker Bogor.

Kebijakan 'sesaat' menyediakan bis tersebut oleh sebagian Roker dinilai hanya untuk mengantisipasi 'kondisi chaos' kalau ada penumpang yang tidak terangkut KRL. "Mungkin karena kemarin penumpangnya gak ada yang ngamuk-ngamuk makanya pagi ini ga diadain lagi," ujar Evi, Roker Bogor.
Sumber
[/spoiler]

dan ternyata... selain KRLnya dikurangin... kabarnya AC juga akan dimatiin di beberapa petak... wooowwww.. panas dunkSakit... kalo Ac dimatiin gitu... napa tarifnya ga jadi 2rb ajah seh... kan ga pake AC
ini pas saya ngintip KRL mania... dari komplain penumpang yang pusing AC nya KRL dimatiin, termasuk pas jam2 sibuk
di sini
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#77
(20-10-2011, 07:24 PM)eling Wrote: kerjaan beginian bisa dikerjakan di malam hari tanpa harus mengganggu pelayanan.....

mungkin ini ngerjainnya 24 jam bergantian/continue/estafet, kalo di ambil malem nya saja anggap 8 jam bisa 135 hari Big Grin...

katanya pakai pergantian software untuk kelistrikan dan teknisinya di datangkan dari jerman (ada orang bule lagi liat2 panel plus peralatan banyak banget). sumber : nonton tv tadi sore
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#78
(20-10-2011, 07:33 PM)Bangunkarta Wrote: asli ini adalah sebuah pendapat yang wajar... emang betul, harusnya manajemen/operator bisa lah melakukan beberapa rekayasa/trick agar tidak timbul masalah yang sedemikian besar.... kalo misalnya operator mau kreatif dan tetap bertanggung-jawab (ngga seenake dewe)... mengupayakan langkah2 antisipasi... pasti penumpang akan bisa memahami dan akan mendapatkan respek yang besar dari penumpang... kalo mereka cuman melakukan pembiaran dengan alih2 alasan maintenance..... penumpang semakin kehilangan respek ama operator.....ya tinggal tunggu ajah JORR II jadi, sekarang udah tembus Cibubur-Cimanggis... kalo udah bener2 bisa tembus Cikarang-Cibubur-Depok-Cinere-Bintaro-Bandara... dan jl. layang Blok-M tanah abang yang kabarnya akan diintegrasikan dengan Toll TB. Simatupang dan JORR II... ya kita lihat menjamurnya moda karet lewat toll tsb.. bagaimanakah dampaknya.. ya diliat aja nanti.

~edited~

Mangstab dah penerawangannya, Om....
Yach tinggal nunggu waktu ajah, semakin banyak moda transportasi beroda karet lalu lalang di jalanan Ibukota, semakin panas suhu udara di Jakarta & semakin sering membaca update status "PANAS" dari teman2 di FB. Ngakak


"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#79
Ada yang tahu ndak, sebenernya sistem pengerjaan gardu ini bagaimana ya ... ?
Kalau ada pendapat agar dikerjakan malam saja, saya asumsikan bahwa daya akan di-full-kan sepeti biasa pada siang hari baru kemudian dikurangi pada malam hari, saat pengerjaan.

Kalau bisa seperti itu, sebenernya ada alternatif lain, daya yang full itu bisa diberikan hanya pada jam2 sibuk, toh waktunya ndak terlalu lama.
Kalau pagi di rentang jam 05.30 sampai jam 09.00 (dengan asumsi karyawan kantor biasanya maksimal jam 09.00 sudah harus dikantor). Dan kalau sore bisa di rentang jam 16.00 sampai jam 19.30, karena biasanya paling cepat orang pulang kantor itu jam 15.30.
Jadi pengurangan daya ndak seharian penuh. Cuma 7 jam sehari memberikan full daya. Sisa 17 jam lainnya monggo dikurangi.

Operator pun ndak ada rencana mengatasi ini. Pemakaian krd atau lok+kereta pun seperti setengah hati. Ada yg mengatakan pasti waktu tempuh bertambah dan menghalangi kereta dibelakangnya. Memang betul, tapi saya yakin itu lebih baik bagi penumpang daripada tidak terangkut. Penumpang pasti akan sangat maklum dalam kondisi ini.
Kalau untuk masalah waktu tempuh pun sebenernya bisa diatasi dengan mengurangi tempat pemberhentian. Stasiun2 yg berdekatan bisa disatukan saja. Misalnya depok-depok lama, ui-pocin, up-lenteng, kalibata-psrmggu baru, jadi waktu keterlambatan bisa diminimalkan.

Yang saya amati memang operator ndak menyiapkan rencana cadangan, entah ndak sempat atau ndak perduli. Bis pengganti hanya disediakan 1 hari, tanpa ada sosialisasi sama sekali. Begitu orang2 sudah tahu, banyak peminat, eh dihilangkan. Dasarnya apa ?

Operator mungkin ndak tahu, kalau saja ada bis yang menghubungkan bogor-sudirman, insyaallah, dijamin banyak orang yang akan pindah dari KA. Sayangnya ndak ada. Yang menggunakan krl disini pasti ingat kan ketika jalur Uki ditutup, krl langsung penuh.

Dengan pola seperti ini, saya bener2 merasa operator masih bertipe bumn jaman orde baru yang monopolistis. Mau pake sukur, ndak mau ya sono, masih banyak yg mau. Saya ingat pertamina dulu, bisa semena2. Begitu shell n petronas masuk langsung kebakaran jenggot. Baru sekarang terlihat bebenah n lebih baik.

Apa iya harus tunggu ruas tol yang baru selesai dulu untuk berubah? jangan sampai kasus cipularang terulang ...

Sedih, liat kondisi perkeretaapian seperti sekarang. Apa karena roda dan sayap sudah dihilangkan? Jadi ndak ada lagi yang bisa bawa ka ke level yang lebih tinggi ?




Reply
#80
(20-10-2011, 11:20 PM)aditto Wrote: [spoiler]Ada yang tahu ndak, sebenernya sistem pengerjaan gardu ini bagaimana ya ... ?
Kalau ada pendapat agar dikerjakan malam saja, saya asumsikan bahwa daya akan di-full-kan sepeti biasa pada siang hari baru kemudian dikurangi pada malam hari, saat pengerjaan.

Kalau bisa seperti itu, sebenernya ada alternatif lain, daya yang full itu bisa diberikan hanya pada jam2 sibuk, toh waktunya ndak terlalu lama.
Kalau pagi di rentang jam 05.30 sampai jam 09.00 (dengan asumsi karyawan kantor biasanya maksimal jam 09.00 sudah harus dikantor). Dan kalau sore bisa di rentang jam 16.00 sampai jam 19.30, karena biasanya paling cepat orang pulang kantor itu jam 15.30.
Jadi pengurangan daya ndak seharian penuh. Cuma 7 jam sehari memberikan full daya. Sisa 17 jam lainnya monggo dikurangi.

Operator pun ndak ada rencana mengatasi ini. Pemakaian krd atau lok+kereta pun seperti setengah hati. Ada yg mengatakan pasti waktu tempuh bertambah dan menghalangi kereta dibelakangnya. Memang betul, tapi saya yakin itu lebih baik bagi penumpang daripada tidak terangkut. Penumpang pasti akan sangat maklum dalam kondisi ini.
Kalau untuk masalah waktu tempuh pun sebenernya bisa diatasi dengan mengurangi tempat pemberhentian. Stasiun2 yg berdekatan bisa disatukan saja. Misalnya depok-depok lama, ui-pocin, up-lenteng, kalibata-psrmggu baru, jadi waktu keterlambatan bisa diminimalkan.[/spoiler]

Yang saya amati memang operator ndak menyiapkan rencana cadangan, entah ndak sempat atau ndak perduli. Bis pengganti hanya disediakan 1 hari, tanpa ada sosialisasi sama sekali. Begitu orang2 sudah tahu, banyak peminat, eh dihilangkan. Dasarnya apa ?

Operator mungkin ndak tahu, kalau saja ada bis yang menghubungkan bogor-sudirman, insyaallah, dijamin banyak orang yang akan pindah dari KA. Sayangnya ndak ada. Yang menggunakan krl disini pasti ingat kan ketika jalur Uki ditutup, krl langsung penuh.

Dengan pola seperti ini, saya bener2 merasa operator masih bertipe bumn jaman orde baru yang monopolistis. Mau pake sukur, ndak mau ya sono, masih banyak yg mau. Saya ingat pertamina dulu, bisa semena2. Begitu shell n petronas masuk langsung kebakaran jenggot. Baru sekarang terlihat bebenah n lebih baik.

Apa iya harus tunggu ruas tol yang baru selesai dulu untuk berubah? jangan sampai kasus cipularang terulang ...

Sedih, liat kondisi perkeretaapian seperti sekarang. Apa karena roda dan sayap sudah dihilangkan? Jadi ndak ada lagi yang bisa bawa ka ke level yang lebih tinggi ?

Permisi Om...nyoba njawab... soalan bis yg tiba2 ilang itu info yg saya dapatkan karena mendapatkan protes dr sopir angkot bogor dan bus akap bgr-jakarta di terminal bogor. Ini saya dapatkan di salah satu status di FB dari orang yg cukup dekat dgn orang kereta api. Monggo kalo mau ngecek kebenarannya di TKP. Xie Xie

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)