29-08-2011, 03:43 PM
Apapun alasannya.. pembajakan adalah sama dengan tindakan terorisme.. jadi mesti dihukum !

|
29-08-2011, 03:43 PM
Apapun alasannya.. pembajakan adalah sama dengan tindakan terorisme.. jadi mesti dihukum !
29-08-2011, 04:40 PM
(29-08-2011, 03:16 PM)pardjono Wrote: Rupanya ada yang kena batunya nih. Dikira 'kambing' nggak tahunya ketemu sama 'super bandot'. Sebenernya kalo dlm kasus ini gw melihat ada 2 ato bahkan 3 sisi si soal knapa & gmana awal mulanya hal ini terjadi, serta mungkin solusi kedepannya: 1. Pengamanan yg lebi ketat di dalem kabin lok sperti yg diambil PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pasca kejadian ini. 2. Penambahan lagi gaji ato tunjangan2 untuk mass & stocker. Memank dulu gaji seorang mass minim & baru2 ini suda mulai ditambahkan sehingga batasan cukup diperkirakan untuk menyokong idup, tp entah bagaimana pengucurannya, apakah lancar ngga sesuai janji qta ga tau kan, tp pada buktinya sendiri masi ada beberapa aja mass yg mengaku bilangan sgitu kalo untuk menghidupi sekeluarga terlalu mepet, wajar aja mass senior maupun junior ada aja yg menurunkan kedisiplinannya & mungutin kambing untuk sarana menambah penghasilan yg lumayan. Kalo menurut gw knapa ga si menaikan lagi gaji & tunjangan pegawai yg menjadi ujung tombak menjadi diatas cukup sesuai dg keperluan hidup yg selalu bertambah, toh beban mental mass kalo menurut gw uda jadi ga ternilai lho mengingat kalo ada salah sdikit slalu aja mass yg kena salah pertama, blom lagi efek adanya tameng pasca PLH PTA itu sdikit banyaknya pasti mempengaruhi mental mass di kabin, entah itu merasa ga dipercayai lagi, takut tameng itu anjlok, entah juga kalo ada apa2 dia yg korban nyawa duluan sbagai yg terdepan. 3. Khusus untuk petak JTB-CKP ini terkait kelolosan begini, lebi baik sediakan KA lokal yg prioritas berangkat sblom subuh untuk mengakomodasi penumpang sana. Karna apa? Walopun ada TG arum yg mengakomodasi ampir tiap sta di petak JTB-CKP dg harga yg murah, tp apa ga kesiangan? Karna TG arum masuk CNP aja antara jam 7.45-8.30 sementara kebutuhan kambing2 yg menghadang KA KA malem itu karna mereka mengincar KA yg cocok dengan jam mobilitas mereka pergi ke tempat kerja sperti di PWK, CKP, bahkan BKS & JNG dg dana yg sekenanya kantong mereka, kalo mengandalkan TG arum jlas mereka ga akan kesampean kerja tepat waktu. Memang itu akan berakibat sekitar 35% juga pada penurunan TG arum nantinya, tapi seriuslah, memank kenapa kambing2 itu ada dipagi2 buta, bukan karna ga adanya peminat ato kecilnya okupansi, hanya aja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menurut gw salah mensiasatinya, apalagi dishub & pihak2 ban karet yg termasuk cukup kolot untuk memberikan DAOP III kesempatan Itu pandangan gw pribadi lho Oknum yg melakukan pembajakan uda ketauan seorang aparat TNI AL aktif, tapi sampe skarang motif si pembajak masi blom juga terbongkar, itu bner2 misteri si pembajak yg tersimpan rapi, benernya ga ada gw pikir temui alesan logis melakukan pembajakan itu, karna toh uda biasa banyak kambing yg dianter ketujuannya dg slamet.
29-08-2011, 06:57 PM
Quote:Pembajak KA Diduga Stres!
29-08-2011, 07:10 PM
(29-08-2011, 04:40 PM)Andrew_CN Wrote:(29-08-2011, 03:16 PM)pardjono Wrote: Rupanya ada yang kena batunya nih. Dikira 'kambing' nggak tahunya ketemu sama 'super bandot'. Gua setuju banget buat solusi no.2, para RF pasti dah pada tau gimana kesejahteraan Masinis, Ass Masinis Ma KP yg ga berbanding lurus ma beban pekerjaan n beban mental ![]() ![]() ![]() ![]()
29-08-2011, 07:15 PM
Nama masinisnya Yodian Wilarso....
dia sekarang diistirahatkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
29-08-2011, 07:47 PM
(29-08-2011, 07:10 PM)aghoest Wrote:(29-08-2011, 04:40 PM)Andrew_CN Wrote:(29-08-2011, 03:16 PM)pardjono Wrote: Rupanya ada yang kena batunya nih. Dikira 'kambing' nggak tahunya ketemu sama 'super bandot'. Kalo dari sudut pandang qta ke pekerja yg jadi ujung tombak memank bner kang, tp gw juga ga bilang ini adalah solusi perfect yg menjamin ga akan ada lagi ngambing2an di lok lagi, karna itu tergantung pada kedisiplinan masing2 mass itu sendiri. layaknya atapers, ngambing juga jadi tradisi ato hobby bagi masyarakat qta lho & ga sdikit jg mass yg memank uda biasa & welcome terhadap kambing2 itu sendiri (gw ga bilang mas yodi yg jd korban dlm kasus ini gmana lho ya, ini generalize aja & maap sblomnya, no offense) Walopun secara finansial nasib mass uda lebi baek dr era 90 & 00 tp alangkah baeknya tetep diperbaiki mengingat tanggungan mereka berat
29-08-2011, 07:57 PM
Quote:Senin, 29/08/2011 14:36 WIB
29-08-2011, 10:44 PM
Quote:Brimob Amankan Perjalanan KA !
29-08-2011, 10:56 PM
[spoiler]Kan uda dijawab kang sblomnya Petak JTB-CKP uda terkenal sama mass JNG, PWT & CN sbagai sarang kambing, mass itu sering sengaja ngangkutin kambing di petak itu karna salam tempel dari kambing itu bisa jadi pemasukan tambahan tetap buat mass & KP, dari jam 3.30-5.30an dihari biasa itu KA macem bangunkarta, taksaka, dwipangga, gumarang, sembrani, gbms, anggrek, bima, gajayana, senja KD dll itu bisa di stop/blbin pake senter ato kibasan tangan kek angkot dg mudahnya sesuai kebutuhan. Apa lagi ini puncak arus, bagi KP & mass wajar kalo sampe rada siangan masi ada kambing yg tersisa & minta diangkut, cara pembajak ini ngadang juga ya palingan kek kambing2 normalnya, kan diketerangan berita pun pembajak ga langsung nodong, tp bersikap layaknya kambing biasa dl sampe sekitar 1 petak/sta [/quote][/spoiler] Ada baiknya, kita sebagai Rf, pasti menginginkan kereta yang baik, bersih, tepat, tertib, dan lain sebagainya, yang memanjakan penumpang. Tapi untuk urusan kambing atau apapun istilahnya, biarlah ditindak lanjuti oleh mereka yang berkompeten saja. Tadi siang, sempat ngobrol dengan salah seorang yang ikut dalam rangkaian tersebut. Menurut beliaunya, ketika sampai BKS, karena kebetulan beliaunya berada dekat pintu, sudah diteriaki untuk memutar emergency brake nya. Tetapi, karena PLK berada digerbong paling belakang, jadi, mungkin, masih belum mengetahui atau menyadari kejadian tersebut. Terlebih, penumpangnya kan tidak ada, jadi, tidak ada yang ikut memberitahukan kejadian tersebut. Rangkaian yang panjang, disertai suara gesekan roda dengan rel, kereta dengan jendela tertutup karena K1, sangat membantu untuk tidak menyadari hal dramatis tersebut. Memang, akhirnya, dengan diputarnya emergency brake tersebut, rangkaian menjadi dapat dikendalikan dari belakang, dari gerbong pembangkit. Ketika ada aparat yang masuk kekabin, ada yang lari, tetapi, akhirnya ditemukan satu orang, dengan sajam didalam gerbong. Buntut dari kejadian tersebut, KTP nya masih ditahan di Jakarta sebagai saksi, dan nanti akan dikembalikan jika telah selesai. Ada 9 orang yang KTP nya masih diperlukan disana, walau beliaunya, telah kembali ke Malang. Demikian tadi ngobrol-ngobrol dengan salah satu yang ikut dalam rangkaian Gajah Apes tersebut.
|