11-04-2010, 09:16 AM
Sebelumnya salam kenal buat semua Senior RF...
Dari sejak lama saya pengguna KA. khususnya KA. Sawunggalih Ut, Kuto Jaya, Ut dan Bangunkarta, tuk yang terakhir ini dari harga tiket Rp.10.000 sampai sekarang harga tiket Rp.220.000,-
sering saya terpikir berapayah operasional sebuah KA dalam setiap perjalanannya, bea BBM dan lain2. juga mengapa sekarang tarif KA. Bisnis yang nota bene Non-AC sama dengan Bus Eksekutif atau VIP terutama di koridor Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Yogya. secara pribadi saya berpikir kalau dari segi jumlah penumpang, KA jauh lebih besar membawa penumpang dalam 1 kali perjalanannya di banding dengan bis malam.
Sebagai perbandingan jika boleh membandingkan dengan angkutan umum darat lainnya yaitu Bus Malam.. sebagai contoh Bus Malam Kelas Eksekutif Jakarta - Semarang Po. Nusan****, Po. Shant*** dkk, membebankan tiket kepada penumpang Rp.110.000-Rp.120.000,- dengan fasilitas AC, pillow,blanket, DVD movie, Food Buffet (snack n makan malam).
Sedangkan KA. dengan harga tket yang sama hanya mendapatkan fasilitas kipas angin, non-AC, tanpa bantal seperti yang di berikan oleh KA. Senja/Fajar UT. Semarang.
Yang saya tanyakan mengapa Fasilitas yang di berikan KA jauh sangat rendah dengan fasilitas yang di berikan operator bus dengan harga tiket yang sama, apakah biaya oprasional KA itu sangat tinggi di luar BBM,
FYI ::
untuk bus malam (eksekutif) selain biaya BBM mereka juga dibebankan biaya Tol, Komisi Agen, Makan penumpang, TPR (bea masuk ke kota tertentu) serta pungli di beberapa tempat, yang juga tidak sedikit.
Terima Kasih
Maaf jika sudah ada tread yang sama sebelumnya/salah kamar
Dari sejak lama saya pengguna KA. khususnya KA. Sawunggalih Ut, Kuto Jaya, Ut dan Bangunkarta, tuk yang terakhir ini dari harga tiket Rp.10.000 sampai sekarang harga tiket Rp.220.000,-
sering saya terpikir berapayah operasional sebuah KA dalam setiap perjalanannya, bea BBM dan lain2. juga mengapa sekarang tarif KA. Bisnis yang nota bene Non-AC sama dengan Bus Eksekutif atau VIP terutama di koridor Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Yogya. secara pribadi saya berpikir kalau dari segi jumlah penumpang, KA jauh lebih besar membawa penumpang dalam 1 kali perjalanannya di banding dengan bis malam.
Sebagai perbandingan jika boleh membandingkan dengan angkutan umum darat lainnya yaitu Bus Malam.. sebagai contoh Bus Malam Kelas Eksekutif Jakarta - Semarang Po. Nusan****, Po. Shant*** dkk, membebankan tiket kepada penumpang Rp.110.000-Rp.120.000,- dengan fasilitas AC, pillow,blanket, DVD movie, Food Buffet (snack n makan malam).
Sedangkan KA. dengan harga tket yang sama hanya mendapatkan fasilitas kipas angin, non-AC, tanpa bantal seperti yang di berikan oleh KA. Senja/Fajar UT. Semarang.
Yang saya tanyakan mengapa Fasilitas yang di berikan KA jauh sangat rendah dengan fasilitas yang di berikan operator bus dengan harga tiket yang sama, apakah biaya oprasional KA itu sangat tinggi di luar BBM,
FYI ::
untuk bus malam (eksekutif) selain biaya BBM mereka juga dibebankan biaya Tol, Komisi Agen, Makan penumpang, TPR (bea masuk ke kota tertentu) serta pungli di beberapa tempat, yang juga tidak sedikit.
Terima Kasih
Maaf jika sudah ada tread yang sama sebelumnya/salah kamar

[/u]
[/font]