Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jadual KRL Jabodetabek 2 Juli 2011
#61
Dari hasil uji coba jadwal single operation yang dilakukan Sabtu lalu, ternyata pada akhir masa uji coba ini dinodai oleh perusakan satu unit KRL Commuter Line di stasiun JAKK yang bernomor operasi C 528 (penyingkatan yang saya gunakan untuk KA 5528 dan KA dengan nomor 5XXX dengan menghilangkan angka 5 di paling kiri dan menggantinya dengan huruf sesuai kelas KA) yang akan berangkat menuju Bogor oleh pengguna KRL ekonomi yang tidak sabar menunggu kereta mereka tiba.

Selain itu, saya mendapati di lintas JNG-PSE-JAKK terdapat ketidakkonsistenan apa yang diumumkan PAP di beberapa stasiun, di mana PAP stasiun KMO mengumumkan KRL yang saya naiki adalah KRL ekonomi AC namun di stasiun RWI PAP setempat mengumumkan KRL Commuter Line (disingkat CL) dengan nomor C 211 (penyingkatan untuk KA 5211).

Masalah inti pengurangan jadwal sendiri sebenarnya adalah kurangnya daya untuk pasokan listrik seperti berita berikut ini:

Quote:Sumber: http://metro.vivanews.com/news/read/2276...ya-listrik

VIVAnews - Masalah keterlambatan jadwal kereta sudah menjadi polemik yang hingga ini belum juga ada solusinya. Hal ini membuat penumpang belum bisa menerima kenaikan tiket kereta dengan penghapusan kereta eksptes dan pemberlakukan kereta commuter line.

Menurut Corporate Secretary PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran, masalah ketepatan waktu kedatangan kereta, erat kaitannya dengan ketersediaan sarana dan pra sarana. Pembatalan atau keterlambatan jumlahnya mencapai 50 persen, karena sarana kurang.

"Sedangkan untuk pra sarana domainnya pemerintah. Kita sudah usul untuk membenahi karena ini saling terkait," ujar Makmur dalam jumpa pers di kantor PT KCJ di stasiun Djuanda, Jakarta, Sabtu, 18 Juni 2011.

Dalam hal pra sarana, KRL mengalami kendala dalam ketersediaan daya listrik. Seringkali KRL mati listrik di tengah lintasan dan mengakibatkan keterlambatan yang dapat merugikan pengguna jasa kereta. Setidaknya dibutuhakan 120 megawatt, mengingat adanya penambahan kereta.


"Menunggu penambahan daya listrik bagian atas. Baru ada 86 megawatt, sedangkan kami butuh 120 megawatt untuk 500 unit kereta. Kami khawatir kereta kami tidak bisa jalan karena pemerintah tidak sediakan pra sarana, karena kami sebagai operator sudah sediakan sarana," katanya.

Sementara itu, kepada VIVAnews.com, Kepala Daerah Operasi I (Jabodetabek) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Purnomo Radiq mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan keluhan penumpang terkait kendala keterlambatan kereta. Peningkatan pelayanan ini menurut dia dilakukan dengan membangun tiga gardu listrik baru dan mengganti gardu lama dengan yang baru.

"Mengenai kendala listrik memang sekarang sedang dibangun beberapa gardu, diantaranya untuk stasiun Duren Kalibata, Pasar Minggu Baru, dan Bojong itu diganti baru," jelasnya.

Sedangkan, lanjut dia, setiap tahunnya upaya penambahan daya listrik terus dilakukan, mengingat ada tiga sampai empat gardu yang mengalami kerusakan setiap tahun.

"Setiap ada gardu yang rusak, kita upayakan untuk menggantinya dengan yang baru," tuturnya.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek hari ini melakukan uji coba kereta dengan pola 'single line.' Sistem ini mengharuskan seluruh kereta berhenti di setiap stasiun dan meniadakan layanan kereta ekspres.

Secara keseluruhan uji coba berjalan lancar dan jadwal tepat waktu. Namun. tidak dapat dipungkiri masih banyak penumpang yang bingung, baik mengenai harga tiket yang sudah naik dan adanya keterlambatkan beberapa jadwal kereta.

Kesimpulan yang saya tarik dari pelaksanaan single operation ini: PT. KAI dan PT. KCJ masih perlu mengkaji ulang penerapan tarif dan jadwal karena di lapangan ditemukan banyak sekali pengurangan jadwal KRL ekonomi non AC yang lebih banyak diminati ketimbang CL karena harganya yang masih terjangkau.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
#62
saya lihat jadwal di Depok itu dari jam 6-07.30 itu tiap 5-10 menit sekali. Pengurangan jadwal nya dimana ya? Rasanya sudah dimaksimalkan di sistem sinyal. Artinya sudah nggak bisa lebih rapat lagi.
#63
wkwkwkw berati seperti berita yang di post mas Charles.
KCJ blom siap mau single operation. kakakaka.
gitu kok ya uda berani ya? Big Grin
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


#64
wah kalo ngeliat perkembangan trid ini... saya melihat ada dua opini yang saling bertolak belakang yang berkembang..... di satu sisi, bisa memahami apa yang direncanakan KCJ terkait pola operasional baru tersebut... sementara di sisi lain jelas2 menolak sistem baru tersebut karena berada pada posisi sebagai penglaju yang akan terkena dampak langsung dari kebijakan tersebut....

kemudian kalo di sisi RF.. temen2 RF mungkin bisa memahami akan kondisi tersebut dan bisa menerima beberapa alasan yang dikemukakan oleh operator.... namun di sisi lain sebagai penglaju jelas tidak mungkin bisa memahami..... cuman ya karena saya berposisi sebagai penglaju harian yang akan sangat dirugikan dengan penghapusan express... ya saya ada di posisi penumpang, yang menolak, mengecam bahkan "maaf" mendiskreditkan operator KA/KRL... karena jelas2 saya akan terkena dampak langsung kebijakan bahlul tersebut... dan saya malah jadi bisa sangat memahami apa yang diutarakan dan menjadi keresahan oleh temen2 penglaju... secara sama2 penglaju.... sama2 menjadi korban kebijakan tersebut

mungkin hanya ucapan terima kasih saya dan kami yang sebesar-besarnya untuk manajemen KAI/KRL yang sebelumnya hingga saat ini... PT. KA telah mungkin lebih tepatnya pernah menyediakan angkutan yang cepat untuk mobilitas kami... dan kami menyadari sepenuhnya kalo di Jabodetabek, mobilitas cepat itu harganya juga lebih tinggi.... mungkin ketika hari H kelak dan seterusnya..... kami sudah tidak lagi menggunakan produk baru tersebut..... tapi bagaimana pun, prestasi dan sejarah PT. KA yang pernah menyediakan angkutan massal yang cepat, akan selalu kami kenang dan akan kami tulis dengan tinta emas....

sekali lagi... terima kasih atas pelayanan yang telah dan pernah diberikan
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
#65
(19-06-2011, 09:15 PM)ady_mcady Wrote: menurut pak taufik hidayat idealnya pso untuk krl sebesar 300 mil. sekarang yang didapat hanya 70mil. apakah ini dijadikan alasan operator untuk mengurangi layanan ekonomi sesuai pso yang diterima?

(19-06-2011, 08:04 PM)rapih_dhoho Wrote: Kenapa ya BUMN sekalas PT. KAI belum pernah mendapat jatah dirut sekelas Emirsyah Satar (GIA), Agus Martowardoyo (BM) atau Dahlan Iskan (PLN). InsyaAllah kalo dapet jatah dirut yg punya visi jelas dan berani menggebrak BUMN ini bisa lebih maju.

berani? nanti diatas koridor krl bakalan dibangun jalan layang tol...

out of topic

ya jangan antipati kepada seseorang hanya karena satu pernyataannya saja. beda lagi kalo dia diserahin jadi dirut KAI.

sekali lagi sebagai RF saya berharap banget suatu saat nanti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan KCJ mendapat seorang dirut yg memiliki visi yg jelas dan reformis

Back on Topic

#66
(20-06-2011, 12:45 AM)hedwigus Wrote: Wah diskusi jadual menjadi makin seru nih.
Tetap semangat, kepala dan jari tetap dingin.

silahkan dilanjut
berarti...boleh meluas dong oom.....
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
#67
(20-06-2011, 08:00 PM)rapih_dhoho Wrote: ~Edited
out of topic

ya jangan antipati kepada seseorang hanya karena satu pernyataannya saja. beda lagi kalo dia diserahin jadi dirut KAI.

sekali lagi sebagai RF saya berharap banget suatu saat nanti PT. Kereta Api (Persero) dan KCJ mendapat seorang dirut yg memiliki visi yg jelas dan reformis

Back on Topic
yah.. we hope so....
bukan hanya reformis... tapi punya kredibilitas, integritas, keberanian menggebrak pakem yang udah ada demi perbaikan, punya semangat need for acchievement, visioner, kaya ide kretaif... bahkan kalo perlu banyak ide "gila" ultra visioner... namun yang jelas, selain punya kapabilitas dan integritas..... harus berjiwa RF... agar mempunyai sense of belonging terhadap Kereta.... yg bukan sebatas komoditas dagangan ajah
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
#68
saya.bukan roker/rombongan kerja...yg naik krl setiap pergi pulang kerja...
tapi sering menggunakan krl tsb kalau ke arah bogor dan bekasi..
saya kebetulan ikut di milis tetangga...yg lagi panas2nya dengan SO ini...
mau ikut2 nimbrung..kelihatannya medan hanya dikuasai si ABC yg itu2 saja...komentar pendatang (baru) pasti tak akan dimasukkan..
cuma disana juga tak ada yg memberikan data lengkap.
berapa perjalanan eko ,eko ekspres dan eks lama dibandingkan dg jadwal baru..
juga berapa penumpang rata2 per hari.. eko ,eko eks dan eks...

yang diributkan adalah eko eks naik dari 5500 menjadi 9000 (contoh depok) dan berhenti di tiap sta saja.....padahal yg naik eks..malah turun dari 9500/11000 (maaf tak tahu persisnya ).. menjadi 9000

tentu yg berfikiran smart...kalau jaraknya dekat ..naik krl hanya 10-20 menit ..pasti dia pilih eko saja.tak akan mau bayar 9 rb hanya naik 1-2 sta saja....
biarkan mengalir saja..toh yg naik bisa mikir sesuai dengan kantong dan urgensinya

seharusnya perubahan dari 3 kelas menjadi 2 kelas diikuti pembagian keretanya...sebagain eks eko menjadi eko dan sisanya menjadi cl...
juga jadwalnya diolah lagi... diluar peak hour /jam kerja kantoran... CL nya dikurangi ,tapi eko ditambah..

yang perlu dipikirkan oleh kai/commuter.
bagaimana.menghadapi penumpang eko yg naik CL ,,,apa nambah sentinel di tiap2 gerbong....
walaupun nanti eticket sudah diberlakukan...tak ada pembedaan di peron antara eko dan CL...
juga walaupun sta sudah dibuat steril seperti bandara.

kalau di ka jarak jauh non ekonomi gampang karena jarak antar sta jauh dan penumpang tak padat2 amat sehingga kondektur lebih mudah untuk bertugas..
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
#69
@ Mas Fahrizal: pertama-tama saya luruskan dulu ya... Rp. 9000 itu kalo buat kami orang Depok udah dapat Express mas... keunggulan mutlak KRL Ekspress kan sangat jelas pada waktu tempuhnya.. meskipun, kondisinya juga sama aja penuh bin berjubel... tapi itu bisa kami maklumi demi pemangkasan waktu yang terbuang..... terus kalo Bogor express 11rebu iya... tapi ini worthed kan dengan waktu tempuh 50 menit sampe 1 jam.... nah perbedaan waktu tempuhnya sangat jelas koq.... kebetulan saya adalah penglaju Depok Baru Juanda pada hari kerja.... mari kita bandingkan

- KRL Express => waktu tempuh DPB-JUA pada rush hor berkisar antara 30-40 menit... itu sudah termasuk ketahan sinyal di MRL ato kadang ngodong dulu sebelum menyusul KRL ekonomi panas/AC di depannya

- KRL ekoAC => saya buat dengan jadwal yang dari Juanda jam 21.42 aja ya... ini kan jadwal kosong, yang artinya si KRL ngacir... tanpa gangguan KA AKAP di MRI, tanpa antri dan tanpa disusul.... KRL yang jam segitu nyampe DPB aja udah jam 22.30 - 22.35... artinya berapa banyak waktu yang terbuang...

itu aja saya buat dengan perbandingan KRL express jam rush hour dan KRL ekoAC pas jam lengang..... itu baru ke Depok... nah kalo ke Bogor kan lebih keliatan lagi perbedaan waktu tempuhnya... dan fasilitas lebih yang dirasakan penumpang yang bayar lebih itu kan cuman pada waktu tempuh yang lebih cepat..... dan tidak ada yang namanya turun harga... yang ada kan malahan naik harga ga kira2.... alasan saya
- harga itu adalah untuk KRL Express yg lebih cepat... eh jadi cuman KRL yang ngodong, penuh dan cuman beda fisik aja ma KRL eko panas
- kondisi KRL yang lebih tidak manusiawi karena pengurangan jadwal... membuat penumpukan penumpang makin hebat

nah ganti topik...... kalo menurut pernyataan sampean bahwa orang yang lebih smart... kalo deket naek eko panas aja... mungkin secara ideal emang kek gitu... tapi bagaimanakah ketika KRL ekonomi panas udah overload dari stasiun sebelumnya... ato ketika pada jam2 yang telah tidak ada ekonomi panas... misalnya jam malem, dario Sawah Besar mo ke Kota..... tau ndiri kan kawasan tersebut kalo malem rawannya gimana??? trus misalnya cewe posisi pulang kerja dan hujan... tarif 9rb itu jelas2 sangat tidak adil bagi penumpang jarak dekat... yg dalam keterpaksaan hanya bisa menggunakan KRL ekoAC...

cuman yang kami ngga bisa fahami adalah pernyataan KCJ bahwa pola operasi baru tersebut adalah untuk meningkatkan pelayanan...... nah pelayanan yang mana coba??????
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
#70
(20-06-2011, 09:39 PM)Bangunkarta Wrote: @ Mas Fahrizal: pertama-tama saya luruskan dulu ya... Rp. 9000 itu kalo buat kami orang Depok udah dapat Express mas... keunggulan mutlak KRL Ekspress kan sangat jelas pada waktu tempuhnya.. meskipun, kondisinya juga sama aja penuh bin berjubel... tapi itu bisa kami maklumi demi pemangkasan waktu yang terbuang..... terus kalo Bogor express 11rebu iya... tapi ini worthed kan dengan waktu tempuh 50 menit sampe 1 jam.... nah perbedaan waktu tempuhnya sangat jelas koq.... kebetulan saya adalah penglaju Depok Baru Juanda pada hari kerja.... mari kita bandingkan

- KRL Express => waktu tempuh DPB-JUA pada rush hor berkisar antara 30-40 menit... itu sudah termasuk ketahan sinyal di MRL ato kadang ngodong dulu sebelum menyusul KRL ekonomi panas/AC di depannya

- KRL ekoAC => saya buat dengan jadwal yang dari Juanda jam 21.42 aja ya... ini kan jadwal kosong, yang artinya si KRL ngacir... tanpa gangguan KA AKAP di MRI, tanpa antri dan tanpa disusul.... KRL yang jam segitu nyampe DPB aja udah jam 22.30 - 22.35... artinya berapa banyak waktu yang terbuang...

itu aja saya buat dengan perbandingan KRL express jam rush hour dan KRL ekoAC pas jam lengang..... itu baru ke Depok... nah kalo ke Bogor kan lebih keliatan lagi perbedaan waktu tempuhnya... dan fasilitas lebih yang dirasakan penumpang yang bayar lebih itu kan cuman pada waktu tempuh yang lebih cepat..... dan tidak ada yang namanya turun harga... yang ada kan malahan naik harga ga kira2.... alasan saya
- harga itu adalah untuk KRL Express yg lebih cepat... eh jadi cuman KRL yang ngodong, penuh dan cuman beda fisik aja ma KRL eko panas
- kondisi KRL yang lebih tidak manusiawi karena pengurangan jadwal... membuat penumpukan penumpang makin hebat

nah ganti topik...... kalo menurut pernyataan sampean bahwa orang yang lebih smart... kalo deket naek eko panas aja... mungkin secara ideal emang kek gitu... tapi bagaimanakah ketika KRL ekonomi panas udah overload dari stasiun sebelumnya... ato ketika pada jam2 yang telah tidak ada ekonomi panas... misalnya jam malem, dario Sawah Besar mo ke Kota..... tau ndiri kan kawasan tersebut kalo malem rawannya gimana??? trus misalnya cewe posisi pulang kerja dan hujan... tarif 9rb itu jelas2 sangat tidak adil bagi penumpang jarak dekat... yg dalam keterpaksaan hanya bisa menggunakan KRL ekoAC...

cuman yang kami ngga bisa fahami adalah pernyataan KCJ bahwa pola operasi baru tersebut adalah untuk meningkatkan pelayanan...... nah pelayanan yang mana coba??????

setiap perubahan itu ..pasti ada yg merasa diuntungkan dan ada juga yg merasakan dirugikan.....tyak akan ada perubahan yg menguntungkan semua fihak...
berarti memang benar...tarif 11 ribu diturunkan menjadi 9000 toh tak ada yg mensyukuri????.
yang naik eko juga toh masih banyak yg bekerja dg kalau terlambat potong uang makan dll... nah bagaimana perasaan kalau terlambat itu karena krl harus beri prioritas yg bayar lebih mahal ,,,sekarang dibuat tak ada sususl susulan....jadi ada rasa senasibnya...

saya punya time table/jadwal baru tapi tak ada jadwal lama yg diributkan itu, yg mengatakan ka ini anu dikurangi dsb dsb...bisa bantu psoting jadwalnya???..

mas...selama inipun kalau kereta eks malam ,,itu juga jarak jauh dekat kan sama saja.....
jadi kurang tepat membandingkan kalau cewe dari sawah besar dst dst...

jadi ungkapan saya...pilihan tinggal dari ybs...saja..biarkan mengalir... mau cepat enak,,walupun jarak cuma satu-dua sta...dengan 9 rb atau mau yg 2 ribu???monggo pilihan ada di ybs..

saya juga kan usul ke kai/Cl...ka eko eks dibagi dua saja. dst dst .. silahkan dilihat lagi



RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)