23-03-2011, 09:28 PM
sebenarnya masalah susul-menyusul itu semuanya sudah diatur di T100, namun pada kenyataannya tidak bisa berjalan sesuai jadwal karena PPKA dan masinis tidak mematuhinya. di balik itu ada sebab-sebab lain pula, misalnya:
1. kereta yang telat berangkat dari stasiun awal (misalnya telat keluar dari dipo, masinisnya telat naik kereta atau nungguin penumpang yg masi lari2)
2. penurunan taspat di blok tertentu, misalnya di daerah tikungan
3. kesulitan memantau posisi kereta karena persinyalan sering bermasalah (seharusnya pake GPS klo mau acara susul-susulan begini)
4. berbaurnya KRL commuter dengan KA-KA AKAP yang sangat mengganggu perjalanan KRL commuter
5. masinis dan PPKA yang tidak awas dengan keadaan. misalnya dulu saya pernah dengar cerita pakuan ketahan sinyal masuk cilebut karena ppkanya ketiduran. saya juga sering mengalami masinis pakuan tidak berani ngebut walau didepannya kosong beberapa blok, akibatnya persilangan jadi batal dilaksanakan karena jarak ekspres dengan ekonomi di depannya terlalu jauh).
saya yakin gapeka dan t100 sudah dirancang sedemikian rupa agar krl ekspres dan ekonomi tidak saling menunggu. tetapi apa daya karena infrastruktur kurang memadai yang terjadi adalah saling tunggu-menunggu dan konsumen ekspres dan ekonomi jadi saling menyalahkan.
jadi mendingan benerin dulu prasarananya sebelom bikin kebijakan aneh2 yang bikin orang tambah susah
1. kereta yang telat berangkat dari stasiun awal (misalnya telat keluar dari dipo, masinisnya telat naik kereta atau nungguin penumpang yg masi lari2)
2. penurunan taspat di blok tertentu, misalnya di daerah tikungan
3. kesulitan memantau posisi kereta karena persinyalan sering bermasalah (seharusnya pake GPS klo mau acara susul-susulan begini)
4. berbaurnya KRL commuter dengan KA-KA AKAP yang sangat mengganggu perjalanan KRL commuter
5. masinis dan PPKA yang tidak awas dengan keadaan. misalnya dulu saya pernah dengar cerita pakuan ketahan sinyal masuk cilebut karena ppkanya ketiduran. saya juga sering mengalami masinis pakuan tidak berani ngebut walau didepannya kosong beberapa blok, akibatnya persilangan jadi batal dilaksanakan karena jarak ekspres dengan ekonomi di depannya terlalu jauh).
saya yakin gapeka dan t100 sudah dirancang sedemikian rupa agar krl ekspres dan ekonomi tidak saling menunggu. tetapi apa daya karena infrastruktur kurang memadai yang terjadi adalah saling tunggu-menunggu dan konsumen ekspres dan ekonomi jadi saling menyalahkan.
jadi mendingan benerin dulu prasarananya sebelom bikin kebijakan aneh2 yang bikin orang tambah susah
Save PAKUAN EKSPRES


... tunggu lah sampai sarpras, infrastrukrut dan manajerial benar2 siap... sehingga tidak seperti upaya yg kesannya membuat perjalanan menjadi tidak efisien.....
soalnya duit berbicara dan tak sanggup lebih dari ekonomi ac .... menyerah.com
