28-10-2011, 10:14 AM
^^ maap, penomoran yg sayah bikin merujuk rencana perubahan rute sebelumnya (BOO-MRI-THB-PSE-JNG & BKS-JNG-GMR-JAKKK)
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar

|
28-10-2011, 10:14 AM
^^ maap, penomoran yg sayah bikin merujuk rencana perubahan rute sebelumnya (BOO-MRI-THB-PSE-JNG & BKS-JNG-GMR-JAKKK)
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
28-10-2011, 09:51 PM
@mas dana,
Ilustrasi yang mas buat aku agak bingung, coba dikasih nama sta-nya. Ndak begitu hafal juga soalnya sta2 di jalur lingkar jkt. N juga, ndak usah khawatir mas, mo berpendapat apa pun sah2 saja kok. Namanya jg berpendapat toh ... yang penting kan ndak menyinggung org lain ... hehe ... Btw, Harusnya penyusunan rute2 baru ini dilihat dari kebutuhan penumpang. Ya seperti kita tahu pengguna terbesar ada di jalur mri-gmr n mri-thb, dimana sebagian besar pusat perkantoran dan perdagangan ad dsitu. Sperti kita sama2 tahu, masalah transit adalah slh satu 'petaka' terbesar untuk para komuter terutama yang butuh waktu. Selain stasiun2 itu sendiri yg belum siap untuk dijadikan stasiun transit, masalah jadwal n jumlah kreta pun saya kira belum siap. Kalau memang mau transit ya jadikan mri or thb saja. Mri untuk lintas dr boo, or bks, thb untuk lintas dr tng or srp. Sisanya dilayani oleh krl rute lingkar n rute mri-jakk. Dengan syarat pp. Seperti di post om roses #197. Dan yang pasti harus dihitung, soal transit ini akan menambah waktu tempuh seberapa lama, kalau ndak jauh berbeda dengan roda karet yaa ... ka akan selalu kalah ... lha roda karet menawarkan kenyamanan lebih ... *makin ndak ngerti apa maunya ya kai/kcj ini ...
28-10-2011, 10:12 PM
Buat lebih jelasnya :
![]() Jadi aku sangat berharap pak Akhmad Sujudi bener2 menepati janjinya yg mana Kamp. Bandan jadi punya 3 stasiun. 1 di antaranya berada di posisi sepur badug yg kini terkesan kumuh yg seringkali aku perhatiin buat limpahan KRL AC macem Serpong Ekspres yg enggak muat di 3 jalur di st. Kamp. Bandan bawah yg ada skr...
29-10-2011, 01:43 PM
wah kalo kayak gini pertimbangan orang naik KRL buat mempercepat perjalanan jakarta-bogor bakalan berubah dong, jarak tempuh yg cepat bisa jadi lama kalo pake transit2an, belom lagi ane ngga bisa bayangin seberapa penuhnya kereta kalo baru naik dari manggarai, contoh kalo dari depok mau ke mangga besar, mesti naik BOO-JNG, turun di MRI dan lanjut naik BKS-JAKK, ga kebayang gimana cara masuknya kalo baru naik dari MRI, belom lagi dengan ngga adanya kereta balik kasian mereka yang naik dari stasiun2 kayak citayam, depok atau pondok cina, CMIIW
30-10-2011, 04:56 AM
Dulu, waktu awal2 diskusi dengan KCJ... ane pernah nyampein ke beberapa pejabat KCJ perlu melakukan perubahan rute untuk meminimalkan efek gangguan.... dimana salah satunya memang menjadikan MRI sebagai stasiun transit. tapi dengan syarat, tuh stasiun dirapihin dulu, plus sistem hulu-hilirnya diganti dengan double way..... artinya krl dari arah manapun bisa masuk jalur manapun.....lalu sambungannya parkir di jalur sebelah yg masih satu peron.....
sebenarnya perubahan rute ini cukup bagus, tapi sayangnya rutenya kok jadi aneh bin ajaib ini... ane berharap krl lingkar tetap jalan dengan frekuensi ditambah dan dua arah (gak kayak sekarang yg cuma satu arah). trus dari mri ke jak ada krl loopline khusus... semua pnp bogor turun mri untuk nyambung ke thb atau jak. srp turun thb buat ke mri atau pse, bks bisa turun di jng atau mri untuk sambung ke jak atau thb n pse.... tng ya turun duri buat ke mri atau jak.... trus dari jak ada krl khusus ke tpk..... salah satu yg harus diselesaikan sebelum implementasi juga harusnya sudah benar2 single class (tpai bukan single tariff), tarif sesuai jarak, gak ada lagi krl eko panas (gak ngomongin masalah pso dulu neh). sehingga kl pnp pindah2 juga gak masalah.... dengan kondisi sekarang, dipastikan akan chaos, apalaig kl sistem transit ini cuma diterapkan di krl coli..... naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut..... http://transportationindonesia.wordpress.com/
30-10-2011, 03:29 PM
Juga yang harus diperhatiin :
1. Stasiun Manggarai harus punya jembatan penyeberangan orang krn banyak pr warga yang hendak turun di Jl. Tambak banyak juga. 2. Stasiun Manggarai harus punya perluasan wilayah utk pr penumpang di sisi barat dg menutup dipo yg ada di mana Balai Yasa baiknya buat parkir KA- KA penumpang yg cuma sekedar diinapin 1 - 2 hari. Kalo semua keluar lewat sisi timur yg ada skr ini... sama juga harus pd naek ojek, bajaj dan paling sengsara yah jalan kaki memutar kalau mau ke Ps. Rumput atau pun Pasaraya Manggarai. 3. Kelak kalau waterway mulai dihidupin lg, harus terhubung dg kali Ciliwung secara langsung. Apalagi dg yg ada sekarang gak lain halte bus Trans Jakarta. Skr kami harus jalan kaki memutar dulu di mana aspla trotoar yg relatif sangat sempit dan hancur2an ketutup lapak, bata2 yg keangkat, gundukan tanah, pepohonan rindang, dll.
31-10-2011, 06:02 PM
Bentar yah
itu yg katanya mau buat jalur baru loop line dibikin di mana?
![]()
15-11-2011, 01:37 PM
(31-10-2011, 06:02 PM)CC 203 20 Wrote: Bentar yah Lalu Bagaimana Hasil dari Rencana Uji coba Loop Line? Apa memang bisa membawa hal yg positif untuk kinerja KCJ n kenyamanan penumpang?
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
17-11-2011, 04:20 AM
Quote:Lalu Bagaimana Hasil dari Rencana Uji coba Loop Line? Apa memang bisa membawa hal yg positif untuk kinerja KCJ n kenyamanan penumpang?Ujicobanya belum om, mungkin desember tengah setelah perbaikan gardu selesai di jalur bogor. dan kemungkinan awal tahun sudah bisa dilaksanakan supaya penomoran KA lebih jelas daripada sekarang. Makanya ane bingung kenapa penomoran KRL sekarang pake 5000an ternyata katanya masih belum masuk Gapeka resmi alias masih PLB. Quote:itu yg katanya mau buat jalur baru loop line dibikin di mana?gak buat jalur baru om, cuma rutenya aja dipotong2. rute BOO - MRI - JAK tadinya mo dihapus yang ada cuma BOO - MRI - THB, yang mo ke CKN - GMR - JAK nyambung krl dari BKS - MRI - JAK (yang BKS - MRI - THB dihapus). cuma karena mayoritas penumpang adlaah BOO - DP - JAK, rute ini tidak dihapus total tapi dikurangin, tapi tetep bakal banyak pnp yg transit di MRI. Idenya bagus, melihat kondisi perjalanan KRL yang sering masalah, sehingga kl ada masalah di satu petak bisa diminimalisir gak ganggu semua perjalanan. tapi pemilihan rutenya ini yg aneh bin ajaib. dah gitu kenapa blue line ciliwung jadi hilang sama sekali, padahal ini seharusnya yang dimanfaatkan dengan memperbanyak jadwal, minimal 1/2 jam sekali 2 arah sehingga KRL bisa berhenti di stasiun transit. KRL BKS berhenti di JNG, BOO di MRI trus bisa lanjut ke JAK, SRP berhenti di THB, TNG berhenti di Duri, dan TPK sampe rajawali. naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut..... http://transportationindonesia.wordpress.com/
17-11-2011, 04:45 AM
tapi... sistem nya satu tiket kemana aja gak ?
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600 |