Posts: 453
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
9
dapet info dari temen2 di PWT, kalo GBMS itu ketahan 3 jam disana karena gensetnya mati... jadi di PWT dibenerin dulu itu genset baru jalan lagi, lampu mati semua itu... GBMS pake loko CC 20313 sementara BIMA pake CC 20402... agak OOT nih ya.. nomer BIMA kan 34 sementara GBMS itu 144 apakah ada masalah dengan angka 4 nya... hmmm.... oke BTT
Posts: 132
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
2
(03-10-2010, 05:41 PM)animaX Wrote: Petugas Diduga Lalai Mengecek Keamanan Posisi
Minggu, 3 Oktober 2010 | 03:28 WIB
[spoiler]
Solo, Kompas - Kecelakaan antara kereta api eksekutif Bima dan kereta api ekonomi Gaya Baru Malam di Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/10) pukul 02.39, diduga akibat kelalaian manusia.
Menurut Kepala Daerah Operasional VI PT Kereta Api (Persero) Noor Hamidi, pemimpin perjalanan kereta api (PPKA) diduga tidak mengecek apakah seluruh rangkaian KA Gaya Baru Malam yang berhenti di Stasiun Purwosari sudah melewati prei paal (batas ruang bebas antarrel) atau belum.
â€ÂKereta Api Gaya Baru Malam yang masuk jalur 1 belum benar-benar lewat prei paal dan aman dari jalur lain. PPKA hanya mengecek dari weisel yang bisa diangkat sehingga mengira sudah aman. Rupanya konsentrasi PPKA terganggu kerumunan orang di peron,†kata Noor Hamidi saat menjenguk korban luka di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.
Menurut dia, seharusnya PPKA mengecek langsung apakah seluruh rangkaian sudah benar-benar melewati prei paal.
Kerumunan orang itu sebelumnya melempari KA Gaya Baru Malam yang dikira berisi suporter sepak bola.
Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Komisaris Besar Nana Sudjana menyatakan, hasil sementara penyelidikan polisi menunjukkan, penyebab kecelakaan diduga kelalaian PPKA. â€ÂKereta ekonomi belum sepenuhnya aman, PPKA sudah memberi kesempatan kereta eksekutif masuk,†kata Nana.
Namun, polisi masih memeriksa saksi-saksi dan belum ada yang ditetapkan tersangka.
Kronologinya, menurut Kepala Stasiun Purwosari Suwardi, melalui staf Kepala Stasiun Jaka Mulyana, KA Gaya Baru Malam jurusan Jakarta-Surabaya tiba di Stasiun Purwosari pukul 02.31, terlambat dari jadwal seharusnya pukul 21.59. KA dimasukkan ke jalur 1 dari biasanya ke jalur 2 karena akan ada KA Bima yang akan mendahului.
KA Bima jurusan Jakarta-Surabaya tiba pukul 02.39 dari seharusnya pukul 01.30 dan masuk jalur 2. KA Bima yang melaju kencang menyerempet sebelah kiri gerbong terakhir KA Gaya Baru yang belum sepenuhnya masuk jalur 1 dan masih di jalur 2. Akibatnya, seorang penumpang tewas dan empat orang luka-luka, semuanya penumpang KA Gaya Baru Malam.
Korban tewas adalah Suryo Catur Utomo (23), warga Jalan Banda, Jakarta Utara. Korban luka adalah Supanggih (59), Supangat (85), dan Daelani/Mamik (29) yang masih dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, serta Yudiono (23) yang diizinkan rawat jalan.
Menurut Supanggih yang duduk di kursi paling belakang sebelah kiri, gerbong yang ditumpanginya gelap karena lampu mati serta penuh penumpang, bahkan banyak yang berdiri. Kereta api seharusnya berangkat pukul 12.00, tetapi terlambat 45 menit karena perbaikan lampu gerbong.
Saat tiba di Stasiun Purwosari, kereta api dilempari massa sehingga penumpang tiarap di dalam gerbong. Diduga massa mengira ada suporter sepak bola yang bermusuhan dengan mereka dalam KA Gaya Baru Malam. Sekitar 5 menit kemudian, kereta api maju sedikit, lantas berhenti. â€ÂSelang 2-3 menit kemudian, terasa ada hantaman hebat. Gerbong tempat saya sampai berongga dan saya bisa melihat roda kereta dari atas,†ungkap Supanggih, warga Tuban yang patah kaki kirinya dan cedera kepala ringan. (eki)
[/spoiler]
sumber: cetak.kompas.com/read/2010/10/03/03281335/petugas.diduga.lalai..mengecek.keamanan.posisi
ooo sepak bola ta penyebabnya, memang benar kecelakan tidak hanya disebabkan satu faktor saja , jadi yg harus mundur menhub apa menpora ini, atau kapolrinya , presidennya. pantesan masinis terus yg diserang kalau ada kecelakaan kayak gini.
kalau dari berita diatas dugaan saya ,
masinis GBMS takut memajukan kereta di sepor satu sampai mepet kearah timur karena melihat banyak kerumunan masa suporter bal balan, alhasil kereta dimajukan sedikit demi sedikit paling tidak sampai preipal,
perihal semboyan 21 malamnya , menurut saya ada kelemahan pemasangan S21 malam di gerbong K3/K2/K1 yg dipakai sekarang ini yaitu lampu yg warna hijau diletakkan dibagian depan gerbong jadi setelah lampu masih ada 20 meteran lagi sampai body kereta paling belakang, karena masinis takut begitu dia melihat S21 malam GBMS yg warna hijau dia langsung menghentikan kereta padahal masih ada 20 meteran lagi dibelakangnya sampai body bagian akhir gerbong dan ini yg tidak terdeteksi oleh masinis kalau malam, walaupun masih ada S21 malam warna merah yg menyorot ke belakang namun tidak cukup terang untuk bisa dilihat masinis, ditambah pandangan terhalang oleh tiang bangunan baru yg ada diantara jalur 1 dan 2 stasiun purwosari.
lalu bagaimana peran PPKA , karena panik banyak masa yg ada disekitar stasiun, PPKA hanya melihat S21 malam yg warna hijau GBMS dari arah kanan datangnya kereta sudah terlihat lurus dengan rangkaian di jalur 1 dia asumsikan sudah clear padahal masih ada 20 meter lagi body kereta dibelakangnya.
Posts: 319
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
2
Kemarin baca koran kompas. Katanya sih penglihatan PPKA terganggu karena kerumunan orang di depan ruang PPKA. Sehingga saat GBMS datang dan berhenti PPKA sudah mengira aman. Mungkin ini suporter sepak bola ya yang menunggu KA Pasundan untuk melempari Suporter Persib.
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
(04-10-2010, 11:22 AM)46rossi Wrote: Kemarin baca koran kompas. Katanya sih penglihatan PPKA terganggu karena kerumunan orang di depan ruang PPKA. Sehingga saat GBMS datang dan berhenti PPKA sudah mengira aman. Mungkin ini suporter sepak bola ya yang menunggu KA Pasundan untuk melempari Suporter Persib. Quote:
Dirjen KA: Stasiun perlu disterilisasi
3 Oktober 2010
Solo (Espos)–Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan mengatakan berdasarkan evaluasi sementara, kecelakaan antara KA Ekonomi Gaya Baru Malam dengan KA Eksekutif <I>Bima<I> di Stasiun Purwosari, Sabtu (2/10) pukul 02.38 WIB, karena kelalaian petugas.
Untuk itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan kepolisian. “Silakan diproses,†katanya kepada wartawan di Stasiun Purwosari, Minggu (3/10).
Ia mengatakan, KA Gaya Baru Malam jurusan Pasar Senen-Surabaya parkir di jalur I Stasiun Purwosari, Sabtu dini hari. saat itu ada massa yang berkerumun di sekitar stasiun yang membuat petugas lapangan itu panik. Mereka menggenggam batu yang siap dilemparkan ke arah kereta api.
“Karena panik, petugas itu ketakutan dan tidak mengecek apakah ekor kereta melewati tanda patoknya atau tidak. Dan ternyata proses pemindahan tidak sempurna,†katanya. Ia mengaku sulit untuk memroses secara hukum warga yang tidak bertanggungjawab itu.
“Sulit untuk memroses mereka,†katanya. Maka, untuk mengantisipasi hal itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak bertindak anarkistis terhadap KA dan fasilitas stasiun. Karena hal itu justru merugikan masyarakat.
Ia juga menyiapkan bentuk sterilisasi terhadap lintasan KA. Ke depan, jalur lintasan KA yang ada di wilayah permukiman secara bertahap akan dipagar. Selain itu juga menutup perlintasan yang tidak berijin secara bertahap. Tundjung juga mengalami pelemparan batu oleh warga saat melakukan perjalanan dari Pemalang ke Jogja. “Saat di pemberhentian kedua setelah Pemalang, saya di ruang masinis, dilempar batu, segini (dua kepal tangan), saya sedih,†katanya.
Ia akan mengevalusi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan tersebut agar tidak terulang kembali. Sejumlah langkah yang disiapkannya yaitu penyegaran kembali kedisiplinan petugas baik fisik dan mental serta penyegaran pemahaman SOP.
Ia juga akan meremajaan petugas KA. Peremajaan ini termasuk langkah panjang Ditjen KA karena mencetak masinis yang sesuai standar membutuhkan waktu yang lama. “Perlu tahap-tahap panjang, seperti menjalani pendidikan, lalu magang, dan seterusnya,†tuturnya. Dugaan karena faktor kelelahan, menurutnya, juga dapat terjadi, meski jam kerja masinis yang diberlakukan yaitu hanya enam jam dari ketentuan 8 jam.
m86
Sumber: http://www.solopos.com/2010/solo/kedalua...ih-2-57795
Kalau seperti ini Stasiun Purwosari perlu CCTV di bagian emplasemen. Sehingga tetap dapat dimonitor di ruang PPKA. Bagian seberang yang terbuka dipagar.
.
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
kenapa ya mas gak pakai prinsip, mepet kanan, kiri pasti aman, mepet depan, belakang pasti aman?
Posts: 326
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
4
Ada hubungan sama suporter bola???baru tahu aku  
...ckckck...gimana indonesia bisa maju???yang tanggung jawab suporter berandalan itu tuh....
-siggy under construction at Balai Yasa-
Posts: 876
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
20
(04-10-2010, 11:22 AM)46rossi Wrote: Kemarin baca koran kompas. Katanya sih penglihatan PPKA terganggu karena kerumunan orang di depan ruang PPKA. Sehingga saat GBMS datang dan berhenti PPKA sudah mengira aman. Mungkin ini suporter sepak bola ya yang menunggu KA Pasundan untuk melempari Suporter Persib.
Pasundan nyampe PWS jam 02 pagi?   . Atau mungkin maksud Anda Brantas?
Mohon pencerahannya, ya
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
Posts: 193
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
4
analisa saya
mungkin masinis juga tidak memperhatikan tulisan batas langsir LOKOMOTIF di emplasemen ujung peron ?stoker masinis juga harus liat plat merah dan lampu semboyan di gerbong paling belakang.semboyan .....(lupa mode ON) jadi tidak bisa di salahkan sepenuhnya kepada PPKA Jalur 1 st purwosari treknya lumayan panjang sinyal Nya mekanik bukan sinyal elektrik Muka jadi kepala LOK bisa agak maju ke depan
saya perhatikan juga kadang masisnis berhentikan KA sering LOK berhenti kurang maju ke depan
HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY
Posts: 1,136
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
1
stasiun pws blm steril, bs dbilang, karena pintu d sblh barat stasiun msh terbuka lebar, dan ada PJLny lg..
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya
Posts: 193
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
4
Sepur 1 Pws jauh dari PJL masih ada jalur sporbadugnya juga.....
HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY
|