(04-10-2010, 11:49 AM)Iksan derailment Wrote: turut berduka cita atas kejadian PLH ini..sebagai RF, hanya doa yg bisa saya berikan kepada pihak2 korban.dan smga keluarga PT.KAI menjadikan ini sebuah pelajaran untuk lebih memprioritaskan "safety" baik untuk karyawan maupun penumpang.
Amien......
Tambahan, selain memprioritaskan "safety" juga tetap menjaga n meningkatkan kenyamanan.
Jadi SU SMT (ke timur) nunggu silang SK (ke barat) lewat dulu. Karena ke barat uda DT jadi SK ga berhenti buat nunggu ABA?
Nah setelah SK lewat jalur 2. Kemudian jalur 2 belum dipersiapkan kembali untuk lewatnya si ABA sehingga wesel masih mengarah ke jalur 3 dimana masih terdapat si SU?
Hmm diliat dari ilustrasi yg diberikan Mas/Mbak optibus prime. KA ABA ga anjlok karena ga masuk spoor belok.
Getaran yg dirasakan penumpang ABA karena kereta mengerem mendadak.
Bener ga?
(04-10-2010, 11:28 AM)m_ilhami Wrote: maaf mas, saya nggak nge-judge...Tapi saya baca di berita katanya dia mengakui ngantuk.
Selain itu, saya juga bertanya kenapa dengan asisten masinisnya. jadi gak bermaksud men-judge. Justru saya ingin dengar komentar yang lain, mengenai hasil pemeriksaan sementara tersebut.
copy brapo om,mari kita menunggu hasil dr investigasi pihak yang berwenang...
(04-10-2010, 12:03 PM)Logawa_exp Wrote: kok KA 103?? KA103 kan Mutiara Selatan..xixiixixi
Mungkin yang dimaksud adalah KA101 Senja Kediri ke arah JKT. Emang sih kadang Senja Kediri suka telat..tapi kalo jam segitu baru masuk Petarukan apa ga telat parah tuh si Senja Kediri ?? lha wong biasanya masuk SMT aja jam 11 malem....
sedangkan KA102 Senja Kediri ke KD kalo jam segitu udah sampai MN, hehehe
lha?? berarti kalo seandainya Anggrek tetep melanggar sinyal dan Wesel sudah tidak mengarah ke spoor 3, Senja Utama bisa Lolos tapi malah nubruk si Senja Kediri donk!!!
maksud saya KA 101 mas,salah tulis hehehe,mari tunggu hasil investigasi dari pihak yang berwenang aja mas hud
(04-10-2010, 12:06 PM)see_204XX Wrote: Om Bieb, sorry saya mau OOT
Kesulitan nge-SEARCH pake keyword yg bener sampe2 nggak nemu thread-nya...
Saya mau tanya lagih, seandainya dlm menjalankan tugas di tengah perjalanan masinis mengalami kondisi badan yg tidak fit (ngantuk, cape ato yg laen), apakah asisten mass. berhak mengambil alih kemudi lokomotif apa nggak...? Kira2 ada peraturan ato regelment yg menyantumkan mengenai hal itu...?
menurut aturan yang berlaku,masinis yang menjalankan kereta mempunyai tanda kecakapan yang dinamakan T62 dan asisten masinis mempunyai T63,dan bila berdinas kereta nama mereka harus sesuai dengan LHM,untuk soal masinis yang mengantuk lalu digantikan assisten masinis dalam aturan resmi tidak boleh om,karena asisten masinis belum mempunyai T62,dan masih dalam tahap belajar pengenalan lintas,dan sang asisten masinis pun belum melakukan Uji Banvaakt untuk lintas tersebut,lain halnya dengan masinis yang sudah mempunyai T62 dan mempunyai Banvaakt lintas tersebut,sehingga sang masinis wajib mengajarkan ke asisten masinis tersebut
lain halnya dengan beberapa KA,seperti KA 4 & KA 1,yang dinasannya merupakan dinasan masinis senior dan pengawas atau masinis dengan masinis,alias yang berdinas double masinis,dalam artian yang duduk di CS 1 (meja pelayan kanan) dan CS 2 (meja pelayan kiri) adalah masinis semua,tidak ada yang asisten masinis,kalau sudah seperti itu boleh namanya bergantian membawa KA karena mereka berdua sudah mempunyai T62 dan BV (banvaakt) lintas yang di lalui KA tsb,kurang lebihnya seperti itu om Ardi,CMIIW
(04-10-2010, 12:39 PM)raditiya Wrote: Jadi SU SMT (ke timur) nunggu silang SK (ke barat) lewat dulu. Karena ke barat uda DT jadi SK ga berhenti buat nunggu ABA?
Nah setelah SK lewat jalur 2. Kemudian jalur 2 belum dipersiapkan kembali untuk lewatnya si ABA sehingga wesel masih mengarah ke jalur 3 dimana masih terdapat si SU?
Hmm diliat dari ilustrasi yg diberikan Mas/Mbak optibus prime. KA ABA ga anjlok karena ga masuk spoor belok.
Getaran yg dirasakan penumpang ABA karena kereta mengerem mendadak.
Bener ga?
Just my opinion
CMIIW
Mungkin seperti ini mas,KA 4 tahan sinyal karena PPKA Petarukan akan memasukkan KA 101,sedangkan KA 116 sudah duduk manis menunggu disilang dan disusul,monggo kita tunggu investigasi dari pihak yang berwenang saja
(04-10-2010, 12:55 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote: bs djelaskan mungkin?? mengapa SU tdk dtruh d jalur 1 sj?
kalau itu wewenang PPKA mas mau ditaruh di spur berapa2 nya,yang jelas ada sinyal keluarnya untuk melanjutkan perjalanan
yg ane masih bingung apa mungkin Jarak Ka Senja dengan Ka Angrek jaraknya tidak terlalu jauh?
soalnya kalau misalnya Ka senja Masuk Jalur 3 dan Ka angrek masih berada Jauh peristiwa ini ga akan Terjadi palingan Ka Angrek anjlok soalnya Meskipun masinisnya Ketiduran otomatis Wesel udah bergeser mengarah ke jalur 2 tapi ini masih mengarah ke Jalur 3 yg di situ ada Rangkaian Senja Utama, berarti jaraknya tidak begitu jauh ya??
(04-10-2010, 01:02 PM)gw_nobi Wrote: wah ane turut berduka cita atas kejadian ini
semoga PLH ga Akan Terjadi lagi deh....
yg ane masih bingung apa mungkin Jarak Ka Senja dengan Ka Angrek jaraknya tidak terlalu jauh?
soalnya kalau misalnya Ka senja Masuk Jalur 3 dan Ka angrek masih berada Jauh peristiwa ini ga akan Terjadi palingan Ka Angrek anjlok soalnya Meskipun masinisnya Ketiduran otomatis Wesel udah bergeser mengarah ke jalur 2 tapi ini masih mengarah ke Jalur 3 yg di situ ada Rangkaian Senja Utama, berarti jaraknya tidak begitu jauh ya??
monggo kita tunggu investigasi dari pihak yang berwenang saja (sorry Bieb, kopi paste... )
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe