31-12-2011, 07:09 AM
(30-12-2011, 08:55 PM)AGXfari Wrote:(25-12-2011, 09:13 PM)Martu Hares P Wrote:(25-12-2011, 05:57 PM)Narendro Anindito Wrote:(02-09-2010, 03:55 PM)Narendro Anindito Wrote: [quote='Pramuji' pid='187096' dateline='1283387510']
Klo yg ke arah timur petak Klaten - Paron juga digunakan sebagai jalur ngebut tuh, coba deh rekan2 RF yang sering ke arah Surabaya pasti merasakan klo lepas Klaten KA pasti ngebut sampe dengan Paron (ngawi).
yg taspatnya 100 itu cuma sampe sta Kedungbanteng, kalau Kedungbanteng ke timur taspatnya masih 80 km/h
setelah bergulirnya GAPEKA 2011, taspat Kutoarjo - Yogya 100 kmh, Yogya - Solo menjadi 105 kmh, Solo - Kedungbanteng 100 kmh, Kedungbanteng - Paron - Geneng 95 kmh, dan Geneng - Madiun 90kmh.
overall, lintas Kutoarjo sampai dengan Madiun bisa dikatakan sebagai jalur ngebut.
Wates - Rewulu byk lengkung R kecil, taspat dibatasi 70 km/h, jadi musti hati2
Mau tanya nih gan, itu tipe rel paling bagus urutannya apa aja ya?? apa bner R33,R42,lalu R54?? CMIWW ya..
semakin besar ya semakin bagus,jadi beban gandarnya lebih besar,,



![[Image: 408328_354558997891278_100000115411177_1...5556_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/408328_354558997891278_100000115411177_1598422_1824405556_n.jpg)
![[Image: oldpatent_1937525c.jpg]](http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01937/oldpatent_1937525c.jpg)