Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tol Trans Jawa
#31
mending bikin aja gerbong KA yg bisa bawa berbagai mobil, bus, (◣_◢)┌∩┐, motor sampe sepeda. kaya di inggris. jadi nga usah ngaspal jalan, ngirit bensin, lebih cepat, ga polusi, menurunkan resiko kecelakaan lalin, nga macet
Reply
#32
sebenarnya pt. kai juga mbayar semacam tarif toll sama pemilik rel (dephub). namanya TAC. jadi posisi kereta sama dengan kendaraan lain yang masuk jalan tol.

nah, untuk ka ekonomi saya tidak tahu apakah pakai mbayar TAC segala. logikanya sih tidak. ibarat jasamarga bikin angkutan bus sendiri, apakah ditarik karcis toll segala jika masuk jalan punya nya sendiri?

jadi perbandingan yang pas adalah jalan tol:jalan rel. jasamarga:dephub. pt. kai:berbagai operator bus.

cmiiw.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#33
(13-07-2010, 08:28 PM)ady_mcady Wrote: sebenarnya pt. kai juga mbayar semacam tarif toll sama pemilik rel (dephub). namanya TAC. jadi posisi kereta sama dengan kendaraan lain yang masuk jalan tol.

nah, untuk ka ekonomi saya tidak tahu apakah pakai mbayar TAC segala. logikanya sih tidak. ibarat jasamarga bikin angkutan bus sendiri, apakah ditarik karcis toll segala jika masuk jalan punya nya sendiri?

jadi perbandingan yang pas adalah jalan tol:jalan rel. jasamarga:dephub. pt. kai:berbagai operator bus.

cmiiw.

sepertinya untuk kereta K3 ga bayar ke dephup,,, sama halnya dengan angkutan Damri yang notabene milik BUMN.....
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#34
(13-07-2010, 08:44 PM)Warteg Wrote:
(13-07-2010, 08:28 PM)ady_mcady Wrote: sebenarnya pt. kai juga mbayar semacam tarif toll sama pemilik rel (dephub). namanya TAC. jadi posisi kereta sama dengan kendaraan lain yang masuk jalan tol.

nah, untuk ka ekonomi saya tidak tahu apakah pakai mbayar TAC segala. logikanya sih tidak. ibarat jasamarga bikin angkutan bus sendiri, apakah ditarik karcis toll segala jika masuk jalan punya nya sendiri?

jadi perbandingan yang pas adalah jalan tol:jalan rel. jasamarga:dephub. pt. kai:berbagai operator bus.

cmiiw.

sepertinya untuk kereta K3 ga bayar ke dephup,,, sama halnya dengan angkutan Damri yang notabene milik BUMN.....

nah yang membuat saya bingung?K1 dan K2 itu milik KA bukan?, maaf OOT
Reply
#35
@gerbongpupuk. betul mas.

o ya. sebenarnya yang jadi saingan ka penumpang itu adalah bus2 yang tidak lewat jalan tol alias jalan biasa.

kenapa? karena bus2 tersebut tidak ditarik uang lewat jalan raya sebagaimana jalan tol. ditambah lagi mereka menggunakan bbm subsidi, beda dengan ka yang bbm industri.

lho, tapi kan armada bus2 itu setiap tahun bayar pajak kendaraan? sama saja dengan bayar akses jalan raya dong?

sepertinya demikian. tetapi ternyata pajak kendaraan itu bukan pajak untuk lewat jalan raya, melainkan pajak kepemilikan kendaraan. jadi sebenarnya bus2, mobil, motor, pada hakekatnya gratis jika lewat jalan biasa. kecuali truk2 barang yang mesti lewat jembatan timbang.

cmiiw. Bye Bye
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#36
mungkin.... tapi gimana pengelolaannya sih,,,, klu mslnya PT.KA bs bersaing dan meningkatkan kecepatan KAnya kayak di jepang atau di cina dijamin,........ TOL bakal ngaruh
Reply
#37
Menurut saya, kalau Tol Trans Jawa jadi, jelas lebih cepat ini, lha wong bus aja bisa sampai 120km/jam, apalagi jika jalan tol sudah jadi ke arah Surabaya, jelas 8 jam aja bisa menempuh Jakarta-Surabaya memakai bus.
Kemarin saya sempat menghitung waktu tempuh yang dibutuhkan bus Bandung-Bogor lewat jalan tol adalah 2 jam 47 menit.
Kalau Jalan Tol Jakarta-Solo sudah kelar, jelas bisa dilibas 6 jam saja. Jadi solusi untuk kereta adalah buat HST meskipun resiko sama seperti membuat PLTN. Tapi HST kelak bisa menjadi alternatif kalau stok bbm dunia sudah mendekati kritis.
Jadi setelah tol Trans Jawa jadi, bus yang merdeka lebih dulu, tapi kayaknya butuh waktu 20 tahun lagi dech kayaknya. Kalau double track kurang lebih juga sama 20 tahun lagi. Lihat saja, mengapa pembangunan double track Kutoarjo-Kroya harus menunggu 4 tahun setelah Yogya-Kutoarjo selesai dibangun 2007 ? Mungkin pinjaman dari JBIC belum turun ya padahal sudah sepaket sama pembangunan jalur ganda Solo-Koya.
Reply
#38
(14-07-2010, 07:44 PM)JaY Wrote: Menurut saya, kalau Tol Trans Jawa jadi, jelas lebih cepat ini, lha wong bus aja bisa sampai 120km/jam, apalagi jika jalan tol sudah jadi ke arah Surabaya, jelas 8 jam aja bisa menempuh Jakarta-Surabaya memakai bus.
Kemarin saya sempat menghitung waktu tempuh yang dibutuhkan bus Bandung-Bogor lewat jalan tol adalah 2 jam 47 menit.
Kalau Jalan Tol Jakarta-Solo sudah kelar, jelas bisa dilibas 6 jam saja. Jadi solusi untuk kereta adalah buat HST meskipun resiko sama seperti membuat PLTN. Tapi HST kelak bisa menjadi alternatif kalau stok bbm dunia sudah mendekati kritis.
Jadi setelah tol Trans Jawa jadi, bus yang merdeka lebih dulu, tapi kayaknya butuh waktu 20 tahun lagi dech kayaknya. Kalau double track kurang lebih juga sama 20 tahun lagi. Lihat saja, mengapa pembangunan double track Kutoarjo-Kroya harus menunggu 4 tahun setelah Yogya-Kutoarjo selesai dibangun 2007 ? Mungkin pinjaman dari JBIC belum turun ya padahal sudah sepaket sama pembangunan jalur ganda Solo-Koya.

Maap bila OOT,
meskipun lewat Tol lebih cepat,
rasa2 nya gak semua bis akan terus 'bertahan' di TOL dgn kecepatan tinggi.
Beberapa PO masih menerapkan pembatasan BBM,jadi gak bisa joss2an

Back on Topic

Masih ada peluang,
tinggal siapa yang bisa mencuri start duluan..
693-5073-893-673
Reply
#39
Kemarin ada kawan saya railfans dari Australia datang di bandara Cengkareng, mau ke Bandung, butuh waktu 6 jam! Andai kalau ada koneksi jalur KA ke airport, mungkin cuman butuh waktu 3,5 jam.
Reply
#40
tidak hanya kecepatan tinggi saja yang diperlukan ka. integrasi antara ka akap dengan ka komuter dan ka dalam kota (seandainya ada nanti) sangat diperlukan.

coba bayangkan, seandainya saja kita bisa beli tiket ka bima atau parahiyangan secara online dari stasiun kecil macam lenteng agung, atau beli dari stasiun mrt lebak bulus kelak, lalu dengan segala kemudahan kita bisa langsung transit di st. manggarai sentral misalnya, tanpa beli tiket lagi tinggal turun krl/mrt ganti ka bima dijalur 2 misalnya.

dan juga kereta bandara seperti kata mas bagus diatas.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)