02-07-2010, 12:04 PM
(02-07-2010, 11:55 AM)animaX Wrote: ^
^
^ mungkin sekitar 4-8 kuda
Ini berita di koran hari ini:
Edisi : Jum'at, 02 Juli 2010 , Hal.I
Trem kuda bakal dihidupkan lagi
Solo (Espos) Menyusul sukses Sepur Kluthuk Jaladara, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana kembali menghadirkan moda transportasi masa lampau yang pernah hadir di Kota Bengawan.
Moda yang akan dihidupkan yaitu sejenis kereta yang ditarik dengan beberapa ekor kuda atau trem kuda. Kereta jenis itu menurut catatan sejarah pernah digunakan kalangan raja, bangsawan kerajaan dan pejabat Belanda saat akan menuju Stasiun Kereta Api Jebres. Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan langkah menghadirkan lagi trem kuda saat ini memang baru memasuki tahap pengumpulan informasi. Namun Jokowi merasa yakin, program tersebut bisa terealisasi pada 2011.
“Saya sudah minta Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata-red) untuk mengumpulkan informasi. Bagaimana desainnya, jumlah kuda yang menarik, lalu digunakan dalam aktivitas apa. Macam-macam info, nanti kita kaji. Tapi saya yakin ini akan menarik, karena satu-satunya di Indonesia,†papar Walikota, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (1/7).
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, Jokowi menjelaskan trem kuda itu terdiri dari sebuah gerbong yang mampu menampung sekitar 20 orang. Jika pada kereta api pada umumnya gerbong ditarik dengan lokomotif, maka pada kereta unik ini gerbong ditarik empat ekor kuda. Jokowi memperkirakan investasi untuk membeli gerbong dan segala kebutuhan trem kuda terhitung murah dibanding moda transportasi wisata lain. Jokowi menduga dibutuhkan dana sekitar Rp 300 juta untuk keperluan tersebut. “Dua saja saya kira cukup. Dan ini murah, harganya maupun operasionalnya. Beda dengan Jaladara,†imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Solo, Purnomo Subagiyo, saat ditemui terpisah, membenarkan telah menerima instruksi untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai trem kuda tersebut. Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Seni Budaya Sejarah dan Purbakala Disbudpar Solo, Mufti Raharjo menjabarkan informasi mengenai trem kuda itu kini tengah dihimpun pihaknya. Mufti menjelaskan, dalam Babad Sala karya RM Sayid, disebutkan kereta api yang ditarik dengan kuda pernah digunakan pada masa Pakubuwono (PB) X sekitar awal tahun 1990 untuk membawa raja dan bangsawan ke Stasiun Jebres. Biasanya, kereta tersebut disiapkan di depan Benteng Vastenburg sehingga para bangsawan Belanda dapat dengan mudah menjangkaunya begitu akan menuju stasiun.
Lebih jauh, Mufti menambahkan trem kuda menurut sumber pustaka, ditarik oleh empat ekor kuda. - Oleh : tsa SOLOPOS Edisi Cetak
Hahaha, infonya salah. Sunan Pakubuwono X meninggal dunia tanggal 1 Februari 1939 sementara pd tahun 1990 yg memerintah adl Pakubuwono XII, cucu dari PB X. Monggo kalau mau direalisasikan, tapi sebaiknya aspal ditengah2 rel Slamet Rijadi diganti dengan pasir/ladhu sehingga kaki kuda tdk mlonyoh ketika melalui jalan tsb. Setiap 2 km ganti kuda, begitu seterusnya. Baiknya agar rel di depan benteng Vastenburg dikeruk terlebih dahulu, karena disanalah jalur trem kuda berpangkal pd mulanya.
Traksi kuda hanya sekitar 2-4 ekor saja, tdk perlu berlebihan.
