04-05-2010, 06:43 PM
(04-05-2010, 06:05 PM)ajuy Wrote: 1. INKA kapasitas produksi nya terbatas, bayangkan jika dari tahun 2000 (tahun dimana KRL hibah Toei 6000 datang), PT.KA hanya mengandalkan KRL dari INKA toh yang keluar hanya KRL-I. Yang sekarang saja (banyak KRL eks-Jepang yang PT.KA beli) masih ada yang naik di atap?
2. KRL INKA mahal, wajar karena KRL baru, hal ini juga faktor dari PT.KA tidak membeli KRL INKA..
Sebagai contoh: 8 Milyar anggaplah bisa beli 8 gerbong (kereta) eks-Jepang, kalo beli di INKA mungkin harus menyediakan 64 milyar untuk beli 8 gerbong baru
apalagi PT.KA bertarget untuk meng-AC semua KRLnya...
Mohon dikoreksi bila salah
hmmm..saya coba jawab..
1. Kalo kapasitas terbatas...saya rasa ada benar dan salahnya...terbatas itu sampe nominal berapa?? saya rasa kalo misal 1 tahun produksi 20 unit pun bisa...itu hanya KRL/KRD aja loh, belum K1,K2,K3...semua itu tergantung order dan kontraknya....dan juga modal!!!
di tahun 2008, INKA sanggup memproduksi sekitar 100 gerbong hanya dalam medio 6 bulan
di tahun 2009, INKA memproduksi 30 K3 + 3 KMP3, 16 K1 + 2 M1 + 2 BP, 20 Bagasi dan 5 KRDI dalam medio juni - november 2009.
2. mahal maksudnya relatif lebih mahal ya jelas..lha wonk barang baru..semua komponen garansi 1 tahun dan belum lagi garansi service....
bandingkan dengan KRL bekas yang sudah tidak ada garansi dan spare part sulit....
yang bikin mahal tuh ilmu dan teknologinya...sekedar info,,untuk mempelajari sistem kereta apalagi membikin sistem kendali kereta tidaklah mudah... tenaga otak bisa terkuras habis saat mendesain 1 set KRD/KRL...
saya rasa begitu dulu..

![[Image: Siggy.jpg]](http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ajuy_cool/Siggy.jpg)
