Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT KA akan tutup 3 jalur KA yang merugi
#21
. iya , mungkin ada yg salah dlm perjalanan ka itu . bs sja rute yg nanggung kayak malek , shrusnya malex ke blitar s.kalian , karena petak bl-sb ga ada kreta k2 yg langsung .
. ada jg yg mungkin salah ma jam kerjanya , kayak priex td .
. kalo cantik , q no komen .
[Image: 79HOP8.jpg]
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Reply
#22
Ntah kenapa dengan Caneks harus ditiadakan?
Apa karena sudah ada Muttim ke BW gitu jadi semua yg ke Jember pake Muttim aja?

Sayang sekali ya kalo jalur Surabaya banyuwangi malah berkurang keretanya...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#23
(03-11-2009, 08:27 AM)purakrisna Wrote: Kenapa ya Kok DAOP II kerugiannya paling besar ???

Okupansi penumpangnya rendah... sebab frekuensi perjalanan dan kelasnya kurang tepat seperti pada Priangan Ekspres...

Daop yang rawan rangkaian berokupansi rendah:
1. Daop 9 JR (kekurangan armada lok dan masyarakatnya rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah)
2. Daop 7 ML (terlalu banyak rangkaian)
3. Daop 2 BD (kesalahan pengaturan frekuensi perjalanan dan terlalu banyak rangkaian)
4. Daop 5 PWT (dugaan armada minim, CMIIW)
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#24
(03-11-2009, 10:08 AM)Charles Wrote:
(03-11-2009, 08:27 AM)purakrisna Wrote: Kenapa ya Kok DAOP II kerugiannya paling besar ???

Okupansi penumpangnya rendah... sebab frekuensi perjalanan dan kelasnya kurang tepat seperti pada Priangan Ekspres...

Daop yang rawan rangkaian berokupansi rendah:
1. Daop 9 JR (kekurangan armada lok dan masyarakatnya rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah)
2. Daop 7 ML (terlalu banyak rangkaian)
3. Daop 2 BD (kesalahan pengaturan frekuensi perjalanan dan terlalu banyak rangkaian)
4. Daop 5 PWT (dugaan armada minim, CMIIW)
Seharusnya tak perlu sampe Diberhentikan bagaimana kalo waktu dan berbicara masalah apa yang merugikan dan apa jalan keluarnya?
Jangan langsung dhe karena masalah2 di atas semua KA maen deiberhentikan aja...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#25
Bukti bahwa orang-orang PT KA tak kompeten menjalankan bisnisnya dan tak serius menjalankan bisnisnya (untuk KA Malang Ekspress dan Cantik Ekspress), serta suka mengadakan sesuatu tanpa perhitungan matang (untuk KA Priangan Ekspress).

Kalau saja KA Malang Ekspress ada EXA, pasti laku. Hal ini yang tak pernah ditanggapi serius oleh PT KA, mereka pikirnya yang murah-murah saja, tanpa sadar masyarakat Surabaya dan Malang (khususnya pnglaju koridor ini) tak suka transportasi murahan!!!
Reply
#26
(03-11-2009, 10:11 AM)Joe_cn Wrote:
(03-11-2009, 10:08 AM)Charles Wrote:
(03-11-2009, 08:27 AM)purakrisna Wrote: Kenapa ya Kok DAOP II kerugiannya paling besar ???

Okupansi penumpangnya rendah... sebab frekuensi perjalanan dan kelasnya kurang tepat seperti pada Priangan Ekspres...

Daop yang rawan rangkaian berokupansi rendah:
1. Daop 9 JR (kekurangan armada lok dan masyarakatnya rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah)
2. Daop 7 ML (terlalu banyak rangkaian)
3. Daop 2 BD (kesalahan pengaturan frekuensi perjalanan dan terlalu banyak rangkaian)
4. Daop 5 PWT (dugaan armada minim, CMIIW)
Seharusnya tak perlu sampe Diberhentikan bagaimana kalo waktu dan berbicara masalah apa yang merugikan dan apa jalan keluarnya?
Jangan langsung dhe karena masalah2 di atas semua KA maen deiberhentikan aja...

Seharusnya memang dibicarakan terlebih dulu mengapa okupansinya menjadi rendah, tidak bisa langsung dihentikan operasinya tanpa dirundingkan terlebih dahulu.
Faktor utama yang harus diperhitungkan:
1. Waktu tempuh
2. Biaya perawatan dan perjalanan
3. Jadwal harian
4. Tarif untuk 1x perjalanan (karena banyak kasus okupansi rendah akibat tarif lebih mahal)
5. Armada yang digunakan
Penghentian operasional bukanlah merupakan solusi yang tepat untuk menutup kerugian, karena secara tak langsung mencerminkan perusahaan tidak profesional...
Sedikit koreksi: Yang ditutup bukan jalur rel KAnya, tetapi rangkaian KA yang melayani jalur tsb yang dihentikan operasinya.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#27
kenapa ga di coba geser waktunya dan hari pemberangkatan, misal KA BLA-BLA -BLA Big Grin hanya berjalan seminggu 2 - 3 kali perjalanan (Selasa - Kamis - Sabtu/Minggu) jgn setiap hari jd mirip2 pesawat udara ) atau HANYA berjalan sabtu - minggu (kalo emang ramenya nih hari )
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#28
waduh, ketiga kereta ini belumpernah saya coba......Bethe
masa' kereta bari saja diluncurin sudah mau diberhentikan.......Sedih
Reply
#29
Quote:3. Daop 2 BD (kesalahan pengaturan frekuensi perjalanan dan terlalu banyak rangkaian)

saya cuma tandain yang ini, yang dihapus hanya Parahyangan tambahan yakni yang jam 04.00 WIB jalan tiap hari Senin dan Parahyangan 19.15 yang berjalan tiap hari minggu. Jadwal Parahyangan sendiri sebenarnya cukup berjauhan (jika tidak di satukan dengan Argo Gede) yakni 05.00, 06.35, 08.45, 12.45 dan 17.05. dan rangkaiannya bisa saja 2 K1+KMP2+4K2. Jika melihat dilapangan ke-2 jadwal ini selalu dipenuhi oleh Para penumpang hal ini bisa dilihat dengan berjubelnya para penumpang di bordes. Saya jadi mikir kenapa Pak Direktur komersial mau memberhentikan KA ini dan KA-KA lainnya, apa beliau sudah cek kelapangan???
Xie Xie

Reply
#30
barusan ketemu Prieks di THB, kosong mlompong. 1k1 1kmp2 2k2 cuma 10%
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)