(16-07-2010, 10:35 AM)see_204XX Wrote: Yang paling bermasalah kan kalo berhadapan dgn rel yang melintang di atas jembatan & jembatan itu ada rangka kiri dan kanannya.
bukannya lebar gerbong 3 meter itu standar relnya 1435?
cmiiw
walaupun melintasi jembatan kurung tp kan lebar jembatan kurung sekitar 4-5m sedangkan lebar gerbong itu sekitar 3m jadi ya yg berubah kalo menurut saya cuma lebar sepur dan boggienya aja. koreksi ya gan kalo salah
16-07-2010, 01:44 PM (This post was last modified: 16-07-2010, 01:50 PM by see_204XX.)
(16-07-2010, 11:52 AM)Narendro Anindito Wrote:
(16-07-2010, 10:35 AM)see_204XX Wrote: Yang paling bermasalah kan kalo berhadapan dgn rel yang melintang di atas jembatan & jembatan itu ada rangka kiri dan kanannya.
bukannya lebar gerbong 3 meter itu standar relnya 1435?
cmiiw
Waduh, jd malah bingung jg neh...
Kalo yg dibicarakan dlm suasana sepur Luar Negeri yg dah kebanyakan dah pake standard gauge 1435 mm trus mau disisipi dgn yg lebar 1067 mm tapi lebar jembatannya dah diperhitungkan sebelumnya itu nggak jd masalah.
Lha sekarang kalo sepur di Indonesia, lebar sepur masih pake 1067 mm trus mau diupgrade dgn yg lebar 1445 mm dgn cara disisipi jg pasti nggak simetris lg itu lebar kereta pada saat lewat di jembatan. Siap2 kebentur rangka jembatan kalo lg side ride trus longok2 di luar kereta.
(16-07-2010, 01:36 PM)CC_20413 Wrote: walaupun melintasi jembatan kurung tp kan lebar jembatan kurung sekitar 4-5m sedangkan lebar gerbong itu sekitar 3m jadi ya yg berubah kalo menurut saya cuma lebar sepur dan boggienya aja. koreksi ya gan kalo salah
Lebar jembatannya 4-5 meter yach..? Cukup lebar jg yach..? Cuma dr buku2 yg pernah saya baca perlu dicermati jg bila suatu jembatan awalnya hanya mampu mendukung beban sentris kemudian ditambahi dgn beban eksentris.
Oh ya, kalo dah menyangkut jembatan jgn dilanjut diskusinya di sini. Ntar OOT lho...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
(16-07-2010, 10:35 AM)see_204XX Wrote: Yang paling bermasalah kan kalo berhadapan dgn rel yang melintang di atas jembatan & jembatan itu ada rangka kiri dan kanannya.
bukannya lebar gerbong 3 meter itu standar relnya 1435?
cmiiw
Waduh, jd malah bingung jg neh...
Kalo yg dibicarakan dlm suasana sepur Luar Negeri yg dah kebanyakan dah pake standard gauge 1435 mm trus mau disisipi dgn yg lebar 1067 mm tapi lebar jembatannya dah diperhitungkan sebelumnya itu nggak jd masalah.
Lha sekarang kalo sepur di Indonesia, lebar sepur masih pake 1067 mm trus mau diupgrade dgn yg lebar 1445 mm dgn cara disisipi jg pasti nggak simetris lg itu lebar kereta pada saat lewat di jembatan. Siap2 kebentur rangka jembatan kalo lg side ride trus longok2 di luar kereta.
(16-07-2010, 01:36 PM)CC_20413 Wrote: walaupun melintasi jembatan kurung tp kan lebar jembatan kurung sekitar 4-5m sedangkan lebar gerbong itu sekitar 3m jadi ya yg berubah kalo menurut saya cuma lebar sepur dan boggienya aja. koreksi ya gan kalo salah
Lebar jembatannya 4-5 meter yach..? Cukup lebar jg yach..? Cuma dr buku2 yg pernah saya baca perlu dicermati jg bila suatu jembatan awalnya hanya mampu mendukung beban sentris kemudian ditambahi dgn beban eksentris.
Oh ya, kalo dah menyangkut jembatan jgn dilanjut diskusinya di sini. Ntar OOT lho...
Siap Gan...... dilanjut dah pembahasan narrow and standart gauge, sebenernya perbedaan gauge itu cuma berpengaruh sama kecepatan KA aja atau ada ayng lain?
Sebenarnya, istilah "standard" dan "narrow" nih ukuran baku internasional atau ukuran per negara?
Jadi misalnya, kalau Indonesia, Standard nya kan pakai 1067 nih? Di bawah itu disebut narrow.
Sebab yang sering saya dengar, narrow gauge lebih mengacu pada ukuran temuan "decauville" (400 mm sd 725 mm). Sedangkan ukuran standard sering mengacu pada dua ukuran, yakni 1067 dan 1435.
(16-07-2010, 09:36 PM)Toto Wrote: Sebenarnya, istilah "standard" dan "narrow" nih ukuran baku internasional atau ukuran per negara?
Jadi misalnya, kalau Indonesia, Standard nya kan pakai 1067 nih? Di bawah itu disebut narrow.
Sebab yang sering saya dengar, narrow gauge lebih mengacu pada ukuran temuan "decauville" (400 mm sd 725 mm). Sedangkan ukuran standard sering mengacu pada dua ukuran, yakni 1067 dan 1435.
Mohon penjelasan
Salam Spoor,
1435 itu standar internasional mas.... kalau 1067 ya jadinya narrow....
cmiiw
(16-07-2010, 09:36 PM)Toto Wrote: Sebenarnya, istilah "standard" dan "narrow" nih ukuran baku internasional atau ukuran per negara?
Jadi misalnya, kalau Indonesia, Standard nya kan pakai 1067 nih? Di bawah itu disebut narrow.
Sebab yang sering saya dengar, narrow gauge lebih mengacu pada ukuran temuan "decauville" (400 mm sd 725 mm). Sedangkan ukuran standard sering mengacu pada dua ukuran, yakni 1067 dan 1435.
Mohon penjelasan
Salam Spoor,
1435 itu standar internasional mas.... kalau 1067 ya jadinya narrow....
cmiiw
Thanks infonya. Spoor sempit lebih merujuk di bawah itu. Tapi kalau lori yang 700 mm ke bawah mungkin lebih pas disebut sbg Decauville kali yaaaa?
(16-07-2010, 09:36 PM)Toto Wrote: Sebenarnya, istilah "standard" dan "narrow" nih ukuran baku internasional atau ukuran per negara?
Jadi misalnya, kalau Indonesia, Standard nya kan pakai 1067 nih? Di bawah itu disebut narrow.
Sebab yang sering saya dengar, narrow gauge lebih mengacu pada ukuran temuan "decauville" (400 mm sd 725 mm). Sedangkan ukuran standard sering mengacu pada dua ukuran, yakni 1067 dan 1435.
Mohon penjelasan
Salam Spoor,
1435 itu standar internasional mas.... kalau 1067 ya jadinya narrow....
cmiiw
Thanks infonya. Spoor sempit lebih merujuk di bawah itu. Tapi kalau lori yang 700 mm ke bawah mungkin lebih pas disebut sbg Decauville kali yaaaa?
Salam Spoor,
Ane liat2 punya mas Wiki, standard gauge internasional itu adl 1435mm, lalu 3 besar narrow gauge yg digunakan utk standard gauge masing2 negara ada 1372mm, 1067mm ama 1000mm. Yg Decauville (temuan Paul Decauville insinyur Perancis) itu adl 400-600mm.